
( Pov Danu)
Aku sangat menyesal karena menyakiti wanita sebaik Tia, dia sudah aku sakiti berulang kali, tapi dia selalu memaafkan aku. Tapi kali ini dia selalu saja menghindar dari aku.
Semenjak Handa selingkuh dengan Rio yang juga temanku. Aku merasa aku mendapatkan karma karena telah menyakiti Tia. Dan sekarang Tia benar-benar menjauhiku.
Aku setiap hari minum sampai mabuk dan juga gonta ganti pasangan. Aku frustasi, dulu waktu aku dengan Tia teman-temanku banyak dan mereka sangat baik. Tapi semenjak aku selingkuh dengan Handa mereka semua berubah. Mereka menjauh dari aku.
Saat aku pulang dari jalan dengan cewe yang baru aku kenal. Aku melihat teman-teman pada nongkrong disitu juga ada Tia. Aku langsung buru-buru nganterin cewe itu pulang dan ikut bergabung dengan teman-temanku.
Aku membawakan mereka cemilan juga minuman, tapi Tia sama sekali tidak melirikku dia selalu sibuk dengan hpnya. Tidak lama setelah aku datang Tia pergi dengan Tini. Padahal niat hati tadi buru-buru kesini mau ketemu Tia, eh dia malah pergi.
"Kamu kenapa liatin Tia terus?" Tanya Damri ke aku setelah Tia pergi.
"Enggak kok, cuma kepikiran sesuatu aja." Kataku.
"Kamu masih cinta sama Tia?" Tanya Satria.
"Aku gatau tapi aku sakit kalau dia menghindar dari aku."
"Dia cuma gamau sakit hati lagi." Kata Mario.
"Aku ga akan pernah nyakitin dia lagi." Kataku dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi kamu aja sekarang gonta ganti cewe, terus Tia bisa yakin kalau kamu ga akan nyakitin dia gitu?." Tegas Satria.
Aku hanya diam, dalam hati aku harus bisa dapatin hati Tia lagi bagaimanapun caranya. Kalau dia kembali aku ga akan menyia-nyiakan dia lagi.
Aku kirim pesan ke Tia tapi belum ada satupun yang dibalasnya. Tapi aku ngga menyerah, aku terus memohon sama dia. Kalaupun belum bisa menjalin hubungan sama Tia, berteman baikpun aku iklas asal dia ga menghindar dari aku lagi.
Aku selalu saja teringat kenangan waktu pertama kali pacaran sama Tia.
(Flash back)
"Sayang gowes yuk." Ajak ku.
"Dimana?" Tanya Tia.
"Di pusat kota, kita sewa sepeda sama kak Edi juga. Berangkatnya kita naik bis aja gausah bawa motor kayanya seru." Ucapku penuh semangat.
"Yaudah ayo, kak Edi nya mana?"
"Bentar lagi kesini."
#
Sampai dipusat kota kita nyari sewa sepeda tapi ga nemu, yaudah ahirnya cuma jalan-jalan aja.
"Istirahat dulu ya aku capek." Kata Edi dengan nafas tersengal sengal. Dia badannya gemuk jadi jalan dikit aja gampang capek.
"Iya aku beliin minum dulu, Tia tunggu sini aja ya sama kak Edi." Ucapku ke Tia.
"Oke sip." Ucap Tia mengacungkan jempol.
Aku membeli minuman dan aku beli topi buat Tia, Tia itu cantik. Dia cocok pakai barang apapun.
"Yee minuman datang, Tia ini buat kamu." Aku menyodorkan topi yang aku beli tadi ke Tia.
__ADS_1
"Bagus banget, makasih ya aku suka." Ucap Tia girang.
"Kita naik delman aja yu, capek kalo jalan terus. Itung-itung mengenang masa kecil dulu hehe." Kata Edi.
"Alah bilang aja ga kuat jalan dasar gendut." Ledekku
"Tau aja kamu." Edi tertawa. Tia juga.
"Iya ayo aku juga udah lama ga naik delman, dulu waktu kecil aku takut naik delman. Takut ban nya copot." Ucap Tia sambil tertawa terbahak
.
"Yaudah yuk naik delman aja, sampai ke terminal bus arah pulang."
(Flash back off)
Hal-hal kecil aja aku bisa bahagia kalau bersama Tia, tapi aku malah merusaknya dan sekarang aku terpuruk sendiri.
Ya Allah kembalikan Tia yang dulu, aku akan jaga Tia sebisaku, maafkan aku ya Allah sudah menyakiti orang baik seperti Tia.
"Aku bukan gonta ganti pasangan, aku ngga serius sama mereka." Jawabku ke Satria.
