Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
pergi bersama Danu


__ADS_3

Hari ini Tia akan berangkat ke tangerang. Tia diantarkan ke pabrik oleh tante kesayangannya. Tia baru pertama ini akan pergi jauh sendiri.


Tia menaiki bus, dan melihat tantenya dari jendela bus dia masih menangis seakan berat untuk pergi. Padahal hanya satu bulan Tia di tangerang sudah seperti akan pergi bertahun-tahun saja.


Tia menempuh jarak kurang lebih dua belas jam dari kampung sampai tangerang. Sesampainya di kota tersebut Tia langsung istirahat di tempat yang sudah disediakan oleh perusahaan.


Saat Tia sedang membereskan barang-barang bawaannya tiba-tiba ada telepon dari Danu. Karena telepon tersebut sudah berkali-kali akhirnya Tia mengangkatnya.


$ hallo, ada apa kak? $ tanya Tia.


$ Tia kamu mau ke tangerang ya? Kapan berangkat? $ tanya Danu.


$ udah berangkat, tadi sampai di sini jam empat dini hari. $ jelas Tia.


$ ga pamit aku dulu Tia, insya Allah kalau aku ada waktu aku susul ya. $


$ lagian berangkatnya juga dadakan kok, ngga usah ngapain nyusul aku. $ ucap Tia dingin.


$ kan aku kangen Tia, masa ngga boleh nyusul. $


$ gausah, lagian jauh. $


$ yaudah, tapi kamu kasih kabar aku terus ya. Aku khawatir sama kamu, kamu kan baru ini pergi jauh sendiri. $


$ oke, yaudah aku mau istirahat dulu. $


$ iya, selamat istirahat ya Tia. $


Tia mematikan telepon begitu saja. Tia tidak bisa membohongi perasaannya, dia senang diperhatikan oleh Danu tapi Tia gengsi mengakuinya.


Selama di tangerang, Danu tidak pernah melewatkan satu hari pun tidak menghubungi Tia, walaupun Tia jarang merespon Danu, tapi Danu tetap menghubungi Tia.


~hay Tia, gimana disana? Betah kan?~


~Tia pulang kapan?~


~Tia disana berapa hari?~


Masih banyak lagi pesan dari Danu, tapi Tia belum bisa luluh sama Danu.


#


Di kampung, Danu selalu menunggu kabar dari Tia.


"Danu kamu ngapain melamun terus, tiap hari kerjaannya kok melamun." Ujar Damri.


"Aku lagi mikirin Tia, gimana caranya ya biar Tia mau balikan sama aku. Aku sangat menyayangi Tia." Ungkap Danu.


"Kamu jangan patah semangat ya, aku tau kok kalau kamu tulus sama Tia. Tia juga kayanya masih ada rasa sama kamu."


"Iya, aku juga ngerasain gitu."


Saat Danu sedang asik ngobrol dengan Damri, tiba-tiba ada Handa yang menghampiri mereka berdua.


"Ngapain kamu kesini ?" Tanya Damri ketus.


"Aku mau ngomong penting sama Danu." Ucap Handa.


"Ada apa?" Tanya Danu.


"Bisa ngobrol berdua?" Tanya Handa


"Mm disini aja, mau ngomong apa?" Tanya Danu.


"Gimana sama Tia? Dia mau balikan sama kamu?"


"Belum, tapi aku akan tetap berusaha buat perjuangin Tia."


"Mau aku bantuin lagi?" Tawar Handa.


"Gausah, takut dia malah menjauh lagi. Takut dia malah mikir negativ sama aku dan kamu."


"Yaudah, semoga berhasil."


"Iya, makasih."


"Yaudah aku pergi dulu." Handa langsung oergi begitu saja. ya


Damri dan Danu saling pandang.


"Kayanya dia juga mau deketin kamu lagi deh nu."kata Damri


"Dia kan udah punya pacar." Kata Danu.


"Ya mungkin aja dia menyesal terus mau ngejar kamu lagi, ya kaya kamu ini yang lagi menyesal udah selingkuh dari Tia dan mau balik sama Tia lagi."


"Ah biarin aja, itu urusan dia."


"Tapi kamu juga harus hati-hati sama dia." Saran Damri.


"Iya, aku juga takut kalau Tia tau dia malah semakin menjauhi aku."


"Mm besok malam sabtu aku mau ke tangerang nyusul Tia, dia kan sabtu libur dan aku mau ajak dia keliling kota."

__ADS_1


"Yang bener kamu?"


"Iya."


#


Akhirnya Danu memutuskan berangkat ke tangerang sendiri. Danu tidak tau alamat rumah yang ditempati Tia, tapi dia nekat.


