
Aku dan kak Ana teman kostku lagi nonton tv, hari ini hari kamis, dan aku ga lembur kerja. Saat aku dan kak Ana lagi asik ngobrol sana sini, tiba-tiba kak Handa datang. Kamu pun langsung diam.
"Tia, kak Ana, aku mau pamit ya. Mulai besok aku ga kerja lagi. Jadi hari ini terahir aku ngekos." Pamitnya.
"Kenapa ga kerja lagi?" Tanya kak Ana.
"Mau cari kerjaan lain, bosan disini terus hehe. Pengen cari pengalaman baru." Jawabnya sedikit tertawa.
Aku hanya diam, malas nanggapi dia.
"Yang lain pada kemana ini, aku mau pamit sekalian." Tanya kak Handa.
"Ada yang lagi nyuci, ada yang lagi mandi, terus ada yang belum pulang." Jawab kak Ana lagi.
"Oh, yaudah nanti aja aku pamitnya. Ini mau beberes dulu." Jawabnya sambil berjalan ke kamar.
"Iya, emangnya langsung pulang malam ini toh? Ga besok pagi aja?" Tanya kak Ana sedikit berteriak karena kak Handa udah masuk kamar.
" Iya nanti dijemput temenku mbak." Balas kak Handa."
Aku hanya diam gamau kepo sama kehidupannya. Dan ga mau berurusan sama dia lagi. Udah malas rasanya.
"Kapan sih ada tanggal merah kak." tanyaku ke kak Ana.
"Dih tanggal merah terus yang dicariin." Ledek kak Ana.
"Pengen liburan aku. Rasane suntuk banget ahir-ahir ini hehe." Jawabku sambil senyum.
"Yaelah, emang mau kemana?" Tanyanya
"Gatau. Yang penting jalan-jalan aja buang sial kak."
"Em, yang semangat ya jangan menyerah. Kejar impianmu." Ujak kak Ana menyemangatiku.
" Siap kak. Kapan mau kerumahku lagi, udah lama kan ga main kerumahku"
"Iya nanti klo tanggal muda ya hehe" candanya.
bTepat pukul 20.00 WIB. Kak Handa pamit sama semua isi kos sama ibu kos juga. Saat ini lagi pada kumpul di ruang tv.
" Temen-temen aku pamit ya, maaf kalo selama kos disini aku banyak salah sama kalian." Ucap kak Handa.
"Iya baik-baik ya semoga sukses diluar sana. Maaf juga kalo kamu ada salah sama kamu." Ucap kak Yeti mewakili semua.
Handa langsung menyalami semuanya dan cipika cipiki juga, tapi aku hanya menyalaminya dengan wajah datar. Dia pulang dijemput temannya. Aku juga ga mengenalnya.
Setelah kak Handa pulang, kami semua langsung menuju kamar masing-masing. Tiba-tiba ada telepon masuk ke hp aku.
Tring...
Tring...
Kak Danu yang telepon, pasti dia mau nanyain kak Handa lagi.
__ADS_1
$Hallo$ jawabku.
$ lagi ngapain kamu nduk? $
$ mau tidur! $
$ jangan galak gitu dong. Aku kan kangen. $
$ mau ngapain telepon aku? $
$ mau curhat, nduk. Handa ga bisa dihubungin nduk, bisa bantu aku lagi kan nduk. $
Ya Allah kok ada sih manusia seperti dia dimuka bumi ini, ga cukup apa yang dia lakuin ke aku. Sadar ga sih kalo kaya gini dia itu nyakitin aku. Batinku meronta.
$ aku ga bisa, lagian kak Handa udah ga kos disini lagi, dia udah ga kerja disini juga. $
$ masa sih ? Trus dia sekarang dimana? $
$ gatau, dia udah keluar dari kos baru aja. $
$ apa aku pulang aja ya nduk, aku takut kehilangan dia. $ omongannya ga tau diri banget. Ga sadar disini ada hati yang tersakiti.
$ kamu sayang banget sama dia ya, segitunya takut kehilangan dia. Terus kamu sadar ga kamu ini lagi ngomong sama siapa? $
$ maaf nduk, semenjak aku sama Handa, temen-temen pada jauhi aku. Gatau kenapa, cuma kamu yang masih baik sama aku. $
$mungkin aku yang bodoh. $
$ bukan bodoh, tp kamu terlalu baik. Aku doain kamu dapat pengganti aku nduk yang lebih baik dari aku. $
$ iya nduk matiin aja teleponnya, tidur yang nyenyak ya. $
Aku langsung mematikan teleponnya. Perasaanku hancur berkali-kali karena kak Danu. Kenapa dia setega ini. Jujur dalam lubuk hati aku paling dalam, aku masih sangat menyayanginya. Tanpa sadar bulir bening jatuh dari pelupuk mata.
