
Kak Danu selalu saja mengganggu aku, mengganggu hubungan aku dengan Awan. Aku jadi hilang respect sama dia. Aku berusaha sebisa mungkin aku menghindari kak Danu.
Aku dan Awan janjian makan siang bareng, saat aku istirahat kerja. Awan sengaja datang ke tempat aku bekerja. Aku sangat sayang sama dia.
"Kamu masih sayang sama Danu?" Tanya _Awan tiba-tiba aku terkejut mendengar pertanyaannya.
"Ya enggak lah, aku sayangnya sama kamu. Kamu kan pacar aku sekarang." Jawabku coba meyakinkan Awan.
"Tapi kamu masih peduli sama dia. Aku ga suka kamu dekat-dekat Danu terus."
"Iya maaf, aku juga udah berusaha jauhi dia kok. Tapi dia terus-terusan ganggu aku. Aku cuma sekedar kasian sama dia ngga lebih."
"Apa? Kasian? Dia aja ga pernah mikirin perasaan kamu kok."
"Ya kan kamu tau sendiri aku orangnya ngga tega an."
"Kalau kamu tetap berhubungan sama dia mending kita udahan aja." Tegasnya.
"Aku gamau kita udahan. Aku sayang sama kamu. Aku sama kak Danu kan sekarang cuma temenan aja, ga lebih dari itu."
"Jadi kamu mau tetap temenan sama dia?"
Aku terdiam, aku ga bisa jawab pertanyaan itu. Pertanyaan yang sulut menurutku. Jujur saat ini perasaanku udah ga ada sama kak Danu semenjak dia terus-terusan ganggu aku setelah dia diselingkuhin kak Handa.
Perasaan ku ke kak Danu lebih ke ilfil saat ini. Tapi gatau kenapa aku susah buat bilang kalau aku ga akan berteman dengan kak Danu lagi.
"Kok diem, yaudah aku pulang aja. Lama-lama disini bikin aku emosi aja." Dia langsung melenggang pergi begitu aja.
Aku hanya diam, tak bisa berkata-kata. Malamnya aku telepon Awan tapi ga diangkat sama sekali. Aku chat dia juga ga ada balasan sama sekali. Aku sedih aku galau.
Mungkin memang salahku yang kurang tegas sama perasaan aku, terutama sikapku yang masih aja baik sama kak Danu. Aku gamau kehilangan Awan.
~sayang maafin aku, aku janji sama kamu ga akan dekat-dekat kak Danu lagi.~
~aku percaya sama kamu, tapi maaf kita harus putus. Aku ga mau kita lanjut tapi hatimu masih ada bayang-bayang Danu.~
~aku gamau kita putus. Aku akan perbaiki kesalahan aku. Jangan tinggalin aku.~
~maaf kita berteman aja. Aku juga sakit pas kamu bela-belain kehujanan demi mencari Danu, waktu Danu depresi.~
~maaf sayang, aku ga akan ulangi kesalahan aku lagi.~ balasku memohon.
~maaf tapi kita harus akhiri hubungan ini, maaf kalau selama denganku kamu ga bahagia.~
~kamu tega sama aku ~
Awan tidak membalas pesan terahirku. Aku patah hati utuk yang kedua kalinya. Aku jadi benci sama kak Danu. Mulai sekarang aku ga akan lagi kasian sama dia. Dia selalu saja menghancurkan aku.
#
Saat ini kak Danu bekerja jadi sopir bus, dan kak Damri sebagai kernetnya.
__ADS_1
Waktu aku berangkat kerja dari rumah, aku berangkat subuh. Dan ternyata bus kak Danu yang lewat. Aku dan kak Danu seperti orang ga pernah kenal ga ada sapaan sama sekali .
"Berangkat kerja ya?" Tanya kak Damri.
"Iya kak." Jawabku singkat.
"Kok ga bawa motor sendiri." Tanyanya lagi.
"Enggak lagi males aja."
"Sekarang kok jarang ikut nongkrong sama anak-anak."
"Gapapa, kalau pulang udah capek jadi ya tiduran aja dirumah kak."
"Kamu putus sama Awan ya?" Tanya kak Damri.
