
Episode 101 : Mengikat mu di sisiku kemanapun aku pergi!
***
"Kenzo ..."
Laura berteriak dan berlari, memanggil Kenzo dengan ekspresi wajahnya yang amat sedih.
"Kenzo ... aku turut bersedih, aku sangat ingin berada di sisimu selama satu minggu ini, tetapi aku tidak diijinkan bertemu dengan mu,"
"Aku tahu kau terpukul dan butuh bahu untuk bersandar, aku sangat mengenal dirimu oleh karena itulah mengapa aku sangat ingin bertemu denganmu, akan tetapi wanita yang kau nikahi itu melarang aku!"
Laura menangis, menggunakan segala kemampuannya untuk menarik simpatik Kenzo.
Laura ingin terlihat baik hati dan ada ketika Kenzo tengah terpuruk.
'Wanita ini berani sekali berbicara seperti itu ketika ada aku disini, pantas dia berani memeluk suamiku ketika aku tidak ada, saat aku di samping suamiku saja dia mencoba merebut perhatian suamiku!'
'Tidak bisa dibiarkan!'
Rembulan masih mengingat Laura, wanita yang sungguh berani menggoda suaminya.
Rembulan tahu jika Laura adakah mantan kekasih suaminya akan tetapi semuanya telah berbeda sekarang.
Kenzo sudah menikah, dan sudah sepatutnya Laura menghargai pernikahan itu.
Walau Kenzo memang belum menyatakan jika dia mencintai Rembulan, akan tetapi Kenzo sudah menyatakan jika dia ingin mempertahankan pernikahan dan mengenali hatinya, jadi Rembulan tidak akan membiarkan siapapun merusak proses perkembangan hubungan rumah tangga mereka.
"Ah ... kepala ku sakit sekali, aku sudah tidak sanggup berdiri ..." Rembulan melakukan trik yang sama seperti yang dilakukan oleh Laura.
Ketika Laura mencoba mendapatkan respon dari Kenzo, Rembulan menjatuhkan dirinya di pundak suaminya.
Walau sebenarnya Rembulan memang merasa sangat lemah beberapa saat belakangan.
Dan apa yang ia katakan juga bukanlah sepenuhnya kebohongan.
Kenzo yang tadi hendak menjawab ucapan dari Laura langsung meraih istrinya, mata Kenzo melebar dan dia menjadi panik lagi.
"Sayang, apakah kau baik-baik saja? tunggu sebentar, kita akan langsung ke rumah sakit!"
Panik attack yang diderita oleh Kenzo sepertinya menjadi semakin parah, hanya mendengar istrinya mengeluh dadanya sudah terasa sangat sakit.
Mungkin sepertinya dia memang butuh dampingan psikiater segera.
Kenzo bahkan sesaat lupa jika masih ada Laura di hadapannya, dia tidak kepikiran sama sekali dan melupakan jawaban yang hendak ia berikan kepada Laura.
Yang ada di benak Kenzo hanyalah bagaimana cara membawa istrinya dengan sangat cepat menuju rumah sakit.
__ADS_1
Tanpa merespon Laura, Kenzo langsung menggendong istrinya menggunakan kedua tangan kokohnya.
Dia pergi ke mobil yang sudah tersedia di parkiran pemakaman itu.
"Kenzo ... Ken, teganya kau meninggalkanku di tengah hujan seperti ini!"
"KENZO!!!!"
Laura berteriak, ketika Laura hendak mengejar para pengawal yang masih diperintahkan Rembulan sejak awal segera menghalau Laura.
"Kenzo, aku tidak terima kau bisa menikah dan bahagia! aku akan merebut mu! lihat saja!"
"Aku bahkan sudah bercerai demi kau! dan kau ingin bahagia bersama istrimu? tidak akan aku biarkan!"
Laura berteriak histeris di tengah hujan.
Dia tidak terima bagaimana Kenzo sangat acuh kepadanya, bahkan tidak merespon nya sedikitpun.
Padahal Laura sudah rela hujan-hujanan begini, akan tetapi yang ada di mata Kenzo hanyalah istrinya yang baru ia nikahi itu.
***
Di mobil pribadi Kenzo,
"Berikan aku kain hangat, cepat!"
Supir itu segera memberikan selimut hangat yang memang tersedia untuk keadaan darurat di mobil.
