Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
68. melepas rindu


__ADS_3

Langit begitu cerah, suara deburan ombak membuat Tia juga teman-temannya ingin bermain ombak di pantai.


Saat Tia dan Danu juga teman-temannya sedang asik bermain ombak, terlihat Ciko duduk di tepi pantai sambil memandangi ke arah Tia. Ciko merasakan cemburu begitu luar biasa terhadap Tia. Ciko teringat saat masa pacaran dengan Tia, dulu dia pergi ke pantai dan saat itu mereka sangat bahagia bersama.


Tapi, sekarang tinggal kenangan. Andai waktu bisa diputar kembali pasti Ciko tidak akan pernah menyia-nyiakan Tia.


Ciko akhirnya memilih menjauh dari keramaian teman-temannya dan juga pengunjung pantai lain.


Ciko duduk di bukit di pinggir pantai. Ciko mendengarkan lagu kenangan.


Sang Alang- sendiri.


di pantai ini


ku nikmati nyanyian dedaunan


mengalun manis di mainkan angin


mengajakku tuk kembali


mengenang setahun yang lalu


kala itu mimpiku dan mimpimu


masih menyatu


kala hadir turun senja


kau bersandar di bahuku


kita nikmati senang mendera


dan kau tulis nama kita


di atas pasir putih


sambil kau berucap


semoga cinta kita kan abadi


(andai kau ada)


andai saat ini kau ada di sisiku


(takkan sendiri)


tuk ku takkan sendiri


dan tak sekedar mengenang


cinta kita yang pernah ada


(cinta kita pernah ada)


sendiri ku kembali


mencari cintaku yang hilang


hamparan pasir putih


dan ombak yang bergulung


hingga mentari senja


adakah kau simpan kisah ku


yang terbenam bersamamu

__ADS_1


Ciko sangat menghayati lagu ini, sehingga Ciko menjatuhkan air matanya. Tiba tiba Tia datang entah sengaja mendatangi Ciko atau hanya sekedar lewat lalu menyapa Ciko.


"Ciko." Sapa Tia.


"Ada apa?" Tanya Ciko tanpa menoleh Tia.


"Kamu harus tetap semangat menjalani kehidupanmu Ciko. Aku akan selalu berdoa untukmu. Aku menyayangimu tapi jalan kita sudah berbeda, kita sudah memiliki kehidupan masing-masing. Jadi jangan larut dalam kesedihan ya." Ucap Tia


"Omong kosong Tia, kamu bahagia kan melihat penderitaan aku seperti ini." Ucap Ciko tersenyum sinis.


"Kamu salah menilai aku Ciko, kamu tau aku selalu memikirkan mu. Aku selalu mendoakan kamu agar kamu bisa bahagia dengan pilihan kamu." Ucap Tia.


Ciko tidak menjawab apapun. Beberapa menit Ciko dan Tia saling diam.


"Tia." Ucap Ciko.


"Iya." Jawab Tia.


"Boleh aku bertanya."


"Iya, kamu mau tanya apa?"


"Apakah kamu masih mencintaiku?" Tanya Ciko.


"Aku nggak tau ko, yang jelas aku sudah bersyukur dengan kehidupanku yang sekarang, aku akan selalu jadi istri yang baik untuk kak Danu dengan tidak mencintai pria lain. Tapi aku selalu menyayangimu ko. Kita akan selalu berteman kan?" Ucap Tia.


"Tia, aku masih sangat mencintaimu." Ucap Ciko.


"Kamu harus mencintai istri kamu ko, dia sedang mengandung. Dia butuh kasih sayang yang tulus dari kamu ko."


"Kamu tau kan? Dia tidak sedang mengandung anakku Tia. Mungkin ini balasan karena aku sudah menyia-nyiakan kamu."


"Ko, yang terjadi dalam kehidupan kamu itu bukan balasan atas perbuatan mu. Tapi ini sudah menjadi takdir kita. Jaga baik-baik istri kamu. Sayangi dia, aku pergi dulu ya." Ucap Tia, dia tidak mau pembahasan jadi terlalu jauh. Biar bagai manapun masih ada Cinta di hati Tia kepada Ciko.


"Tia, tunggu!" Ucap Ciko.


"Ada apa ko?" Tanya Tia.


