Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
ulang tahun Tia


__ADS_3

Hari H pernikahan Danu dan Tia tinggal beberapa hari. Tapi Tia belum juga putus dengan Ciko.


"Sayang sebentar lagi kita akan berpisah, semoga kamu bahagia dengan kak Danu ya, aku sedih, aku sakit. Tapi aku selalu berdoa yang tebaik buat kamu yang." Ucap Ciko saat dia bertemu dengan Tia.


"Kamu beneran rela in aku yang? Kita pergi aja dari rumah yuk yang. Aku bener-bener ga siap yang harus pisah sama kamu. " Jawab Tia.


"Jangan yang, itu hanya akan menambah masalah. Kamu yang iklas ya, yang seneng."


"Kalau ngomong emang gampang, tapi aku yang ngejalanin setengah mati susah yang. "


"Sudah lah yang jangan seperti itu terus."


"Ah sudah lah, aku mau pulang." Ucap Tia langsung berdiri dan meninggalkan Ciko.


Ciko hanya terpaku melihat kepergian Tia, dia tidak rela Tia menikah dengan orang lain, tapi karena sikapnya yang kurang tegas akhirnya dia akan kehilangan Tia.


Tia pulang dalam keadaan menangis, dia kecewa, sedih, dan campur-campur perasaannya.


Saat sampai dirumah Tia dapat chat dari Tini.


"Be ikut beli sop ayam di depan SMA 1 yuk."


"Sama siapa ?" Tanya Tia.


"Sama kak Danu sama yulian sama akma." Balas Tini.


Berbagai cara Danu lakukan untuk dekat dengan Tia. Danu mendekati akma adiknya Tia yang paling kecil, mendekati Tini dan masih banyak lagi caranya.


"Aku capek, lain kali aja ya. Kamu enak in aja. " Jawaban Tia, dia tidak mau bertemu dengan Danu.


Gagal, selalu gagal rencana Danu untuk mendekati Tia.


"Gimana Tin, Tia mau kan?" Tanya Danu.


"Dia ngga mau." Jawab Tini singkat.


"Yaudah ngga papa, kita berangkat aja yuk." Ajak Danu pasrah.


#


Hari ini Tia ulang tahun. Dan dua hari lagi Tia akan menikah.


"Be kita kumpul yuk, udah lama ga kumpul. Dua hari lagi kan kamu nikah be. Hari ini juga hari ulang tahunmu kan." Ucap Meli.


"Iya, gausah bahas soal nikah deh. Bikin mood rurak aja. Mau kumpul dimana?" Tanya Tia.


"Mm ini kan lagi ada acara di lapangan dekat pasar, anak-anak lagi di situ. Kita susul mereka yuk."


"Iya ayuk, aku ambil motor dulu ya." Ucap Tia.


Meli dan Tia pun melajukan motor nya.


"Be kamu itu mbok latihan naik motor, biar gampang kalau kemana-kemana." Ucap Tia.


"Males ah, enak dibonceng aja. Hehe." Ucap Meli.


"Tapi kan biar bisa mandiri kalau kemana-kemana bisa sendiri be. "


"Nanti gampang lah, belum pengen aku tu."


"Yaudah terserah deh."


"Eh ada siapa aja disana be? Pasti ada kak Danu ya. Males ah aku. "


"Nggak tau, ngga usah males kan biar tambah deket sama dia. Masa dua hari lagi nikah masih marahan aja."


Tia hanya diam, akhirnya mereka sampai. Teman-teman Tia serentak menyanyikan. Lagu selamat ulang tahun ke Tia.


'hari ini, hari yang kau tunggu.


Bertambah satu tahun usiamu


Bahagia lah kamu dudududu.'


Danu hanya diam karena dia tidak pernah tau hari ulang tahun Tia, dulu waktu pacaran juga nggak pernah ngucapin selamat ulang tahun ke Tia.


Pipi Tia bersemu merah, Tia bahagia sekali.


"Terima kasih semuanya, aku jadi terharu." Ucap Tia berkaca-kaca."


Lalu teman-teman Tia menyalami Tia semua, tapi Danu hanya diam.


"Heh Nu kok kamu nggak salaman sama Tia sendiri sih. " Ucap Fino.


"Eh iya, ini mau salaman." Ucap Danu mengulurkan tangan ke Tia.


"Selamat ulang tahun ya Tia, doa terbaik untukmu. " Ucap Danu kemudian.


"Makasih kak Danu. "

__ADS_1


Hari semakin sore dan Tia pamit untuk pulang karena sebenarnya dia lagi tidak enak badan.


"Mm aku pulang dulu ya semua." Ucap Tia.


"Masih sore gini udah mau pulang ia." Ucap Damri.


"Iya lagi ga enak badan ini." Ucap Tia


"Oh yaudah istirahat dulu sana, dua hari lagi kan mau tempur masa sakit." Ucap Fino bercanda.


