Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
32


__ADS_3

Aku lega putus dari Jio, aku sedikit kesal sama dia, tapi lebih baik seperti ini daripada aku harus jujur yang sebenarnya tentang perasaanku. Nanti malah dia sakit hati# karena aku.


"Be aku udah putus sama Jio." Ujarku sama Meli.


"Kok udah putus, belum satu bulan loh." Jawab Meli.


"Ya dia ga hubungi aku kok, waktu aku kerumahnya dia juga bilang kalau hubungan ini ga penting."


"Masa dia bilang gitu."


"Iya dia bilang gitu, kalau ga percaya tanya aja sama kak Mario. Aku ke rumah Jio sama kak Mario."


"Kok tega dia."


"Dia ga kasih aku kesempatan sedikitpun buat jelasin. Pokok nya dia kaya anak kecil banget lah sifatnya."


"Kok gitu ya, mungkin itu sifat aslinya."


"Iya mungkin."


Saat sedang asik ngobrol dengan Meli tiba-tiba ada bunyi pesan.


~Tia, Jio masih marah sama kamu ga? Aku kepikiran kamu terus. Aku merasa bersalah. Kalau Jio masih marah, biar aku yang ngomong sama dia.~ pesan dari kak Danu.


~ngga usah, udah ga penting juga kok.~ balasku.


~tapi aku merasa bersalah sama kamu Tia, maafin aku ya.~


~ya!~


Aku itu udah sebel banget sama kak Danu tapi kenapa perasaan aku sama dia ga bisa ilang. Masih aja betah di hati aku.


"Mel keluar yuk, cari angin. Sumpek ini." Aku mengajak Meli.


"Yaudah ayok, kemana?" Tanya Meli.


"Mm ketemu anak-anak aja. Lagi pada dimana ya kira-kira."


"Kayanya di rumah pohon gardu pandang deh, tadi kak Mario sempat chat aku." Ujar Meli.


"Oh yaudah kita kesana aja, kamu tunggu di depan, aku ambil motor dulu ya."


"Ok"


Aku dan Meli pergi kerumah pohon gardu pandang. Disana udah ada teman-teman ku. Di jalan aku ketemu Handa dia menghadang aku.


"Tia, bisa ngomong?" Tanya Handa.


"Ada apa?" Tanyaku.


"Mm soal Danu Tia, kamu beneran ga mau balikan sama dia?"


"Enggak, udah bekas kamu, jijik aku." Jawabku asal, aku udah terlanjur kesal sama kak Handa dan kak Danu.


"Segitu bencinya kamu sama aku Tia." Ucap kak Handa lirih.


"Ya menurut kamu? Orang sudah dikhianati harus apa? Harus bilang makasih udah mengkhianati sambil meluk-meluk gitu?"


"Tapi kamu kan bilang udah iklas waktu itu Tia."


"Iya aku emang udah iklas, terus apa lagi?"


"Yaudah kalau gamau balikan sama Danu, temenan aja."

__ADS_1


"Ya kan emang temen, udah deh kalau mau ngomongin itu terus aku udah bosen. Aku mau pergi"


"Tapi sikap kamu jangan dingin ke dia, kasian dia." Imbuh kak Handa lagi.


"Dibayar apa sih kamu sama dia, mau maunya sampe segitunya ngebujuk aku. Kalau masalah mau sikap aku mau gimana ya itu terserah aku kan. Kita ga bisa maksa sikap orang harus gimana sama kita kan. Terus itu kasian sama kak Danu. Helow kemana aja kamu, kalau kasian kenapa kamu selingkuhi dia."


"Aku ga di bayar Tia, aku iklas ngelakuin ini. Dan soal selingkuh kamu ga tau apa-apa jadi gausah ngomongin itu."


"Oh atau jangan-jangan kamu masih cinta ya sama kak Danu, kenapa kamu ga ajak balikan aja dia."


"Dia cintanya sama kamu Tia."


"Ah sudah lah, minggir aku mau jalan."


"Tapi Tia.."


Aku tidak mendengarkan omongan dia lagi. Aku langsung jalan.


"Dengar kan be nyebelin banget kan kak Handa." Ujarku pada Meli yang sedari tadi hanya diam.


"Iya, ga tau diri banget ya. Dulu kamu sama kak Danu baik-baik aja. Tapi gara-gara ada dia kamu jadi putus. Sekarang malah dia minta kamu balikan sama kak Danu."


"Kayanya kak Handa udah merencanakan sesuatu deh be."


"merencanakan apa."


"Apa mungkin dia sampai segitunya belain kak Danu, maksudnya biar deket sama kak Danu. Keliatan banget kalau dia masih suka sama kak Danu."


"Iya bisa jadi begitu."


"Yaudah lah biarin aja."


Aku dan Meli pun lanjut jalan menuju rumah pohon gardu pandang. Setelah sampai aku langsung ikut duduk sama teman-teman aku.


