
Episode 86 : Malam panas yang romantis.
***
Author : Warning, guys yang belum dewasa jangan baca episode ini ya, sebenarnya aku mau skip adegan ini tetapi sepertinya aku akan tulis sedikit.
Mohon maaf ya, karena aku ga pandai menulis adegan dewasa dan sebenarnya tidak boleh jika Noveltoon.
Terimakasih 🤍😘
***
Dia mencoba melihat ke sisinya dimana suara hujan terdengar ke telinganya, dia bisa melihat pemandangan laut yang terkena hujan ketika ia berendam di dalam bathtub.
Rembulan tak akan menyangka dalam hidupnya dia akan merasakan hidup seperti ini.
Kenzo menatap manis kearah istrinya yang terpaku melihat pemandangan luar biasa yang ada diluar kaca.
'Manisnya ...' benak Kenzo sudah usai melepaskan pakaiannya.
Dia benar-benar tidak malu sama sekali, dia percaya diri dengan segala hal yang ada dalam dirinya.
Tubuhnya yang proporsional dan atletis membuat tampilannya ketika tak mengenakan busana terasa sangat menggoda.
"Sayang ... geser sedikit, aku juga mau berendam ..." ucap Kenzo lembut memecahkan angan-angan Rembulan yang baru saja menatap pemandangan malam yang disapa hujan.
Rembulan melihat kearah suaminya dan matanya langsung terpejam dan berteriak sedikit.
"Ah!" teriak Rembulan pelan dan menutup matanya.
Memang mereka sudah melakukan olahraga panas beberapa kali, akan tetapi Rembulan belum pernah benar-benar melihat senjata api suaminya dengan sangat jelas.
Dan malam ini dia melihatnya dengan sangat nyata membuatnya syok.
Saat itu Kenzo sudah masuk ke dalam bathtub dan membuat istrinya berada dalam pelukannya.
"Sayang ... apakah kau masih malu? aku ini suami mu, dan kau istriku, kita akan saling melihat lebih banyak di masa depan, jadi jangan malu jika di hadapan ku," bisik Kenzo menyeringai nakal ketika menyadari istrinya malu sekali.
Kenzo mengusap rambut istrinya, lalu memeluknya dengan tangannya tepat melingkar di buah dada istrinya yang sejak tadi sudah sangat ingin ia mainkan dengan gemas.
"Tentu saja aku malu, aku sungguh tidak bisa menahannya," balas Rembulan menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan.
"Pfft ... menggemaskan sekali istriku," bisik Kenzo mengecup tengkuk istrinya sembari tangannya sudah memainkan buah dada istrinya dengan sangat nyaman.
"Aku rasa ukurannya semakin besar sejak terakhir kali, aku harus sering memainkan kesukaan ku ini agar semakin besar kalau begitu ...." Kenzo mengatakan sesuatu yang membuat Rembulan semakin malu dan ingin menghilang saja dari muka bumi ini.
'AAAAAAA! apa yang baru saja dia bilang? ukurannya semakin besar? astaga ... kenapa aku malu sekali, rasanya aku bahkan tak bisa bergerak lagi!'
__ADS_1
Rembulan sudah tak bisa menahan semua ini lagi, tangan suaminya sangat besar dan memenuhi Dadanya.
Walau rasanya hangat akan tetapi tetap saja sangat memalukan baginya.
Kenzo yang menyadari tubuh istrinya mulai bergetar membuatnya tersenyum sangat nakal dan membisik lagi.
"Sayang ... tubuhmu sensitif sekali, aku sudah tahu ini sejak awal jika tubuh mu merespon sentuhan ku, kau memang wanita nakal yang khusus untukku,"
"Aku akan membuatmu hilang akal malam ini," bisik Kenzo benar-benar dalam puncak gairahnya.
Tangannya terus saja bermain di buah dada lembut istrinya, membuat Rembulan ikut kehilangan dirinya.
Secara perlahan, Kenzo meraih pinggang istrinya, membuat posisi keduanya saling berhadapan.
Kenzo bisa melihat degan jelas wajah nakal istrinya yang sudah memerah dan tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
"Sayang ... kau menggoda sekali, aku sungguh bisa gila jika melihat mu seperti ini," bisik Kenzo dengan nafas yang hangat.
Dia menatap istrinya lekat, dia menarik pinggang istrinya agar keluar sedikit dari air bathtub.
