
"Hilih sama siapa coba aku dekatnya."
"Awan bukan si, kata Mario kamu lagi deket sama Awan." Tini menatapku dengan tatapan mengintimidasi.
"Iya iya aku cerita. Aku deket sama Awan. Dia baik sama aku, aku juga suka sama dia."
"Tapi kan kamu pernah bilang masih sayang sama Danu."
"Iya masih sayang, tapi lambat laun akan pudar. Ini juga udah ngga kaya dulu kok rasanya." Jawabku.
"Yaudah yang penting kamu jaga hati jangan sampai kamu sakit lagi. Ga tega aku liatnya."
"Iya iya, nyari makan yuk." Ajak ku.
"Mau makan apa?" Tanyanya.
"Bakso kayaknya enak nih."
"Yaudah kita beli bakso aja. Yang lain pada kemana ya kok sepi. Biasanya pada nongkrong."
"Iya ini, aku chat anak-anak dulu. Kalo ramai kan seru." Kataku.
Waktu aku buka handphone ternyata ada banyak chat masuk dari kak Danu. Dia ngajak ketemu. Tapi aku abaikan karena udah males. Dibaikin malah semakin manfaatin.
~Tia please ayo ketemu, aku butuh kamu~ isi chat kak Danu, dan masih banyak lagi tapi aku abaikan.
Aku chat anak-anak dan sekarang lagi pada ontheway ke sini.
"Habis pada kemana sih, kok tumben ga pada nongkrong di pinggir jalan." Tanya ku ketika anak-anak sampai lokasi.
"Tadi nongkrong di rumahnya Mario." Kata kak Damri.
"Ooh, yaudah kita makan bakso yuk." Ajak Tini.
"Jangan Bakso ya, Bakwan malang aja yang murah." Kata Mario dengan tawanya.
"Yaudah apa ajalah yang penting makan yuk." Kataku.
"Iya ayo." Mereka barengan.
Setelah dari tempat makan, kami nongkrong di hutan pinus. Kami suka disini karena suasananya sejuk enak buat santai-santai.
Setelah berapa saat banyak yang menyusul salah satunya adalah Awan. Kak Danu juga nyusul kesini tapi bukan aku ya yang ngajak hehe.
Awan, dia memang lagi deket sama aku. Dia ngga ganteng, dia kulitnya hitam manis, gatau kenapa aku suka sama dia. Dia orangnya humoris, itu yang membuat aku suka.
"Eh cie Tia mukanya merah ada Awan datang." Ledek Mario.
"Eh apaan sih biasa aja kali." Pipiku memerah nahan malu.
Kak Danu pun mendengar dan langsung menatapku penuh tanya. Kenapa? Emang gua pikirin, batinku.
"Biasa aja kok pipinya merah." Awan dengan wajak so cool nya.
"Di jangan kepedean ya." Jawabku sinis.
Kami memang suka meledek, tapi itu cuma candaan ya.
"Sinisnya, tak cium loh." Awan kalo dibiarin suka ngomong yang enggak enggak.
"Apaan sih kamu" jawabku ke Awan.
"Alah udah langsung resmiin aja, jadian terus makan-makan gausah bertele-tele." Kata Tini dengan tawa yang meledak-ledak.
"Aku pulang dulu ya." Danu tiba-tiba pamit, dan langsung pergi gitu aja.
"Tuh pujaan hatinya pulang, cemburu kali." Jawab Awan meledek. Awan tau tentang aku sama kan Danu.
"Apaan sih biarin aja." Kataku sebal.
Tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk di hp aku.
~kamu beneran deket sama Awan?~ Danu.
~kenapa emang?~ balasku.
~hati-hati aja, dia bukan laki-laki baik.~
~terus yang laki-laki baik siapa? Kamu? Selama orang baik denganku aku juga akan baik ke dia. Kamu aja yang sering banget nyakitin aku, aku masih baik sama kamu.~ balasku geram.
~bukan seperti itu, aku ga mau kamu disakiti laki-laki.~
~terus yang boleh nyakitin aku cuma kamu?~
~kamu masih sayang kan sama aku?~
~itu dulu sekarang udah engga. Lagian gausah lagi urusin hidup aku. Kamu kan udah ada Handa.~
~maaf.~ pesan terakhirnya dan aku enggan membalas.
