
Episode 81 : Suami nakal ini harus dihentikan!
***
Hal itu membuat Rembulan syok, dan yang membuatnya lebih syok lagi adalah bagaimana dia sudah tahu apa jalan pikiran Kenzo, dimana hanya penuh dengan hal hal nakal bersama dengannya.
"Atau ... kau memang ingin melakukannya disini? begitu sayang?" bisik Kenzo lagi sudah sampai di tempat yang sudah ia siapkan.
Dan dia membuat istrinya duduk di pangkuannya.
Saat mendengar itu, Rembulan jadi membisu, matanya melebar dan dia tak menyangka suaminya ini memiliki pikiran yang sangat nakal.
Dan yang lebih menyebalkan lagi adalah Rembulan langsung mengerti, yang artinya pikiran polosnya telah terkontaminasi oleh suaminya.
'Kenapa aku langsung tahu dan bisa membayangkan apa yang ia katakan!'
'Astaga apakah aku sudah menjadi mesum juga? ah ... bagaimana tidak, dia selalu menghabisi aku tanpa ampun di atas ranjang!'
'Apa yang barusan aku katakan! aaaa ... diamlah Rembulan!'
Rembulan bertengkar dalam dirinya, dia tak mengerti mengapa pikirannya seperti sudah selaras dengan suaminya ini.
"Berhenti bercanda, ini diluar ruangan, bukankah kau ingin kita berkencan hari ini? jika kau menghabisi aku sekarang, maka aku tidak akan memiliki tenaga tersisa untuk melanjutkan kencan pertama kita!"
"Kau sendiri tahu, bagaimana kau sangat buas ketika melakukan itu, ketika aku meminta mu berhenti kau malah semakin buas sampai aku lemas!"
Rembulan berbicara terlalu jujur, dia tidak menahan ucapannya sedikit pun.
Seolah kekesalannya kepada Kenzo telah tersampaikan dengan benar, bagaimana Kenzo memiliki energi yang seolah tak terbatas, membuat Rembulan selalu kelelahan dan lemas.
Tentu saja bagi Rembulan hal itu tidaklah adil sama sekali, bagaimana Kenzo selalu saja kelihatan malah lebih bugar setelah melakukan olahraga panas mereka.
*Blush*
Pipi Kenzo merah sekali ketika mendengar jawaban nakal istrinya, dia bahkan menelan salivanya dengan berat ketika merasa istrinya semakin seksi jika membalasnya seperti itu.
"Sayang ..." Kenzo membisik dekat sekali di telinga Rembulan.
"Kau nakal sekali, kau menggodaku tetapi tidak ingin melakukan itu sekarang juga, kau pintar melakukan trik tarik ulur, tetapi tak apa ... aku semakin suka ..." bisik Kenzo mencium tengkuk Rembulan sekarang.
Saat itu seolah ada bom meledak di kepala Rembulan, dia tidak tahu jika Kenzo berani mencium tengkuknya di ruangan terbuka dimana sewaktu-waktu akan ada orang lewat di sekitar mereka.
"He ... hentikan, jangan sekarang." bisik Rembulan tak berani melihat ke belakang lagi dimana Kenzo mendekapnya sangat erat dari belakang.
"Hehe ... jadi kalau nanti malam boleh ya? kau memang nakal ..."
"Baiklah, aku tidak akan melakukannya sekarang, tetapi panggil aku sayang dulu ... katakan, 'Jangan lakukan sekarang sayang' katakan seperti itu ...."
Bisik Kenzo benar-benar menggoda istrinya sampai istrinya sudah sangat malu sekarang.
__ADS_1
Rembulan yang memang tak mau melakukan hal nakal di tempat seperti ini tidak memiliki pilihan lain, dia tahu suaminya pasti akan mencari segala cara agar mereka bisa melakukan hal nakal sekarang juga jadi hal itu harus segera dihentikan.
"Ja ... jangan lakukan sekarang sa ... sayang," Rembulan menjawab dengan sedikit terbata-bata, dia tidak siap memanggil suaminya dengan sebutan sayang.
Menurut Rembulan hal terlalu kekanak-kanakan.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Kenzo sudah tak bisa dikondisikan lagi, dia sepertinya tengah bermain api dengan dirinya sendiri.
