Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 82 : Kencan ke tempat selanjutnya.


__ADS_3

Episode 82 : Kencan ke tempat selanjutnya.


***


Rembulan menghela nafasnya lega, dan dia merasa suaminya benar-benar memiliki kepercayaan diri diatas langit, bisa-bisanya suaminya mengatakan dia sudah jatuh cinta setengah mati kepadanya.


Padahal yang meminta dirinya memanggil sayang adalah suaminya sendiri.


Tapi tak apa, yang penting kencan mereka masih bisa terus berlanjut.


'Hah, terserahlah apa yang dikatakan olehnya, yang penting adegan super nakal yang juga tergambar di pikiranku tidak akan terjadi! yang artinya misi menghentikan suami nakal telah sukses!'


"Apakah aku sudah bisa duduk di sampingmu sekarang? tidakkah kau merasa berat, aku duduk di pangkuan mu ..." Rembulan ingin duduk si sisi suaminya saja.


Memandang pantai berdua sembari bersampingan, bukan dipangku seperti ini.


"Tidak boleh! aku harus terus memelukmu seperti ini, aku suka seperti ini jadi jangan menolak!" ketus Kenzo dimana sebenarnya dia sedang dalam tahap tak bisa menyembunyikan wajah merahnya.


"Hmmm ...." Rembulan menghela nafasnya lagi.


"Baiklah kalau begitu," balasnya pasrah dengan kenakalan suaminya.


Keduanya kembali diam, lautan hari ini terlihat cerah, pantai berpasir putih seolah menampilkan Kilauan kristal membuat semuanya indah.


Kenzo Smith dan Rembulan terlihat menikmati kencan pertama mereka, setelah adegan nakal yang tak bisa terlaksana, Kenzo kelihatannya sabar menunggu sampai malam tiba.


Makanan yang dibuat oleh Rembulan tadi telah habis dan semua dihabiskan oleh Kenzo.


Rembulan hanya makan sedikit yang membuat Rembulan lain kali harus hati-hati dan makan cepat.


Jika tidak, semua makanan akan dihabiskan oleh suaminya.


'Lain kali aku akan mengikuti kecepatan makan nya, jika tidak ... aku akan kelaparan!'


Geram Rembulan menatap tajam kearah suaminya yang sudah mengumpulkan sendiri tempat makan dan meletakkan di box yang mereka bawa.


Rembulan merasa walaupun suaminya memiliki tubuh yang proporsional dan sangat bagus, tetapi nafsu makannya benar-benar tidak dijaga.


"Sayang ... ayo kita ke tempat kencan selanjutnya, aku akan mengajak mu kencan sampai malam ... ada banyak hal yang ingin aku lakukan bersamamu ..." setelah selesai mengumpulkan semua barang piknik mereka, Kenzo mengulurkan tangannya kepada Rembulan.


Mengajak Rembulan menuju tempat kencan mereka yang kedua.


Rembulan melihat tangan kokoh suaminya, senyumannya yang manis dan keinginan Kenzo untuk lebih dekat dengannya terasa di hati Rembulan.


Rembulan langsung tahu bagaimana Kenzo berusaha dengan keras agar hubungan mereka tidak renggang karena kejadian kemarin bersama Laura.


Dan entah mengapa hal itu membuat hati Rembulan jadi hangat.


Walau Rembulan tahu Kenzo belum melupakan cinta pertamanya itu ....

__ADS_1


Akan tetapi dengan fakta bahwa Kenzo sangat berusaha menyayanginya, setia kepadanya dan menuruti semua yang dia inginkan benar-benar terlihat seperti lelaki sejati yang mementingkan istrinya daripada yang lain.


Lelaki sejati yang sadar jika istrinya adalah wanita yang memiliki hati perasa dimana sang suami harus menjaga hati itu selama sisa hidup, karena pernikahan itu memanglah untuk berbagi segalanya berdua.


Rembulan tersenyum lembut kearah suaminya, dan menggenggam tangan kokoh Kenzo.


"Ummm ... aku akan mengikuti suamiku ..." balas Rembulan berdiri.


Saat itu Kenzo meletakkan box yang ada di tangannya, dia membersihkan baju dan betis Rembulan yang masih ada pasir nya.


