
Episode 72 : Aku lupa diri.
***
"Tuan, sepertinya anda sibuk ... aku permisi dulu ..." serunya dengan suara yang bergetar dan hati yang sangat sakit.
Rembulan dengan tubuh mungilnya, dan segala persiapan yang ia lakukan, dia pergi begitu saja.
Dan saat itu, Kenzo tahu jika hatinya lebih hancur melihat itu.
Laura bisa melihat dengan jelas Kenzo benar-benar telah berubah.
Kenzo segera melangkah dengan cepat, seolah tak ingin ada sebuah kesalahpahaman terjadi antara dirinya dan Rembulan.
Hati Laura terluka, dengan jelas melihat ada sesuatu dalam diri Kenzo yang begitu dalam ketika melihat wanita yang bernama Rembulan itu.
"Laura ... kau benar-benar keterlaluan, kau tidak sadar jika ketika kau memutuskan menikah maka hubungan kita sudah tidak sama lagi!"
Kenzo melangkah hendak pergi, dia melihat adonan kue yang masih tersisa di lantai, lalu ada catatan kecil tercecer disana.
Sebelum Kenzo pergi mengejar Rembulan, dia mengambil catatan kecil itu dan membacanya.
Saat ia membaca catatan kecil, dia merasa hatinya menjadi sakit, dia merasa telah menghancurkan salah satu hari paling bahagia bagi Rembulan.
"Kenzo ..."
"Apakah kau sungguh akan bersikap seperti ini?"
"Apakah kau sungguh menyukai wanita itu? atau kau hanya melihatnya sebagai aku?"
Laura berbicara begitu lantang, dia mengepal tangannya dengan erat dengan kuat, dia menatap dengan linangan air mata yang memenuhi matanya.
Kenzo yang mendengar hal itu merasa hatinya yang dalam suasana rumit terus melangkah pergi.
Walaupun jika benar Kenzo melihat Rembulan sebagai dirinya maka bukanlah sebuah alasan bagi Kenzo untuk berduaan dengan Laura sekarang.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Langkah kaki Kenzo melangkah pergi dan meninggalkan Laura sendirian.
Laura merasa sangat terkhianati, dia menangis dengan tubuh bergetar.
"Tidak mungkin Kenzo bisa melupakan aku dengan cepat, aku kembali kesini untuk merebut Kenzo bukan untuk melihat nya bersama wanita lain!"
"Aku harus melakukan sesuatu!"
geram Laura tak bisa menahan amarahnya.
***
Disaat yang bersamaan,
__ADS_1
Ketika Rembulan melihat suaminya berpelukan dengan wanita yang pastinya adalah Laura, seperti ada tusukan jarum di hatinya.
Dia tahu hal ini akan terjadi, tetapi karena hubungan mereka sangat baik akhir-akhir ini membuat Rembulan rupa dengan perjanjian kita.
Dia berlari sekuat tenaga, tak melihat pakaiannya yang sudah terkena cream kue yang tadi jatuh.
Rembulan berlari dengan hati yang bergemuruh, entah kenapa satu hal yang sangat ia inginkan sekarang hanyalah melarikan diri dari tempat ini.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Dengan mata kosong dan hati hancur, Rembulan memencet tombol lift dan menuju lobby perusahaan, dimana pasti supir yang bertugas mengantarkan dirinya kemana-mana sedang bersama satpam sekarang.
Ketika ia tiba disana, supir pribadinya tentu saja dengan terburu-buru menuju mobil dan membawanya ke lobby.
"Pak, ayo kita pergi pulang ..." seru Rembulan dengan terburu-buru dan suara yang gemetaran.
Saat itu Kenzo sudah ada di lantai bawah dan melihat mobil Rembulan dari jauh.
Saat Kenzo hendak mengejarnya.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Ada panggilan masuk dari Liam.
"Halo ada apa?"
seru Kenzo hendak langsung menuju mobilnya dan pergi mengejar Rembulan.
Liam memberikan kabar yang membuat Kenzo menyadari jika hari ini adalah meeting tahunan perusahaan nya dengan investor dan para komisaris.
Karena dia gundah dengan hubungan pribadinya Sepertinya ada beberapa hal yang menjadi dilupakan oleh Kenzo.
