Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 74 : Ayo kita pulang.


__ADS_3

Episode 74 : Ayo kita pulang.


***


Rembulan mencoba melupakan rasa sedih dan sakit di hati dengan menghabiskan waktu bersama ibunya dan kedua perawat itu.


"Ayo makan ..." seru Rembulan meletakkan kue diatas meja.


"Ibu Tasya ... makan kue hanya boleh maksimal satu potong ya ... untuk kesehatan Ibu Tasya jadi harus mengurangi gula ..." Perawat terlebih dahulu memperingati Tasya jika memakan kue cream tidak boleh terlalu banyak.


"Baiklah ... aku hanya akan makan satu potong kue, ini kue buatan putriku yang pertama jadi aku harus memakannya ..." balas Tasya tersenyum dan bersemangat.


Rembulan sangat senang melihat situasi sekarang ini, Ibunya terlihat dekat dengan kedua perawat itu, dan bagaimana perawat itu sungguh merawat ibunya dengan hati tulus.


Rembulan bisa melihat bagaimana Ibunya seolah lupa dengan ayah tirinya yang kabur satu tahun lalu.


Rembulan menantikan respon Ibunya dan kedua perawat ketika memakan kue buatannya.


"Ummm ... enak sekali, walau bentuknya sedikit abstrak tetapi rasanya sangat luar biasa, ini lebih enak dari kue yang dijual di toko mahal ..."


"Iya ... benar sekali, Nona memiliki bakat dalam hal ini," balas salah satu perawat yang memakan kue Rembulan.


"Benarkah? wah wah ... baiklah, aku akan sering membawakan kue untuk kalian, tolong jaga Ibuku dengan baik ya ..." seru Rembulan langsung menunjukkan reaksi yang luar biasa membuat kedua perawat itu ikut senang karena atmosfer bahagia dari Rembulan.


Sedangkan Tasya, dia bahkan tidak bisa mengungkapkan ucapannya dalam kata-kata, dia merasa putrinya sangat hebat dalam apapun.


Bahkan kue buatannya sangat enak.


***


Di saat yang bersamaan,


Kenzo masih dalam suasana meeting, dia tidak bisa fokus sama sekali.


Tangannya terus saja menggenggam catatan kecil yang tadi terjatuh.


Catatan itu bisa menunjukkan ketulusan dan kepolosan hati istrinya.


Hal itu semakin membuat Kenzo bingung, apakah dia hanya kasihan, apakah melihat Rembulan sebagai Laura atau memang sudah mulai mencintai Rembulan.


Kenzo belum tahu, akan tetapi ada satu hal yang ia tahu Jika untuk sekarang dia tidak mau Rembulan pergi dari sisinya sampai ia menyadari perasaannya sendiri.


'Ah aku tidak sabar ingin cepat pulang dan menjelaskan semuanya! seharusnya dia juga tahu jika aku bukanlah lelaki yang suka berselingkuh!'


geram Kenzo merasa jika Rembulan pasti menyadari jika dia adalah tipikal lelaki yang tidak suka berselingkuh jika masih memiliki hubungan terikat apalagi pernikahan.


"Pak, apakah ada masukan yang ingin Bapak sampaikan?"


Salah satu kepala tim di perusahaan telah usai membawakan presentasi di hadapan semua orang.


Kenzo yang sejak tadi tidak fokus langsung berdiri.


"Untuk hari ini cukup sampai disini, aku akan membaca lagi semua hasil yang telah kau rangkum dan nanti assiten ku akan menyampaikan kepada kalian semua ..."


Seru Kenzo segera pergi dan membuat semua orang terkejut sekali.

__ADS_1


Semua orang sangat terkejut juga bagaimana Kenzo terlihat ingin cepat sekali pulang, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana mereka bahkan akan sampai lembur hanya untuk mendengarkan pemikiran Kenzo yang kritis.


***


Kenzo langsung keluar dari ruangan meeting, dia bisa melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.


Dia langsung menghubungi istrinya.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Tetapi tak diangkat oleh Rembulan.


Bagaimanapun tidak, sekarang Rembulan dan kedua teman barunya, Lia dan Mei nama perawat yang merawat ibunya itu.


Mereka sedang menonton dan memakai masker wajah.


Rembulan senang sekali merasakan hal seperti ini, memiliki teman dan tertawa bersama.


Dan hal ini sangat berharga baginya.


***


Kenzo menjadi khawatir.


