Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 53 : Membuat anak lagi.


__ADS_3

Episode 53 : Membuat anak lagi.


***


Setelah mendengar jawaban langsung dari Rembulan, kakek Reynold terdiam beberapa saat, dia melihat kearah cucunya dan Rembulan.


Kakek Reynold menghela nafasnya dalam-dalam lalu berbicara.


"Baguslah jika dia memperlakukan mu dengan baik, kalian berdua tahu jika usiaku sudah tidak panjang lagi ..."


"Kalian harus segera memiliki keturunan agar aku bisa pergi dengan tenang ..."


"Dan untuk mu Ken, jika saja aku mendengar atau mengetahui kau memperlakukan istrimu dengan tidak baik maka aku tidak akan membiarkan mu begitu saja! apakah kau mengerti?"


Kakek Reynold memperingati Kenzo lagi.


Agar Kenzo memperlakukan istrinya dengan baik.


"Baik Kek, apakah kami sudah bisa pulang?"


Kenzo yang sejak tadi sudah kesal entah karena apa hendak pulang dengan cepat.


Dia merasa Rembulan terlalu berlebihan membela dirinya di hadapan Kakek, harusnya Rembulan jujur saja jika dia diusir dari mobil


Tetapi keputusan Rembulan berbohong dan melindunginya entah mengapa membuat Kenzo semakin merasa bersalah dan kesal disaat yang bersamaan.


"Yasudah ... kalian boleh kembali pulang ... jaga istrimu dengan baik!" Kakek Reynold kembali menekankan ucapannya, agar Kenzo memperlakukan istrinya dengan sangat baik.

__ADS_1


Setelah itu baik Kenzo maupun Rembulan pulang dari kediaman Kakek Reynold.


Kakek Reynold memang mengundang makan malam ini adalah ingin melihat secara langsung sikap antara Kenzo dan Rembulan.


Entah mengapa Kakek Reynold merasa jika cucunya sudah mulai memiliki perasaan kepada istrinya, walau sepertinya Kenzo belum sadar.


Melihat jas besar yang dikenakan oleh Rembulan dan balutan luka di tangan yang begitu rapih.


Itu semua pasti ulah cucunya yang dimana Reynold tahu, jika Kenzo itu sebenarnya memiliki hati yang lembut terutama kepada perempuan.


"Usiaku sudah tidak lama lagi, aku lega cucuku bersama wanita baik-baik dan pasti mereka akan bahagia!"


Reynold tersenyum melihat kepergian cucunya dan menantunya, dia berharap keduanya bahagia selamanya.


***


Kenzo sejak tadi menjadi diam seribu bahasa, keduanya tak ada yang berbicara di dalam mobil.


"Ada apa lagi dengannya? kenapa dia terlihat kesal?"


"Apakah hari ini aku melakukan kesalahan?"


Gerutu Rembulan tak tahu mengapa Kenzo kesal lagi.


Rembulan hanya mengikut Kenzo dari belakang, melangkah dengan diam dan hanya suara langkah kaki yang menemani keduanya.


"Cklek!"

__ADS_1


Rembulan membuka pintu dimana Kenzo sudah masuk lebih dulu ke kamar mereka.


Rembulan lelah sekali, dia ingin segera mandi dan tidur, begitu lah keinginannya sampai ketika ia membuka pintu, tangannya di tarik oleh suaminya dan tubuhnya di dekap erat sekali.


Salah satu tangan Kenzo merangkul pinggang Rembulan agar Rembulan tidak bisa bergerak atau menolak.


Salah satu tangan lagi menarik tangan Rembulan sampai menempel keatas kepala, keduanya menempel di balik pintu dengan posisi yang sangat dekat dan menempel.


"Hah ... hah!"


Nafas keduanya berat dan terasa hangat, bibir mereka dekat sekali sedangkan kedua bola mata saling beradu tatap.


Rembulan terkejut sekali dengan keadaan yang tiba-tiba ini, dia menatap Kenzo dengan tatapan melebar dan terkejut.


"Tuan ... ada apa ini? tolong lepaskan aku ..." Rembulan meminta kepada Kenzo agar melepaskan dirinya.


Akan tetapi Kenzo yang sejak awal bertemu wanita ini merasakan hati yang semakin aneh dimana Rembulan seolah memporak-porandakan hatinya tak bisa menahan diri lagi.


"Sayang ... apakah kau tidak tahu? kita akan membuat anak lagi ... sampai kau hamil, apakah kau tidak dengar apa kata Kakek ku tadi?" bisik Kenzo menyeringai dan sudah mulai menyesap bibir Rembulan yang masih terkejut.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2