Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
69


__ADS_3

Hari-hari semakin sunyi semenjak pulang dari pantai beberapa waktu yang lalu Ciko selalu menyendiri. Ciko semakin menginginkan Tia berada disampingnya, sedangkan Tia, dia memilih tetap setia bersama Danu.


Tia sedang menggendong anak gadisnya, dia mengayunkannya pelan agar anaknya tertidur. Tia teringat saat di pantai, saat Ciko memeluknya. Ada perasaan iba menyelimuti hati Tia, dia sangat prihatin atas apa yang menimpa Ciko. Biar bagaimanapun dia masih menyayangi Ciko dan dia tidak tega dengan keadaan Ciko saat ini. Tapi apalah daya, Tia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Ciko.


"Hey sayang ngelamunin apa sih." Tiba-tiba Danu datang.


"Eh nggak kok, cuma lagi menidurkan gendhis. Nggak melamunin apa-apa." Ucap Tia gelagapan.


"Kok merah gitu mukanya sayang." Ucap Danu.


"Masa sih, enggak ah."


"Iya, tuh kaya grogi gitu kamu." Ledek Danu.


"Apaan sih kak, enggak kok. Aku lapar kak, pengen nasi goreng." Ucap Tia.


"Ya udah aku buatin dulu ya nasi gorengnya. "


"Iya kak, makasih ya."


Di tempat lain Ciko sedang bergelut dengan pikirannya sendiri, dia tidak bisa melupakan Tia. Ciko sangat mencintai Tia. Tapi Ciko mulai sadar jika ia dan Tia tidak akan bersatu lagi.


Juarti sedang memasak untuk Ciko, juarti selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk Ciko meskipun selalu sakit hati dengan perlakuan Ciko.


"Mas, makanannya sudah siap. Kita makan bareng yuk." Ucap Juarti.


"Makan aja dulu, aku belum lapar." Ucap Ciko.


"Mas, mau sampai kapan sikap kamu begini sama aku. Aku ini juga manusia mas punya batas sabar."


"Aku nggak tau, aku juga nggak minta kamu untuk selalu sabar bertahan sama aku kan? Jika kamu sudah habis kesabaran ya silakan pergi kalau mau pergi. Aku bisa saja belajar mencintai kamu tapi karena kamu mengandung anak orang lain jadi aku nggak bisa terima itu. " Ucap Ciko.


"Mas, apa kamu masih mencintai mbak Tia?" Tanya Juarti.


"Kalau soal itu nggak perlu di tanyakan lagi. Sudah pasti aku masih sangat mencintai Tia. Aku sadar aku sama Tia nggak akan bisa bersatu lagi, tapi aku akan tetap mencintai Tia sampai kapanpun."


"Meskipun Tia tidak mencintai kamu lagi?" Tanya Juarti lagi.


"Itu bukan masalah, tapi aku tau kalau Tia masih mencintaiku. Aku bisa merasakannya." Jawab Ciko.


"Beruntung sekali ya menjadi Tia."


"Kamu bisa keluar dari kamarku?" Tanya Ciko.


"Mm iya mas, aku makan duluan ya. Nanti kalau mau makan aku angetin lagi makanannya." Ucap Juarti.


Ciko tidak menjawab Juarti langsung keluar dari kamar Ciko.


Rumit memang kisah Cinta Ciko dan Tia. Tapi begitulah Ciko. Dulu dia masih labil dan sekarang dia menyesal.


Tia sudah mencintai dan menerima keberadaan Danu, tapi tidak bisa dipungkiri kalau dia memang belum bisa melupakan Ciko.

__ADS_1


***


"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya." Ucap Danu saat mau berangkat kerja.


"Iya kak, hati-hati ya. Kalau capek istirahat kalau hujan pulang jangan dipaksain hujan-hujanan nanti sakit." Ucap Tia.


"Iya sayang. Makasih ya bekalnya."


Tia membawakan bekal untuk Danu makanan dan minuman.


"Sama-sama kak."


Setelah Danu pergi, Tia kembali ke kamar untuk mengecek anaknya yang sedang tidur. Ternyata anaknya masih tidur dengan pulas. Tia duduk di kursi di samping ranjang, dia memainkan ponselnya dia tidak sengaja melihat story Ciko di aplikasi facebook.


