Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
penyesalan


__ADS_3

(pov Danu)


Aku menyesal berkali-kali telah menyakiti dan mengkhianati Tia. Dia itu baik, bukan cuma dengan aku, tapi dia baik sama semua orang. Aku memang bodoh, sangat bodoh.


Tia selalu memaafkan kesalahanku, aku saja yang ngga tau diri dan selalu memanfaatkan kebaikan Tia.


Tapi saat ini Tia tidak mau dekat-dekat dengan aku, Tia ingin aku menjauh darinya. Andai saja aku masih punya kesempatan ke terahir, aku akan menghapus luka Tia, aku akan bahagiain Tia. Aku yang bodoh ngga pernah menyadari ketulusan cintamu Tia.


Saat aku duduk termenung di sebuah kafe tiba-tiba aku melihat Handa berjalan ke arahku.


"Eh Danu, sama siapa kesini?" Tanya Handa.


"Iya sendiri, kamu sama siapa?" Tanyaku kembali."


"Aku juga sendiri. Mm aku kesana dulu ya." Tunjuk Handa sebuah meja.


"Mm mau duduk sini bareng aku ngga?" Aku menunjuk kursi di depanku. Aku mau ngomong sesuatu sama dia.


"Mm iya boleh deh." Jawabnya sedikit ragu.


"Kamu mau pesen apa?" Tanyaku.


"Tadi aku udah pesen paling bentar lagi datang pesanan aku."


"Oh iya, mm han ada yang mau omongin sama kamu."


"Mau ngomong apa?" Tanya Handa.


"Sebenarnya aku mau minta tolong sama kamu. Aku mau balikan sama Tia, tapi dia menghindar dari aku terus. Aku ga tau harus dengan cara apa aku meyakinkan dia."


"Aku bisa bantu apa? Kalau ada yang bisa aku bantu. Aku pasti bantu ko."


"Makasih ya, kamu bisa bujukin Tia kan? Biar dia percaya kalau aku memang sayang sama dia."


"Iya nanti aku coba."


"Makasih Han, oiya aku ke toilet dulu ya." Kata aku.


"Iya silakan."


Semoga Handa bisa bujukin Tia biar Tia bisa balik sama aku.


Setelah kembali dari toilet, Handa tidak ada di meja. Apa dia pergi atau kemana ya dia. Aku tanya sama pelayan yang lewat.


"Mbak tau cewe yang duduk disini tadi? Kemana ya dia?" Tanya ku bingung.


"Sudah pergi mas, tadi pesanan dia juga dibungkus kok." Jelas pelayan tersebut.


"Oh terimakasih ya mbak."


"Sama-sama mas."


Aku bingung kenapa dia langsung pergi gitu aja, ga nungguin aku dulu. Ya sudahlah biarin aja, mungkin memang ada urusan.


Aku memutuskan untuk pulang. Dijalan aku papasan sama Jio dia senyum dengan aku, tapi aku ga membalas senyumnya. Aku panggil dia.


"Jio, berhenti dulu sini." Ucapku sedikit berteriak karena banyak kendaraan berlalu lalang, takut dia ngga mendengar

__ADS_1


.


Jio menyebrang menghampiri aku.


"Danu, ada apa?" Tanya Jio bingung.


"Kamu darimana Jio?". Aku balik nanya.


"Habis anterin Tia pulang, kenapa nu?"


"Kamu ada hubungan apa sama Tia?"


"Mm tanya aja sama Tia." Jawabnya.


"Kenapa ngga jawab aja sih, kenapa kamu kaya semakin dekat sama Tia. Kamu ngga pacaran sama dia kan?"


"Emang kalau pacaran kenapa?" Tanya Jio.


"Aku tau Tia itu masih sayang sama aku, walaupun dia menjauh tapi aku masih bisa merasakan. Kalau dia terima kamu jadi pacarnya mungkin kamu cuma jadi pelampiasannya aja."


"Maksud kamu apa? Kamu ngaca dong. Kamu udah nyakitin dia, biarin dia bahagia sama pilihannya. Sama satu lagi jangan ganggu dia, dia juga berhak bahagia. Kamu bisanya cuma bikin dia sedih." Ucap Jio, dia langsung pergi begitu saja.


Apa bener aku cuma bisa nyakitin dia. Tapi sekarang aku sangat mencintai dia. Aku akan buktikan kalau aku sayang tulus sama dia, dan aku sudah berubah.


#


Keesokan paginya aku mendapat pesan dari Handa.


~aku sudah kerumah Tia semalam. Aku sudah coba bantuin kamu. Aku sudah jelasin kalau kamu cinta sama dia, tapi dia terus memaki aku dia marah.~


~makasih ya Han, maaf merepotkan kamu. Maaf gara-gara aku, kamu kena marah sama Tia.~


~aamiin, sekali lagi makasih ya Han.~


~iya sama-sama.~


Segitu marahnya Tia dengan aku dan Handa. Aku sadar apa yang aku dan Handa lakuin dulu memang keterlaluan. Tapi aku sekarang benar-benar menyesal.