"Ini Tuan ..." tangan supir itu memberikan selimut yang segera dengan cepat diraih oleh Kenzo.
"Cepat menuju rumah sakit!"
Perintah Kenzo lagi langsung menutupi seluruh tubuh Rembulan menggunakan selimut.
Mereka sudah basah kuyup karena hujan, dan Kenzo tak mampu melihat keadaan istrinya yang semakin kurus dan terlihat pucat.
Kenzo terus mendekap istrinya, segala pikiran yang berlebihan membuatnya semakin khawatir.
"Haah!"
Suara nafas Kenzo yang sangat berat bisa terdengar di dalam mobil.
Suara nafas yang berat sama seperti ketika Kenzo merasakan suhu panas tubuh Rembulan di rumah sakit.
Rembulan yang menyadari jika suaminya memberikan respon berlebihan langsung menggenggam tangan Kenzo yang dimana sebenarnya Kenzo juga dalam keadaan lemah dan juga sakit.
"Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja, jangan terlalu khawatir, aku hanya merasa sedikit pusing, itu saja ..."
__ADS_1
Rembulan menatap suaminya dengan ekspresi yang begitu khawatir.
Kenzo benar-benar terlihat tidak tenang mengetahui istrinya sakit di dekatnya.
"Baik-baik saja apanya, jangan banyak bicara dan diam saja, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi kepadamu juga, jika kau pergi meninggalkan aku maka aku tidak akan bisa hidup lagi!"
"Jadi diam saja dan jangan bicara sebelum kau sembuh!"
Kenzo mendekap istrinya erat sekali, rasa takut nya kehilangan Rembulan sudah berada di taraf yang berlebihan.
Mungkin karena baginya hanya Rembulan yang tersisa baginya sekarang.
Apalagi melihat bagaimana Rembulan berjuang terhadapnya dan tidak meninggalkan dirinya ketika Kenzo tidak bisa berpikir dengan jernih.
"Aku sungguh baik-baik saja, aku hanya tidak suka kau berbicara dengan wanita yang bernama Laura itu, jadi aku berpura-pura sakit, walau memang sedikit sakit sih tetapi tidak separah itu ..."
Rembulan jadi merasa bersalah, demi keegoisan nya karena tidak mau melihat suaminya berbicara dengan wanita lain, dia malah membuat suaminya ketakutan sekali.
"Tidak! kau sakit, wajahmu pucat, tubuhmu semakin kurus! pokoknya kita ke rumah sakit sekarang juga dan jangan bicara lagi, jika kau bicara lagi dan mengatakan kau tidak sakit maka aku akan mengikat mu di sisiku kemanapun aku pergi!"
Kenzo tak mau menerima jawaban Rembulan yang katanya hanya berpura-pura sakit tadi.
Perdebatan keduanya kembali bahkan di hari pertama ketika Kakek Reynold berpulang.
Keberadaan Rembulan membuat Kenzo menjadi dirinya sendiri, yaitu tidak mau mengalah, arogan dan tidak suka tentang.
'Hah! suami istri yang sedang berdebat di belakang ini apakah tidak tahu aku seorang jomblo?'
'Mereka berdebat seperti di drama romantis, seolah yang satu tidak mau kalah mengatakan betapa salah satu dari mereka lebih perhatian dan cinta!'
'Tunggu dulu, apakah ini artinya Tuan Kenzo sudah mulai kembali menjadi dirinya sendiri? tidak sedih lagi?'
'Wah ...wah, pengaruh Nyonya Rembulan di sisi Tuan Kenzo benar-benar hebat! tak seorang pun bisa melakukan itu! kabar fenomenal ini akan aku sampaikan secara langsung kepada khalayak ramai ialah para pelayan dan seluruh pekerja di mansion Tuan Kenzo!'
Sang supir yang menjadi saksi bisu pertengkaran romantis antara Kenzo dan Rembulan bertekad untuk menyebar luaskan kabar ini.
Mengenai Tuan mereka sepertinya telah kembali menjadi sosok arogan dan tak mau mengalah itu.
.
.
.
.
Author : Jika sempat akan ada satu episode lagi, btw thankyou ya udah setia membaca karya ku yang banyak typo ini, typo dan Puebi akan di perbaiki ketika sudah tamat 🥺
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih, lope you sekebon jeruk deh 🍊🤍🤍