Lalu keduanya melangkah pergi menuju mobil


Hal sederhana seperti itu benar-benar menunjukkan kualitas seseorang.


***


Kenzo mengemudi lagi, dan ternyata tempat kencan mereka tidak jauh dari pantai yang baru mereka kunjungi.


Mereka memasuki sebuah hotel mewah di dekat pantai yang biasanya aktif melayani touris.


Hotel ini sangat terkenal atas kemewahan nya, Rembulan sesekali bisa melihat hotel ini di televisi.


"Selamat datang Tuan Kenzo, Nyonya Rembulan ..." Kenzo dan Rembulan disambut oleh manager hotel dan mereka dituntun menuju unit khusus yang disewakan oleh Liam saat lalu.


"Woah ... ini cantik sekali, seperti di luar negeri!"


Di sisi balkon itu ada tangga yang langsung menuju pantai dan bisa langsung berenang dengan aman karena sudah dibuat pembatas.


"Woah ..."


Rembulan lagi dan lagi kagum, melihat pemandangan dari tempat ia berdiri jauh lebih luar biasa daripada saat ia di tepi pantai tadi.


Rambutnya disapa oleh angin laut, seperti dugaan Kenzo, langit benar-benar berubah menjadi jingga keemasan yang sangat cantik.


Kenzo sudah datang kearah Rembulan, memeluknya lagi dan keduanya melihat matahari terbenam berdua.


Matahari seolah tenggelam di lautan, meninggalkan cahaya jingga dan mutiara di atas air laut.


Semua yang dilihat oleh Rembulan benar-benar terlihat seperti negeri dongeng yang sungguh indah.


Tanpa sadar Rembulan bahkan menitikkan air matanya, jika diingat lagi, hari ini adalah hari pertama Rembulan memiliki kesempatan untuk melihat hal indah seperti ini.


Tanpa khawatir mengenai pekerjaan, hutang dan kesusahan hidup.


Jika dilihat kebelakang, hidup Rembulan sangat sulit, dan sekarang ... karena lelaki yang memeluknya ini, hidupnya berubah sepenuhnya dan menjadi lebih baik.


"Ini indah sekali, ini adalah kencan pertama yang sangat luar biasa, aku tidak tahu jika ada tempat seindah ini di kota kita ..." Rembulan berbicara dengan sangat haru.


Hari ini mungkin merupakan hari paling indah baginya, hari dimana dia tidak akan lupa karena ini adalah hari pertama dia melihat matahari terbenam dengan sangat indah.

__ADS_1


Kenzo menarik tangan istrinya, membuat keduanya dalam posisi saling berhadapan.


Kenzo melihat sisa air mata di pipi istrinya, dia mengusap pipi Rembulan dan tersenyum.


"Sayang ... masih banyak yang ingin aku tunjukkan kepadamu, kau hanya perlu ada di sisiku dan percaya kepadaku maka semuanya akan baik-baik saja ..." ucap Kenzo memeluk istrinya hangat sekali.


Ketika angin lembut mengapa mereka, dengan background matahari terbenam yang sangat indah, pasangan itu berpelukan sangat hangat.


Ketika itu para pelayan hotel sudah selesai menyiapkan makanan di balkon kamar luas.


Dan ketika matahari telah benar-benar terbenam digantikan oleh malam, cahaya nya sekarang telah otomatis diganti oleh lampu-lampu kecil seperti bintang malam yang telah menyebar di balkon kamar hotel mereka.


Rembulan membuka matanya, dimana tadi ia nyaman dipeluk oleh suaminya.


Untuk kesekian kalinya, dia merasa takjub lagi, bagaimana dia seperti berada di atas awan dan bintang sekarang ini.


.


.


.


.


Author :


Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya๐Ÿค


Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu ๐Ÿ˜˜


Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.


Dan ketentuannya harus ada level fans.


Level fans :



Diamond akan mendapatkan pulsa 100K


Gold akan mendapatkan pulsa 50K


Silver akan mendapatkan pulsa 25K



Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.


Lope you sekebon ๐ŸŠ๐Ÿค

__ADS_1


__ADS_2