Semoga suatu saat Tia bis menerima aku lagi, aku akan menunggu sampai dia mau sama aku.


Saat aku melamun tiba-tiba ada notifikasi di hp aku, ternyata pesan dari Tia. Aku bersemangat membukanya.


~apa lagi yang kamu rencanakan sama Handa? Belum puas kalian berdua buat hidup aku hancur? Aku mohon sama kalian berdua jangan ganggu hidup aku lagi. Aku benar-benar sudah muak sama kalian berdua.~ chat dari Tia


~Tia apa maksudnya? Aku tidak merencanakan apa-apa Tia. Aku hanya meminta bantuan sama Handa itu aja.~


~sudahlah aku nggak mau denger apa-apa lagi dari kalian. Lagian kamu juga masih cinta kan sama Handa, kenapa ga balikan aja sama dia?~


~aku cintanya sama kamu Tia, sungguh aku benar-benar mencintai kamu Tia.~


~oya? Dalam keadaan tidak sadar pun kamu bisa jatuh di pangkuan Handa, mungkin itu mewakili perasaan kamu yang sebenarnya, iya kan?~


~saat itu aku benar-benar tidak tau Tia, aku tidak sadar.~


~sudah lah ngga usah jelasin apa-apa lagi. Aku udah ga bisa percaya lagi sama kamu.~


~Tia maafkan aku.~

__ADS_1


Tia benar-benar marah dan tidak percaya sama aku lagi. Tapi aku tetap akan berjuang untuknya, aku ga akan menyerah. Aku akan meyakinkan Tia kalau aku benar-benar menyayangi dia.


Hari ini aku tidak kerja, rasanya aku tidak semangat berangkat kerja. Aku mau pergi kerumah Agus, aku ingin cerita soal aku dan Tia sama dia. Agus kan orang yang paling mendukung aku sama Tia.


#


Sampai dirumah Agus, aku langsung mengetuk pintu.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Tumben main kesini kamu Dan." Ucap Agus seraya membukakan pintu.


"Hehe pengen aja, sepi dirumah."


"Ga kerja to kamu?" Tanya Agus.


"Enggak, aku boleh masuk ga nih? Dari tadi ditanya-tanya mulu ga di suruh masuk dulu." Ucapku Agus tertawa.


"Hehe iya iya lupa, ayo masuk dulu."


Aku masuk dan duduk di kursi ruang tamu.


"Aku bikinin kopi dulu ya." Ucap Agus.


"Iya." Jawabku.


Agus pergi membuatkan kopi untuk aku. Aku masih memikirkan isi pesan dari Tia, apa sudah tidak ada cinta di hati Tia untuk aku, apa Tia sudah benar-benar membenci aku. Aku merenungkan semua kesalahan aku.


"Heh melamun aja, nih kopinya." Ucap Agus membuyarkan lamunanku.


"Iya makasih."jawabku lesu.


"Kenapa lemas gitu, belum makan kamu?" Tanya Agus.


"Udah kok." Jawabku singkat.


"Ada apa? Ada masalah?"


"Aku bingung mau cerita dari mana."


"Cerita aja kalau kamu mau cerita, kali aja aku bisa bantu kamu."


Aku pun mulai bercerita dengan Agus dafi mulai aku ketemu Handa dan meminta tolong dia untuk bujuk Tia, sampai chat Tia tadi ke aku.


"Jadi begitu ceritanya." Ucapku ke Agus.


"Kalau menurut aku sih mending kamu gausah bawa-bawa Handa lagi kalau memang kamu serius cinta sama Tia, ibaratnya ini ya kamu liat selingkuhannya Handa gimana perasaan kamu? Pasti masih kecewa, sakit, marah kan? Mungkin Tia juga begitu saat melihat Handa, dia masih sakit hati kalau lihat Handa."


"Kok aku ga kepikiran sampai kesitu ya." Jawabku.


"Tuh kan yaudah sekarang kamu yang semangat, tapi kamu jangan sering-sering ganggu Tia, takutnya dia malah jadi ilfil sama kamu. Biarin dulu dia nenangin hatinya."


"Iya makasih ya. Mm keluar yuk, aku pengen nyanyi sama main gitar. Kamu ada gitar kan? Kalau disini ga enak kalau nyanyi teriak-teriak." Ucapku.


Kalau lagi galau begini emang aku suka main gitar sama nyanyi.


"Iya ada kok, mau keluar kemana?"

__ADS_1


"Mm ke bendungan aja disana kan enak buat nenangin diri."


"Ok."


__ADS_2