Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 110 : Tidak bisa melihat air matanya.


__ADS_3

Episode 110 : Tidak bisa melihat air matanya.


***


Di rumah sakit tempat Laura,


"Kali ini adalah kesempatan ku, aku harus menangis sejadi-jadinya, aku harus membuat Kenzo luluh dan kembali ke pelukan ku!"


"Ah, akhirnya waktu seperti ini datang juga!"


Seru Laura akan membuat dirinya selemah mungkin, dia tahu Kenzo memiliki hati yang lembut dan baik, walau Kenzo bermulut pedas dan terkesan arogan akan tetapi hatinya sangat lembut dan dia sangat menghargai wanita.


Karena itulah Laura tak akan bisa melupakan Kenzo, bagi Laura, mantan suaminya tertinggal begitu jauh dari Kenzo Smith.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Pintu ruangan nya diketuk oleh seseorang, mata Laura langsung melebar dan jantungnya berdegup kencang sekali.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Laura berdegup dengan irama cepat, Laura ingin sekali berlari dan menyambut Kenzo akan tetapi dia dalam kondisi bersandiwara sekarang ini.


"Pasti dia adalah Kenzo, dia benar-benar datang dengan cepat! ah ... ternyata dia masih mencintai aku!"


Laura kegirangan, dia segera menelan salivanya memenangkan dirinya dan membuat ekspresi wajah lemah untuk menarik perhatian Kenzo.


"Cklek!"


"Tak ... Tak ... Tak!"


Suara sepatu segera memasuki ruangan ketika pintu ruangan terdengar telah dibuka oleh seseorang.


Laura hendak menghadap kearah Kenzo.


"Kenzo, aku tahu kau pasti datang ..." ucapnya dengan sangat lembut.


Dia akhirnya melihat ke arah Kenzo dan mata Laura segera melebar, seolah dunia runtuh hanya dalam beberapa detik.


***


Di rumah sakit tempat Rembulan,


"PERGI!"


Rembulan sampai berteriak, dia mungkin benar-benar akan bisa menjadi seorang pembunuh jika dia melihat Bimo ada di hadapannya lebih lama.


Sampai ketika Rembulan melihat kearah Bimo, seseorang datang dan membuat Rembulan semakin menangis dengan hebat.


Seseorang menarik tangan Bimo dan ...


"BUK!"


Sebuah tinju langsung melayang ke wajah Bimo sampai Bimo tersungkur.

__ADS_1


"BERANI SEKALI KAU BERBICARA DENGAN ISTRIKU! SIALAN!"


Ya, lelaki yang langsung menghantam Bimo dengan tinju nya adalah Kenzo.


Kenzo, tidak pernah berniat untuk pergi ke tempat Laura, dia hanya pergi naik mobil meninggalkan rumah sakit sebentar untuk mengecoh suruhan Laura yang sebenarnya sudah memata-matai nya.


Semua informasi ini ia dapatkan dari orang yang menelepon Kenzo tadi pagi.


Ialah mantan suami Laura yang memang menunggu momentum seperti ini untuk menghancurkan Laura sampai ke dasar.


Ya, lelaki yang ada di tempat Laura sekarang bukanlah Kenzo, melainkan mantan suaminya sendiri.


Ketika Kenzo mendapatkan informasi jika mantan suami Laura sudah sampai di rumah sakit, saat itulah Kenzo kembali dan mendengarkan rasa sakit istrinya.


Kenzo tak lagi mampu menahan dirinya dan menunggu Liam membereskan semua ini sesuai perintahnya tadi.


Jadi Kenzo langsung menghantam Bimo tanpa ampun.


...


Kenzo sampai berteriak menggema, tanpa basa basi dia menyerat Bimo agar tidak ada keributan di rumah sakit.


Sebelum dia menyeret Bimo, dia melihat kearah istrinya yang semakin menangis ketika melihatnya datang.


"Sayang ... tunggu sebentar, jangan menangis demi sampah seperti bajingan ini, aku akan menyelesaikan semuanya untukmu," seru Kenzo membuat Rembulan yang sesenggukan itu menganggukkan kepalanya.


Yang artinya dia setuju jika suaminya yang akan membereskan Bimo.


Setelah itu Kenzo menarik Bimo dengan kasar, tak ada yang berani merelai Kenzo.