Dia sampai di Tangerang sabtu pagi, dia langsung menelepon Tia, berkali-kali dia menelepon tapi tidak diangkat oleh Tia. Sampai akhirnya dia kirim pesan.


~Tia aku udah di Tangerang, boleh minta alamat kamu? Aku ingin ketemu.~


Tia pun kaget membaca pesan dari Danu. Tia ngga nyangka kenapa Danu senekat itu. Akhirnya tia pun memberikan alamatnya, dia ngga tega sama Danu karena sudah jauh-jauh datang dari kampung ke kota.


~kenapa nekat sih, kalau aku tetap ga mau ketemu kamu gimana?~


~gapapa yang penting aku udah usaha buat ketemu kamu. Makasih ya udah kirim alamat kamu. Nanti aku ajak keluar mau kan ?~


~terserah!~


Akhirnya Danu sampai di tempat Tia. Dan Tia menemui Danu.


"Tia kita main keluar yuk, kamu kan belum tau tempat-tempat disini biar aku tunjukkin. Aku udah hafal karena dulu aku sering kerja bolak balik jakarta tangerang."


"Aku ga nanya ya. Ngapain sih kesini orang seminggu lagi aku juga pulang kok."


"Ya gapapa, pengen aja kesini. Mau ya main sama aku, masa ga kasian sama aku udah datang dari jauh." Ucap Danu sedih.


"Yaudah mau kemana?" Tanya Tia, akhirnya Tia mau karena ga tega juga.


"Allhamdulillah, mm kita ke bogor terus kita keliling jakarta yuk. Kamu bawa baju ganti ya kita nginep satu malam."


"Hah nginep? Sama kamu?" Tanya Tia kaget.


"Ya engga maksudnya ya beda kamar gitu Tia."


"Hmm yaudah aku siap-siap dulu. "


Setelah siap Tia dan Danu langsung pergi ke tempat tujuan.


"Kita ke bogor naik grab ya, dari sini paling dua jam sampai ditempat tujuan kita."


"Iya terserah kamu aja aku kan ga tau."


"Kamu seneng ga Tia, aku datang." Tanya Danu.


"Biasa aja." Jawab Tia santai.


"Kenapa jadi bahas itu sih."


"Ya gapapa aku kan cuma mengutarakan isi hati aku."


"Aku bilangin ya kak, jangan pernah berharap sama manusia takut kecewa. Kadang berharap sama diri sendiri aja bikin kecewa kok."


"Aku bakal terima apapun konsekuensinya Tia. Aku selalu berdoa semoga Allah meluluhkan hati kamu."


"Hmm terserah kakak, yang penting aku udah mengingatkan kakak ya, dan satu lagi sesuatu yang sudah hilang meskipun telah kembali pasti ga akan sama kaya dulu."


"Iya aku paham Tia, tapi aku akan tetap berusaha untuk kamu Tia."


Tidak terasa Tia dan Danu telah sampai di bogor. Mereka tidak sadar karena terlalu asik ngobrol berdua.


"Kita kemana?" Tanya Tia.


"Kita ke air terjun leuwi hejo, pernah dengar belum?" Tanya Danu.


"Baru pertama ini dengar, tempatnya bagus?"


"Nanti lihat sendiri aja, tapi kita harus jalan kaki selama kurang lebih 45 menit Tia, gapapa kan?"


"Mm gapapa, semoga saja tempatnya bagus biar ga sia-sia udah jalan jauh "


Tia ngga masalah kalau harus jalan jauh, dia kan suka mendaki gunung, tracking, suka semua hal yang berbau alam.


Setelah menempuh jarak jauh, akhirnya Tia dan Danu sampai di tempat tujuan.


"Waw keren banget kak tempatnya, subhanallah indah banget." Ucap Tia dengan mata berbinar-binar.



Air terjun indah di dekat sungai bertabur batu yang dicapai dengan jalan setapak di lokasi alami yang rimbun.


Air terjun dengan kolam air yang jernih membuat para pengunjung dapat bermain air sambil mandi di sekitar lokasi curug.


Leuwi dalam bahasa Sunda berarti relungan atau kolam, sedangkan hejo berarti hijau. Dengan tebing batu pegunungan, curug ini terlihat sangat indah.


Leuwi Hejo memiliki beberapa curug dengan total jumlahnya ada lima. Mulai dari Curug Leuwi Hejo, Curug Leuwi Liek, Curug Leuwi Ciung, Curug Leuwi Cepet dan Curug Baliung.


Lokasi antara curug yang satu dengan yang lainnya tidak terlalu jauh. Hanya memerlukan waktu sekitar 5-15 menit dengan perjalanan tracking.



"Kamu suka Tia?" Tanya Danu.

__ADS_1


"Suka banget kak, terimakasih udah ngajak aku kesini kak." Ucap Tia dengan mata berkaca-kaca karena saking takjubnya.


