
Pagi hari yang cerah tapi entah kenapa Tia sangat gelisah. Tia sangat menanti hari ini, tapi hati Tia juga merasa tidak tenang.
"Tia kamu kenapa kok seperti ada yang dipikirkan begitu?" Tanya Danu saat baru bangun tidur.
"Mm engga kok kak, kak Danu mau libur atau kerja?" Tanya Tia.
"Kerja, tapi berangkat siang. Jam setengah delapan aku berangkat." Jawab Danu.
Yap jawaban Danu sesuai harapan Tia, Danu akan berangkat bekerja dan Tia akan bertemu dengan Ciko.
"Oh ya sudah, aku siapin sarapan dulu ya."
"Siapin sarapan? Kamu kan nggak biasa masak." Ucap Danu.
"Mm aku coba belajar kak."
"Mm iya sayang semoga berhasil ya sayang." Ucap Danu, dia senang kalau Tia mau belajar memasak.
"Kak nanti aku mau pergi kerumah temen aku ya."
"Kemana? Mau aku anterin?" Tanya Danu.
"Eh ng-nggak usah kak, aku sendiri aja. Kakak kan mau kerja." Ucap Tia gelagapan, sebenarnya Tia mau ketemu sama Ciko.
"Memangnya teman kamu dimana rumahnya? Beneran kamu sendiri nggak papa?" Tanya Danu lagi.
"Temen aku rumahnya nduren kak, nggak papa aku sendiri. Temen lama, kangen udah lama nggak ketemu kak. " Ucap Tia.
"Oh yaudah, kamu hati-hati ya." Ucap Danu.
"Iya kak, yaudah kakak mau sarapan dulu apa mau mandi dulu?" Tanya Tia.
"Mm kamu kan baru mau masak, aku mau mandi dulu aja. Nanti selesai mandi baru sarapan."
"Yaudah, aku masak dulu ya."
"Iya."
Tia akan memasak nasi goreng sama telur ceplok. Tia belum pernah masak sebelumnya, dia dulu kerjaannya cuma main terus. Masak paling cuma mi instan.
Masakan Tia sudah selesai, dan Danu juga sudah selesai mandi. Tia sebenarnya ragu sama rasa masakannya. Tapi biarlah, biar kak Danu yang menilai.
"Tia udah selesai masak nya?" Tanya Danu yang baru keluar kamar.
" Udah kak, ini dimakan. Tapi nanti kalau nggak enak nggak usah dimakan aja ya." Ucap Tia.
"Aku coba ya." Ucap Danu seraya duduk di kursi makan.
"Iya kak."
"Mmm ini enak banget. Kamu coba deh." Ucap Danu dengan mata berbinar.
Rasanya memang enak untuk ukuran orang yang baru belajar masak, karena dia belum pernah masak nasi goreng sebelumnya. sedikit keasinan tapi itu tidak mengganggu.
"Aku berangkat dulu ya sayang, nanti kabarin kalau pergi." Ucap Danu setelah selesai makan.
"Iya kak, nanti aku kabarin."
Setelah Danu pergi, Tia langsung menelpon Ciko. Tidak lama Ciko langsung mengangkat telepon Tia.
"Hallo." Ucap Ciko.
"Sayang, kita jadi pergi kan?" Tanya Tia.
"Iya, mau kemana?" Tanya Ciko.
"Mm ke candi gedong songo yuk, aku belum pernah kesana." Jawab Tia.
"Iya, mau berangkat jam berapa?" Tanya Ciko lagi.
"Habis aku mandi, beberes sebentar langsung berangkat ya. Kamu udah siap kan?"
"Aku juga baru mau mandi, jam sembilan ya." Ucap Ciko.
"Iya jam sembilan kita ketemu di mana?"
"Di rumah Fino aja ya. Nanti aku mau nitip motor disana." Ucap Ciko.
"Oh yaudah. Aku matiin dulu ya teleponnya." Ucap Tia kemudian mematikan telepon.
__ADS_1
Setelah Ciko dan Tia selesai mandi dan siap-siap. Mereka langsung ketemuan di rumah Fino. Tia yang duluan tiba di rumah Fino.
