
"Sekarang coba kalian berdua ngobrol berdua. Kalian saling mengutarakan unek-unek yang masih mengganjal, dan selesaikan sekarang juga." Ujar bapak Tia seraya pergi.
Tapi Tia dan Danu saling diam, selama hampir setengah jam mereka diam.
"Tia, kenapa kamu terima aku kalau kamu sebenarnya terpaksa. Apa kamu punya pacar?" Tanya Danu kemudian.
"Kak, bukannya dari awal aku udah bilang nggak mau. Bukannya kakak yang terus mendesak aku? Iya aku punya pacar, lagian kakak juga kan punya pacar kan. Aku tau itu! "
(Flash back)
Tia sedang berada dirumah neneknya, tiba-tiba Danu datang. Danu memohon, atau lebih ke memaksa Tia untuk menerima lamaran dia.
"Tia aku mohon kamu terima lamaran aku ya Tia. Aku janji apapun yang kamu mau akan aku penuhi."
"Apa sih yang membuat kamu ingin menikahi aku, aku ini nggak bisa apa-apa. Nggak bisa nyuci, nggak bisa masak, bahkan aku nggak pernah bersihin rumah. Aku belum siap menikah. " Segala cara Tia lakukan supaya Danu mundur.
"Aku nggak peduli Tia, kamu nggak bisa nyuci kita bis laundry, kamu nggak bisa masak aku bisa biar aku yang masak, bersihin rumah juga biar aku."
Tia nggak tau harus ngomong apa lagi, tia pengen ngomong kalau dia punya pacar tapi tia taku Ciko marah sama aku nanti.
"Ya udah biar aku pikirkan lagi dulu. Aku mau ke mini market dulu sama tante." Jawab Tia, dia udah males ngomong sama Danu.
"Eh Tia aku nitip pulsa ya."
"Aku ga hafal nomor kamu, hp aku juga lagi di cas." Tia beralasan.
"Mm ini hp aku bawa aja. " Ucap Danu.
"Hish, yaudah sini. Mau beli berapa?" Jawab Tia Sembari mengambil hp Danu
"Lima puluh ribu aja Tia. " Jawab Danu.
Tia berangkat ke mini market, di hp Danu ada notifikasi pesan. Tia cuma lihat di pop up pesannya.
~iya sayang aku juga kangen.~
'kok ada yang chat kak Danu begitu.' batin Tia.
Tia penasaran, dia pengen buka tapi dia takut dibilang lancang udah buka privasi orang lain.
'Tapi kalau misal kak Danu ada cewek lain kan ini bisa buat alasan ga mau nikah sama dia kan ya.' batin Tia.
Akhirnya setelah berpikir lama dia buka isi pesan tersebut dari atas hingga bawah.
~sayang tadi kok ga jadi nemuin aku.~ pesan dari Danu.
~maaf tadi ada acara. Sayang, besok ya.~ balas cewe itu yang kontaknya diberi nama Vina di hp Danu.
~iya nggak papa, besok kita ke tempat biasa ya.~ balas Danu.
~iya, aku bawa motor sendiri aja.~
~nggak usah aku jemput aja.~
~ya sudah.~
~sayang aku kangen sama kamu.~
~iya aku juga kangen sama kamu sayang.~
Entah kenapa hati Tia sedikit nyeri, apa mungkin Tia udah ada rasa cinta sama Danu? Bukan! Ini bukan cinta, ini semacam rasa kecewa karena Danu sudah melamar Tia tapi ternyata Danu masih ada cewek lain.
Danu sudah menunggu Tia pulang dari mini market di pinggir jalan.
"Nih hp kamu, ini kembalian uang pulsanya!" Ucap Tia ketus. Tia langsung pergi begitu saja.
Tia belum mau ngomong soal isi chat itu, cuma sejak buka chat tersebut Tia tidak keluar dari chat tersebut biar Danu tau kalau Tia sudah membaca chat tersebut.
'Tia kenapa ketus begitu, perasaan tadi baik-baik saja.' batin Danu.