Baru pertama berpacaran udah diselingkuhin aja. Miris banget hidup aku.
#
Hari sabtu pun tiba, saatnya pulang kampung yeee. Aku suka hari sabtu. Saat aku lagi duduk di halte nunggu busway dari jauh aku kaya liat kak Wahyu, dan ternyata benar dia naik motor mendekat ke arahku. Setelah turun dari motor, tiba-tiba dia jatuh tergeletak di samping tempat aku duduk. Ya Allah ternyata dia mabuk, aku malu banget diliatin orang banyak.
"Kak Wahyu kenapa kamu? Terus kamu dari mana?" Tanyaku penasaran.
"Aku dari rumahnya rizki, aku puyeng banget. Ga kuat aku dikhianati kaya gini." Lirihnya setengah sadar.
"Tapi ga harus mabuk kayak gini kan?" Ucapku sedikit sinis.
"Aku gatau lagi harus gimana." Dengan tatapan kosongnya.
"Jangan kaya gini kak, semua ini pasti ada jalannya, masa kalah sama aku yang baru pertama kali pacaran." Ledekku.
"Iya, tapi aku ga bisa lupain dia."
"Terus kalo udah mabuk sampai kaya gini kamu bisa lupain dia?"
__ADS_1
"Ya enggak sih, tapi..."
"Ya sudahlah gausah dibahas lagi males aku. Aku pulang duluan aja ya tu udah ada busnya."
"Bareng aku aja, bentar lagi ya biar aku lebih tenang dulu." Ujarnya.
"Yaudah iya."
Setelah keadaan kak Wahyu sudah lebih baik. Kamipun langsung pulang. Kasian sih liat kak Wahyu kaya gini. Tapi aku juga ngerasain hal yang sama. Kita berdua sama-sama kasian dong haha.
Besok siangnya aku ada acara bareng temen-temen jalan-jalan aja sih gatau mau kemana. Sekedar lepas penat. Tiba-tiba dijalan aku liat kak Danu. Dia nyamperin aku.
"Tia, boleh bicara sebentar ?"
"Bicara aja."
"Aku udah resign, trus aku langsung pulang. Ini sekarang aku mau ke rumah Handa. Kamu ikut aku ya bantuin ngomong sama dia." Ajaknya.
"Ga bisa aku udah ada janji sama anak-anak mau jalan bareng."
"Sebentar aja." Mohonnya.
"Ga bisa!" Ucapku dengan nada ketus.
"Yaudah kalo ga bisa, doain aja ya."
Dia itu manusia apa bukan sih. Sungguh tega sekali sama aku. Batinku.
Sore harinya pas aku pulang jalan-jalan, aku lewat jalan samping rumah kak Danu. Aku lihat ada kak Handa di depan rumah kak Danu. Aku dibonceng kak Damri, dan dia malah berhenti.
"Danu, beneran resign to?" Tanya kak Damri.
"Iya, mau nyari kerja di sini aja." Jawab kak Danu.
"Oh, katanya putus. Udah balikan toh?" Tanya Tini.
"Allhamdulillah." Jawab kak Danu tersenyum bahagia.
" Dasar manusia plinplan." Sindir kak Damri ke kak Handa.
"Kak Damri mau disini dulu ? Aku pulang duluan aja ya." Ga betah aku lama-lama disini.
"Enggak kok, aku juga mau pulang. Yaudah aku anterin aja yuk." Ajak kak Damri.
nDi jalan arah pulang aku ngobrol sama kak danu, aku ceritain tentang kak Wahyu yang ketemu aku di halte kemarin.
"Kasian Wahyu, Handa juga gatel banget jadi orang. Dari dulu aku ga suka sama dia."
"Yaudah biarin aja, aku juga sebel sama dia plinplan banget bilang sama aku mau ninggalin kak Danu udah berapa kali. Ujung-ujungnya juga balik lagi. Ucapku geram.
"Iya, Danu itu juga kenapa bisa suka sama dia. Cantik juga enggak."
"Cantik itu kan relatif. Yaudah ah males aku bahas mereka terus. Aku masuk dulu ya. Makasih udah dianterin."
__ADS_1
"Oke, aku juga mau ke rumah satria dulu."
"Iya hati-hati ya."