
"Maaf kak kalau untuk itu aku belum bisa, kita seperti ini aja dulu. Aku lebih nyaman temenan sama kakak." Jawabku.
"Iya aku hargai keputusan kamu, tapi aku akan tetap berusaha buat dapetin hati kamu Tia!" Ucapnya.
"Terserah kakak, aku nanti langsung anterin kerumah aja ya gausah mampir."
"Mm kok ga mampir dulu, ibu aku sering nanyain kamu Tia."
"Kapan-kapan aja kak, aku capek banget. Besok harus berangkat kerja. Kala juga mau mampir kerumah katanya."
"Yaudah aku langsung anterin kamu pulang, kalau capek besok aku anterin aja berangkatnya."
"Gausah, besok kakak kan juga kerja malah harus berangkat sebelum subuh kan."
"Iya, yaudah kalau naik bis naik pas jam aku aja ya."
"Iya kan insya Allah."
Setelah sampai rumah, aku dan Kala duduk di ruang tamu. Kami ngobrol banyak.
"Tia kamu ga kemakan mulut manisnya kak Danu lagi kan? Aku ga setuju kalau kamu sama dia ya."
"Kak Danu nembak aku lagi tapi aku gamau."
"Bagus, kamu harus bisa jaga hati jangan sampai kamu tersakiti lagi, oke!"
"Iya Kala oke ."
"Mm aku kayanya ga dijemput nih Tia. Aku nekat pulang sendiri aja kali ya."
"Jangan rumahmu kan jauh, nginep aja besok berangkat kerja dari sini."
Aku dan Kala udah ga satu kerjaan, dia udah pindah kerja yang dekat dengan rumahnya. Jadi satu sama kakaknya.
"Tapi kita kan beda arah."
"Ya nanti kita pisah pas di perempatan pasar."
"Yaudah aku nginep aja. Ini juga kayanya mau ujan."
"Iya aku juga khawatir kalau kamu pulang malem-malem sendiri."
"Iya Tia, aku mau ke kamar mandi dulu ya. Eh tapi nanti kamu telponin kakak aku ya bilang aku mau nginep di rumah kamu."
"Oke sip, yaudah sana ke kamar mandi nanti gantian. Aku siapin makan dulu." Kataku.
Aku seneng Kala nginep sini, jadi ada temen curhat malam ini.
~minggu ada acara konser lagi, kamu ikut kan?~ cah dari kak Danu.
~dimana?~ balasku.
~di lereng gunung andong.~
~insyaAllah kak.~
~mm iya, kalau ikut berangkatnya bareng aku aja ya.~
~paling kalau ikut nanti aku sama Meli kak.~
~iya maksudnya bareng-bareng gitu berangkatnya.~
~iya kak.~
Selesai makan aku dan Kala bersiap-siap untuk tidur.
"La minggu ikut yuk, ada konser. Kayanya bandnya kak Totok main deh."
"Band nya kak Totok? Yang vokalisnya Iman itu kan ?"
"Iya tapi kayanya Iman ga ikut main deh, dia di gantiin siapa belum tau aku."
"Kenapa ga main?"
"Ya gatau lah, bukan urusan aku ini."
__ADS_1
"Udah move on nih ceritanya." Kala sambil kedip-kedip mata.
"Ih apaan sih, asal kamu tau ya aku itu belum cinta-cinta banget sama dia. Jadi ya ga butuh waktu lama buat bisa move on."
"Belum cinta apa emang udah ada penggantinya. Ciiee ciiee Tia. Tapi awas ya kalau penggantinya kak Danu lagi."
Kala emang ga suka aku sama kak Danu karena kak Danu udah nyakitin aku. Dia itu overprotektif banget sama aku.
"Iya Kala iya, tapi untuk saat ini aku belum punya pengganti. Masih nyaman menjomblo aku."
"Yaelah laga lo, padahal sering galau-galau an kan."
"Siapa yang galau, ga ada ya. Sok tau kamu."
"Kamu ga cerita tapi aku bisa tau ya kalau kamu lagi seneng lagi sedih lagi marah, semua itu keliatan Tia."
"Masa sih, keliatan dari mana coba?"
"Hish ni anak diajak bicara serius malah bercanda mulu."
"Hehe iya maaf maaf."
"Yaudah kita tidur aja yuk, takut besok kesiangan malah ga jadi kerja nanti."
"Iya ayok. Besok kita ikut bis nya kak Danu ya tadi udah janji aku."
"Kenapa harus dia sih, sebel aku."
"Ya gapapa kan cuma temenan, lagian dia baik kok."
"Awas ya kamu, jangan terlalu deket Tia."
"Siap bawel." Aku pun tertawa.
Walaupun kak Danu sudah berubah jadi lebih baik, dan dia selalu memperjuangkan aku entah kenapa aku masih ragu sama dia. Aku belum bisa percaya sama dia.
Paginya aku sama Kala naik bis sopirnya kak Danu. Aku dan Kala duduk di kursi depan dekat sopir.
"Kala tidur di tempatnya Tia?" Tanya kak Danu ke Kala.
"Iya kak, kemarin ga ada yang jemput." Jawab Kala datar.
