
Episode 58 : Apakah ada yang kau inginkan?
***
Setelah mendengar ucapan Kenzo, Rembulan terkejut sekali dan memarahi dirinya sendiri karena telah mengatakan ucapan yang tidak tidak mengenai suaminya.
"Puk ... Puk ... Puk!"
Kenzo menepuk ranjang dengan tangannya, dia sudah membuka matanya dan melihat kearah Rembulan yang tengah meletakkan hair dryer.
"Kemari ... ayo kita tidur!"
Kenzo terlihat biasa saja bahkan setelah ia mendengar Rembulan mengatainya.
Rembulan menelan salivanya lalu meraih rambutnya yang sudah kering agar digerai ke belakang, karena sebentar lagi dia akan tidur.
"Baik Tuan ..." balas Rembulan naik keatas ranjang, jaraknya sedikit jauh dari arah Kenzo yang sejak tadi menatap kearahnya sejak ia membuka mata.
"Selamat malam Tuan, mimpi indah ..." seperti biasa Rembulan akan menundukkan kepala dulu, lalu berbaring membelakangi suaminya.
Ketika Rembulan sudah berbaring di atas ranjang, tangan kokoh Kenzo segera menarik tubuh istrinya dan mendekapnya erat sekali.
"Ah!"
Lagi lagi Rembulan berteriak kecil sampai ia menutup mulutnya menggunakan kedua tangan.
"Tu ... tuan, kenapa ..." belum sempat Rembulan hendak menyelesaikan pertanyaan nya, Kenzo sudah bersandar di tengkuknya.
__ADS_1
"Biarkan begini sebentar ... aku lelah!" balas Kenzo memejamkan matanya lagi.
Dia suka sekali wangi tubuh Rembulan, wangi nya segar dan menenangkan.
"Ta ... tapi, berpelukan seperti ini sepanjang malam sepertinya ..." Rembulan tentu tidak akan nyaman jika dipeluk sepanjang malam seperti ini.
Dia ingin tahu alasannya, padahal Kenzo jelas jelas membencinya mengapa dia harus memeluknya seperti ini?
"Istri ... kenapa kau semakin cerewet sih? susah peluk aku saja! aku kan juga suami mu!"
Gerutu Kenzo menarik bahu Rembulan agar berhadapan dengannya, dia mencubit pelan pipi Rembulan dan memeluknya lagi gemas.
'Astaga apa ini? apakah ini trik baru untuk mempersulit hidupku? kenapa Tuan Kenzo jadi seperti ini? memeluk aku sekuat ini? aku bingung ....'
Rembulan bingung sekali, bagi Rembulan tidak mungkin Kenzo menyukai dirinya, Rembulan yakin jika yang ada di hati suaminya ini adalah Laura, nama yang selalu disebut oleh Kenzo sejak awal pernikahan mereka.
"Ya ... Ya Tuan?" balas Rembulan berbicara dari dalam pelukan suaminya.
"Apakah ada yang kau inginkan selain menjadi Nyonya? apakah ada hal lain yang kau mau? jika dipikir lagi, aku belum memberikan mu apapun setelah kita menikah ... jika dipikir lagi hal itu membuat ku kesal!"
Kenzo merasa sejak mereka menikah, Rembulan belum pernah meminta apapun dan hal itu membuat Kenzo kesal.
"Ummm ... se ... sebenarnya ada hal yang ingin aku lakukan Tuan, aku ingin sekali belajar membuat kue dan dekorasi kue, agar suatu hari nanti aku bisa membuka toko kue kecil, agar aku dan Ibuku bisa bertahan hidup tanpa kesulitan lagi ..."
Rembulan berbicara jujur dan tulus sekali, bahkan ketika suami nya yang super kaya meminta Rembulan untuk meminta sesuatu, Rembulan tidak meminta uang, harta, emas, berlian dan yang berbau materi.
Yang diinginkan Rembulan hanyalah ingin belajar mengembangkan skill agar suatu hari dia bisa bertahan.
__ADS_1
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Kenzo berdegup kencang sekali entah karena apa.
Jika diingat lagi, sebenarnya Kenzo sudah merasakan perasaan ini sejak mereka pertama kali bertemu.
Jantungnya berdegup kencang sekali dan selalu ada rasa perih mengikuti.
"Cih! kenapa kau membuat aku jadi semakin goyah! kau penyihir!"
Gerutu Kenzo memeluk istrinya semakin kencang, Rembulan mungkin tidak bisa melihat jika sekarang pipi Kenzo sudah merah sekali.
"Besok, assiten ku akan mencarikan seseorang yang handal akan itu mengajari mu!" ketus Kenzo merasa wanita yang ia peluk ini sungguh lah berharga.
"Benarkah Tuan? apakah Tuan serius? terimakasih Tuan ... aku sangat senang, ini adalah kali pertama seseorang mewujudkan keinginan ku tanpa imbalan, sungguh ... terimakasih!"
Rembulan sangat senang sekali, dia tidak menduga Kenzo langsung mengijinkan nya dan akan langsung mencarikan tutor untuknya.
Bagi Rembulan ini sangatlah berharga dan menyentuh hatinya.
.
.
.
.
__ADS_1