Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 109 : Kau tidak akan pernah bisa tenang.


__ADS_3

Episode 109 : Kau tidak akan pernah bisa tenang.


***


"HAHAHAHA! AKU SUDAH YAKIN JIKA DI HATIMU MASIH ADA AKU!"


"LIHAT SAJA REMBULAN, AKU AKAN MENJADI PEMENANG, DAN AKU AKAN MEMBALAS PENGHINAAN MU KEPADAKU!"


Laura seperti seseorang yang kehilangan akal sehat, dia bahagia dan puas menerima pesan itu.


Tak mau membuang waktu, dan merasa kesempatan ini adalah kesempatan emas, Laura segera menghubungi suruhannya lagi.


"Lakukan sekarang, Kenzo sudah akan datang ke sini, culik wanita itu degan senyap! gunakan lelaki bernama Bimo itu sebagai pancingan!"


Laura meminta suruhannya bekerja dengan cepat, karena kesempatan ini adalah kesempatan yang tidak akan datang dua kali.


Dan seperti ucapannya, suruhan dari Laura itu menghubungi penjahat bayaran hebat untuk segera menculik Rembulan.


Tidak luput dengan Bimo, Bimo akan berperan sebagai pancingan agar Rembulan bisa diculik dengan senyap di tempat sunyi.


"Dia ada rumah sakit ini, cepat kesana dan lakukan tugas mu, jika ingin uang yang lebih besar!"


Suruhan dari Laura itu segera meminta Bimo untuk pergi ke rumah sakit itu secepat mungkin.


"Baiklah! aku pasti akan melakukannya dengan baik!" balas Bimo sudah bahagia sekali.


Sebentar lagi dia akan mendapatkan uang yang lebih banyak dan bisa berjudi lagi dengan nyaman.


"Hahaha! hanya masalah kecil seperti ini, aku pasti bisa melakukannya dengan cepat!" seru Bimo melangkah dengan sangat yakin.


Dia sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.


***


Di rumah sakit,


"Ibu, maafkan aku karena tidak ada di sisimu ketika Ibu sakit seperti ini,"


"Tapi semuanya akan baik-baik saja Ibu, aku yakin Ibu akan sembuh, sebentar lagi Ibu akan punya cucu, apakah Ibu tidak mau melihat cucu Ibu?"


Rembulan berbincang dengan ibunya sembari menggenggam tangan Tasya.


Walau tak ada jawaban sedikitpun dari ibunya, Rembulan tetap berbicara.


Rembulan yakin jika Ibunya pasti mendengar, jika tak bisa mendengarkan pasti hati Ibunya bisa merasakan jika Rembulan ada di sisinya.

__ADS_1


***


Di luar ruangan Tasya,


"Aku ingin melihat istri dan putriku, kenapa kalian menghalangi aku! aku ini suaminya!"


Bimo berteriak di luar ruangan.


Tak kala saat melihat Bimo, Lia yang saat itu hendak masuk ke ruangan Tasya melihatnya dan melaporkan kepada kepala pelayan yang berjaga di luar jika yang membuat Tasya pingsan adalah lelaki itu.


Oleh karena itulah mengapa dia langsung dicegat agar tidak bisa memasuki ruangan.


Rembulan yang mendengar suara ricuh itu sedikit terganggu dan sedikit marah, dia tidak ingin pengobatan ibunya terganggu karena keributan itu.


Rembulan segera melangkah ke depan ruangan, dan membuka pintu.


"Ada apa ini?" serunya ketika membuka pintu, namun sebelum ada yang menjawab, kemarahan dalam diri Rembulan seolah meledak-ledak.


Tubuhnya bergetar dan nafasnya menjadi sangat berat, bagaimana Bimo, lelaki yang menjebak ibunya sampai menikah, memberikan penderitaan baginya dan ibunya.


Dengan percaya diri menampakkan wajahnya di hadapannya lagi.


"Rembulan, ini Ayah, Nak ... Ayah datang mengunjungi kalian, mereka mencegat Ayah disini ..."


Bimo melakukan tugasnya dengan baik, dia bahkan berakting dan berpura-pura sedih.


Rembulan yang memang sedang hamil muda dan tak bisa mengontrol emosi nya menatap Bimo dengan sangat tajam dan mengerikan.


"Di ... dia adalah yang datang pagi ini ke rumah dan membuat Nona Tasya pingsan, maafkan kami mencegat beliau ..."


