Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
61


__ADS_3

Setelah satu malam menginap di rumah Fino, Ciko pulang ke rumahnya. Dia mencari Juarti tapi dia tidak menemukannya. Akhirnya dia mandi dan tiduran dikamar.


"Udah pulang kamu mas?" Tanya Juarti yang entah sejak kapan dia masuk.


Ciko tidak menjawab, dia hanya melihat Juarti lalu kembali fokus dengan ponselnya.


"Mas kamu dari mana? Semalaman aku nungguin kamu." Ucap Juarti.


"Bukan urusan kamu, aku kan udah bilang nggak usah nungguin aku." Ucap Ciko ketus.


"Ya jelas urusan aku dong mas, kamu kan suami aku." Ucap Juarti.


"Terserahlah, aku lapar bikin makanan sana nggak ussah ngoceh mulu di sini." Ucap Ciko.


"Mau makan apa mas?" Tanya Juarti.


"Bikin nasi goreng buat aku, yang enak ya."


"Iya mas."


Juarti sebenarnya sakit hati sama sikap Ciko, tapi biar bagaimanapun dia tetap cinta sama Ciko.


"Cepetan, lama sekali sih bikin nasi goreng aja."


"Ini mas udah jadi nasi gorengnya. " Ucap Juarti.


"Makasih." Ucap Ciko.


"Tadi malam mas tidur dimana?" Tanya Juarti.


"Di rumah Fino."


"Oh, lain kali bilang ya mas biar aku nggak khawatir, aku nungguin mas sampai nggak tidur." Ucap Juarti.


"Kan aku udah bilang nggak usah nungguin aku." Ucap Ciko.


"Ya kan aku khawatir mas."


"Terserah lah." Ucap Ciko langsung pergi tidak menghabiskan makanannya.


"Mau kemana lagi mas?" Tanya Juarti.


"Mau pergi." Ucap Ciko.


"Nggak dihabiskan dulu nasi gorengnya mas."


"Enggak, rasanya nggak enak."


Juarti hanya menunduk dan meneteskan air matanya


.


***


"Sayang aku ke rumah Totok sebentar ya." Ucap Danu.


"Mau ngapain kak?" Tanya Tia.

__ADS_1


"Main aja sayang, udah lama nggak main." Ucap Danu.


"Iya kak, tapi jangan lama-lama ya." Ucap Tia.


"Iya sayang, sebentar aja kok. Aku pergi dulu ya sayang." Ucap Danu.


"Hati-hati ya kak." Ucap Tia.


Di rumah Totok Danu bertemu dengan Ciko.


"Hei Ciko, apa kabar? Maaf ya aku ga bisa datang ke nikahan kamu karena bareng sama Tia lahiran." Ucap Danu ramah.


Sebenarnya semua teman Ciko di desa diundang ke pernikahan Ciko kecuali Danu. Nggak tau kenapa Ciko begitu kepada Danu padahal Danu masih saudara dengan Ciko.


"Baik, nggak papa." Ucap Ciko sedikit ketus.


Ciko sama sekali nggak dewasa, dia masih kaya anak kecil.


"Semoga langgeng ya ko. Doa terbaik buat keluarga kecilmu." Ucap Danu.


"Makasih." Jawab Ciko singkat.


Totok yang mendengar percakapan Ciko dan Danu sangat geram sama Ciko.


"Mm Danu anak kamu udah bisa apa?" Tanya Totok mencairkan suasana.


"Udah bisa minta jajan." Ucap Danu bercanda.


Ciko yang panas karena Totok bertanya soal anak Danu, Dia pun segera pergi dari tempat Totok.


"Mau pulang." Jawab Ciko.


Sebenarnya dia nggak mau pulang tapi dia berbohong. Dia nggak betah lama-lama berdekatan dengan Danu.


"Baru juga datang udah mau pulang aja. Udah kangen sama istri ya?" Ledek Totok.


"Apaan sih, disini sumpek. Mau pulang aja." Ucap Ciko kemudian langsung pergi.


"Nggak usah dipikirin sikap Ciko tadi, dia kan masih anak kecil." Ucap Totok.


"Masih anak kecil? Udah nikah ini masih aja di bilang anak kecil." Ucap Danu.


