Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 52 : Berbohong demi Kenzo.


__ADS_3

Episode 52 : Berbohong demi Kenzo.


***


Setelah itu sang supir mengemudikan mobil dengan kecepatan yang normal, dan kemudian mereka sampai di kediaman Kakek Reynold dimana makan malam sudah disediakan disana.


Saat keluar dari mobil, Kenzo mengulurkan tangannya, dengan pipi memerah dan wajah yang ia palingkan, entah mengapa Kenzo malu sekali hendak melihat wajah Rembulan.


Mata Rembulan menjadi bulat dan melebar ketika melihat suaminya menyodorkan tangan untuknya.


Keheranan mengapa Kenzo hendak menggenggam tangannya.


"Kenapa Tuan?"


Rembulan bertanya dengan bingung, dia tetap berdiri di sisi Kenzo dan tidak meraih tangan itu sama sekali.


Mata Kenzo menjadi tajam, saat ia melihat wajah istrinya yang menanti jawaban darinya, jantung Kenzo berdegup kencang lagi.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Segera Kenzo mengalihkan pandangannya ke sembarangan arah, Rembulan terlihat sangat imut sekarang dalam pandangannya.


"Ehem! jangan salah sangka dulu!"


"Kau harus menggandeng tanganku, aku tidak ingin Kakek mencurigai hubungan kita!"


Ketus Kenzo yang sama sekali tidak bisa mengekspresikan perasaannya sendiri.

__ADS_1


"Ooh ... baiklah Tuan, kalau begitu aku akan menggandeng tanganmu ..." Rembulan tersenyum tulus, dia meraih tangan kokoh suaminya dan menggenggam nya erat.


Mereka melangkah bersama walau dengan begitu lagi dan lagi Rembulan merasakan sakit yang tak pernah ia undang.


Rasanya sakit menggenggam tangan ini begitu erat, sakit ketika tangan ia genggam ini harus ia lepaskan saat waktunya tiba.


Hubungan palsu ini terlihat sangat indah di mata orang tetapi menimbulkan goresan luka setiap harinya di hati Rembulan.


...


"Kakek ... kami sudah datang ..." Kenzo sudah duduk bersama istrinya, dimana Kakek Reynold terlihat memerhatikan keduanya.


"Hmmm ... kalau begitu kita makan dulu saja ... setelah makan, Kakek ingin berbicara dengan kalian berdua."


Kakek Reynold yang sudah terlihat sangat renta hendak berbicara dengan keduanya.


"Ibu ..." Rembulan kemudian mengalihkan pandangannya kearah ibunya yang duduk sedikit jauh darinya.


Suaranya sedikit membisik agar tidak mengganggu makan malam.


Tasya tersenyum dan mengangguk, Tasya senang sekali melihat anaknya baik-baik saja kelihatan bagaimana Kenzo melihat putrinya dengan mata yang menyayangi.


Sebagai seorang Ibu, Tasya langsung tahu jika Kenzo memang menyayangi putrinya.


...


Hanya dalam beberapa saat Keluarga kecil itu sudah menyelesaikan makan malam lezat, Tasya sudah kembali pulang karena kesehatannya, dia tidak boleh berjaga terlalu lama.

__ADS_1


Sekarang, Kakek Reynold sudah duduk di sofa dimana Kenzo dan Rembulan menunggu apa yang hendak dibivara oleh Kakek Reynold sekarang.


"Rembulan ... apakah dia memperlakukan mu dengan baik? kenapa kau bisa pulang sendirian ketika upacara pernikahan kalian usai? apakah cucuku mengusir mu?"


Reynold ternyata hendak menanyakan tentang mengapa Rembulan bisa pulang sendirian dan menjadi buah bibir khalayak ramai.


"Ummm ..." Rembulan tiba-tiba saja gugup, mata Kakek Reynold yang mengawasi nya seolah membuat Rembulan tak bisa berbohong.


Tetapi hubungan rumah tangga palsunya tidak boleh bocor kepada Kakek Reynold.


"Su .. suamiku memperlakukan aku dengan sangat baik Kek,"


"Saat itu aku hanya tidak terbiasa berduaan dengan suamiku, aku meminta turun dengan sendirinya dan suamiku tidak bisa melakukan apapun kecuali menghargai keputusan ku,"


"Kakek tenang saja, dia lelaki yang baik dan bertanggung jawab ..."


Rembulan tersenyum, namun tangannya mencengkeram kuat karena baru saja berbohong.


Kenzo sejak tadi hanya diam saja, entah apa yang ada dalam perasaan dan pikirannya, hanya saja dia tidak menyangka istrinya berbohong demi melindungi dirinya dari sang kakek.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2