
Sudah beberapa bulan ga pernah dengar tentang Awan. Aku rindu sama dia. Waktu aku sedang mikirin dia, tetanggaku bernama Tio datang, dia ngajak aku jenguk kakaknya yang lagi dipenjara.
"Kak Tia lagi sibuk ngga?" Tanya Tio.
"Engga, kenapa?" Tanyaku.
"Aku mau jenguk kak Anto, ikut yuk."
"Mm boleh tapi nanti aku minta anterin kerumah Awan, kamu tau kan rumahnya?"
"Awan, tau kayanya. Oke deh nanti pulangnya lewat jalan arah rumahnya Awan aja."
"Yaudah, mau berangkat jam berapa. Aku belum mandi." Kataku.
"Jam sepuluh aja ya. Biar nanti sampai sana pas jam besuknya dibuka."
"Oke." Kataku dengan mengacungkan jempol.
Aku seneng banget, aku mau ketemu Awan. Dia udah punya pacar lagi belum ya. Semenjak putus dia jarang main ke sini. Semoga saja dia masih jomblo hehe.
Walaupun udah lama putus tapi aku masih sayang sama dia. Walaupun aku sering chat dia dan jarang sekali dia balas chat aku, tapi perasaan aku ngga pernah pudar sama dia.
Kalau sama kak Danu aku berteman baik, tapi kadang juga aku sebel sama dia, ngga jarang juga aku marahin dia kalau dia ganggu aku. Dia masih sama aja, suka minum dan main cewe. Aku kadang udah ingetin dia. Tapi dia cuma iya iya aja.
#
"Kak Tia ayo berangkat sekarang. Udah siap kan?" Ajak Tio dia nyamperin aku kerumah.
"Iya udah kok, bentar aku pakai sepatu dulu ya." Jawabku.
"Oke"
Kakaknya Tio dipenjara karena dijebak cewek, tapi gatau juga sih aku. Gausah bahas dia. Takut jadi fitnah gatau kebenarannya ini.
Aku dan Tio berangkat, butuh waktu satu jam untuk sampai di lapas tempat kakaknya Tio di bui. Saat sampai di lapas ternyata jam besuknya sudah habis.
"Kamu gimana sih Tio, kok ini udah habis jam besuknya."
"Ini hari apa sih, hari kamis kan?" Tanya Tio
"Ini hari minggu, hari kamis dari mananya ih." Jawabku jengkel.
"Loh kok bisa salah sih aku." Jawab Tio cekikikan.
"Emang kamu ga liat kalender?" Tanyaku.
"Enggak, aku cuma ngandelin insting." Dia tertawa.
"Mm yaudah kita sekarang kemana?"
"Katanya mau ke rumah Awan, langsung kesana aja."
"Yaudah ayok." Jawabku sumringah dengan mata berbinar.
"Ye tadi aja sewot, sekarang girang banget."
"Biarin week" jawabku menjulurkan lidah.
#
Sampai dirumah Awan yang bukain pintu adiknya.
"Awan kemana dek?" Tanyaku.
"Kak Awan lagi tidur kak, aku bangunin bentar ya. Duduk dulu kak." Ucapnya ramah.
__ADS_1
"Iya makasih dek." Ucapku dengan senyum.
"Nanti kalau Awan keluar mau ngomong apa?" Bisikku ke Tio.
"Lah kok tanya aku, yang ngajakin kesini kan kamu." Dia tertawa meledek.
"Bantuin dong, aku malu. Masa iya aku bilang kalau sku rindu." jawabku sengit.
"Iya iya, bilang aja lewat terus mampir." Ucapnya santai.
"Eh kalian, tumben main kesini, abis dari mana?" Tanya Awan yang baru keluar kamar.
"Dari jenguk kak Anto, kebetulan lewat terus mampir. Gapapa kan?" Tanya Tio.
"Ya gapapa lah, malah seneng aku." Jawab Awan
Aku hanya diam ga bisa ngomong apa-apa. Aku bahagia bisa ketemu Awan.
"Ada yang rindu nih" ucap Tio bikin pipiku memerah.
"Apaan sih." Aku melirik Tio.
"Allhamdulillah masih ada yang rindu." Jawab Awan dengan tersenyum.
"Kok udah lama ga main, sibuk ya?" Kataku basa basi.
" Iya ini lagi banyak urusan, belum bisa main." Jawabnya santai.