"Meskipun cinta kita tidak di takdirkan untuk bersatu, akan tetap ku pupuk dan ku jaga selalu cinta ini untukmu."


Tanpa sadar Tia meneteskan air mata.


"Semoga suatu saat kamu menemukan kebahagiaan mu. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu." Batin Tia.


Tia akhirnya ke rumah Meli, dia ingin meluapkan segalanya yang ia rasakan sejak kemarin.


Baru akan membuka pintu, ternyata Meli sudah di depan pintu dan akan masuk kedalam rumah Tia.


"Hey be, dimana anakku?" Tanya Meli.


Meli selalu menyebut Gendhis sebagai anaknya. Dia juga ingin dipanggil mamah oleh Gendhis.


"Mau curhat apa be?"


"Kenapa ya, disaat aku sudah bahagia sama kak Danu malah Ciko datang dan membuat aku bimbang lagi." Ucap Tia.


"Hey bebe kamu jangan terbawa perasaan. Kamu mending nggak usah pikirin Ciko lagi, fokus aja sama anak sama suami."


"Tapi be, aku prihatin sama kehidupan Ciko sekarang." Ucap Tia.


"Iya aku tau, tapi kamu tau kan itu akan membuat keluarga kecil kamu rusak jika kamu masih saja memikirkan Ciko."


"Iya be, semoga Ciko menemukan kebahagiaannya setelah ini ya." Ucap Tia.


"Aamiin, nah gitu dong doain aja. Jangan terlalu dipikirkan nanti jadinya malah nggak baik kan."


"Iya be, makasih ya sudah mau mendengarkan curhatan aku, dan mau memberi masukan." Ucap Tia


"Hey kenapa kamu? Kita ini kan memang sudah seperti ini dari dulu. Kita dari dulu saling curhat kan." Ucap Meli.


"Hehe iya iya, kamu mau makan nggak? Biar aku buatin kamu nasi goreng." Ucap Tia.


"Boleh, di kasih pete ya sama cabe nya dibanyakin." Ucap Meli.


"Kaya di warung aja, banyak permintaannya." Ucap Tia.

__ADS_1


"Biarin, mumpung lagi ada yang mau buatin makanan." Ucap Meli cekikikan.


"Yeee yaudah deh tak buatin spesial buat kamu."


"Gitu dong, telur ceploknya jangan lupa ya." Ucap Meli.


"Yee si bawel."


Malam harinya saat Tia sedang menyiapkan makan untuk Danu dan Danu sedang menimang anak gadisnya tiba-tiba ada notifikasi di handphone Tia.


"Sayang handphone kamu bunyi tuh." Ucap Danu sedikit berteriak.


"Iya kak sebentar, ini tanggung biarin aja." Ucap Tia.


Danu pun cuek dengan handphone Tia karena dia sedang asik bermain dengan bayi mungilnya.


Saat Tia sudah selesai menyiapkan makan, ia pun menghampiri Danu.


"Kak makan dulu, makannya sudah siap." Ucap Tia seraya mengambil Gendhis dari gendongan suaminya.


"Kita makan bareng aja sayang." Ucap Danu.


"Iya kak, aku cek handphone sebentar ya."


"Iya sayang, aku duluan ya."


Tia mengangguk.


Ternyata ada pesan dari Ciko.


"Untuk kak Danu nggak buka handphone aku. " Batin Tia.


"Tia, besok bisa ketemu?" Isi pesan dari Ciko.


Tia enggan membalas, ia pun langsung menghapus pesan dari Ciko dan berjalan menyusul Danu yang sudah makan malam duluan.


"siapa sayang yang chat kamu?" tanya Danu.


"mm itu si Tini, biasa mau curhat." ucap Tia berbohong.


"oh memangnya Tini dirumah?" tanya Danu lagi.


"paling besok dia pulang." ucap Tia asal.


"oh ya sudah kita makan yuk, keburu dingin makanannya sayang." ucap Danu.


"iya kak, besok berangkat kerja nggak kak?" tanya Tia.


"belum tau, badan kakak capek banget."


"kalau capek istirahat dulu aja, nggak usah berangkat kak."

__ADS_1


"iya, mm liat besok aja."


__ADS_2