Sekilas aku melihat kak Danu melirikku lewat kaca sepion depan.
"Iya udah semingguan. Mungkit aku ditakdirkan jomblo terus." Jawabku sambil tersenyum.
"Yang sabar ya. Nanti pasti dapat jodoh yang baik kok. Kamu kan baik." Ucapnya menghiburku.
"Iya lah kalau ga baik mana mungkin bisa disakitin terus." Candaku.
"Iya iya. Minggu mau ikut ngga? Katanya anak-anak mau ke waduk gajah."
"Siapa aja?" Tanyaku
"Yaudah liat aja nanti, aku turun dulu ya tuh mau oper bus yang itu."
"Iya hati-hati semangat kerjaannya ya."
"Iya kak, kamu juga. Jangan main cewe mulu, kasian loh ceweknya." Ledekku
"Enggak lah kan aku setia." Dia tertawa.
"Yee setia apanya. Yaudah ya daaahhh."
Sampai dikamar kost aku langsung rebahan sebentar. Tini kayanya udah berangkat kerja padahal belum jam nya. Di pabriknya memang pagi udah pada mulai kerja. Beda dengan pabrik ku. Kalau belum jam kerja dimulai belum ada yang boleh menyentuh pekerjaan.
Ada notif sms dari kak Danu. Apa lagi sih dia. Bikin risi aja.
~kamu putus sama Awan?~ tanya nya
~iya!~
~kenapa? Katanya kamu sayang sama dia, dia juga sayang sama kamu kan ?~
~bukan urusan kakak ya, semua ini tuh gara-gara kakak suka gangguin aku. Awan cemburu dan putusin aku.~
~maaf, apa aku bantuin ngomong sama dia?~
__ADS_1
~ga perlu! Cukup kamu gausah hubungin aku lagi. Anggap aja kita ga kenal!~ tegasku.
~aku ga bisa. Aku baru sadar kalau aku sangat cinta sama kamu.~
~simpan saja omong kosongmu, aku gamau tau lagi tentang kamu.~
#
Hari-hariku selalu sepi semenjak putus dengan Awan. Aku seperti ga ada semangat lagi. Kenapa sih nasib percintaan aku seperti ini. Apa nasib orang ga cantik ga ada menarik-menariknya kaya aku ini ga pantas bahagia.
Walaupun aku dengan Awan putus tapi jika bertemu, sikapnya denganku biasa, kaya ga pernah ada masalah. Dia juga memperlakukan aku dengan baik, dia juga masih perhatian sama aku. Tapi dia ga pernah balas chat aku.
Saat aku melamun didepan rumah tiba-tiba kak Damri lewat dan mengagetkanku.
"Woy melamun aja kerjaannya. Jadi ikut ngga ke waduk gajah?" Tanyanya
.
"Mm berangkat jam berapa?" Tanyaku.
"Jam 10 ya, siap-siap dulu sana. Gausah galau-galau mulu."
"Iya, Meli, Tini, sama Kala jadi ikut kan ?"
"Iya jadi, nanti mau kumpul di tempat biasa apa dijemput kesini?"
"Nanti aku aja yang kesitu? Eh kak Danu ga ikut kan? Males aku kalau ada dia."
"Cie dulu aja gimana, sekarang males." Ledeknya.
" Apaan sih. Yaudah sana pulang, aku mau mandi dulu."
#
Sudah dua minggu lebih aku putus sama Awan, tapi perasaanku seolah malah bertambah bukan berkurang. Ya Allah hapuskan lah rasaku jika memang dia bukan jodohku.
~kamu ikut ke waduk?~ chat dari kak Danu.
~iya, kenapa?~
~kamu bonceng aku aja ya.~ ajaknya
~kamu juga ikut? Yaudah aku ga jadi ikut aja.~ balasku.
~kamu kok gitu sih. Tega sama aku.~
~tega? Ga salah tuh? Yang tega aku apa kamu?.~
~iya iya maaf, yaudah aku gausah ikut. Kamu aja yang ikut. Yang seneng ya.~
Aku ga membalas pesannya lagi. Gila ya orang paling gatau diri emang dia.
__ADS_1