Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
Lamaran 2


__ADS_3

Hari ini hari pertunangan tante Uli, Tia sibuk bantuin persiapan acara.


"Tante kok acaranya ga sekalian aja sih sama nikahan besok dua minggu lagi." Tanya Tia.


"Aku tadinya pengen gitu biar ga capek, tapi pihah keluarga mas Anto mintanya gini kok." Jawab Uli.


"Oh gitu, semoga lancar ya tante sampai hari H, pokoknya aku doa in yang baik baik buat tante. " Ujar Tia.


"Makasih ya, semoga kamu cepet nyusul tante ya Tia, biar ga suka galau-galau an terus. "


"Makasih tante, tapi kayanya aku masih jauh mikir kesitunya tan. "


"Ya kalau kamu masih jauh mikir soal itu, tapi jodoh kamu udah dateng ya mau gimana lagi." Ucap Uli.


"Maksud tante?" Tanya Tia.


"Maksud tante, walaupun kamu belum mikir nikah, tapi Allah udah datengin jodohmu untuk segera menikahi kamu, kan kamu ga bisa nolak. " Ujar Uli seraya pergi meninggalkan Tia.


'apa sih maksud tante, perasaanku kok jadi ga tenang gini ya.' batin Tia.


"Tia, ikut ibu pulang sebentar yuk." Ujar ibu Tia.


"Ngapain bu? Ini masih nanggung." Tanya Tia, dia lagi ngemasin kue buat acara nanti malam.


"Ada Danu, dia mau minang kamu."


Deg!


Tia berhenti mengemasi kue, dia langsung diam. Ga bisa ngomong apa-apa.


"Tia, kok diem. Hey Tia." Ujar Ibu Tia seraya mengguncang ngguncang Tia.


"Aku ga mau bu. " Ucap Tia menjatuhkan air mata.


Apa yang Tia takutkan terjadi, kak Danu datang kepada orang tua Tia. Padahal Tia selalu menolak Danu. Ternyata itu tidak membuat Danu menyerah.


"Iya tapi kita pulang dulu ya Tia." Ajak Ibu Tia.


"Aku nggak mau menemui kak Danu bu, aku udah sering bilang sama dia. Kalau aku ga bisa balik sama dia bu. "


"Ya gimana ibu nolaknya Tia. "


"Bilang aja Tia belum siap gitu bu. " Ucap Tia.


Akhirnya ibu Tia pulang, jarak rumah Tia dan nenek Tia tidak jauh, hanya terhalang satu rumah saja.


"Tuh kan tante tadi bilang apa, dia itu jodohmu Tia. " Ujar Uli yang tiba-tiba sudah ada di belakang Tia.


"Tapi kan tante tau aku gimana sama kak Danu. "


"Iya, tapi kan sekarang dia udah berubah, mau serius dia. "


" Entahlah tan, aku belum mau menikah. "


Sebenarnya kalau nikah, Tia udah ingin menikah, tapi dia masih menunggu Ciko.


Tidak lama kemudian Ibu Tia kmbali.


"Bu, tadi ibu bilang bagaimana?" Tanya Tia.


"Ibu bilang kalau kamu belum siap. Tapi dia akan datang lagi. Tapi ga tau kapan."


"Kenapa ngga langsung di tolak aja sih bu."


"Ibu ga tega Tia. "


"Hish." Tia berdecak kesal.


Akhirnya Tia mengirim pesan ke Ciko


~sayang kamu mau melamar aku ga? Tadi kak Danu datang ke Ibu dia melamarku. Tapi aku menolak, terus dia bakal datang lagi. Sebelum dia datang lagi, aku minta kamu lamar aku secepatnya ya. ~ send.


~aku belum siap Tia. ~ balas Ciko.


~belum siap nikah kan? Aku tau tapi ini cuma melamar dulu, nikahnya kalau kamu udah siap gapapa. ~


~iya nanti aku pikirkan.~


Satu minggu kemudian hari pernikahannya tante Uli.


"Tia ini aku kasih bunga, semuanya buat kamu. Biar kamu segera menyusul. " Ucap Uli seraya memberikan bunga.


"Ish apaan sih tan, yaudah sini aku mau simpan di kamar aku biar wangi kaya kamar pengantin. " Jawab Tia.