"Ih apaan sih, yaudah aku pulang dulu ya. Mel kamu mau disini dulu apa mau ikut aku pulang."


"Mm aku ikut pulang aja deh." Ucap Meli.


Tia dan Meli pulang, Danu menatap kepergian Tia.


Danu segera mengirim pesan ke Meli.


~mel mau bantuin aku nggak ?~ send.


~bantuin apa?~ tanya Meli.


~ aku mau beli kue sama kado untuk Tia. Mau anterin aku kan?~


~iya boleh deh, kapan?~ tanya Meli lagi.


~sekarang, bisa?~


~yaudah aku siap-siap dulu ya. Lima belas menit lagi ready.~


~oke, lima belas menit lagi aku jemput di pinggir jalan aja ya. Kalau di depan rumah mu takut Tia lihat.~


~oke!~


Setelah lima belas menit, Meli sudah siap. Danu dan Meli berangkat mencari kado untuk Tia.


"Mel Tia sukanya apa?" Tanya Danu.


"Mm apa ya, aku bingung. Lihat nanti aja disana ada apa." Jawab Meli.


Sekitar dua puluh menit mereka berdua sampai di kota, tapi karena sudah sore banyak toko-toko yang sudah tutup.


"Kita mau kemana ini Mel, banyak toko yang udah tutup." Tanya Danu panik.


"Mm kita ke toko kue aja dulu." Ucap Meli.


"Oh iya, kita beli kue dulu ya." Ucap Danu


"Mel kalau kita beli yang kecil gapapa kan ya, uangku pas pasan soalnya. " Ucap Danu melemah.


"Ya nggak papa lah kak, yang penting kan niatnya." Ucap Meli coba menghibur.


"Iya Mel, kita beli yang ini ya. Semoga Tia suka." Ucap Danu sembari menunjuk kue tart berbentuk love dengan warna dasar pink.


"Mm gimana kalau yang coklat, Tia suka sama semua makanan yang berbau coklat kak." Ucap Meli.


"Oh iya Mel. Aku bayar dulu ya. "


"Iya, kita habis ini ke toko kado sebelah aja kak kayanya masih buka. " Ucap Meli.


"Iya Mel tunggu ya. "


Setelah membayar, Danu dan Meli segera pindah toko. Mereka berjalan cepat, karena terlihat toko sudah mau di tutup.


"Mel aku bingung mau beli apa." Ucap Danu.


"Gimana kalau kita beli tunik ini aja kak, modelnya simpel, warnanya juga bagus. Cocok untuk Tia. Uang kakak cukup ngga?" Tanya Tia dengan menunjuk sebuah tunik.


"Itu harganya berapa Mel." Tanya Danu.


"Seratus lima puluh kak." Ucap Meli.


"Mm kurang mel uangnya." Ucap Danu lemah.


"Yaudah kita cari lagi kak." Ucap Meli.


"Maaf ya Mel ngerepotin kamu. " Ucap Danu.


"Halah santai gitu lo, bentar lagi kan kita jadi saudara." Ucap Meli.


Danu tersenyum, Danu bahagia saat ingat akan menikah, tapi Danu juga sedih saat ingat kalau Tia tidak mencintainya.


"Eh Mel kalau kita beli sepatu ini kira-kira Tia suka nggak ya." Tunjuk Danu sebuah sepatu pantofel.


"Iya itu bagus, itu aja kak." Ucap Meli.


"Size sepatu nya Tia berapa Mel." Tanya Danu.


"Tiga puluh sembilan kak." Ucap Meli.

__ADS_1


"Oke, mbak saya mau sepatu ini di bungkus pake kertas kado sekalian ya mbak." Ucap Danu kepada karyawan toko.


"Iya mas, mau pakai kartu ucapan tidak mas?" Tanya karyawan tersebut.


"Nggak usah mbak." Ucap Danu.


"Ok mas, tunggu sebentar ya mas. " Ucap karyawan tersebut.


"Kak mau tanya, tapi kak Danu jangan tersinggung ha." Ucap Meli tiba-tiba.


"Mau tanya apa Mel?" Tanya Danu.


"Yang kakak tau tentang Tia itu apa sih kok sampai size sepatu sama kesukaan Tia aja kak Danu ga tau, sebenarnya kak Danu sayang sama Tia beneran nggak sih? Kak Danu itu udah lama loh kenal Tia " Tanya Meli.


"Iya Mel aku memang bodoh, dulu aku pikirannya masih labil. Tapi aku sekarang sayang sama Tia aku akan berusaha bahagiain Tia. Aku juga akan berusaha buat Tia cinta lagi sama aku. "


"Aku pegang omongan kak Danu ya, aku orang pertama yang akan marah jika kak Danu menyakiti Tia lagi. " Ucap Meli serius.