Lia langsung meminta maaf dan menjelaskan semua kondisi kepada Rembulan.


Mendengar itu kemarahan yang tak pernah dirasakan oleh Rembulan akhirnya dia rasakan.


"KAU!"


Rembulan melangkah mendekat, dia menatap sangat tajam sampai ada linangan air mata di mata itu.


"Beraninya kau menampakkan wajahmu di hadapan ku dan Ibuku, beraninya kau memanggil dirimu sebagai Ayah?!"


Rembulan berteriak histeris, tubuhnya sampai bergetar hebat, dia ingin sekali memukul lelaki ini namun tenaganya telah terkuras oleh kemarahannya yang begitu hebat.


"Nyonya Rembulan, kami akan segera mengusir dia, mohon anda tenang dulu ..."


Kepala pelayan yang berada di tempat mencoba menenangkan Rembulan, tetapi sepertinya semuanya sudah terlambat, ketika Rembulan melihat Bimo, kemarahan dalam dirinya rasanya tidak akan bisa sembuh jika dia tidak meneriaki sumpah serapah kepada lelaki tak tahu malu ini.

__ADS_1


"Kau akan mengalami kesialan di sisa hidupmu, kau tak akan pernah mendapatkan kedamaian! sebanyak kau menyakiti aku dan ibuku maka kesakitan yang akan kau terima di masa tua mu akan berkali-kali lipat!"


"Cam kan ucapan ku!" geram Rembulan memberikan penghinaan nya kepada Bimo.


Bimo yang mendengar itu entah kenapa ketakutan, dia tersadar sesaat namun dia segera menggelengkan kepalanya.


'Mana ada hal seperti itu, di dunia ini yang akan menang hanyalah dia yang bisa menindas orang lain! wanita ini hanya menggertak aku saja! memangnya bisa apa dia? sekuat apa suaminya itu?!'


Bimo berbicara dalam hatinya, dia memang sudah tahu jika Rembulan telah menikah namun dia tidak tahu jika suami Rembulan adalah lelaki paling berkuasa di negara ini.


Bimo tidak memiliki waktu melihat berita, dia memang lebih asyik bermain judi dan wanita.


Bimo tersenyum melihat kemarahan Rembulan, "Ayolah, maafkan aku, aku kesini untuk menemui mu dan Ibumu, bukankah keluarga itu harus saling memaafkan?"


Bimo bahkan bisa tersenyum disaat seperti ini, dia sama sekali tak tahu malu, dan memang tujuan utamanya sekarang hanyalah uang dan uang.


Bimo tengah memerhatikan para penculik yang katanya akan segera tiba menyamar menjadi dokter.


Rencananya adalah, ketika Bimo mengalihkan perhatian dan membuat Rembulan marah dengan hebat sampai lemas, saat itu akan ada tim lain yang mengambil alih.


Ialah penculik yang diberitahukan oleh suruhan Laura.


Mereka akan berpura-pura memeriksa Rembulan dan membawa Rembulan ke sebuah ruangan, disana mereka akan melakukan penculikan secara senyap.


Bimo tengah memerhatikan sekitar dan menunggu, karena jika dilihat dari kondisinya sebentar lagi dia mungkin akan diseret ke kantor polisi dan hal itu tentu tidak ia inginkan.


Rembulan seolah kehilangan akal nya sesaat, dan benar saja kemarahannya sungguh membuatnya lemas, dia hampir terjatuh namun ditahan oleh kepala pelayan.


"Pergi! pergi dari hadapanku, aku mungkin akan sanggup membunuh mu jika kau tersenyum menjijikkan seperti itu!"


"PERGI!"


Rembulan sampai berteriak, dia mungkin benar-benar akan bisa menjadi seorang pembunuh jika dia melihat Bimo Ada di hadapannya lebih lama.


Sampai ketika Rembulan melihat kearah Bimo, seseorang datang dan membuat Rembulan semakin menangis dengan hebat.


Seseorang menarik tangan Bimo dan ...


.


.


.


.

__ADS_1


Author : Jangan lupa berikan like dan komentar nya ya, btw makasih untuk kalian yang menunggu ceritaku 😭🥺


Akikah terharu sekali, btw masih akan ada episode selanjutnya, maaf ya nulis satu episode tuh memang lama guys 🥺


__ADS_2