
(pov author)
Suasana begitu menyebalkan untuk Tia, tapi tidak untuk Danu. Danu sangat senang karena dia bisa bertemu dengan Tia walaupun Tia masih sangat dingin dengan Danu.
Suasana hati Tia memang sedang tidak baik baik saja, karena hari ini dia mengalami kejadian kejadian yang menguras emosi, dari bertemu Handa, chat dari Jio, dan sekarang dia bertemu dengan Danu.
Dalam hati Tia memang masih ada Danu, tapi Tia enggan untuk menjadi pacarnya Danu lagi. Tapi Danu tetap tidak akan menyerah, dia akan selalu berjuang untuk mendapatkan Tia kembali. Karena Danu sudah sadar Tia lah yang terbaik untuk Danu.
"Tia, gimana Jio? Udah ga marah sama kamu?" Tanya Danu ke Tia.
"Bukan urusan kak Danu!" Ucap Tia ketus.
"Mm yaudah." Jawab Danu santai sambil memainkan gitar.
'Sampai kapankah aku menunggumu
Membuka hatimu untuk terima cintaku
Sampai kapankah rasa di hatiku
Menanti rasamu akan menyambut rasaku
Dan mungkin bila waktu yang bisa mengungkapkan
Bersemi nya cinta di dalam hatimu
Izinkan aku mengungkapkan perasaan
Cinta yang lama tersimpan di hati
Berikan aku kesempatan
Membuktikan tulusnya cintaku
Kehampaan yang kini ku rasakan
Berada dalam penantian yang panjang untukmu'
Danu menyanyikan lagu tersebut dari hati dan sangat menghayati. Betapa saat ini Danu sangat mencintai Tia. Danu akan menunggu Tia sampai Tia membuka hatinya kembali.
"Mel udah sore, kita pulang yuk." Tia mengajak Meli pulang.
"Iya, aku juga mau mandi." Jawab Meli.
"Tumben mandi biasanya ga pernah mandi kamu Mel." Ledek Damri.
"Yee aku mandinya sehari dua kali ya. Emangnya kak Damri mandinya dua minggu sekali wekk." Ledek Meli menjulurkan lidahnya.
"Ih ngeledek ya. Aku mah ga mandi aja tetap wangi." Ujar Damri lagi.
"Terserah, aku mau pulang dulu bey." Ucap Meli seraya berjalan menghampiri Tia yang sudah berada di atas motornya.
"Eh Mel bilangin ke Tia, aku selalu akan menunggunya sampai kapanpun." Bisik Danu ke Meli.
"Oke sip, tapi kalau dia mau. Jangan disakiti lagi ya."
__ADS_1
"Ya enggak lah, aku mau serius sama dia."
"Yaudah nanti aku bilangin ke Tia. Aku pulang dulu." Ucap Meli.
Tia dan Meli sudah ngga keliatan lagi, tapi Danu masih menatap kepergian mereka berdua.
"Heh Danu, ngelamun aja kamu." Ucap Damri mengagetkan Danu.
"Eh enggak kok, cuma lagi ngebayangin aja. Tia suatu saat bakal mau sama aku lagi ngga ya." Ucap Danu.
"Kalau kamu bersungguh-sungguh sama Tia, aku doain kalian berjodoh. Tapi kamu jangan sakiti Tia lagi, kasian Tia." Ujar Satria.
"Iya aku ga bakal sakiti dia. Aku akan menjaga dan menyayangi Tia sepenuh hati aku." Ucap Danu.
Kemudian semua yang ada dirumah pohon gardu pandang ini saling bercanda, dan melanjutkan aktifitas minumnya.
Sedangkan Tia dirumah kerjaannya hanya melamun di kamarnya. Dia merenungkan nasibnya selama ini. Dia memutuskan untuk tidak berpacaran dulu sampai hatinya benar-benar kuat.
#
Sudah satu tahun Tia menjomblo, dia sudah bisa menghilangkan nama Danu dihatinya. Dia sudah move on.
"Tia kamu udah lupa sama kak Danu kan?" Tanya Meli.
"Ya enggak lupa lah, dia itu pacar pertama aku, walaupun aku udah move on dan ga cinta lagi sama dia, tapi aku tetap ga bisa lupain dia. Kecuali kalau aku amnesia hahaha." Ucap Tia lalu tertawa.