"Iya Mel kamu tenang ya, aku ga akan nyakitin Tia lagi. "


"Iya, itu kayanya udah selesai bungkus kado nya, kita langsung pulang yuk. Takut kemalaman." Ujar Meli.


"Iya Mel, aku ke kasir dulu ya. Kamu nunggu diparkiran nggak papa. "


"Oke!"


Setelah membayar Danu dan Meli langsung menuju rumah Tia, Tia sedang tiduran dan melamun di kamar.


Tiba-tiba kamar Tia di buka dan Danu masuk membawa kue, dan bernyanyi selamat ulang tahun. Tapi Tia hanya diam, dia tersenyum sinis. Yang dia rasakan saat ini hanya benci, benci sama Danu.


"Tia selamat ulang tahun ya, lilinnya di tiup ya Tia." Tia tidak menjawab, dia malah memalingkan muka.


"Tia aku mohon, tiup lilinnya." Ucap Danu mengiba.


Tia akhirnya meniup lilin, tidak ada senyum sama sekali di wajah Tia.


"Tia maafin kesalahan aku dulu ya." Ucap Danu.


"Kamu itu tau aku ulang tahun baru hari ini kan? Sebelum sebelumnya ngga pernah tau kan? Itu aja karena tadi anak-anak ngucapin aku kan. Kemana kemarin-kemarin? Aku sama sekali ngga terenyuh. Aku malah rasanya semakin ilfil sama kamu. " Ucap Tia dengan tatapan nanar.


Danu hanya terdiam.


"Sekarang mending kamu pulang, aku lagi nggak mau lihat muka kamu!" Ucap Tia ketus.


Tia sebenarnya nggak tega sama Danu, tapi Tia benar-benar muak sama Danu. Danu kemana saja selama ini sampai hari ulang tahun Tia aja dia baru tau hari ini.


"Tia aku minta maaf." Ucap Danu lirih.


"kamu menikahi aku sebenarnya karena apa? Apa dulu kamu pernah cinta sama aku? Apa karena kamu sudah disakiti jadi kamu mau kembali sama aku?"


"Tia aku cinta sama kamu, kalau soal dulu aku nggak tau Tia. Dulu aku masih labil, tapi sekarang aku benar-benar mencintai kamu Tia. " Ucap Danu.


"Sudah lah kak Danu, mending sekarang kak Danu pulang." Ucap Tia.


"Ya sudah Tia aku pulang. Maaf, mungkin sebanyak apa kata maaf ku ga akan bisa menebus kesalahanku dulu." Ucap Danu seraya pergi meninggalkan Tia.


Sekarang tinggal Tia dan Meli yang ada di kamar Tia.


"Be kamu kok tega sih, kak Danu udah berjuang. Tadi ngajak aku untuk beli ini semua, untuk nyiapin ini buat kamu. Sampai motor kak Danu berulang kali macet-macet terus. Kasian dia be, harusnya kamu menghargai dia. " Ucap Meli.


"Kamu itu nggak ngerasain yang aku rasain be, aku kesel sama kak Danu. Kak Danu baru kali ini ngucapin aku selamat ulang tahun be, itu aja pasti dia baru tau kalau aku ulang tahun. " Ucap Tia.


"Ya sudah be, mending sekarang kamu tenangkan diri kamu dulu. Mau minum? Biar aku ambilkan. "


"Enggak be, nanti biar aku ambil sendiri aja. "


"Ya sudah aku pulang dulu, mau bersih-bersih." Ucap Meli.


" Iya be, makasih ya. "


#


Di tempat lain Danu sedang merenung seorang diri. Danu benar-benar menyesal kenapa dulu dia menyia-nyiakan Tia. Kenapa dia dulu menyakiti Tia. Sungguh Danu sangat menyesal atas semua yang terjadi.


Saat ini dia senang karena dia akan menikah dengan Tia, tapi disisi lain Danu sedih karena Tia udah nggak cinta sama Danu melainkan benci sama Danu.


Tapi Danu nggak akan menyerah, dia akan selalu berusaha membuat Tia cinta sama dia.


"Heh Danu ngapain melamun aja kamu, mau nikah kok galau begitu." Ucap Satria.


"Hehe enggak kok, cuma deg degan aja, ka nyangka aku udah mau nikah." Ucap Danu bohong.


"Oh, selamat ya semoga lancar sampai hari H, dan semoga jadi keluarga yang damai tentram sakinah mawadah warahmah." Ucap Satria.


"Iya, makasih ya doanya. Kamu dari mana?" Tanya Danu.


" Aku dari rumah, lagi suntuk di rumah jadi ya jalan-jalan aja. E malah liat kamu lagi melamun sendiri di sini ya aku samperin aja."


"Oh, enggak ya aku nggak melamun kok. Cuma lagi mikir dikit aja hehe."

__ADS_1


"Yee sama aja kali. Eh bagi kopi dong, haus nih."


"Iya bentar aku bikinin kopinya dulu."


__ADS_2