"Allhamdulillah kalau kamu suka Tia." Ucap Danu.


Danu sangat senang , karena bisa membuat Tia bahagia seperti ini. Ga sia-sia dia datang menemui Tia dan mengajak dia pergi.


"Kak aku pengen berenang." Ucap Tia tidak tahan melihat air, dia ingin segera turun ke air.


"Baju ganti kamu dimana?" Tanya Danu.


"Aku tinggal di bawah kak, di penitipan barang."


"Nanti kamu sakit Tia kalau ga langsung ganti baju." Ucap Danu.


"Gapapa cuma sebentar kok."


"Dasar ngeyel, yaudah tapi jangan lama-lama ya."


"Hehe iya, nanti fotoin aku ya kak."


"Iya, foto berdua mau ga?"


"Boleh deh buat bonus karena udah ngajak aku kesini hehe."


"Yee masa bonusnya cuma foto bareng."


"Ya terus apa? Jangan ngarep lebih ya." Ucap Tia sinis.


"Hehe enggak-enggak "


Setelah puas berenang Tia dan Danu mulai lapar, mereka akhirnya memutuskan untuk turun, karena tidak ada warung di sini. Dan sepertinya udah mau hujan.


"Kak kita nginep di bogor apa di jakarta?" Tanya Tia.


"Kita nginep di jakarta aja, habis ini kita cari taksi sampai ke stasiun. Kita ke Jakarta naik kereta ya."


"Oh iya, habis makan aku mandi dulu ya."


"Iya, aku juga mandi dulu."


Setelah makan dan mandi Tia dan Danu lanjut berangkat ke jakarta mereka akan bermalam di Jakarta.


"Tia kamu bahagia ngga?" Tanya Danu.


"Aku bahagia kak, makasih ya." Jawab Tia.


Tia memang sangat bahagia. Entah karena pergi ketempat bagus, atau karena pergi bersama Danu. Hanya tia yang tau bahagia karena apa.


"Sama-sama Tia. Sepertinya aku ingin waktu berhenti sejenak Tia, aku sangat bahagia karena sikapmu udah ga dingin lagi sama aku." Ungkap Danu.


"Maaf ya kak, sikap aku dingin karena aku ga pengen buat kakak berharap terus sama aku. Kakak sebaiknya move on dan cari wanita yang lebih baik dari aku."


"Bagi aku kamu terbaik Tia, seribu satu wanita seperti kamu, dan aku gamau wanita lain. Aku maunya kamu."


"Aku ga bisa kak. Aku doain kakak nemuin wanita yang bisa buat kakak move on dari aku."


"Aku ga bisa kak. Aku doain kakak nemuin wanita yang bisa buat kakak move on dari aku."


"Doaku hanya satu Tia semoga hatimu bisa luluh, aku akan terus berjuang untuk kamu Tia."


Tia tidak bisa menjawab lagi, dalam hati Tia masih mencintai Danu, tapi entah kenapa Tia sangat berat mengatakan iya kepada Danu.


Setelah sampai di jakarta Tia dan Danu mencari tempat penginapan, mereka sudah sangat lelah dan ingin segera merebahkan tubuh mereka.


"Kak aku langsung istirahat dulu ya, capek banget."


"Iya, kakak juga. Nanti kalau butuh apa-apa hubungin kakak ya. Kamar kakak di sebelah sini." Ujar Danu.


"Iya kak terimakasih."


#


Di tempat lain, Handa sedang melihat postingan yang di posting oleh Danu. Danu memosting foto Tia yang keliatan dari belakang.


"Apa apaan sih ini, katanya ga mau balikan sama Danu tapi kok mereka liburan bareng!" Ucap Handa penuh emosi.


"Ada apa sih Han, kok marah-marah." Tanya Wati.


"Liat nih Wat, Danu sama Tia liburan." Ujar Handa masih emosi.


"Ya biarin aja lah" ujar Wati.


"Tia itu dasar wanita bermuka dua, bilang ga mau balikan tapi nyatanya mau diajak pergi bareng."


"Mungkin memang mereka sekarang udah balikan." Ucap Wati.


"Kamu ini Wat diajak curhat bukannya nge belain aku malah bikin tambah emosi aja."


"Terus aku harus bilang apa? Sudahlah jangan rebut kebahagiaan mereka lagi, udah cukup dulu kamu rebut Danu dari Tia. Aku sebagai sahabat hanya bisa ingetin kamu kalau kamu salah."


"Ah sudah lah Wat, aku mau pergi dulu. Kamu bikin aku tambah panas aja." Ucap Handa sembari pergi.


Handa sangat marah, dia cemburu dengan Danu dan Tia. Dia pergi gatau arah mau kemana.

__ADS_1


__ADS_2