"Eh Tia, pagi-pagi udah nyampe sini aja. Mau ketemu Ciko ya?" Tanya Fino.
"Mm iya, mau main. Ikut nggak?" Jawab Tia.
"Enggak ah, nanti ganggu orang lagi kasmaran hehe." Ledek Fino.
"Halah, tapi diam ya jangan bilang-bilang looh." Kata Tia.
"Beres, tapi mau sampai kapan kalian mau begini, jangan berlarut-larut Tia. Ciko teman ku, Danu juga temanku. Aku nggak mau diantara kalian ada masalah. " Ucap Fino.
"Iya aku tau, tapi aku belum bisa kalau harus pisah sama Ciko." Ucap Tia dengan menunduk."
"Iya aku tau kok perasaan kamu, kamu jangan sampai salah ngambil keputusan ya. Semoga cepat ketemu jalan keluar kalian."
"Aamiin, makasih ya."
Terdengar suara motor vespa di luar rumah Fino.
"Tuh kayanya Ciko udah datang." Ujar Fino.
"Iya, biarin aja nanti juga masuk sendiri." Kata Tia.
"Assalamualaikum." Ucap Ciko.
"Wa'alaikum salam." Ucap Fino dan Tia bebarengan."
"Ciko sini, Tia disini di ruang tengah."ucap Fino.
Ciko langsung masuk dia senyum-senyum melihat Tia.
"Udah dari tadi yang!" Tanya Ciko.
"Udah, udah sampai lumutan nih." Ucap Tia sambil terkekeh.
"Hehe maaf, tadi ban aku bocor yang." Ucap Ciko senyum-senyum.
"Yaudah kita berangkat sekarang aja, takut kesiangan terus ujan." Ajak Tia.
"Buru-buru banget sih Ciko juga baru dateng." Ucap Fino.
"Apaan sih yang, aku sih mau nggak pulang juga nggak papa. Yang takut ketauan kan kamu. Kalau aku mah ketauan juga biarin." Ucap Tia.
"Iya iya, ya udah ayo kita berangkat yang." Ucap Ciko memotong pembicaraan Tia, takut malah sampai kemana-kemana omongannya.
"Fino aku berangkat dulu ya." Ucap Ciko lagi.
"Iya kalian hati-hati ya. " Ucap Fino.
Ciko dan Tia langsung berangkat ke candi gedong songo. Jaraknya cukup jauh memakan waktu kurang lebih sekitar dua jam.
Candi Gedong Songo Jawa Tengah merupakan peninggalan sejarah Hindu yang ditemukan oleh Raffles pada tahun 1804.
Para arkeolog memperkirakan bahwa bangunan ini dibangun pada masa Wangsa Syailendra di abad ke-9.
Awalnya, Gedung Songo ini dinamakan Gedong Pitoe oleh Raffles karena pada saat itu hanya ditemukan 7 candi saja.
Namun, pada tahun 1825 Van Braam membuat publikasi akan temuannya yang baru.
Kemudian pada tahun 1865, Hoopermans dan Friederich membuat tulisan tentang kawasan wisata ini.
Candi ini menawarkan peninggalan peradaban Jawa Kuno yang penuh misteri.
pemandangan di candi gedong songo juga indah sehingga sayang untuk dilewatkan.
Candi Gedong Songo ini letaknya ada di lereng Gunung
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, akhirnya Tia dan Ciko sampai di candi gedong songo.
"Yang beli minum dulu ya, buat kita naik ke candi." Ucap Ciko.
"Iya yang, nanti kalau aku capek minta di gendong ya hehe." Ucap Tia.
"Yaelah kamu kan gendut mana kuat aku." Ledek Ciko.
"Masa sih aku gendut." Ucap Tia dengan cemberut.
"Enggak-enggak yang, apa mau sewa kuda aja biar nggak capek?"
__ADS_1
"Nggak usah, kalau naik kuda jadi nggak menikmati jalan-jalan sama kamu dong."