#


Tiga hari setelah pernikahan tante Uli, Danu datang lagi ke rumah Tia.


"Bu saya mau menanyakan perihal lamaran saya, apakah Tia berkenan menikah dengan saya bu?" Tanya Danu.


"Sebentar nak, saya tanyakan sama Tia lagi ya." Jawab Ibu Tia.


Danu sebenarnya deg degan, dia takut kalau Tia menolak pinangan Danu.


Ibu Tia menghampiri Tia di dapur.


"Tia kamu mau kan nikah sama Danu?" Tanya Ibu Tia.


"Ibu kan tau Tia ga mau bu. " Jawab Tia.


Ibu Tia menangis " nak, kamu tau kan pamali menolak pinangan laki-laki nak. Apalagi dia tetangga kita sendiri, apa kata orang-orang nanti nak kalau kita menolak nak Danu. "


Kemudian Tia teringat kata-kata Ciko.


(Flash back)


"Sayang pokoknya kamu secepatnya harus melamar aku ya, ibu bilang kak Danu bakal datang lagi kerumah." Ucap Tia, saat dia bertemu dengan Ciko.


"Kamu terima aja dulu sayang, aku benar-benar belum siap. " Ucap Ciko.

__ADS_1


"Tapi aku cintanya sama kamu, masa kamu tega aku nikah sama orang lain, apa jangan-jangan kamu memang ngga cinta sama aku?" Ucap Tia kesal, sangat kesal dengan ciko.


"Aku cinta sama kamu yang, sangat cinta. Tapi kamu tau sendiri kan. Kak Danu masih saudara aku sendiri, aku ga mungkin mendahului dia. "


"Mendahului gimana sih, kamu kan tau kalau aku putus udah lama. "


"Iya sayang, tapi menurut aku mending kamu terima aja dulu ya."


"Ah terserah. Aku kecewa sama kamu."


(Flash back off)


Tia ikut menangis, semoga ini pilihan yang terbaik.


"Ya sudah bu bilang saja aku mau. " Tia berbicara dengan bergetar menahan sakit.


Hati Tia sakit saat mengatakan iya kepada ibunya, sakit karena Ciko yang menyuruhnya menerima Danu, sakit karena dia akan menikah dengan orang yang Tia sendiri tidak mencintainya.


"Beneran nak? Bener kamu menerima Danu?" Tanya Ibu Tia terharu.


"Iya bu katakan saja seperti itu. "


"Baik nak. "


Kemudian ibu Tia kembali ke ruang tamu menemui Danu.


"Na Danu, Tia menerima lamaran nan Danu. " Ucap Ibu Tia dengan suara bergetar.


"Benarkah bu? Bernarkah Tia menerima saya?" Tanya Danu tak kuasa menahan haru diapun meneteskan bulir bening di pelupuk matanya.


"Iya nak benar." Ucap ibu Tia berkaca-kaca.


Danu langsung sujud syukur, dia sangat bahagia hari ini. Berbeda dengan Tia, dia sangat sedih, sangat terpuruk.


~aku sudah menerima lamaran kak Danu, sekarang kamu puas? Yang kamu pikirkan hanya perasaan kak Danu, lalu kamu tidak memikirkan perasaanku? Aku menerima kak Danu karena kamu! Bukan karena cinta!~ send. Tia mengirim pesan ke Ciko.


~sayang hati aku nuga sakit, taoi aku belum bisa berbuat apa-apa.~ maafkan aku ya sayang.~


~kamu bakal ninggalin aku ?~ tanya Tia.


~enggak sayang, tapi aku ga tau sampai kapan hubungan kita ini akan berakhir. ~


~kamu kayaknya emang ga pernah serius sama aku!~


~aku serius sayang. ~


~udah lah, kesel aku sama kamu. ~


~jangan marah dong sayang, kamu kan tau posisi aku gimana.~


~iya, tapi demi menjaga hubunganmu sama kak Danu, demi menjaga perasaan dia kamu ngorbanin aku. ~


~bukan begitu sayang tolong ngertiin aku.~


~kapan aku nggak ngertiin kamu?~


Tiba-tiba ibu Tia masuk kamar Tia.


"Terserah bu."


Lalu Ibunya Tia keluar dari kamar Tia.