Danu buka hp langsung kebuka chat yang di baca oleh Tia tadi. Danu kaget
'apa Tia baca chat ini ya.' batin Danu.
Danu langsung menyusul Tia kerumah neneknya Tia.
Tia sedang duduk di ruang tamu.
"Tia kamu kenapa?" Tanya Danu.
"Nggak papa." Jawab Tia dingin.
"Kok km judes begitu."
"Terus aku harus gimana?" Tanya Tia.
"Mm kamu baca chat aku ya?" Tanya Danu.
Tia hanya diam tidak menimpali. Kalau Danu tau Tia marah gara-gara itu nanti dia ke pede an, dikira Tia cemburu.
"Tia maaf ya, aku mau jelasin soal chat ini. Ini tu hanya chat sama temen aku." Kata Danu.
"Temen?" Tia tersenyum sinis.
"Iya Tia dia cuma temen aku, ngga lebih. Aku juga ngga ada hubungan apa-apa sama dia." Jelas Danu.
"Terus menurut kamu aku percaya?" Tanya Tia.
"Kalau kamu ngga percaya, biar aku telepon dia sekarang Tia. " Ucap Danu.
"ya udah telepon sekarang. " Jawab Tia.
" Udah aku telepon tapi ga diangkat Tia."
__ADS_1
"Sekarang mending kak Danu pulang , udah malam. Aku mau tidur."
"Tia tolong percaya aku Tia."
Tia tidak menimpali, dia langsung pergi dari ruang tamu. Sulit untuk Tia percaya lagi sama Danu.
(Flash back off)
"Tia dia bukan pacar aku Tia, kamu tolong percaya sama aku. Aku ngga bohong Tia. Aku mau telepon sama orangnya mau buktikan ke kamu tapi dia udah ngga bisa dihubungi." Jawab Danu.
"Aku ga percaya sama kak Danu! "
"Itu hak kamu Tia, mungkin kamu ada orang lain sampai kamu mutusin buat ga nerusin pernikahan kita, iya kan?"
Tiba-tiba bapaknya Tia datang.
"Gimana? Kalian udah diskusi kan? Sekarang mau gimana, Danu kamu masih mau lanjut menikah dengan Tia atau tidak?" Tanya bapak Atno.
" Masih pak, saya tetap masih mau lanjut menikah dengan Tia. " Jawab Danu mantap.
"Kamu lihat Tia, Danu itu serius sama kamu. Jadi kamu jangan main-main. Sekarang kamu ke kamar istirahat. Danu sebaiknya kamu pulang sudah malam."
"Tapi pak Tia..."
"Sudah Tia bapak nggak mau dengar alasan apapun." Bapak Atna memotong pembicaraan Tia.
"Terima kasih pak saya pulang dulu." Ucap Danu dengan bersalaman dengan Bapak Atna. Tapi Danu tida berani menatap Tia.
"Iya hati-hati. "
Sepulang dari rumah Tia, Danu sangat bingung. Apa yang terjadi sehingga Tia tidak ingin meneruskan pernikahan ini. Danu membuka sosial media, dia melihat foto-toto Tia dengan teman-temannya. Di foto Tia terlihat selalu dekat dengan Totok.
'apa Tia ada hubungan sama Totok ya' batin Danu.
Danu saat ini sedang bersama eko. Ini sudah pukul sebelas malam tapi Danu ingin kerumah teman-teman yang dekat dengan Tia. Dia ingin mencari tau tentang Tia.
"Ko, apa kamu tau sesuatu tentang Tia? Maksudnya apa Tia punya pacar atau sedang dengan siapa gitu?" Tanya Danu.
"Sepertinya enggak, Tia kan emang care sama siapa saja. Semua dekat dengan Tia, Tia menyayangi semua temannya." Jawab Eko
Akhirnya Danu menceritakan yang terjadi di rumah Tia.
"Jadi begitu ko, Tia ga mau lanjutin menikah dengan aku. " Ungkap Danu.
"Kenapa begitu ya. " Eko juga bingung kenapa seperti itu.
"Mm ko mau aku ajak ke rumah Totok ga?" Tanya Danu.