"Apakah dia kabur? tidak mungkin kan? ah ... sial? kenapa tidak mengangkat panggilan ku!" geram Kenzo mengemudikan mobilnya dengan cepat pulang ke rumah.


Saat sampai di rumah dia memanggil Rembulan, mencarinya di kamar dan dapur namun tidak ada.


"Istri, kau dimana?" serunya membuat supir yang bertugas mengantar-jemput Rembulan segera mengahadap.


"Tuan ... maafkan aku tapi Nyonya Rembulan ada di rumahnya," seru supir itu sembari menundukkan kepalanya.


Kenzo yang tadi sudah sempat takut, menghela nafasnya dalam.


"Kenapa tidak beritahu aku sejak tadi?" teriak Kenzo jadi marah sendiri.


Padahal Kenzo sendiri yang tidak menanyakan siapapun dan panik sendiri mencari istrinya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, dia mengendarai mobilnya lagi untuk menjemput istrinya pulang.


Kenzo tidak meminta Rembulan kembali sendiri, akan tetapi dia akan menjemputnya secara personal.


Kenzo juga bingung mengapa dia bisa sampai seperti ini, hatinya kacau dan terlalu khawatir berlebihan.


***


Setelah beberapa saat ...


"Tok ... Tok ... Tok!"


Seseorang mengetuk pintu, dimana ketiga orang itu terkejut.


Saat itu Tasya sudah harus istirahat jadi yang masih bersenang-senang hanya ketiganya, Rembulan, Lia dan Mei.


"Biarkan aku saja yang buka ..." seru Mei berdiri dan berlari membuka pintu.

__ADS_1


Saat Mei membuka pintu, matanya langsung melebar dan dia menutup mulutnya.


Masker wajahnya juga terlepas tak terasa.


"Tampan sekali ... wah ..." serunya membuat Lia heran mengapa Mia terasa sangat lama.


"Selamat malam, saya suami Rembulan ..." seru Kenzo melangkah masuk ke dalam rumah.


Dimana di sana dia bisa melihat Rembulan sudah berdiri melihat kearahnya dengan masker wajah memenuhi wajahnya.


Akan tetapi matanya masih terlihat bulat dan menggemaskan.


Mata Kenzo langsung tajam ketika melihat istrinya sedang bersenang-senang ketika dia khawatir saat pulang tak melihat istrinya di rumah.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Langkah kakinya melangkah dengan sangat cepat, menyadari ada tekanan amarah dalam hal ini Rembulan secara refleks memejamkan matanya seolah hendak dipukul.


Tetapi yang ia terima tentu saja berbeda.


Kenzo langsung memeluk istrinya dengan sangat erat.


"Bodoh! kau membuat ku khawatir sekali, kenapa tidak mengangkat panggilan ku?"


"Kenapa tidak beritahu aku jika kau kembali ke rumah Ibumu?"


"Memangnya aku pernah melarang mu bermain-main? apa susahnya memberikan kabar? hah?"


Kenzo terdengar sangat posesif dan arogan sekarang, walau dia memeluk istrinya tetapi dia tetap mengungkapkan kekesalannya.


Rembulan yang merasa bahagia ketika mengetahui suaminya menjemputnya secara pribadi terdiam dan akan mendiami Kenzo beberapa saat.


Rembulan akan melihat apakah Kenzo pantas untuk diperjuangkan, ataukah memang Kenzo tetap paga pendiriannya sejak awal yang mau berpisah.


"Istri ... ayo pulang!" geramnya lagi sekarang wajah Rembulan sudah terlihat sangat lucu.


Karena dipeluk sangat kencang membuat masker wajah Rembulan terlepas setengah.


"Tuan ..." Rembulan memanggil Kenzo dengan nama tuan lagi.


"Tuan? kau panggil aku Tuan lagi aku akan menghabisi mu sepanjang malam, panggil aku lagi!" ketus Kenzo menatap lekat istrinya.


Dengan sedikit jual mahal, Rembulan mengalihkan pandangannya.


"Suami ... biarkan aku melepaskan masker wajah dulu," ketus Rembulan terlihat sangat imut di mata Kenzo.


Sedangkan Lia dan Mei hanya bisa menonton layaknya sedang menonton drakor.


Mereka tahu jika Rembulan sudah memiliki suami, akan tetapi tidak ada yang pernah bilang juga suaminya adalah Kenzo Smith.


Lelaki paling tampan dan paling diminati di jaman sekarang.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2