Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 104 : Rembulan mengejar jamur raksasa.


__ADS_3

Episode 104 : Rembulan mengejar jamur raksasa.


***


"Aneh, hari ini aku bermimpi tentang masa depan, sebuah kehidupan dengan seseorang yang penting dan aku cintai,"


"Aku belum pernah bermimpi seindah ini, seolah hatiku menemukan sandaran dan rasa sepi ku menemukan jawaban yang selama ini aku cari ..."


"Ini aneh, sangat aneh ... apalagi sekarang aku merasakan sesuatu yang menggelitik di bawah sana ...."


Kenzo berbicara sendiri, dia tidur terlelap karena kelelahan sembari memeluk istrinya.


Mereka masih berada di rumah sakit dan hujan tetap mengguyur di luar.


Kenzo tersentak ketika ia bangun, dia mendapati istrinya melakukan sesuatu sembari mengigau.


"Jamur, aku harus memasak mu, aku harus masak jamur dan daging agar suamiku memiliki energi lebih ..."


"Jamur, jangan kabur ...."


Sama seperti Kenzo yang tadi bermimpi indah, Sekarang ini Rembulan tengah bermimpi berada di sebuah hutan indah dan tengah mengejar jamur yang terus saja lari darinya.


"Ah!"


Kenzo tidak menduga kejadian ini akan terjadi, bagaimana jamur dalam mimpi Rembulan adalah miliknya yang digenggam erat oleh istrinya.


"Huh? jamur? kenapa kau menjadi sangat besar? kau menjadi jamur raksasa!"


Rembulan yang bermimpi random itu melihat jika jamur yang ia kejar berubah menjadi jamur raksasa yang menjulang tinggi.


Rembulan tidak sadar ketika ia menggenggam milik sensitif suaminya, miliknya itu menjadi sangat tegang dan tak bisa ditenangkan lagi.


"Astaga ... istri nakal ini tidak tahu tempat! ini di rumah sakit, tapi bagaimana ini, dia menggenggam nya terlalu erat, aku bisa gila jika begini terus."


Kenzo melebarkan matanya, dia mencengkeram tangannya sebagai bentuk pertahanan diri.


Karena sungguh, istrinya membuat gairahnya meledak-ledak sekarang.


"Sa ... sayang, sebaiknya kita pulang dulu ... jangan begitu ..." Kenzo membisik di telinga istrinya.


Dengan pipi yang sangat merah dan jantung yang berdegup kencang sekali.


'Apakah istriku suka hal hal nakal begini? apakah dia ingin mencoba hal baru? apakah karena dia masih muda jadi dia ingin berpetualang merasakan hal-hal nakal dengan ku?'


'Bagaimana ini? aku jadi sangat senang, tapi sekarang tidak tepat waktunya!'


Kenzo sudah percaya diri sekali, dia belum sadar jika istrinya hanya bermimpi dan masih tidur dengan nyenyak sekarang.


"Sayang ..." Kenzo menarik bahu istrinya agar bisa berbicara berhadapan lalu saat itulah Kenzo sadar jika istrinya masih terlelap tidur dan hanya bermimpi mengenai jamur saja.


"Jamur, jangan pergi ... biarkan aku memasak mu!"

__ADS_1


Rembulan masih mengigau, selama satu minggu penuh kelihatan sekali dia berusaha keras membuat berbagai macam masakan agar suaminya mau makan.


Rembulan tahu rasanya kehilangan seseorang karena dia juga sudah kehilangan ayah kandungnya, mungkin karena itulah mengapa Rembulan bertahan di sisi suaminya walau Kenzo menyakitinya saat lalu.


"Haah!"


Kenzo langsung memejamkan matanya sejenak, dia malu sekali, wajahnya semakin merah dan seolah ada bom meledak di kepalanya.


"Aku malu sekali, bagaimana mungkin aku membayangkan hal itu, bagaimana mungkin juga istriku melakukan ini secara sadar!"


"Ah ... untung saja tak ada yang melihat ini!"


gerutu Kenzo mencoba menenangkan dirinya.


Dia kemudian melihat barangnya yang sudah bangun sepenuhnya dan sulit untuk ditenangkan itu.


"Yah ... mau bagaimanapun, kau sudah istirahat selama satu minggu, jelas saja kau berteriak ingin keluar, tapi sabar lah dulu ... istrimu masih sakit, biarkan dia sembuh dulu lalu kita bisa menghabisinya sampai pagi! HO HO HO!"


Kenzo berbicara dengan miliknya yang sudah sangat ingin dipuaskan.


Namun, Kenzo merasa belum saatnya melakukan hal itu ketika istrinya masih sakit, dia tidak ingin menyakiti istrinya tentunya.


Kenzo meraih tangan istrinya dan menjauhkan dari daerah sensitif miliknya.