Lalu secara lembut dia menyesap bibir istrinya yang basah, keduanya memejamkan mata dan menikmati, hujan diluar jadi musik melodi romantis malam ini.
'Hah!'
'Aku selaku saja kehilangan diriku, tubuhku panas, kenapa dia begitu pandai mencari kelemahan di tubuhku!'
'Apakah dia begitu juga dengan Laura? astaga ... hanya memikirkannya saja sudah membuatku marah!'
Entah kenapa benak Rembulan berkecamuk, ketika keduanya sedang berciuman lembut, entah kenapa Rembulan menjadi sangat aktif.
Seolah menunjukkan jika Kenzo adalah miliknya seorang.
Mata Kenzo melebar setelah merasakan itu untuk pertama kalinya, dia melihat bagaimana Rembulan berusaha dengan sangat keras untuk melakukan ciuman yang hebat.
Akan tetapi masih terasa kaku, walau begitu Kenzo sangat senang, karena Rembulan berusaha menyenangkan dirinya.
Kenzo menarik pinggang istrinya agar menempel kepadanya, dia meraih kedua pipi istrinya dan mengecupnya lebih bersemangat.
"Sayang ... beginilah ciuman yang sebenarnya, aku akan mengajari mu," bisik Kenzo sudah tak bisa mengontrol dirinya.
Kenzo menekan Rembulan, memberikan ciuman yang sangat panas sampai sampai air tumpah keluar karena keganasan ciuman itu.
Sama seperti Kenzo yang kehilangan dirinya, Rembulan juga sama, dia mengikuti segala sesuatu yang membuatnya merasa panas dan membara.
"Ah!"
Keluhan dari bibirnya mewarnai malam itu.
__ADS_1
Saat itu bibir nakal suaminya sudah menyesap lehernya, memberikan tanda sebanyak mungkin.
Seolah tak puas, bibirnya turun lagi ke buah dada kesukaan suaminya.
Kenzo menatap nya nakal terlebih dahulu, dia kemudian memainkan nya dengan sangat lembut membuat Rembulan tak bisa menahan suaranya lagi.
"Hmm ..."
"Sayang ... jangan ditahan, keluarkan saja, tak akan ada yang mengganggu kita malam ini, malam ini sepenuhnya hanya milik kita berdua," bisik Kenzo masih terbenam di buah dada istrinya.
Ketika itu Kenzo mempersiapkan tubuh istrinya agar tidak kesakitan nantinya.
Air dalam bathtub semakin tumpah ketika Kenzo benar-benar serius dalam aksinya.
Dia kemudian memulai olahraga panas mereka, dengan lembut sembari mengecup bibir istrinya lagi.
Matanya terpejam merasakan kenikmatan yang tiada tara ketika dia berada dalam istrinya.
Rembulan juga merasakan hal yang sama, suaminya selama memerlukan dia dengan sangat lembut sehingga tak pernah ia merasakan sakit hanya lelah saja.
"Ah!"
"Kau nikmati sekali sayang, aku sangat menginginkan mu, sungguh ..." Kenzo benar-benar tergila-gila kepada istrinya.
Dia melakukan gerakan sampai air dalam bathtub benar-benar tumpah setengah.
Walah memakai dalam bathtub, keduanya tetap berkeringat akibat olahraga panas mereka.
Beberapa posisi mereka coba, hal yang tak pernah dibayangkan oleh Rembulan sebelumnya, dia bahkan tak menyangka dia bisa melakukan beberapa posisi yang diinginkan oleh Kenzo.
Kenzo sepenuhnya tergila-gila pada istrinya.
"Sayang ... ayo kita lanjutkan di ranjang, malam masih panjang ..." bisik Kenzo menggendong istrinya, sebelum itu dia membalut tubuh istrinya dengan handuk.
Kenzo tak ingin istrinya sakit terlalu lama berendam dalam air, walau Kenzo dalam keadaan gairahnya memuncak dia tetap memikirkan mengenai kesehatan istrinya ini.
"APA? MASIH LANJUT? TIDAAAKKKK!"
Rembulan sangat syok ketika mendengar itu, melanjutkan di ranjang ketika mereka sudah melakukannya berulang kali di dalam kamar mandi tadi.
.
.
.
.
__ADS_1
Author :
Maaf episode kencan nya jadi kebanyakan 😭