Tia malam ini ngga bisa tidur, sungguh ini cobaan paling berat menurut Tia.


#


Hari pernikahan Tia sudah di tentukan, tiga bulan lagi tepat di hari ulang tahun Tia, dia akan menikah dengan Danu.


"Kenapa secepat itu bu hari pernikahan Tia?" Tanya Tia.


"Lebih cepat lebih baik nak." Jawab ibu Tia.


"Tapi Tia belum siap bu."


"Maafkan ibu nak, ibu tidak bisa berbuat apa-apa lagi."


Tia sepanjang hari hanya bisa menangis dan menangis, coba bayangkan. Kalau menikah dengan orang yang tidak kita cintai. Pasti rasanya sakit.


~sayang kamu dimana? Aku mau ketemu. ~ send.


~aku dirumah, mau ketemu dimana?~ tanya Ciko.


~di bukit Delima ya. Dua puluh menit lagi harus udah sampai ya.~


~ok sayang.~


Ciko itu orangnya santai, dia ga oernah marah ya itu tadi ga bisa tegas sama keinginannya sendiri.


Beberapa menit kemudian Tia dan Ciko sampai di bukit Delima menggunakan motor sendiri-sendiri. Tia langsung turun dari motor dan berhambur memeluk Ciko, Tia menangis terisak.


"Sayang kamu kenapa kok nagis seperti ini. " Tanya Ciko.


"Ini semua gara-gara kamu. Kalau kamu ngga nyuruh aku terima lamaran kak Danu, aku ga bakal seperti ini. " Ucap Tia masih terisak.


"Kenapa sayang, ayo cerita dulu. "


"Tiga bulan lagi aku menikah dengan kak Danu. Ini semua gara-gara kamu, kalau dari awal kita jujur sama hubungan kita ke kak Danu, dia ga bakal melamar aku."


"Apa? Kenapa secepat itu sayang. Aku ga nyangka bakal seperti ini. Maafkan aku ya sayang." Ucap Ciko merasa bersalah.


"Kamu pikir kalau kamu minta maaf semua bisa berubah? Aku ngga mau pisah dari kamu. Pokok nya aku ga mau putus." Ucap Tia sinis.


"Aku juga sanggup kehilangan kamu sayang. Tapi kamu akan menikah sayang. " Jawab Ciko.


"Ga mau tau, pokoknya aku ga mau putus! Apa kita pergi saja, yang jauh. Kita kawin lari ya."


"Jangan sayang, nanti keadaannya akan jadi tambah tumit. Kamu tenang dulu ya. "


"Aku ga bisa tenang, kalau gitu aku jujur sama kak Danu aja ya soal hubungan kita, dia pasti ngerti kok. Dia bakal mundur."

__ADS_1


"Jangan sayang, itu sama saja hancurin hubungan aku sama kak Danu. "


"Jadi kamu tetap memilih hubungan kita yang hancur. "


"Sayang, aku juga ga mau hubungan kita hancur. "


"Ah sudah lah, ngomong sama kamu bikin emosi. "


"Yaudah ini minum dulu, kamu yang tenang dulu ya sayang. "


Tia masih terus memeluk Ciko, dia ga mau lepasin Ciko. Pelukannya sangat erat. Tanpa sadar Ciko meneteskan air mata dan dia menggenggam tangan Tia sangat erat.


"Sayang maafin aku ya, aku akan selalu temani kamu, sampai kamu menikah dengan kak Danu. "


"Janji jangan tinggalin aku ya sayang, kamu yang udah bikin aku benar-benar move on dari kak Danu, tapi kenapa.


"Iya sayang." Ciko mengecup pucuk kepala Tia.


Tia dan Ciko terhanyut dalam suasana sedih. Mereka sangat saling mencintai.


"Sayang kepala aku pusing." Ucap Tia.


"Itu karena kamu kebanyakan nangis, sekarang jangan nagis lagi ya. Senyum dong."


Hanya senyum getir yang Tia punya saat ini.


"Ya sudah kita pulang saja yuk, ini juga gerimis. Nanti takutnya kamu sakit sayang. " Ujar Ciko.


"Iya, tapi kamu janji ya jangan tinggalin aku."


"Iya sayang."


Ciko dan Tia pulang dengan pikiran kacau hati yang sakit. Mereka berdua sama-sama enggan saling melepas.