"Yaudah nih minumnya, kita jalan ke candi pertama yuk. Kayaknya jaraknya sekitar dua ratus meter dari bawah sini."
"Jalannya menanjak nggak ?" Tanya Tia.
"Nanjak-nanjak dikit yang." Jawab Ciko.
Baru jalan sekitar seratus meter Tia udah capek gara-gara jalannya menanjak.
"Yang istirahat dulu ya aku capek." Ucap Tia dengan nafas tersengal-sengal.
"Bentar lagi sampe candi pertama yang, kita duduk di bangku bawah pohon jangan di jalan kaya gini yang. Menghalangi jalan kalau ada yang mau lewat." Ucap Ciko.
"Yaudah ayo yang." Ucap Tia.
Akhirnya mereka lanjut ber jalan. Tia dan Ciko hanya sampai di kawah candi gedong songo aja, karena Tia udah nggak kuat jalan.
"Yang kita nggak usah naik lagi aja ya, aku udah capek." Ucap Tia.
"Iya yang, habis ini mau kemana dulu nggak yang? Apa mau langsung pulang?" Tanya Ciko.
"Langsung pulang aja yang ini juga udah mau sore kok, perjalanan pulang juga jauh kan yang. " Ucap Tia.
"Mm iya yang. Sebelum pulang kita makan dulu ya sayang."ucap Ciko.
"Iya yang."
Setelah makan, Tia dan Ciko memutuskan untuk pulang. Sampai di rumah Fino, Tia langsung pamit pulang dan Ciko masih mau di rumah Fino.
Sampai dirumah Tia langsung mandi dan istirahat, Danu belum dirumah.
'Kak Danu kok belum dirumah ya, apa lagi nyuci busnya ya.' batin Tia.
Tia akhirnya memilih tidur sebentar sambil nunggu Danu karena Tia sangat lelah sekali hari ini. Setelah sekitar tiga puluh menit Tia Tidur Danu baru pulang.
'Tia apa kamu sudah mencintai aku lagi.' batin Danu dengan memandangi Tia yang sedang tidur.
Tiba-tiba Tia terbangun.
"Eh kak Danu, udah pulang?" Tanya Tia.
"Iya, baru masuk. Kamu capek ya? Tidur lagi aja nggak papa." Ucap Danu.
"Iya tadi capek banget jadi ketiduran kak, kakak kok baru pulang?" Tanya Tia.
"Iya, tadi mampir dirumah temen. Kamu udah dari tadi pulangnya?" Tanya Danu.
"Udah kak, tadi pulang langsung mandi habis mandi terus tidur. " Jawab Tia.
"Oh, ya udah aku mau mandi dulu ya. Mm mau makan apa kamu Tia?kita makan di luar yuk." Tanya Danu.
"Mau makan di mana kak?" Tanya Tia.
"Mm terserah kamu, aku mandi dulu."
"Iya kak."
Danu sangat baik kepada Tia, Tia sering merasa bersalah sama Danu. Sebenarnya Tia sedikit luluh dengan kebaikan Danu. Tapi entah kenapa Tia belum mau berpisah dengan Ciko.
Setelah Danu selesai mandi, dia mengajak Tia makan malam di luar.
"Tia kamu pengen makan apa?" Tanya Danu.
"Mm aku lagi pengen makan yang seger kak, gimana kalau capcay kuah." Ucap Tia.
"Oh ya udah kita cari capcay kuah ya." Ucap Danu.
Danu selalu berusaha memenuhi apa saja yang Tia mau. Danu sangat menyayangi Tia, dia ingin Tia selalu bahagia.
Mereka berdua makan di sebuah rumah makan, yang memiliki menu lengkap.
"Bu pesan capcay kuah satu, nasi goreng satu, teh anget satu sama jeruk anget satau. " Ucap Danu kepada si penjual.
"Iya mas. Di tunggu dulu ya." Ucap ibu tersebut.
"Kak Danu kok tau aku mau pesan jeruk anget." Ucap Tia.
" Mm kan kamu suka minum jeruk." Jawab Danu.
__ADS_1
"Makasih ya kak."