"Hahaha ga serius? Kamu sadar ngga sih, kalau kamu kaya gitu, kamu mau seberjuang apa untuk dapatin Tia ya dia ga bakal mau lagi lah sama kamu. Dia taunya kamu masih sama aja, masih suka mainin cewe!" Sergah Damri dengan tertawa mengejek ku.
"Terus aku harus gimana?" Tanyaku.
"Tanyakan sama diri kamu sendiri." Ucap Damri ketus.
"Yaudah aku pulang dulu." Ucapku.
Aku pulang dengan pikiran kacau, ga tau harus berbuat apa sekarang. Aku hanya bisa berharap Tia mau sama aku lagi, walaupun aku tau itu ngga mungkin.
#
Malam setelah pulang dari gardu pandang, kak Danu terus saja meneleponku dan chat aku.
~Tia tolong kasih aku kesempatan, walaupun bukan untuk pacaran tapi kamu mau berteman dengan aku itu sudah lebih dari cukup Tia. Aku mohon Tia.~
Itu salah satu isi pesan dari kak Danu. Aku gatau harus apa, aku bimbang. Di satu sisi aku udah ga mau lagi berurusan sama kak Danu dalam hal apapun, tapi aku ga tega sama dia.
~Tia kasih tau aku cara untuk menebus dosa-dosaku terhadapmu, aku terus saja dihantui rasa bersalah karena telah berulang kali menyakitimu Tia.~
~aku harus bagaimana Tia supaya kamu ga kaya gini terus.~
Akhirnya aku membalas pesan nya.
~aku udah maafin kak Danu, terus apa lagi? Aku bukan gamau berteman. Aku hanya sedang menjaga hatiku supaya ga terluka lagi.~ balasku.
~maafin aku Tia, sungguh aku ga akan menyakiti kamu lagi, aku sayang kamu Tia.~
~coba kak Danu renungkan perasaan kakak, mungkin itu bukan rasa sayang. Tapi itu hanya rasa bersalah. Maaf aku udah ga percaya lagi dengan kata sayang.~
~oke Tia aku ga akan maksa kamu buat terima aku lagi, tapi apa boleh aku minta satu hal sama kamu Tia?~
~apa?~
~besok aku boleh anterin kamu berangkat kerja?~
__ADS_1
~gausah, aku besok berangkat sama Tini. Aku juga berangkatnya pagi banget kok.~
~sekali aja Tia, mau ya. Bilang Tini kalau kamu mau dianterin sama aku.~
~gausah, aku ga enak sama Tini.~
~yaudah aku yang bilang ya.~
~terserah.~
Aku gamau dia anterin aku, aku takut kebawa perasaan lagi sama dia. Tapi dia ngeyel banget.
Tini chat aku
~kamu besok dianter kak Danu dulu gapapa, kasian dia abis dari rumahku bilang mau nganterin kamu.~
~dari rumahmu? Yaudah iya, aku sama kak Danu.~
~iya, hati-hati ya. Jangan sampe baper lagi😂.~
~ih apaan si, yaudah aku tidur dulu besok harus bangun subuh.~
~iya.~
#
Paginya kak Danu telat jemput aku, sebel banget aku.
"Maaf ya telat, aku baru tidur jam tiga, eh malah kebablasan." Ujarnya.
"Iya, yaudah ayo cepet." Ucapku sewot.
Kami saling diam saat di perjalanan, sampai setengah perjalanan motor kak Danu bensinnya habis. Tuhan apa lagi ini, masih pagi udah hilang mood.
"Tia maaf ya aku kemarin lupa isi bensin." Ucap kak Danu
"Kalau emang ga niat anterin ya gausah sok mau nganterin dong kak. Udah jemputnya telat sekarang kehabisan bensin. Terus nanti spa lagi ."
"Iya Tia maaf ya, yaudah kamu tunggu sini bentar ya aku nyari bensin dulu."
"Ya!" Jawabku singkat.
Beberapa saat kak Danu kembali, kami pun melanjutkan perjalanan lagi. Bete banget aku.
"Tia kita sarapan bareng dulu ya."
"Gausah nanti aku telat."
"Nyari sarapannya di dekat pabrik kamu aja. Sebentar aja ya Tia."
"Yaudah."
Aku dan kak Danu sarapan, habis sarapan aku langsung ke pabrik ngga ke kost dulu karena udah telat. Kak Danu langsung pamit pulang.
Sebenarnya aku ga tega kalau bersikap dingin ke kak Danu, tapi aku juga takut kalau nanti aku baik sama dia, dia malah dia manfaatin aku lagi nyakitin aku lagi.
~Tia makasih ya udah mau aku anterin. Semangat kerjanya ya.~ chat dari kak Danu.
__ADS_1
~iya sama-sama.~ balasku singkat.