Liam sebenarnya sudah datang ke rumah sakit ketika di telepon Kenzo, Liam sudah mencari semua penjahat yang menyamar jadi dokter dan menangkap mereka sebelum bertindak bersama para polisi itu.


"Brak!"


Kenzo menghempaskan Bimo seolah Bimo adalah sampah ke aspal belakang rumah sakit.


"Jadi kau yang membuat istriku menderita selama ini? dan kau ingin menjebaknya juga demi uang!"


"APAKAH KAU MASIH MANUSIA?"


Kenzo tak bisa menahan emosinya yang meluap, dia tak lagi melihat ke umur, walau Bimo lebih tua darinya, hal itu tak penting lagi bagi Kenzo.


Yang ia tahu hanyalah dia harus memberikan pelajaran paling menyakitkan bagi Bimo.


Bimo yang ketakutan setengah mati itu langsung merangkak dan memohon ampun di kaki Kenzo.


Jika dia tahu suami Rembulan adalah Kenzo, maka sudah bisa dipastikan Bimo tak akan mau melakukan ini semua.


"Ampuni aku Tuan, aku bersalah, aku tidak akan mengulangi lagi, aku akan pergi dari hidup Rembulan dan ibunya selamanya, tolong ampuni saya ..."


Bimo memohon ampun, dia sungguh tidak tahu malu.


"Heh! ampun? kau bilang ampun?"

__ADS_1


"Dimana letak kepercayaan my, tadi saat menemui istriku! SAMPAH!" geram Kenzo sudah gelap mata, dia langsung menghantam perut Bimo dengan sepatu kerasnya dan membuat Bimo kesakitan setengah mati.


Sesaat setelah itu, Kenzo juga menghantam seluruh tubuh Bimo sampai telinga Bimo berdengung dan tak sadarkan diri.


"Bos ... sudah cukup, jika dia mati maka Bos akan mendapatkan masalah," Liam yang mengikuti bosnya dan beberapa polisi di sekitarnya segera menghentikan Kenzo yang sangat amat marah.


"Haah!"


Kenzo menghela nafasnya berat, dia mengepal tangannya kuat dan berteriak.


"AHHH!"


Amarahnya sangat besar kali ini, dia memang hampir membunuh Bimo jika saja Liam tak datang melerai nya.


"Kalian harus memastikan dia menderita! jangan buat dia mati dengan cepat, siksa dia sampai dia meminta untuk mati! Mengerti?"


Kenzo berbicara kepada semua polisi yang berbaju biasa itu, Kenzo akan melakukan apapun sampai Bimo menderita dan mendapatkan upah dari semua kejahatannya terhadap istrinya dan ibu mertuanya.


Liam belum pernah melihat Kenzo berteriak dan marah sehebat ini, kali ini adalah kali pertama bagi Liam melihat sisi berbeda dari atasannya ini.


"Haah!"


Kenzo menghela nafasnya kuat sekali lagi, di menenangkan dirinya, dia harus secepatnya menuju tempat istrinya yang tadi menangis.


Kenzo tak sanggup melihat air mata wanitanya itu, dan jika dilihat lagi hal ini sudah terjadi sejak Kenzo pertama kali bertemu Rembulan.


Jika Kenzo melihat Rembulan menangis maka hatinya akan sakit sekali.


"Liam! aku serahkan sisanya kepadamu!"


Ucap Kenzo sembari berlalu dan tak mau melihat kearah Bimo yang sudah tergelatak itu.


"Baik Bos," balas Liam menyanggupi peringan dari atasannya ini.


Setelah itu Kenzo pergi dengan cepat menuju istrinya, dia ingin secepat mungkin membuat istrinya tenang.


***


Sedangkan sekarang ini, di rumah sakit tempat Laura, Laura sedang panik dan tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Kenapa kau bisa ada disini? dimana Kenzo! kenapa kau bisa ada disini?" geram Laura mencengkeram tangannya dan tak bisa menutupi ekspresi wajahnya dari ekspresi takut.


.


.


.


.


Author : Terimakasih ya guys sudah kena prank dan percaya kalau Kenzo luluh sama Laura, kalau kalian kesel berarti aku berhasil membawakan alur yang tinggal sedikit ini.


Berarti konflik akhir novel ringan ini berhasil.

__ADS_1


Lope you sekebon jeruk dan semuanya 😘❤️


__ADS_2