Pulang dari hutan pinus, aku dianterin sama Awan. Diperjalanan kita saling bercanda tertawa. Dia juga bilang suka sama aku. Tapi aku belum menjawab. Aku masih meyakinkan perasaanku sendiri, bukan karena masih cinta sama kak Danu ya tapi lebih ke takut disakiti lagi.
"Udah sampai depan rumahmu, aku ga mampir ya." Kata Awan.
"Iya makasih ya." Jawabku dengan senyum.
"Iya sama-sama. Besok berangkat kerja jam berapa?"
"Belum tau aku bareng sama Tini kok, aku juga kayanya mau pindah kost sama Tini."
"Oh gitu, tadinya aku mau anterin."
"Gausah jauh tempat kerjaku."
"Jauh gapapa, aku seneng ngelakuinnya."
"Gausah, tadi udah bilang ke Tini kalau mau bareng ga enak kalo ga jadi."
"Mm yaudah, aku pulang dulu." Nadanya kecewa.
"Iya hati-hati dijalan ya." Kataku.
"Iya, mm aku tunggu jawaban kamu secepatnya ya."
Aku hanya mengangguk. Aku sebenarnya masih ragu. Tapi liat besok lah aku pikirkan dulu.
#
Sampai di kost aku ngobrol sama teman-teman kost. Aku bilang kalau aku mau pindah kost. Disini aku udah ga ada teman akrab. Oiya aku belum cerita Kala udah resign jadi udah ga kost lagi.
Aku pindah kost sama Tini, dekat dengan Pt tempat kerja Tini, kami kerja di Pt berbeda.
"Kenapa pindah kost Tia, kita-kita ada salah ya ?" Tanya kak Ana.
"Enggak kak Ana. Aku mau jadi satu sama saudara aku biar kalau pulang bisa barengan."
"Oh gitu, kapan mau pindah? Tanya Avi."
"Besok kayaknya, pas terahir jatah kost abis."
"Oh yaudah tapi sering-sering mampir sini ya."
"Pasti dong"jawabku.
"Yaudah kita berangkat kerja yuk takut telat." Ajak kak Ana.
"Iya ayo." Jawab kami bareng."
__ADS_1
Saat aku buka hp udah adah banyak chat dari Awan.
~selamat pagi, udah sampai kost?~
~udah ini udah mau masuk pabrik.~ jawabku.
~jadi pindah ke kostnya Tini?~
~jadi, besok sore pulang kerja.~
~Aku bantuin pindahan ya.~
~kalau ga ngrepotin, ya mau-mau aja aku di bantuin hehe.~
~ya enggak lah, masa repot. Besok pulang kerja jam berapa?~
~jam 4 aku pulangnya.~
~ok jam 4 aku kesana.~
~yaudah aku mulai kerja dulu ya.~
~iya semangat kerjanya ya.~
~iya.~ aku balas chat dengan senyum-senyum ga sadar kalo diliatin leaderku yang super galak.
Aku gegas memasukan hp ke saku, dan langsung mulai kerja.
\#
Saatnya pindah kost, saat aku pulang kerja sampai dikost udah ada Awan di depan pintu.
"Kok udah sampai sini aja."tanyaku ke Awan
"Iya dong kan udah jam 4."
"Dari rumah jam berapa ? Udah lama nungguin?" Tanyaku.
"Belum kok tadi jam 3 sampai sini." Jawabnya santai."
"Hah jam 3? Kan aku udah bilang pulang jam 4." Jawabku kaget
"Takut kamu yang nungguin aku."
"Siapa juga yang ngegombal, namanya juga lagi usaha." Jawabnya cekikikan.
Aku sudah packing barang-barang aku tadi malam, jadi tinggal bawa ke kostnya Tini. Barangku ga banyak cuma satu kadus isinya baju seragam sama baju tidur aja. Karena disini kegiatanku cuma kerja sama tidur.
Aku sudah pamit sama teman-teman, sama ibu kost juga. Dan sekarang tinggal ontheway ke kostnya Tini.
Sampai dikost Tini masih sepi, biasanya Tini pulang jam 9 dan ini masih jam setengah 7. Aku sudah membawa kunci kostnya Tini tapi aku hanya menaruh barang-barang aja di kamar kost Tini lalu pergi sama Awan. Soalnya ga enak kalo berdua sama Awan disini.
