
Episode 42 : Berbicara dengan istriku.
***
"Kalian berlima, apakah kalian tahu apa yang sudah kalian lakukan?"
Kenzo bertanya dengan sangat angkuh, sembari melangkah dan duduk di sofa dengan tetap memeluk istrinya, seolah menunjukkan jika Rembulan adalah Nyonya di rumah ini.
"Tuan, maafkan kami, kami hanya tidak sengaja menaruh garam di bubur istri anda, tetapi istri anda langsung memecat kami ..."
"Tolong kami Tuan,"
Para pelayan itu langsung memohon, merasa ini adalah kesempatan mereka untuk bisa selamat hari ini.
Mata Kenzo semakin tajam, matanya yang biru seolah menghina para pelayan yang dengan berani melihat kearahnya.
"Cih!"
"Menjijikkan!"
Kenzo langsung menghina mereka.
"Apakah kalian meremehkan aku? aku sudah memberikan kalian gaji yang sangat layak tetapi menghina istriku!"
"Berusaha membuat istriku memakan bubur yang tidak layak saat ia sakit!"
"Kalian telah menginjak-injak nama besar keluarga Smith! karena istriku akan melahirkan penerusku!"
"Dan kalian berani mengatakan kalian tidak sengaja?"
"Jika saja istriku tidak memecat kalian apakah kalian tahu apa yang akan aku lakukan?"
"Jika saja istriku tidak menghentikan aku untuk menghabisi kalian apakah kalian kira tangan kalian masih bisa digunakan?"
Kenzo mengerikan sekali.
__ADS_1
Ini adalah pertama kalinya para pelayan itu melihat tuan mereka marah besar dan berbicara sangat banyak.
Para pelayan semakin takut, bukan hanya kelima orang yang dihukum akan tetapi seluruh pelayan.
Ternyata Rembulan seberharga itu bagi Tuan mereka.
Dimana mereka semua harus bisa menjaga kata-kata dan perilaku mereka dihadapan Rembulan.
"Tuan ... ampuni kami, kami bersalah ..."
"Kami bersalah ..."
Kelima orang itu sudah gemetaran, ternyata mereka tidak mendapatkan perlindungan apapun dari Kenzo Smith.
Kenzo malah membela istrinya habis-habisan.
Rembulan yang menyadari dia dibela merasa senang namun disaat yang sama juga takut.
Ini artinya kesepakatan mereka sudah berjalan, dimana Rembulan akan hidup menjadi nyonya di hadapan orang lain.
"Ampun? aku tidak Sudi melihat kalian, cepat pergi dari kediaman ku!"
"Dan jika kalian mencoba melukai istriku lagi maka kalian akan aku habisi tanpa ampun!"
Ancaman Kenzo terdengar seperti bukan buatan semata.
Kenzo terdengar mengerikan dan serius.
Tentu saja Kenzo tahu hal itu bukan sesuatu yang tidak disengaja, dia seluruh rumah ini ada cctv nya jadi Kenzo bisa melihat bagaimana para pelayan itu tertawa sembari puas saat menaruh satu bungkus garam di bubur istrinya.
Hal itu tidak akan pernah bisa ditolerir lagi.
Sedangkan untuk kepala pelayan, Lia ...
Lia tidak melakukan apapun ketika tahu para pelayan membenci dan menggosipi Rembulan, dimana Lia disaat yang sama juga iri dan merasa yang harus ada di posisi Rembulan adalah wanita yang berkelas.
__ADS_1
Setelah mendengar itu, kelima pelayan itu langsung pergi sembari menangis.
Hari ini akan menjadi hari yang paling mengerikan bagi mereka, diancam oleh tuan muda Kenzo adalah hal paling menakutkan bagi mereka.
Dan sesuai dengan ucapan Kenzo, jika saja Rembulan tidak memecat mereka maka Kenzo pasti akan mematahkan tangan mereka semua dan menyingkirkan mereka dengan cara yang sangat sadis.
Bagi Kenzo, mengerjai istrinya apalagi saat sakit adalah hal paling mengerikan, dan itu sudah terlalu berlebihan dan menginjak-injak nama keluarganya.
"Dan untuk kalian semua! kalian harus menurut kepada apapun yang dikatakan istriku!"
"Aku membutuhkan istriku sekarang, jadi kalian berkumpul besok pagi saja mendengarkan peraturan apa yang hendak dilakukan oleh istriku!"
Kenzo menyeringai tajam, dia mengusap pipi Rembulan lembut, sembari menatapnya dari jarak yang sangat dekat.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Rembulan berdegup sangat kencang, dia tahu Kenzo pasti hendak meminta imbalan dari apa yang mereka sepakati.
Yaitu tidur menjadi wanita penghangat ranjang dan melahirkan anak untuknya.
Rembulan menunduk dan tangannya mencengkeram erat, dia masih belum siap tetapi keadaan begitu kejam, dimana dia sudah tidak memiliki pilihan lain.
.
.
.
.
Author : aku terkejut membaca beberapa komentar dimana Rembulan yang memecat kelima pelayan adalah keputusan yang salah, padahal Rembulan sudah akan ditindas dengan memberikan garam satu plastik ke makanannya saat ia sakit. 😌
Rembulan tahu hal itu akan berlanjut dan akan semakin parah jika tidak mengambil tindakan tegas, makanya dia melakukan itu, sebagai peringatan agar tidak mengganggu nya.
Juga memberikan penjelasan bagaimana status sosial seseorang sangat mempengaruhi hidup bersosialisasi.
__ADS_1