"Mau ngapain?" Tanya eko.
"Mau tanya dia ada hubungan apa sama Tia."
"Ini udah malam ngga enak sama keluarganya Nu, Tia itu ga ada hubungan sama dia, percaya sama aku."
"Tapi aku belum bisa tenang kalau belum nemuin jawabannya ko."
"Kalau kamu ga mau biar aku sendiri." Jawab Danu.
Eko tadinya enggan mau ikut sama Danu, tapi setelah dia pikir-pikir dia ikut aja takut Danu malah berbuat nekat.
"Ya sudah aku ikut, tapi janji ya kamu jangan gegabah kalau nanti ada sesuatu. " Ucap Eko.
" Iya ko, makasih ya. "
Setelah sampai dirumah Totok, ternyata semua sudah pada tidur semua lampu juga sudah padam semua.
"Kayanya sudah tidur semua nu." Ucap Eko.
"Iya, aku ketuk dulu ya." Jawab Danu.
"Ngga usah, besok aja ya. Ini udah malam ngga enak." Ucap Eko was was.
"Bentar kalau aku ketuk dua kali ga ada yang bangun, kita pulang. " Jawab Danu masih kekeh mau ketuk pintu.
" Ya sudah terserah. " Jawab Eko pasrah.
Danu mengetuk pintu, baru sekali ketuk Totok sudah menyahut.
"Iya, sebentar. " Jawab Totok.
"Tuh Totok bangun. " Ucap Danu.
"Iya." Jawab Eko.
"Eh kalian, ngapain malam-malam gini kesini. " Ucap Totok saat pintu sudah terbuka.
"Ada yang mau aku omongin tok." Ucap Danu serius.
"Mau ngomong apa, serius amat mukanya Nu. Eh ayo duduk dulu. " Ucap Totok.
"Begini Tok ini aku bicara dari hati ke hati ya. Tolong kamu jawab jujur."
Totok membenarkan posisi duduk ya dia deg degan, ngga biasannya Danu seperti ini.
"Iya, ada apa sih jangan bikin aku takut dong. " Jawab Totok.
"Apa kamu ada hubungan sama Tia?"
"Hah? Kok kamu nanya seperti itu ya nggak ada lah. Gila ya aku kalau sampe ada." Jawab Totok kaget.
Danu melepas cincin tunangannya lalu menaruhnya di meja.
"Tok, kalau memang kamu ada hubungan nggak papa ambil cincin ini dan aku antar kerumah Tia sekarang juga. " Ucap Danu.
__ADS_1
"Kamu ini kenapa Danu datang malam-malam begini terus ngomong kaya gitu. Aku ini hanya temenan sama Tia, kalau soal dekat, Tia kan memang dekat sama teman-temannya. "
"Aku lihat foto-foto Tia, dia pasti selalu dekat dengan kamu di foto itu, aku pikir kamu memang ada hubungan dengan Tia. "
"Dengar ya Danu, aku ini teman Tia, teman kamu juga. Aku ga mungkin khianati kamu."
"Jadi benar kamu ga ada hubungan sama dia?" Tanya Danu sekali lagi.
"Aku berani jamin kalau aku ngga ada hubungan sama Tia Danu. " Jawab Totok meyakinkan.
"Ya sudah, maaf ya sudah mengganggu malam-malam begini hanya untuk menanyakan hal seperti ini. " Ucap Danu.
"Iya nggak papa santai aja. "
"Ya sudah aku sama Eko pulang dulu ya."
"Iya Danu. eh cincinnya itu ga dipake dulu." ucap Totok seraya mengambilkan cincin yang masih di atas meja.
"oh iya lupa aku, maaf ya. sekali lagi maaf ya."
Eko lega karena tidak ada yang emosi di sini, 'Allhamdulillah mereka berdiskusi dengan kepala dingin' batin eko
#
"Yang kemarin aku udah ngomong sama bapak kalau aku ga bisa lanjutin menikah dengan kak Danu. " Ucap Tia saat dia sedang bertemu dengan Ciko.
"Terus gimana?"