Sampai di rumah, Tia langsung ke rumah Meli.


"Be gimana ini, tiga bulan lagi lo be. Aku belum siap. "


"Kamu yang sabar ya, Ciko ga mau disuruh melamar kamu dulu emangnya be?"


"Dia ga mau be, aku udah sering bilang sama dia tapi jawabannya selalu belum aiap."


"Berarti dia nggak serius sama kamu be, mungkin jodoh kamu memang kak Danu. Dia baik sama kamu semoga suatu saat kamu bahagia dengan kak Danu be. "


"Iya padahal aku cuma minta dilamar dulu agar kak Danu bisa mundur, tapi dia tetep kekeh ga mau be. " Tia masih terus menangis.


"Udah sekarang kamu yang ikhlas, biar kamu tenang. Kamu jangan nangis terus, mata kamu udah sembab kaya gitu. Udah ya. " Ucap Meli sembari memeluk Tia.


Meli tau betul apa yang dirasakan Tia, Meli saksi hidup Tia. Ga ada yang Meli ga tau tentang Tia, dia sangat menyayangi Tia begitu juga sebaliknya Tia sangat menyayangi Meli.


#


Ciko, dia sebenarnya tidak rela Tia menikah dengan Danu. Tapi dia tidak mau di cap merebut Tia dari Danu.



Ciko sedang bersama Fino. Ciko curhat semua yang dirasakannya saat ini.



"Tia benar ko, harusnya kamu melamar Tia dulu, kalau belum siap menikah kan bisa tunangan dulu. Nikahnya kalau kamu dan Tia udah siap." Ujar Fino.



"Iya, tapi aku takut Fin. Aku takut kalau nanti hubungan kekeluargaan aku sama kak Danu jadi pecah. "



"Itu udah resiko, tapi Danu pasti bisa menerima kalau kamu mau jujur. yang terpenting kan kamu sama Tia bisa perjuangin cinta kalian."



"Tapi ini udah terlanjur, tiga bulan lagi Tia menikah."



"Kasian Tia, dia udah ga cinta sama Danu. Dia udah disakiti berulang kali dulu."



Ciko hanya diam, dia sadar kalau dia udah salah ngga bisa tegas sama perasaannya.



Ciko hanya bisa menyesal dengan keadaan ini. Sekarang Ciko ga tau harus melakukan apa. Dalam hatinya sakit dengan kenyataan ini kalau Tia akan jadi milik orang lain.


Hari-hari berlalu, tapi Tia dan Ciko masih tetap menjalin hubungan. Mereka belum siap untuk putus, walaupun kenyataan Tia sudah punya calon suami tapi dia tidak pernah menganggap itu.


"Sayang kapan gitu kita liburan ke tempat yang jauh. Aku pengen nikmatin masa-masa masih bersama kamu sayang." Ucap Tia.


"Iya sayang, kamu maunya kapan. Aku ngikut kan kamu yang terikat kerja, kalau aku kan kerjaannya santai bisa libur kapan aja."


"Nanti aku minta cuti dulu ya."


"Iya sayang. "


Saat bersama Ciko, Tia bahagia dia ngga ingat kalau udah mau nikah. Tapi disaat sendiri dia selalu sedih, sering melamun. Tia juga sering jatuh dari motor saat melamun.


Waktu itu saat pulang kerja Tia melamun, dan dia tabrakan. Parahnya Tia tabrakan dengan seorang polisi


"Mbak kalau naik motor jangan melamun, yang mbak tabrak itu polisi lo." Ujar bapak-bapak yang ada disitu, bukannya nolongin malah nakut-nakutin.


Tia pun menghampiri polisi yang ia tabrak.


"Bapak maaf, saya tidak sengaja. Bapak ada yang luka?" Tanya Tia.


"Ngga ada dek, lain kali jangan melamun saat berkendara. Untung adik dan saya tidak papa kan."


"Iya pak, maaf sekali lagi pak. Motor bapak ada yang rusak?" Tanya Tia.

__ADS_1


"Ini cuma lecet tapi gapapa, ya sudah saya lanjut jalan dulu ya. Kamu hati-hati dek naik motornya. " Ujar bapak polisi tersebut.


__ADS_2