"Yaudah kita pulang aja yuk Tia, ada urusan aku." Ajak Tio.
"Loh baru aja sampai sini udah mau pulang, nanti dulu Tio." Ucap Awan.
"Lupa aku kalau ada urusan sama bapak aku, maaf ya. Lain kali kesini lagi kok." Ucap Tio.
"Yaudah ayo kalau mau pulang, nanti keburu hujan." Ucapku.
"Ok sip." Jawabku.
Aku pulang dengan perasaan bahagia habis ketemu Awan.
#
Hati ini aku tidur bersama tanteku, namanya Uli, dia masih seumuran sama kak Danu, dia cantik tinggi putih, rambutnya lurus panjang warna hitam. Aku selalu curhat sama dia tentang kisahku, masalahku, pokoknya semua tentang aku dia tau.
Saat lagi cerita cerita sama tanteku, aku sambil mainan hp tiba-tiba aku dikirimin undangan pernikahan. Ternyata yang menikah adalah Awan. Perasaanku hancur, aku seperti melayang, aku menangis begitu saja.
Awan menikah, aku ga menyangka secepat ini, Tuhan aku ga siap dengan semua ini
"Udah gausah nangis, mungkin memang bukan jodohmu." Ujar tante Uli.
"Aku ga terima tante, aku masih sayang sama dia. Apa jangan-jangan dia mutusin aku bukan karena cemburu ke Danu, tapi apa memang karena dia udah punya cewe." Aku menangis tersedu sedu.
"Kamu yang tenang, semua yang terjadi sama kamu ini pasti yang terbaik untuk kamu. Tetap semangat jangan putus asa ya."
"Makasih ya tante." Jawabku kupaksa tetap tersenyum walau getir.
"Iya, tante selalu berdoa yang terbaik buat kamu, terus gimana? Kamu mau datang ke nikahannya Awan?"
"Belum tau tante, aku masih belum nyangka bakal ditinggal nikah kaya gini tante. Aku sakit hati banget." Aku masih menangis.
"Kalau ga kuat, gausah datang ya. Nanti malah pingsan kamu disana." Ledek tanteku.
"Enggak lah tan, justru aku mau buktikan ke dia kalau aku kuat, ya walaupun masih ga terima aku tan."
"Iya, tapi jangan nangis terus nanti jelek loh. Kamu harus dandan cantik pas disana biar nyesel si Awan."
__ADS_1
"Ok siap tante."
"Yaudah sekarang tidur dulu."
"Iya tan."
Malah ini aku ga bisa tidur mikirin semua tentang Awan, aku sedih ingat semua kenangan tentang Awan. Aku memutar lagu kenangan aku sama Awan milik The Flay yang judulnya terbang.
Bias sinar di matamu
Indah tebarkan cinta
Semerbak kasihmu
Luluhkan relung hitam
Oh, melati mekar mewangi
Menebarkan seri
Masa indah, masa biru
Masa bersemi
Kuingin terbang bersamamu
Dan gapai mentari
Tak ingin lepas, tak menentu
Jiwa dan batinku
Terangi rasa hatiku
Yang membeku
Tebari bunga jalanku yang lugu
Untuk diriku, oh-oh (untuk diriku)
Takkan sedih, kumenangis
Takkan pula tertawa
Bayangmu 'kan s'lalu bersinar
Walau waktu berjalan (oh-oh-oh)
Aku selalu memutar lagu ini saat bersama dengan Awan. Ya Allah beri aku kekuatan penuh untuk bisa terus berjalan ke masa depan tanpa bayang bayang masalalu.
#
Hari ini aku akan datang ke pernikahan Awan, tapi aku datang bukan pas hari H Sengaja supaya ga ketemu sama istrinya. Belum siap aku kalau ketemu istrinya.
Aku cuma pingin ketemu sama Awan, aku dandan yang cantik seperti saran tante Uli. Tapi ternyata Awan sedang dirumah mempelai wanita. Kecewa aku ga bisa ketemu Awan.
"Aku fotoin kamu di dekat dekor pengantin ya."ledek kak Wahyu.
"Gamau, ngapain foto-foto." Ucapku sinis ga suka sama candaannya.
"Kan buat kenang-kenangan." Ujarnya.
"Tauk ah, sana foto sendiri." Ucapku cemberut.
"Cie ngambek." Ucap kak Wahyu.
__ADS_1
"Siapa juga yang ngambek week." Ucapku menjulurkan lidah.