Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 98 : Titik terendah Kenzo.


__ADS_3

Episode 98 : Titik terendah Kenzo.


***


"Siapa aku? aku istrimu, lalu kau mau bilang apa? apa kau mau langsung menceraikan aku jika aku tetap berada di sini? hmmm?"


seru Rembulan menatap kearah Kenzo.


Ketika mendengar itu, tangan Kenzo mengepal dengan sangat kuat, dia menatap istrinya dengan sangat tajam.


Tetapi Rembulan tetap berdiri dengan tegap.


Tentu saja Rembulan ketakutan, lelaki yang ada di hadapannya ini seperti monster jika sudah marah dan kehilangan dirinya, akan tetapi Rembulan tidak bisa membiarkan Kenzo tenggelam dalam kegelapan hatinya sendiri.


Rembulan langsung bisa memahami jika ada sesuatu yang salah dengan suaminya, dan tugasnya sebagai istri adalah menggenggam tangan suaminya.


Akan tetapi Kenzo sudah tidak mengatakan apapun lagi, mungkin jauh di dalam hatinya dia memang takut bercerai dengan Rembulan.


"Aku tidak peduli apa yang akan kau katakan, aku akan pergi setelah kau makan!" ketus Rembulan lagi melanjutkan langkahnya menuju meja yang ada di ruangan untuk meletakkan makanan yang ia siapkan.


Nafas Kenzo menjadi berat, dia tidak mengerti mengapa dia tidak bisa membentak Rembulan seperti dia membentak oranglain.


Dia hanya bisa mencengkeram tangannya, tak juga ia bisa mendorong atau memukul Rembulan karena tidak mengindahkan perintahnya.


"Makanlah ..."


Seru Rembulan lagi sudah meletakkan makanan di wadah.


Tangannya yang mungil itu sudah gemetaran, bisa dilihat jelas oleh Kenzo sekarang ini.


Kelihatan sekali jika sebenarnya Rembulan hanya berpura-pura berani, tetapi sebenarnya ketakutan sekali.


*Terdengar suara perut Kenzo yang keroncongan*


"Apa kau mau membuat Kakek khawatir? apa kau mau mati kelaparan? makanlah!" Rembulan menyodorkan makanan ketika Kenzo masih berdiri.


Kenzo melihat kearah kakeknya yang seperti tengah tidur lelap, lalu ia mengambil makanan dari tangan istrinya.


Ketika itu tangan Kenzo secara tidak sengaja menyentuh tangan istrinya dan tangan Tembi terasa sangat panas.


"Brak!"


Kenzo meletakkan makanan yang ada di tangannya lagi lalu meraih tangan istrinya dengan kuat.


"Kenapa panas sekali?" geram Kenzo menjadi takut setengah mati.

__ADS_1


"Apanya?" Rembulan bingung dengan perubahan sikap Kenzo.


"Suhu tubuh mu kenapa panas sekali? jawab aku? kenapa?"


Kenzo mencengkeram bahu Rembulan, dadanya menjadi sesak, Kenzo takut jikalau Rembulan akan berakhir seperti ayah, ibunya dan kakeknya.


"Ah! kau menyakiti ku ..." seru Rembulan terlihat kesakitan, Kenzo tidak sadar jika dia mencengkeram bahu Rembulan sangat kuat.


Kenzo melepaskan Rembulan namun dia menjadi sesak, jantungnya berdegup kencang sekali.


Dia menggenggam tangan istrinya lalu tanpa berkata apapun lagi dia menunduk dan menangis.


Lelaki yang begitu kuat di hadapan Rembulan selama ini terlihat berada di titik terendah dalam hidupnya.


Tidak bisa berpikir jernih, ketika melihat itu Rembulan menjadi khawatir sekali, dia menarik tangan suaminya dan memeluknya erat sekali.


"Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja, tidak apa-apa, tenanglah ... tenanglah,"


Rembulan tidak tahu mengapa tetapi dia ingin sekali memeluk semuanya dan mengatakan jika semuanya baik-baik saja.


"Hahhh!"


Kenzo memejamkan matanya, dia tidak bisa berpikir jernih sejak tadi malam, dia bahkan tidak bisa memilih kata-kata apa yang harus ia ucapkan.


Kenzo bersandar di pundak istrinya sembari melepas semua rasa takut yang menghantuinya semalaman.


Sejak kematian orangtuanya sebenarnya Kenzo sudah mengidap panik attack parah, dimana dia tidak bisa mendengar orang yang ia sayangi terluka atau sakit.