Dia memancing Rembulan untuk mengatakan sesuatu yang membuat gairahnya semakin meledak.
"Sayang ..." dengan nafas yang berat, wajah Kenzo bersandar di tengkuk istrinya.
Nafasnya terasa panas dan hangat sekarang, Rembulan langsung tahu jika Kenzo benar-benar sedang dalam gairah yang besar.
"Bagaimana ini, aku sangat menginginkan mu, kau membuatku gila!" bisik Kenzo lagi benar-benar diluar kendalinya.
Rembulan selalu saja membuatnya seperti ini, kehilangan kendali dan hangat memikirkan istrinya seorang.
"Jangan sekarang, aku sudah bilang apa yang kau inginkan, jangan melakukan nya disini, pokoknya jangan! titik!"
Rembulan melebarkan matanya ketika tangan Kenzo sudah mulai naik dari perut ke atas, dimana tangannya mulai meraih buah dadanya sembari memejamkan matanya bersandar di tengkuk istrinya.
Rembulan tentu saja langsung menahan tangan kokoh itu, sembari melihat orang disekitar mereka.
Walau tempat itu memang sepi, akan tetapi Rembulan tetap tidak tenang, hal itu bagi Rembulan juga tidak baik dan sopan melakukan nya di tempat seperti ini.
"Hah!"
Nafas Kenzo berat sekali, dia meremaas buah dada istrinya pelan, sembari membayangkan olahraga panas ketika bersama istrinya.
Pikirannya sudah penuh dengan adegan super nakal dan itu hanya bersama Rembulan saja.
Tak ada gadis lain apalagi Laura tersisa disana.
"Ah!" Rembulan berteriak kecil ketika merasakan kelakuan nakal suaminya.
'Tidak bisa ... tidak bisa! suami nakal ini harus dihentikan!' seru Rembulan dalam dirinya sendiri.
"SAYANG! JANGAN LAKUKAN SEKARANG!" Rembulan langsung berteriak, mengejutkan burung-burung pantai disana dan langsung terbang menjauh.
Kenzo juga terkejut, bagaimana istrinya berteriak sampai menggema.
Dan yang paling penting, istrinya memanggilnya sayang dengan suara yang begitu nyaring.
*Blush*
Pipinya memerah lagi, tetapi dia langsung sadar jika Rembulan bukanlah wanita seperti itu, yang dimana mau melakukan hal nakal di tempat luar.
__ADS_1
Kenzo juga sadar jika Rembulan adalah istrinya yang dimana harus dia perlakuan dengan hormat.
"Hehe ... sayang, sepertinya kau sudah jatuh cinta setengah mati kepadaku, kau memanggilku sayang dengan sangat nyaring ...."
"Yah, aku bisa maklum sih bagaimana pesona ku yang menyebar luas tak terbendung, siapa saja akan terpesona kepadaku, termasuk istriku ini! HA HA HA!"
Kenzo menunjukkan kepercayaan diri super dewa nya lagi, dia bangga sekali dengan ucapannya sampai ia tertawa terbahak-bahak.
Rembulan hanya diam saja menatap lautan dari tempat ia duduk dengan mata yang pasrah.
Dia sudah mengerahkan segalanya demi menghentikan Kenzo, suaminya dari adegan nakal yang entah mengapa tergambar di pikirannya sekarang.
"Haaah!"
Rembulan menghela nafasnya lega, dan dia merasa suaminya benar-benar memiliki kepercayaan diri diatas langit, bisa-bisanya suaminya mengatakan dia sudah jatuh cinta setengah mati kepadanya.
Padahal yang meminta dirinya memanggil sayang adalah suaminya sendiri.
Tapi tak apa, yang penting kencan mereka masih bisa terus berlanjut.
.
.
.
.
Author :
Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya๐ค
Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu ๐
Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.
Dan ketentuannya harus ada level fans.
Level fans :
Diamond akan mendapatkan pulsa 100K
Gold akan mendapatkan pulsa 50K
Silver akan mendapatkan pulsa 25K
__ADS_1
Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.
Lope you sekebon ๐๐ค