"Kita keluar aja dulu yu sambil nunggu jam 9." Kataku
"Yaudah ayo, nyari maan aja dulu, kamu belum makan kan?"
"Belum kan tadi baru pulang kerja belum sempet beli makan."
"Kita makan dimana?"
"Gatau, jalan aja dulu nanti kalau nemu tempat makan berhenti." Ucapku.
"Yaudah ayo."
Kita makan di kedai bakso. Dekat pabriknya Tini. Tempatnya luas dan nyaman.
"Kok liatin aku terus?"tanyaku sambil mengusap-usap wajahku kali aja ada yang salah.
"Wajahmu ga kenapa-kenapa ga kenapa-kenapa kok, kamu cantik." Dengan tersenyum manis.
"Terus kenapa liatin terus?" Jawabku memalingkan muka karena malu.
"Hei, liat sini. Aku cuma mau jawaban kamu." Menatapku lekat-lekat.
"Jawaban apa." Pura-pura lupa.
__ADS_1
"Jawaban yang kem..." Terhenti karena ada pelayan datang mengantarkan pesanan kami.
"Kita makan dulu ya, abis makan kita ngobrol lagi." Jawabku mengulur waktu.
Aku deg-degan banget ini, tanganku sampai keluar keringat dingin. setelah selesai makan kita lanjut ngobrol.
"Jadi gimana jawaban kamu?"
"Aku sudah pikirkan baik-baik. Aku mau jadi pacar kamu, asalkan jangan sakiti aku."
"Aku janji ga akan sakiti kamu."jawabnya dengan mata berbinar.
"Aku ga butuh janji, aku trauma sama janji. Buktikan aja gausah ada janji."
"Iya iya sayang aku ga akan nyakitin kamu. Jadi hari ini kita resmi pacaran ya."
"Iya sayang. Jangan bilang-bilang dulu ya."
"Kenapa?"tanyanya rautnya berubah sedikit cemberut."
"Ya ga kenapa-kenapa, biar pada tau sendiri aja." Jawabku
"Kamu masi suka sama Danu? Kamu ga mau dia tau?" Tanyanya tanpa melihat kearah ku.
"Bukan sayang, aku udah ga ada rasa sama dia. Yaudah terserah kamu aja mau kasih tau gapapa"
"Ya." Jawabnya singkat.
"Lah kok marah sih, baru jadian udah marah-marah aja."
"Lagian kamu nyebelin."
"Maaf, yaudah kita foto dulu."
"Mau foto buat apa?"
"Mau aku posting, biar pada tau kalau kamu pacar aku."
"Tadi gamau orang tau, sekarang malah mau posting foto."
"Kan cuma ngetes kamu aja, kali aja kamu ngiyain. Kan kamu banyak yang suka kali aja ada hati yang kamu jaga."
"Ya enggak lah, yaudah kita foto."
Setelah foto ada chat dari Tini.
~kamu dimana? Aku udah di kost.~
~lagi makan, kamu udah beli makan ? Kalau belum aku beliin sekalian.~
~belum, tadi males mau mampir beli makan.~
~yaudah, aku beli in aja. Mau apa? Bakso mau?~
~iya bakso gapapa.~
Setelah bungkus bakso buat Tini, aku langsung diantar Awan pulang ke kostnya Tini. Awan ga mampir dia langsung pulang karena udah malam, dan rumahnya jauh.
Aku post foto aku sama Awan , belum ada 5 menit langsung banjir komen. Dasar netizen. Dan Danu langsung chat aku.
~kamu jadian?~
~emang kenapa?~
~gapapa semoga bahagia.~
~makasih.~
Setelah jadian dengan Awan, kak Danu jarang sekali chat aku. Kalau chat juga cuma menjelek-jelekan Awan. Tapi aku ga pernah nanggepin dia.
__ADS_1
Aku bahagia sama Awan. Kami sering jalan berdua, jalan ramai-ramai sama temen-temen juga sering. Teman-temanku mendukung aku sama Awan, tapi ada juga yang ngingetin supaya aku jangan terlalu sayang sama dia. Aku iyain aja. Menghargai perhatiannya.