Akan tetapi gejalanya mereda karena ada kakeknya selama ini di sisinya, ketika akan Kehilangan kakeknya, panik attack yang ia derita merajalela lagi.


Pikiran gila seperti menyalahkan orang lain, atau berpikir semua ini terjadi karena istrinya dan istrinya adalah penyebab kakeknya akan pergi dari dunia adalah berasal dari trauma panik attack nya.


Kenzo tidak bisa mengendalikan hal itu.


Tetapi sekarang saat Kenzo merasakan suhu tubuh istrinya panas, mendengar kata cerai, rasanya Kenzo hampir kehilangan dirinya dan panik attack nya benar-benar kambuh.


"Aku ada disini, aku tidak akan pergi, aku akan memeluk mu seperti ini ketika kau butuh, tidak perlu malu menangis di hadapan ku, karena aku adalah istrimu ..."


"Aku berjanji akan mengenal mu lebih dalam, aku tidak akan menyalahkan mu atas apa yang terjadi tadi malam, semua itu terjadi karena kita belum cukup mengenal satu sama lain,"


"Tetapi aku berjanji tidak akan meninggalkan mu, selagi kau masih menghargai pernikahan kita ..."


Rembulan tidak bisa merasakan sakit di tubuhnya, tetapi dia bisa merasakan sakit di hati Kenzo.


Jantung Kenzo yang berdetak begitu hebat karena panik attack nya bisa dirasakan juga oleh Rembulan.

__ADS_1


Rembulan terus mengusap pundak suaminya, mencoba menenangkan suaminya dari rasa panik dan tangisan nya yang begitu pilu.


Para pelayan sudah masuk ke dalam ruangan ketika mendengar teriakan Kenzo, mereka khawatir sesuatu telah terjadi kepada Rembulan karena panik attack Kenzo yang tengah kambuh.


Akan tetapi yang mereka lihat adalah bagaimana Rembulan terlihat menenangkan suaminya.


Kepala pelayan yang melihat itu tercengang, dia tentu tahu jika Kenzo tidak bisa ditenangkan oleh siapapun jika dalam keadaan panik attack nya, yang bisa menenangkan Kenzo biasanya adalah kakeknya.


Tetapi sekarang ada seseorang lagi yang mampu menenangkan Kenzo, ialah Rembulan, istri Kenzo sendiri.


Entah mengapa kepala pelayan itu lega dan tersenyum kearah Kakek Reynold.


'Ternyata pilihan mu tidak salah Tuan Rey, Nyonya Rembulan benar-benar bisa menang Tuan Kenzo, anda bisa istirahat dengan tenang sekarang ...' benak kepala pelayan itu menundukkan kepalanya.


Kepala pelayan yang sudah melayani berpuluh tahun itu entah mengapa memiliki firasat, mengapa Reynold belum pergi adalah karena ingin memastikan cucunya baik-baik saja tanpa dirinya.


Ketika melihat kejadian yang ada di hadapannya ini, dia yakin Reynold akan bisa pergi dengan tenang dan senyuman di wajahnya.


Sedangkan Kenzo terus memeluk Rembulan, tidak ada kata-kata yang terucap dari mulutnya akan tetapi pelukannya yang kencang itu seperti ucapan tersirat yang mengatakan agar Rembulan jangan pergi dari sisinya.


***


Setelah beberapa saat ...


Kenzo sudah terlelap di rumah sakit, infus vitamin di nadinya terus mengalir.


Kenzo kelihatan lelah sekali.


Sedangkan Rembulan, tengah ada di ruangan dokter untuk mendengar mengenai keadaan suaminya.


Dokter yang memeriksa Kenzo juga ada dokter pribadi keluarga Kenzo Smith, jadi dia sudah tahu diagnosa lengkapnya sebenarnya.


Dokter itu menjelaskan mengenai panik attack yang diderita oleh Kenzo, berasal dari luka lama sejak kecelakaan kedua orangtuanya.


Rembulan tercengang mendengarkan itu semua, hatinya sakit mendengar bagaimana selama ini ternyata Kenzo bersikap dingin dan arogan adalah untuk menyembunyikan derita yang ia alami sejak ia kecil.


Tidak bisa dibayangkan oleh Rembulan betapa terlukanya Kenzo ketika itu, Rembulan juga jadi mengerti mengapa Kenzo berubah sekali tadi malam.


Semua itu ternyata diluar kendali suaminya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2