Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 64 : Kenapa tidak ada yang percaya kepadaku.


__ADS_3

Episode 64 : Kenapa tidak ada yang percaya kepadaku.


***


"Tring ... Tring ... Tring!"


Kenzo menelepon istrinya karena sudah menunggu beberapa menit tetapi istrinya belum juga tiba.


Kenzo tidak sadar jika dia tidak memberitahu mengenai ini kepada assiten nya.


Sungguh ketika Kenzo berubah banyak semenjak bersama istrinya.


Rembulan yang masih ditahan di meja resepsionis sejak tadi mendengar para karyawan membisik.


Tentang bagaimana reaksi Kenzo hari ini sangat mengejutkan, beberapa dari mereka mengatakan jika Kenzo senang karena mantan kekasihnya sudah bercerai dan sebentar lagi akan bisa bersama dengan Kenzo lagi.


Karena itulah Kenzo senang.


Rembulan yang sejak tadi mendengar hanya bisa mengepal tangannya.


Sampai ketika panggilan dari suaminya masuk.


"Halo istri kau dimana? sudah jam berapa ini? kau mau aku mati kelaparan?"


Seru Kenzo dengan kesal.


"Aku sudah sampai di perusahaan mu, tapi masih harus melewati beberapa pemeriksaan, mereka sepertinya tidak percaya aku memiliki janji denganmu ..." seru Rembulan sudah menjadi perhatian para resepsionis dan para petugas keamanan yang memang hendak menggeledah Rembulan.


Karena setelah mereka cek di kalender tahunan Bos mereka, tidak ada janji dengan nama Rembulan.

__ADS_1


"APA? KAU HARUS DIPERIKSA MASUK KE PERUSAHAAN SUAMIMU?" Kenzo langsung marah.


Dia bangkit dan melangkah dengan lantang.


"Tunggu aku disana!" seru Kenzo langsung mematikan panggilannya dan menuju lantai dasar tempat resepsionis.


***


"Ibu Rembulan, kami mohon untuk kesediaan anda diperiksa ya, karena nama anda tidak ada dalam janji Pak Kenzo," seru petugas keamanan hendak mengambil bekal yang dibawa oleh Rembulan.


Rembulan segera menahan bekal yang ada di goodie bag dan menjawab.


"Jangan diambil, ini untuk suamiku, dia akan datang kesini sebentar lagi, tunggu lah, jika kalian mengganggu makan siangnya, dia akan marah ..."


Seru Rembulan benar-benar khawatir dengan masa depan petugas keamanan ini jika dia berani mengusik makanan Kenzo.


"Suami? maksudnya Pak Kenzo? pffft ..."


Mereka mengira jika Rembulan sedang berhalusinasi dengan mengatakan Kenzo sebagai suaminya.


Ketika mendengar tawa kecil itu, Rembulan jadi tersinggung.


Dia tidak berbohong kenapa tidak ada yang percaya kepadanya?


Apakah karena dia terlihat biasa saja?


Rembulan selalu saja bertemu orang-orang seperti ini, orang-orang yang selalu menilai dari penampilan saja.


Rembulan menjadi pusat perhatian disana, ditertawakan karena mengatakan Kenzo Smith adalah suaminya.

__ADS_1


"Aku kesini memang hanya untuk mengantarkan makan siang, kenapa kalian harus mentertawakan aku?"


"Jangan salahkan aku jika nanti kalian mendapatkan akibat buruk dari tindakan kalian ini!"


Rembulan berdiri tegas, dia mencengkeram goodie bag yang berisikan makanan yang ia siapkan untuk Kenzo.


"Ibu Rembulan, tolong serahkan goodie bag ini ya, kami tidak ingin keributan, kami hanya memeriksa orang-orang yang mencurigakan ..."


"Apalagi anda baru mengatakan jika Pak Kenzo adalah suami anda, hal itu sama sekali tidak bisa dipercaya ..." seru petugas keamanan itu kasih mencoba mengambil goodie bag yang di genggam kuat oleh Rembulan.


Mereka semakin penasaran apa isi goodie bag itu.


"Ambil saja jika kau mau, tapi aku tidak akan tanggung jawab jika suamiku marah ..." seru Rembulan merelakan goodie bag nya.


Sungguh, hal ini sangat menyebalkan, selalu saja orang-orang menilainya begini.


Tetapi saat goodie bag itu hendak diambil, Kenzo sudah terlebih dahulu sampai.


Dia melihat bagaimana istrinya dikerumuni oleh karyawannya dan dicurigai sebagai orang jahat.


"ORANG-ORANG INI MAU MATI RUPANYA!" geram Kenzo melangkah dengan cepat.


"Apa yang kalian lakukan?" seru Kenzo ketika sampai disitu.


Semua karyawannya, baik petugas keamanan atupun resepsionis syok ketika melihat Kenzo datang secara langsung.


Mereka gemetaran ketakutan dan menyadari jika ucapan wanita muda itu tidaklah bohong.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2