"Oh, kok ga minta antar sama Satria." Tanya kak Danu lagi.
"Engga, takut ngrepotin."
"Mm Kala nanti kalau sampai rumah salam buat bapak ibu sama kakak kamu ya aku kangen."
"Iya nanti aku sampaikan, minggu main kerumah Tia. Kayanya mau ada tontonan syukuran pembukaan pasar baru."
"Minggu kan aku ada acara La."
"Oiya, lupa aku. Aku ga bisa ikut kamu Tia."
"Iya gapapa, lain kali kan masih bisa. Insya Allah minggu depannya lagi aku ke rumahmu ya La."
"Oke sip, aku tunggu."
Tak terasa sudah sampai di perempatan pasar, aku dan Kala turun dari bis dan berpisah disitu.
"Makasih ya kak Danu gratisannya." Kata aku dengan senyum.
"Sama-sama Tia, nanti kalau udah sampai kabarin aku ya." Kata kak Danu.
"Insya Allah."
"Makasih kak." Ucap Kala.
"Sama-sama Kala."
#
Tiba saatnya acara konser band metal. Aku berangkat bersama Meli kak Danu dan kak Damri, yang lain udah berangkat duluan.
"Tia kamu ga bonceng aku aja, terus Meli biar bonceng Damri." Kata kak Danu.
__ADS_1
"Engga, aku bawa motor sendiri aja sama Meli. Takutnya nanti aku mau pulang duluan gt kalau udah sore." Jawabku.
"Damri kamu bawa motor sendiri?" Tanya kak Danu ke kak Damri.
"Iya, katanya Eko mau bareng dia nunggu diujung sana." Kata kak Damri.
"Oh iya berarti aku yang sendiri ini." Imbuh kak Danu.
Sampai di lokasi ternyata disitu sudah banyak orang, dan acaranya juga sudah mulai.
"Liat be ada kak Handa tuh senyum ke arah kita." Kata Meli.
"Eh iya, senyum balik aja. Ga usah samperin dia ya, males aku."
"Iya aku juga males, dia sama selingkuhannya lagi. Kak Danu udah bener-bener move on belum ya hihihi." Kata Meli sedikit berbisik.
"Ga tau kayanya sih belum." Jawabku.
"Tapi kok udah ngejar kamu terus."
"Ya kan biasa, aku cuma dijadiin pelampiasan aja." Jawabku santai.
"Awas ya jangan sampai kena tipu daya nya kak Danu lagi."
"Enggak lah."
Sebenarnya aku juga ga tau perasaan apa yang ada dalam hatiku untuk kak Danu.
Aku dan Meli duduk di depan warung di samping panggung. Kak Danu udah mabuk berat. Perasaan tadi ga mabuk kok ini udah kaya minum bergalon-galon. Kak Danu duduk di depanku tapi agak kesamping kananku.
"Eh liat tuh kayanya kak Handa mau nyamperin kita." Bisik Meli yang duduk di samping kiriku.
"Eh iya, pura-pura ramah aja." Kataku
"Tia apa kabar? Kamu juga Mel apa kabar." Tanya kak Handa.
"Baik kok, kamu ?" Tanyaku balik.
"Baik." Jawab Meli singkat.
"Baik juga aku. Aku to ada yang pengen aku obrolin sama kamu Tia."
"Soal apa?"
"Em soal kita." Kata kak Handa menundukkan kepala
Tiba-tiba kak Danu jatuh di pangkuan kak Handa, entah sengaja atau emang ga sadar tapi perasaanku kok sakit. Aku langsung berdiri mundur beberapa langkah. Enggan bantuin kak Danu.
"Tia Danu kenapa?" Tanya kak Damri.
Aku hanya geleng-geleng kepala ga bisa jawab.
"Kamu itu pergi aja sana gausah datang cuma bikin masalah aja" tiba-tiba kak Damri membentak kak Handa.
Aku kaget kenapa kak Damri bisa membentak kak Handa seperti itu. Wajah kak Handa berubah memerah.
"Tia kita bawa Danu ke rumah belakang warung ini yang dijadikan buat transit pemain, disana ada Totok sama teman-teman yang lain."
"Iya kak."
Aku dan Meli mengikuti dari belakang.
"Be kalau kita pulang duluan gimana, kamu mau ngga?" Tanyaku ke Meli
"Iya ayo."
"Kak Damri aku pulang duluan ya sama Meli."
"Bentar lagi aku juga mau pulang kok. Bareng-bareng aja."
"Yaudah, tadi kok kakak marah ke kak Handa."
"Kamu sadar ga sih dia itu cuma bikin masalah, yaudah aku marahin aja sekalian."
"Iya sih, padahal tadi dia baru mau ngomong sesuatu loh sama aku."
__ADS_1
"Paling mau merengek rengek minta maaf lagi." Kata Meli.
Kak Danu sudah sadar dari mabuknya dan kami semua ahirnya pulang. Aku naik motor sedikit ngebut. Kak Danu di belakangku manggil-manggil terus tapi aku pura-pura ga dengar. Tiba-tiba kak Danu nyalip motor aku terus jatuh didepan ku untung aku udah mengurangi kecepatan motorku.