"Sayang ... kau benar-benar wanita nakal yang bisa membuat aku sampai seperti ini, aku akan menghukum mu ketika sembuh, untuk sekarang tidurlah dengan nyaman, karena sesuai janjiku, mulai hari ini aku yang akan menjagamu ..."


Bisik Kenzo sudah tidak bisa tidur lagi.


Kenzo mengusap rambut Rembulan dan mengecup dahinya.


"Aku harus segera menenangkan adik kecil ku yang sudah kau bangunkan, jadi kita harus segera pulang, tidak nyaman melakukan nya di rumah sakit! walau tidak ada yang tahu!"


Kenzo mencubit pelan pipi istrinya, lalu ia bangkit untuk memanggil beberapa pelayan yang berjaga di luar ruangan agar segera menyiapkan kendaraan untuk mereka pulang.


***


Setelah beberapa saat, Kenzo menggendong istrinya, berdasarkan laporan dari pelayan yang sudah menerima laporan kesehatan Rembulan, Rembulan memang sudah bisa pulang.


Karena keadaan Rembulan baik-baik saja, hanya sedikit kelelahan karena kehamilannya.


"Tuan, biarkan kami saja yang membawa Nyonya Rembulan, Tuan pasti lelah ..."


Pelayan yang melihat Kenzo yang hendak menggendong istrinya lembut, mencoba memberikan penawaran agar Kenzo tidak terlalu lelah menggendong istrinya.


Kenzo langsung menatap tajam kearah pelayan itu, wajah angkuhnya telah kembali sepenuhnya.


"Jangan! hanya aku yang boleh menggendong istriku! jangan berani siapapun menyentuh dia dengan dalih membantuku!"


"Dia hanya milikku seorang!"


Kenzo rupanya memberikan respon dan reaksi yang berlebihan.

__ADS_1


Dan sikap posesif Kenzo yang baru menyadari perasaan nya yang sesungguhnya ini baru permulaan.


"Ummm ... ba ... baik Tuan," Pelayan itu segera menundukkan kepalanya dan tersenyum kaku.


Padahal dia tidak ada niatan untuk menggendong Rembulan, niat nya adalah membawa Rembulan menggunakan kursi roda.


Akan tetapi sepertinya Tuan nya ini sudah terlalu overprotektif terhadap istrinya itu.


Akhirnya mereka sampai di mobil, Rembulan terlelap begitu nyenyak dalam dekapan suaminya, Kenzo juga menggendong istrinya dengan sangat hati-hati.


Saat itu sudah tengah malam, jadi jalanan sepi apalagi karena hujan.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Saat Kenzo dan Rembulan berada dalam mobil dalam perjalanan pulang, Kenzo menghubungi assiten nya, Liam yang sedang lembur karena Kenzo tak bisa bekerja selama satu Minggu penuh.


"Loh? Bos? bukankah kau masih berkabung? kenapa menghubungi aku? jangan khawatir Bos, aku bisa menangani ini kok, walau lembur sih, jadi ..."


Liam memang sangat khawatir kepada Kenzo, tetapi dia tidak bisa menemani Kenzo disaat paling terpuruk dalam hidupnya.


Yang bisa Liam lakukan hanyalah membantu Kenzo di perusahaan.


Jadi aksinya saat lembur ini bukanlah sebuah aksi untuk mendoakan bonus, melainkan seperti membantu teman terdekatnya.


"Liam ... pulanglah, kau sudah bekerja sangat keras, aku akan mulai bekerja beberapa hari lagi, maafkan aku sudah membuat mu repot dan khawatir selama satu minggu ini,"


"Sekarang aku sudah baik-baik saja,"


Kenzo tahu jika Liam itu memiliki hati yang sangat baik dan merupakan sosok pekerja keras, jadi dugaan Kenzo benar bahkan tengah malam seperti ini Liam masih ada di perusahaan mengerjakan pekerjaan yang harusnya dikerjakan oleh Kenzo.


Tanpa sadar air mata Liam langsung berjatuhan, dia sangat khawatir kepada Bos nya ketika tahu Kakek Reynold akan berpulang.


Jadi mendengar Kenzo baik-baik saja sungguh membuat Liam tak bisa menahan harunya.


"Syukurlah ... syukurlah, Bos ... masih banyak yang menyayangi mu, walau kau sangat dingin, arogan dan ucapan mu pedas, tetapi hati mu baik dan hangat,"


"Orang-orang di kantor sangat menghawatirkan mu, syukurlah Bos baik-baik saja!"


Liam sangat bersyukur, tanpa sadar dia malah berbicara asal dan mengatakan jika Kenzo adalah lelaki yang dingin, arogan dan bermulut pedas.


.


.


.


.


Author : Jangan lupa follow akun Instagram aku ya, jika ada pemberitahuan mendadak nanti kalian langsung tahu 😘


ID : @Anak_Kost_Joy

__ADS_1



__ADS_2