"Dari rumah." Jawab Meli.


"Temenmu kenapa itu Mel, kok lesu gitu. Belum makan ya?" Tanya kak mario.


"Putus cinta dia." Meli tergelak.


"Apaan sih, enggak ya. Aku cuma lagi nggak mood aja."


"Iya karena putus cinta kan." Ujar Meli lagi.


"Ish apaan sih, Mel pesen mie rebus yok yang pedes, aku lagi pengen makan pedes."


"Sejak kapan kamu suka makan pedes." Tanya Meli.


"Sejak sekarang, ayo cepetan. Yang lain ada yang mau aku pesenin ngga?" Tanyaku.


"Enggak, ini udah pada pesen tadi, gorengan aja buat cemilan." Ujar kak totok.


"Oh oke, tunggu ya." Jawabku.


Saat aku di warung dekat rumah pohon, aku lihat ada kak Danu baru datang. Niat hati mau cari angin mau nenangin pikiran ee malah ada dia.


"Tia lihat itu ada kak Danu." Ujar Meli


"Iya males aku." Jawabku.


Setelah selesai pesan, aku langsung kembali gabung sama teman-teman.


"Gorengannya mana Tia?" Tanya kak Mario.

__ADS_1


"Itu nanti dibawakan mbaknya kesini." Jawabku.


Kak Danu menatapku sendu, aku sebenarnya ga tega bersikap dingin sama dia, tapi dia udah keterlaluan sama aku. Dan aku ga mau nanti kebawa perasaan sama dia lagi.


Drrtt..


Drrtt...


Hp aku bunyi ternyata ada pesan dari Jio.


~Tia maafin aku, kemarin aku emosi jadi pas kamu bilang putus aku iya in aja, tapi aku ga mau putus dari kamu Tia, aku sayang sama kamu. Kamu ada waktu ngga? Bisa ketemu?~


~maaf Jio, lebih baik kita berteman aja. Aku juga minta maaf kalau aku ada salah.~ balasku.


~kamu ga salah Tia. Aku hanya cemburu sama mandan kamu. Kasih aku kesempatan sekali lagi ya Tia aku mohon.~


~maaf ya Jio, keputusan aku udah bulat.~


~bilang aja kamu mau balikan sama mantan kamu kan, jadi kemarin sebenarnya kamu ngga cinta kan sama aku. Semua wanita sama saja, aku benci kamu Tia.~


~siapa yang mau balikan sama mantan aku, aku ga ada niat sedikitpun. Kalaupun aku mau balikan jauh sebelum jadian sama kamu aku udah balikan sama dia kali Jio. Terus kamu bilang semua wanita sama? Apa yang kamu maksud sama Jio?~


~semua wanita sama ga ada yang tulus, semuanya munafik!~


~gila kamu ya Jio, tadi minta maaf minta balikan, sekarang malah marah-marah ga jelas.~


Kenapa aku bisa jadian sama orang kaya dia sih, untung sekarang udah putus, bisa stres aku lama-lama pacaran sama dia.


"Mel nih liat Jio chat aku, baca nih." Aku menyodorkan hp aku ke Meli.


Meli hanya geleng-geleng kepala.


"Gila ya Jio" ucap Meli setelah selesai membaca.


"Iya untung ngga lama aku pacaran sama dia ya."


"Iya, eh itu mie nya datang. Kita makan dulu jangan emosi mulu."


"Iya."


"Eh pada pesan mie kok ga bilang-bilang sih. Nyicip dong Tia." Ucap kak Danu sok asik.


"Emm tadi kan ngga tau kalau kak Danu ke sini, tuh bilang sama mbaknya pesen sendiri." Ucapku sinis.


"Yee mau nyicip dikit aja ga boleh, yaudah aku pesan sendiri. Mbak aku pesen mie yang sama persis kaya punya Tia ya." Ujar kak Danu.


Aku hanya melirik, malas meladeni kak Danu. Teman-temanku hanya geleng kepala dan tersenyum melihat aku dan kak Danu.


"Kamu dari mana Danu?" Tanya kak Damri ke kak Danu.


"Dari rumah. Tadi suntuk terus kesini ga tau kalau ada kalian disini." Ujar kak Danu.


"Oh, ga kerja kamu nu?" Tanya kak satria.


"Tadi pagi kerja, cuma satu kali putaran langsung pulang. Lagi ga fokus kerja." Imbuh kak Danu.


"Fokusnya ke Tia ya nu." Celetuk kak satria dengan tertawa.


"Aku melotot kearahnya, dia malah semakin tertawa.


"Tuh lihat mukanya Tia merah tuh." Ledek kak Satria lagi.


"Hehe yang di fokusin malah ga peka lo." Kata kak Danu sambil meliriku.

__ADS_1


Aku memutar bola mata malas, ih kenapa sih malah pada ngeledek in aku. Niat hati cari hiburan kesini, e malah di ledekin kaya gini.


__ADS_2