"Hah!"
Kenzo menghela nafasnya panjang dan berat.
"Yasudah aku akan datang ke ruang meeting!"
Balas Kenzo mengurungkan niat mengejar Rembulan.
"Ah ... aku bisa menjelaskan segalanya di rumah nanti," serunya melangkah dengan berat menuju ruangan pribadinya.
Sebelum meeting tentu saja Kenzo harus membaca beberapa berkas yang menjadi bahan meeting hari ini, agar dia bisa memberikan evaluasi terbaik dari sisinya.
***
Di dalam mobil,
Sekarang ini Rembulan sudah berada dalam mobil untuk pulang, tak ada alasan bagi Rembulan untuk bertahan di perusahaan itu jika hanya untuk melihat suaminya bersama dengan wanita lain.
Rembulan melihat jauh ke arah jalanan yang dilewati oleh mobil, hari masih terik tetapi jalanan tidak terlalu macet.
__ADS_1
AC mobil membuat suasana menjadi dingin di dalam mobil, dan Rembulan yang melihat ke luar itu sejak tadi mencengkeram tangannya dan menahan linangan air matanya.
'Tuan Kenzo tidak salah, aku lah yang salah karena lupa diri!'
'Sudah sangat jelas bagaimana Tuan Kenzo telah memperingati aku sejak awal, jika hubungan kami bukanlah hubungan suami istri pada umumnya,"
'Tapi kenapa hatiku sakit sekali, aku ternyata tidaklah sekuat yang aku kira, ternyata aku tetaplah berharap yang tidak akan mungkin dari Tuan Kenzo,'
Rembulan melihat roknya yang memiliki sisa cream terjatuh tadi.
Saat ia membersihkan rok itu menggunakan tangannya, saat itu pula air matanya turun.
Rembulan sadar dan tahu siapa dirinya, dia ingat lagi dengan semua perkataan Kenzo yang jujur sesak awal bahwa hubungan mereka tak akan memiliki akhir bahagia.
Rembulan seperti melihat gunung besar di kejauhan, seolah bisa ia genggam akan tetapi semakin ia berjalan semakin ia sadar betapa jauh letak gunung itu.
Kenzo adalah gunung itu, sesuatu yang tak akan pernah bisa dimiliki oleh Rembulan.
***
"Nyonya Rembulan, kita sudah sampai ..."
Tanpa sadar mereka telah sampai di kediaman Kenzo, dimana Rembulan langsung melihat kemewahan yang membutakan matanya selama ini.
Rembulan berpikir sejenak, dia tidak ingin kembali ke rumah ini dulu, dia ingin pulang ke rumah ibunya.
"Pak ... bisa hantarkan aku ke rumah Ibuku, maafkan aku tetapi tadi aku sedikit lupa untuk mengatakannya tadi ..." seru Rembulan sopan dan tersenyum.
Air matanya sudah ia hapus, seperti wataknya yang biasa, Rembulan sebenarnya tidak suka dilihat oleh orang lain sedang menangis.
"Baik Nyonya ..." balas sang supir merasa ada yang tidak beres dengan Rembulan.
Matanya memerah dan sejak tadi hanya melihat ke jalanan saja, senyuman yang tadi mewarnai Rembulan ketika pergi ke kantor diganti dengan wajah kekecewaan yang terlihat dengan sangat jelas.
Hanya dalam beberapa saat, supir melajukan mobilnya lagi menuju rumah Ibu Rembulan, Tasya.
Mereka melewati perkotaan, dimana rumah Rembulan berada di pinggiran kota, jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai disana.
Rembulan ingin sekali bertemu dengan ibunya dan menghabiskan waktu dengan ibunya agar dia bisa melupakan kejadian hari ini walaupun sedikit.
Setelah sampai, Rembulan keluar dari mobil dan meminta pak supir pulang dulu, jika nanti Rembulan mau kembali ke kediaman Kenzo dia akan menghubungi bapak supir itu.
"Baik Nyonya Rembulan, semoga hari anda menyenangkan ..." balas Pak supir segera melaju dari pekarangan rumah Tasya.
.
.
.
.
__ADS_1