"Jangan ko, takut ada yang melihat, nanti jadi salah paham."ucap Tia.


"Aku mohon Tia, aku sangat merindukan kamu. Aku rindu aroma tubuh kamu Tia." Ucap Ciko mengiba.


"Jangan ko..." Tia belum meneruskan ucapannya Ciko langsung memeluk Tia.


Tia menangis, sejujurnya Tia juga merindukan Ciko. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat mereka dari jarak jauh.


Juarti meneteskan bulir bening di pipinya. Hatinya sakit melihat Ciko dan Tia berpelukan.


"Eh mm sudah ya ko." Ucap Tia melepaskan pelukan Ciko.


"Makasih ya Tia, aku mencintaimu."


"Mm aku pergi dulu ya ko, takut kak Danu nyariin aku. " Ucap Tia.


"Iya Tia." Ucap Ciko.


Ciko sedikit lega bisa melepaskan kerinduannya terhadap Tia.


Tia kembali bergabung dengan Danu dan yang lain.


"Sayang lama banget dari mana sih?" Tanya Danu.


"Habis jalan-jalan aja kak, oiya aku pengen makan kak lapar." Ucap Tia.


"Mau makan apa? " Tanya Danu.


"Mm apa ya, ikan bakar kayaknya enak kak."

__ADS_1


"Ya udah kita cari makan yuk." Ajak Danu.


"Kita cari makan yuk." Ucap Tia kepada teman-temannya.


"Kita nanti aja Tia belum lapar. Kamu duluan aja." Ucap Damri.


"Oh yaudah, aku sama kak Danu makan dulu ya. Udah lapar soalnya." Ucap Tia.


"Oke Tia." Jawab teman-temannya kompak.


Juarti menghampiri Ciko yang sedang tersenyum sendiri mengingat wajah Tia.


"Mas." Ucap Juarti.


"Ada apa?" Tanya Ciko dingin.


"Kamu masih mencintai kak Tia ?" Tanya Juarti.


"Kenapa kamu bicara seperti itu?" Tanya Ciko.


"Aku melihat dan mendengar semuanya saat kamu bersama kak Tia tadi." Ucap Juarti berkaca-kaca.


"Iya aku masih sangat sangat mencintai Tia. Terus kenapa?"


"Aku ini istri kamu mas, tega sekali kamu sama aku. Kak Tia juga sudah berkeluarga sudah punya anak."


"Memangnya ada larangan mencintai orang yang sudah berkeluarga? Mendingan kamu urusin bayi kamu. Atau kamu cari saja ayah kandung anak itu." Ucap Ciko.


Seketika Juarti pergi dan menangis, juarti memang salah tapi kenapa Ciko setega itu kepada Juarti.


"yang itu kan istrinya Ciko. kok kaya nangis ya." ucap Danu saat sedang makan di warung lesehan pinggir pantai.


"ga tau kak, biar aku samperin ya. ini titip gendhis kak."


"iya sayang."


"juarti." panggil Tia sedikit berteriak karena jarak mereka cukup jauh.


"iya mbak." jawab Juarti sembari mengusap air matanya.


"kamu kenapa menangis?" tanya Tia.


"mbak, bantuin aku biar mas Ciko bisa cinta sama aku." ucap Juarti.


"memangnya kenapa? Ciko kan mencintai kamu." ucap Tia.


"mbak aku mendengar semua yang di katakan mas Ciko kepada mbak Tia di bukit tadi."


"maafin aku ya, tapi aku nggak ada niat buruk kok." ucap Tia.


"iya mbak aku tau, tapi mas Ciko masih sangat mencintai mbak Tia. "


"biarin aja, nanti lama-lama pasti dia bisa cinta sama kamu kok." ucap Tia.


"susah mbak."


"jangan putus doa ya, aku juga akan selalu mendoakan kebaikan kalian berdua." ucap Tia.


"terimakasih mbak, kenapa mbak baik sama aku. bukannya mbak juga mencintai mas Ciko." ucap Juarti.


"aku hanya menyayangi nya karena, aku sudah menganggap dia temanku. kamu juga temanku. "


"terima kasih ya mbak"


"mm ya udah kiya makan yuk." ajak Tia.


"aku nanti saja mbak."

__ADS_1


"ya sudah aku makan dulu ya."


. "iya mbak."


__ADS_2