Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 87 : Jangan menggoda aku terus.


__ADS_3

Episode 87 : Jangan menggoda aku terus.


***


"Ah ... pinggangku," Rembulan baru saja selesai membersihkan dirinya.


Tadi malam dia terlelap begitu saja ketika Kenzo menghabisinya tanpa ampun.


Kenzo memiliki gairah yang begitu besar terhadapnya, ketika Rembulan keluar dari kamar mandi, dia sudah melihat suaminya duduk di ranjang tanpa mengenakan busana atas tengah menunggunya.


Hal yang pertama dilihat oleh Rembulan adalah senyuman nakal suaminya dan bagaimana wajah puas yang terlihat disana.


"Sayang ... kau sudah selsai mandi? Kemarilah ... biarkan aku memeluk mu sebelum kita kembali pulang ..." Kenzo menepuk ranjang di sisinya.


Dia ingin Rembulan datang ke sisinya agar bisa ia peluk dengan nyaman.


"Rambut ku masih basah, tidak bagus jika tiduran dengan rambut basah ..." Rembulan mencari alasan agar Kenzo tak lagi mendekapnya.


Entah mengapa Rembulan memiliki firasat kuat, jika dia masuk kedalam perangkap suaminya maka dia akan dihabisi juga pagi ini.


"Sayang ... kau menolak aku ya? tapi tak apa, aku bisa datang kepadamu jika kau menolak ..." seru Kenzo segera bangkit dari ranjang.


Dia mengenakan celana panjang, namun tanpa pakaian atas, tubuh atletisnya benar-benar enak dipandang.


Apalagi mentari yang menyelinap masuk dari sela-sela kaca hotel membuatnya terlihat semakin tampan.


Saat melihat suaminya datang melangkah mendekat dengan aura menekan dan keberadaan yang kuat, otomatis Rembulan berjalan mundur.


Isi kepala Rembulan hanyalah bagaimana cara menghindari Kenzo dari aksi nakal seperti tadi malam.


Kenzo melihat cara jalan istrinya yang sudah terlihat berbeda.

__ADS_1


'Ah, sepertinya aku terlalu berlebihan tadi malam, dia sepertinya harus menguatkan staminanya,'


'Untuk sekarang aku tahan dulu, sampai dia bisa mengimbangi staminaku di ranjang ...'


Benak Kenzo dengan pipi memerah jika mengingat bagaimana ia menghabisi istrinya tanpa ampun tadi malam.


'Jika diingat rasanya sangat nikmat, aku ingin lagi dan lagi, tubuh istriku ini memang khusus untukku saja ... ah, aku ingin lagi, tapi harus ditahan dulu, jika istriku benar-benar akan pingsan!'


Kenzo mencoba menahan dirinya dari gairah besarnya terhadap istrinya.


Bagaimana dia sebenarnya memang menginginkan istrinya pagi ini juga.


"Sayang ... Kemarilah, aku akan membantumu mengeringkan rambut ..." ucap Kenzo meraih handuk Rembulan, karena sekarang dia sudah mentok ditembok.


"Me ... mengering rambut? apakah memang hanya mengeringkan rambut? tidak akan melakukan itu kan? jangan ya ... pinggangku benar-benar pegal sekali, jika melakukannya pagi ini lagi mungkin aku tidak akan bisa berjalan ..."


Rembulan berterus terang kepada suaminya, dia merasa suaminya harus menahan gairah sedikit saja demi pinggang rapuhnya.


Jantung Kenzo berdegup sangat kencang, dia melihat bagaimana ekspresi istrinya sangat menggemaskan ketika mengatakan itu.


Setiap Kenzo memperhatikan istrinya maka bekas gigitan dan esapan nya tadi malam akan semakin terlihat jelas.


Kenzo menelan salivanya kuat karena benar-benar tergila-gila kepada istrinya ini.


"Sayang ... aku hanya ingin mengeringkan rambut mu, kenapa kau menggodaku seperti ini? jika tidak ingin merasakan hal yang tadi malam, maka menurut lah, jika aku sudah tidak bisa menahan diriku, aku benar-benar akan menghabisi mu lagi," bisik Kenzo meminta Rembulan untuk tidak bersikap menggemaskan di hadapannya.


Kenzo meraih tangan Rembulan dan memintanya duduk di depan cermin agar dia bisa mengeringkan rambut panjang istrinya.


'Menggoda lagi menggoda lagi, sejak kapan aku menggoda? tapi ya sudah lah, resiko memiliki suami arogan ya begini ...'


Benak Rembulan merasa jika cara berpikir Kenzo sungguh tidak bisa ia tebak sama sekali.

__ADS_1


Rembulan mungkin tidak sadar jika sesuatu dalam dirinya benar-benar telah menarik bagi suaminya.


***


Di tempat yang lain,


Seseorang tengah berbicara di telepon genggamnya.


"Klien ku menawarkan mu sejumlah uang yang sangat besar, bisa menutupi hutang judi mu, tapi ada satu hal yang harus kau lakukan,"


Suruhan dari Laura akhirnya berhasil menghubungi ayah tiri Rembulan, yaitu Bimo yang tetapi saja bermain judi dan menimbulkan hutang-hutang baru.


Ketika Bimo mendengar tawaran itu, dia langsung bersemangat, dia menginginkan uang yang lebih banyak agar bisa berjudi lebih sering.


"Apa yang harus aku lakukan? cepat katakan!" dengan tidak sabar Bimo terburu-buru sekali meminta apa yang harus ia lakukan.


"Ini mengangkut anak tirimu, Rembulan ... kau harus melakukan sesuatu dengannya ..."


Suruhan dari Laura itu memberikan penawaran dan rencana yang telah disusun Laura untuk membuat Kenzo benci kepada Rembulan dan akhirnya berpisah.


Entah apa rencana itu, akan tetapi tanpa berpikir panjang, Bimo setuju dengan mudah karena imbalan yang tawarkan terbilang fantastis.


.


.


.


.


Maaf ya hari ini Update satu dulu 🙏

__ADS_1


__ADS_2