"Bapak aku suruh aku datang kerumah kak Danu sendiri untuk bilang kalau aku mau mengembalikan lamarannya. Ya aku ga berani dong yang. Terus bapak juga panggil kak Danu kerumah. Tapi hasilnya tetap sama, aku tetap lanjut menikah. "
"Kamu ga berusaha lagi cari cara buat nggak nerusin menikah?" Tanya Ciko.
" Ada satu cara."
"Apa?"
"Kita jujur kalau kita ada hubungan, dan kita menikah pas hari nikahan aku sama kak Danu di gelar. Gimana?"
"Aku kan udah bilang belum siap nikah."
"Ya sudah kalau kamu ga mau berjuang buat pertahankan aku. Aku kecewa sama kamu. " Ucap Tia memalingkan muka.
"Bukan begitu sayang, nanti apa pandangan orang-orang ke aku, kamu mau aku dipandang buruk sama semua orang. Terutama sama keluarga kamu sama bapak ibu kamu."
"Nggak usah peduli sama pandangan orang lain, yang penting kita bersama itu udah cukup buat aku." Jawab Tia
"Tapi Tia, ini hanya akan menambah masalah. "
"Terserah, kamu sepertinya memang hanya main-main sama aku."
"Sayang, aku nggak main-main."
"Sudah lah ngga usah dibahas. "
Tia kecewa sama Ciko, dia seperti sudah rela Tia menikah dengan orang lain. Nggak ada usaha buat pertahankan Tia.
Akhirnya Tia memilih pulang daripada nanti Tia emosi.
Saat sampai depan rumah Meli memanggil Tia.
"Be, dari mana?" Tanya Meli.
"Dari ketemu Ciko be. Kamu lagi sibuk ya?"
"Ini ada kerjaan freelance, kenapa?
Meli sekarang bekerja sebagai desainer arsitektur. Dia bekerja dengan kontraktor, tapi suka dapat kerjaan diluar kantor nya.
"Mau curhat sebentar. "
"Ya sudah curhat aja, pekerjaanku cuma dikit kok. "
Tia curhat tentang yang terjadi semalam sampai tadi bertemu Ciko.
"Aku sekarang bingung be, mau lanjutin menikah tapi semakin kesini perasaan aku semakin ngga enak, tapi aku juga takut kalua ngga lanjutin terus nanti Ciko nggak serius gimana."
"Kalau menurut aku, mending sekarang kamu mulai belajar menerima kak Danu aja be, Ciko kayanya nggak serius sama kamu. " Jawab Meli.
"Aku juga berpikir seperti itu, tapi aku belum siap putus sama Ciko be."
"Pelan-pelan, nanti pasti bisa be. Kamu yang semangat ya jangan menyerah. "
"Makasih ya be."
"Kamu mulai sekarang jangan sering-sering ketemu Ciko, sering-sering lah ketemu kak Danu. Ingat-ingat yang baik aja tentang kak Danu. "
"Iya be, tapi ya aku selalu keinget yang dilakuin kak Danu dulu ke aku. Ga bisa lupa aku. "
"Ya iya lah ga akan lupa, kecuali kamu amnesia." Meli tertawa. Tia juga ikut tertawa.
"Kamu udah makan be? Kita beli bakso yuk. Pengen aku."ucap Tia.
"Mm boleh, bentar ya aku selesaikan sedikit lagi. "
"Iya aku ajak Tini dulu, udah lama ga ketemu dia aku. "
"iya aku juga udah lama ga ketemu dia" jawab Meli.
"ga diangkat nih, nanti kita samperin langsung aja kerumahnya yuk." jawab Tia.
"mm oke, tunggu lima belas menit lagi ya."
"iya, ga usah buru-buru nanti malah salah kerjanya." ucap Tia.
__ADS_1
"eh Ciko itu kok kaya anak kecil ya pemikirannya, egois banget, maunya gitu ya gitu ga bisa diubah-ubah." ucap Meli Tiba-tiba.
"iya emang kaya gitu kok, aku ga sukanya ya sifatnya yang itu. "