
Episode 27 : Makan bersama.
***
Sedangkan Kenzo yang sudah di kamarnya segera menuju kamar mandi setelah ia sama sekali tidak bisa memuaskan hasratnya dengan Rembulan.
“Bisa-bisanya aku menjadi seperti ini, hanya karena wanita licik itu!”
Kenzo harus melakukan nya sendirian di kamar mandi, karena jika tidak di tenangkan maka dia akan tersiksa sendiri.
Bagi seorang tuan muda seperti dirinya yang bisa mendapatkan apapun yang ia mau, hal ini sungguh memalukan dan mencoreng nama baik sebagai lelaki yang diinginkan banyak gadis.
Bagaimana Kenzo melakukan pelepasan sendiri hanya karena dia tidak tega menyakiti istri yang sebenarnya ia nikahi secara paksa.
Sesungguhnya Kenzo bukanlah orang yang jahat dan kasar kepada wanita, akan tetapi dia muak dengan wanita yang penuh sandiwara dan tipu muslihat.
Apalagi Seperti Rembulan yang dengan rela menikah dengannya demi kenyamanan hidup, entah alasan se menyedihkan apapun, sampai sekarang Kenzo belum bisa menerima bagaimana wanita itu bersekongkol dengan kakeknya.
"Ahh!"
"Memalukan sekali!"
Geramnya akhirnya usai.
__ADS_1
Kenzo membersihkan dirinya menggunakan air dingin setelah itu, agar dia tidak terus memikirkan mengenai bagaimana sebenarnya tadi dia tidak bisa menahan ga9rahnya sama sekali.
Tidak berhenti Kenzo memikirkan bagaimana ia menyesal menghentikan tindakannya, seharusnya ia lanjutkan saja sehingga mereka memiliki anak dengan cepat.
Dengan begitu dia bisa bercerai dengan Rembulan dengan cepat pula.
“Selanjutnya aku harus bisa mengeraskan hatiku dan melanjutkan nya sampai tuntas, ini juga merupakan akibat keberaniannya menjebakku!” ketus Kenzo menyelesaikan mandinya dan hendak pergi makan malam.
Dia sudah lapar dan lelah, dia akan tidur dan memperingati Rembulan jika selanjutnya tidak akan ada lagi hari seperti hari ini.
***
Rembulan sudah mengobati kakinya yang lecet, mandi dengan bersih di kamar mandi ruangan pribadi kenzo, memakai pakaian yang juga disiapkan untuknya.
Setelah itu Rembulan pergi ke ruangan makan sesuai dengan ucapan pelayan yang tadi.
Tetapi dia tetap tenang menunggu duduk, dia harus menunggu Kenzo untuk makan bersama.
Untung saja setelah beberapa menit, Kenzo datang menuju meja makan, saat melangkah Kenzo sudah bisa melihat istrinya yang duduk tegap dengan tanpa ekspresi sama sekali.
Baju yang dikenakan oleh Rembulan yang diberikan oleh pelayan adalah gaun terusan berwarna putih dengan model square neck.
Dimana ada beberapa tanda biru gigitannya tadi terlihat disana, walau kelihatan sekali jika Rembulan menutupi bekas biru itu menggunakan rambut panjangnya.
__ADS_1
"Hah!"
Nafasnya menjadi berat, lalu matanya tajam, dia tanpa sadar menelan salivanya dan gairahnya membara lagi, padahal dia baru saja mandi air dingin.
"Kau duduk di ujung sana, siapa yang bilang kau duduk di dekatku!"
Kenzo memerintahkan Rembulan agar duduk di kursi paling jauh darinya.
Padahal sebenarnya Kenzo lah yang duduk mendekat kearah Rembulan, malah Kenzo yang mengatakan jika Rembulan duduk di dekatnya.
Itu semua hanya karena gadis muda yang baru saja ia lihat tubuhnya tanpa busana Itu menaikkan gairahnya lagi.
Hal itu sedikit menganggu Kenzo.
Dia tidak ingin melihat gadis muda ini dari dekat agar dia tidak menghabisi nya.
Kenzo sadar, jika saat malam pertama bagi wanita itu dilakukan dengan kasar dan menyakitkan maka wanita itu akan mengalami trauma dan hal itu akan merepotkan bagi Kenzo.
Dimana dia masih membutuhkan Rembulan untuk memberikannya anak secepatnya.
.
.
__ADS_1
.
.