"Enggak maksudnya sifatnya itu loh, masih kaya anak kecil."


"Oh, iya nggak papa kok. Aku paham, mungkin kalau aku di posisi dia juga akan bersikap seperti itu. Aku juga masih merasa bersalah sama dia. Kalau aja dulu dia jujur aku malah dengan iklhas akan melepas Tia, tapi aku tau hubungan mereka kan setelah menikah ya aku pertahankan Tia dong. Nikah itu kan bukan main-main." Ucap Danu.


"Iya kamu bener, nggak nyangka aku kamu bisa kaya gini. Beda banget sama dulu." Ucap Totok bercanda.


"Hehe masa sih. Kamu gimana kuliahnya?" Tanya Danu.


"Mm belum lulus hehe."


"Buruan di lulusin, masa kuliah Sudah tuhu tahun belum lulus juga. Yang semangat ayo kasian orang tua kamu." Ucap Danu.


"Iya, aku juga kasian tapi gimana aku nggak bisa fokus soalnya ini kan bukan bidang aku. Aku ambil jurusan ini juga di paksa sama orang tua. Aku juga kan punya keinginan sendiri tapi orang tua nggak mau mengerti aku."


"Kamu yang sabar ya, nanti pasti ada jalannya kok kamu akan mencapai impianmu dengan cara lain mungkin."

__ADS_1


"Iya, tapi ya kadang suka kesel sama orang tua."


"Ya udah sekarang yang ikhlas aja demi orang tua, oh iya aku pulang dulu ya takut Tia mau ke kamar mandi atau mau ngapain nggak bisa kalau gendhis ga ada yang jagain." Ucap Danu


"Iya hati-hati ya." Jawab Totok.


Sesampainya di rumah Danu langsung masuk ke kamar, ternyata Tia sedang tidur bersama bayinya.


"Dari mana kamu nu?" Tanya ibu Danu.


"Dari rumah totok, kenapa?" Tanya Danu.


"Nu kamu nggak serius kan besok mau pergi?"


"Memangnya kenapa bu? Aku nggak mau kalau disini terus Tia malah tertekan. Aku ikut maunya Tia aja asal dia bahagia bu."


"Oh jadi kamu sekarang lebih memilih istri kamu di banding ibu?"


"Danu nggak pilih siapa-siapa bu, ibu dan Tia sama-sama penting di hidup Danu, Danu hanya nggak mau nantinya Tia malah jadi benci sama ibu kalau disini terus dan sikap ibu ke Tia selalu begitu."


"Terserah kamu lah nu, ibu kan sudah minta maaf sama Tia. Tia aja yang keras kepala."


"Bu cukup berbicara buruk tentang Tia. Nanti kalau Tia dengar takut sakit hati bu."


"Kamu sekarang lebih mementingkan perasaan istri kamu ketimbang perasaan ibu. Ibu kecewa sama kamu nu."


Ibu Danu kemudian langsung meninggalkan Danu, dan Tia pun bangun dari tidurnya. Sebenarnya Tia sudah bangun dari tadi tapi Tia hanya pura-pura tidur karena ingin mendengarkan ibu mertuannya berbicara.


"Sayang, kamu udah bangun?"


"Udah kak." Jawab Tia singkat.


"Maaf ya aku kelamaan perginya."


"Nggak papa."


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Danu.


"Ibu kenapa segitunya sih kak sama aku?" Ucap Tia.


Danu menunduk. "Mm kamu dengar yang di bicarakan ibu ya sayang?"


"Sudahlah lama-lama aku juga kebal sendiri."


"Maafin ibu ya sayang, oh iya tadi aku ketemu Ciko sayang."


"sudah lah kak, bukan salah kak Danu juga kan."


"iya sayang, mau makan apa biar aku masakin sayang."


"nggak lapar kak, besok pagi sekali kita kerumah ibu bareng-bareng."


"iya sayang, sekarang istirahat ya sayang." ucap Danu.


"iya." jawab Tia singkat.


"eh iya, tadi Ciko sangat ketus sekali sama aku Tia. padahal aku udah minta maaf."

__ADS_1


__ADS_2