
Episode 55 : Perasaan ku menjadi bingung.
***
"Sayang ... apakah kau tidak tahu? kita akan membuat anak lagi ... sampai kau hamil, apakah kau tidak dengar apa kata Kakek ku tadi?" bisik Kenzo menyeringai dan sudah mulai menyesap bibir Rembulan yang masih terkejut.
Rembulan yang tidak bisa menolak karena perbedaan tenaga keduanya mencoba menodorong sekuat tenaga.
"Hmmm ..."
"Tu ... Tuan, tolong tunggu dulu, aku harus mandi dan ..."
Rembulan mencoba mendorong dengan sekuat tenaga, saat tangannya menggenggam tangan Kenzo, Kenzo tersentak, dia selalu saja merasa sakit jika merasakan betapa kasar telapak tangan Rembulan.
Disana masih ada perban kecil untuk luka-lukanya.
Kenzo meraih tangan itu tanpa menggubris apa yang dikatakan oleh istrinya.
Dia melihat tangan mungil tetapi memiliki banyak bekas luka, terasa kasar dan kelihatan telah melakukan beberapa pekerjaan berat sebelumnya.
Rembulan yang baru sadar bagaimana Kenzo memerhatikan tangannya mencoba menarik tangan dan tersenyum lagi.
"I ... ini hanya luka kecil Tuan, sudah hampir sembuh semua ... berkat mu saat lalu aku bisa mengobati nya, aku juga jadi tidak perlu mencuci pakaian yang banyak lagi ... jadi jangan khawatir ..."
Rembulan dengan segala rasa syukur dan kelembutan hatinya, lagi lagi menusuk jantung Kenzo.
__ADS_1
Rembulan selalu saja bersyukur untuk hal hal kecil yang sebenarnya sangat sederhana.
Kenzo tetap diam saja, mata biru nya melihat jas besar yang dikenakan oleh istrinya.
Dia melepaskan jas itu dan melihat baju dress Rembulan yang terlihat sangat cocok dan pas di tubuhnya.
"Jangan pakai dress ini lagi di hadapan orang lain!"
"Jika ada sesuatu hubungi aku saja, jangan menunggu sendirian di taman!"
"Jangan tersenyum saat kau tidak bahagia, bisakah kau jujur dengan perasaan mu?"
"Kau membuatku bingung, aku tidak tahu lagi apa yang aku rasakan sekarang!"
Kenzo berbicara banyak sekali, tentang bagaimana hatinya bingung, rasanya sakit melihat senyuman istrinya ini.
Dia juga tidak suka saat melihat Rembulan memakai pakaian cantik dan bagus di bagian orang lain.
Berbagai perasaan itu membuatnya sangat bingung, dimana yang ia tahu hatinya terus saja mengingat Laura, jadi perasaan untuk Rembulan ini perasaan apa?
Kenzo belum menemukan jawaban dari pertanyaan di hatinya.
"Tuan ... apakah kau baik-baik saja? wajah mu memerah ... apakah kau sakit?"
Rembulan bingung dengan sikap Kenzo.
__ADS_1
Bertanya hal hal yang tidak ia mengerti, dan walau begitu kebaikan hati Rembulan tetap tak bisa ia sembunyikan.
Rembulan tetap khawatir kepada Kenzo, Rembulan hendak merasakan suhu tubuh suaminya dengan menempelkan tangan mungilnya di dahi suaminya.
Saat tangan itu hendak menempel, Kenzo langsung menarik Rembulan lagi dan mendekapnya sangat kencang.
"Aku tidak tahu lagi! yang aku tahu hanyalah aku sangat menginginkan mu! kau istriku jadi tidak akan bisa menolak!"
Kenzo segera menggendong istrinya di tangan, saat itu jantung Rembulan rasanya hampir meledak, dia sudah digendong oleh suaminya sebanyak dua kali di hari ini.
"Tu ... Tuan, aku bisa jalan sendiri ..." Rembulan tentu saja tetapi mencoba turun, dia masih bingung dengan semua ini, bagaimana sikap Kenzo sangat lembut tetapi menuntut disaat yang bersamaan.
"Ah!"
Rembulan berteriak sedikit ketika dia sudah berbaring di atas ranjang.
Ketika itu, Kenzo melihatnya dengan sangat tajam, secara perlahan Kenzo membuka kemeja putihnya.
Sehingga menampakkan tubuh proporsional yang sangat maskulin dan indah, ototnya bagus dan tidak berlebihan.
Mata biru nya seolah menambah ketampanan dan pesona lelaki yang menjadi suaminya ini.
.
.
__ADS_1
.
.