"Hehe iya juga ya." Ucap Meli nyengir kuda.
"Eh be kayanya aku mau berhenti kerja yang di kabupaten itu, terlalu jauh jaraknya sama rumah." Ucap Tia ke Tini.
"Enggak ah, aku mau pindah ke pabrik yang baru dibangun di kota, kan lebih dekat sama rumah, paling dari rumah cuma lima belas menitan." Ucap Tia.
"Kan belum beroperasi Tia." Ujar Tini lagi.
"Iya aku nunggu beroperasi dulu. Meli aja udah masukin lamaran iya kan be?" Tanya Tia ke Meli.
" Iya udah, katanya training kerjanya di tangerang."
"Jauh juga ya trainingnya." Kata Tini.
#
Setelah resign aku nganggur selama satu bulan, dan mencoba melamar ke pabrik baru yang dekat dengan rumah tapi belum mendapat panggilan.
"Be aku udah dapat panggilan kerja." Ucap Meli.
"Selamat ya, semoga aku segera menyusul." Jawabku.
"Aamiin, besok aku mulai masuk training." Kata Meli.
"Langsung ke tangerang?" Tanyaku.
"Belum, ga tau berangkatnya kapan ke Tangerang nya." Jawab Meli.
"Oh, kirain langsung berangkat ke tangerang." Kata ku.
__ADS_1
"Belum be." Jawab Meli.
Keesokan harinya Meli berangkat training, hari ini hari kamis Meli sangat semangat sekali hari ini. Sampai di pabrik Meli langsung diarahkan untuk training teori lebih dulu. Setelah sudah setengah hari Meli di panggil sama trainer.
"Dek umur kamu belum delapan belas tahun ya." Tanya trainer Meli.
"Belum bu, masih kurang satu bulan lagi bu." Jawab Meli.
"Yah sayang sekali, kamu belum bisa lanjut bekerja dek. Harus nunggu delapan belas tahun dulu. Kurang satu hari pun kalau belum delapan belas tahun, belum boleh dek." Ujar trainer Meli.
"Terus gimana bu, besok saya ngga boleh masuk lagi?" Tanya Meli.
"Belum dek, nanti setelah umurnya memenuhi syarat kamu boleh mendaftar lagi ya." Ujar trainer.
"Iya bu terima kasih." Ucap Meli penuh kecewa.
"Oiya, kalau kamu punya saudara yang mau bekerja besok suruh datang kesini buat gantiin kamu ya. Suruh menemui saya."
"Iya ada bu, nanti saya langsung bilang sama orangnya ya."
"Ok, kamu jangan patah semangat ya gara-gara ini. Tunggu satu bulan lagi ya."
"Iya bu terimakasih ya bu."
Meli akhirnya pulang, dan segera menemui Tia untuk memberi tau kalau besok Tia harus berangkat menggantikan Meli, mungkin ini rejekinya Tia.
"Be besok kamu berangkat ke pabrik sama bawa berkas lamaran lengkap ya, gantiin aku. Soalnya umurku belum cukup jadi belum boleh berangkat." Ucap Meli saat ketemu Tia.
"Kok bisa gitu." Tanya Tia.
"Iya gatau, besok berangkat ya. Takut digantikan sama yang lain."
"Oke deh aku siapin dulu berkas lamaran aku ya." Jawab Tia.
Keesokan harinya Tia berangkat kerja, dia sangat senang sekali. Karena masukin lamaran kesini susah dan harus ada orang dalam. La ini Tia dapat rejeki nomplok ga boleh di sia-siakan.
"Pagi bu, saya temannya Meli yang kemarin udah masuk tapi belum cukup umur."
"Oh iya, kamu saya wawancara sekarang ya."
"Iya bu." Jawab Tia, dia sangat deg-degan semoga saja dia lolos wawancara.
"Saya tidak akan banyak tanya. saya cuma mau tanya kalau seandainya kamu training di tangerang kamu mau?" Tanya trainer Tia.
"Mau bu." Jawab Tia tegas.
"Kalau berangkat hari esok mau?"
Hari esok? Kok mendadak banget sih. Iya in aja lah tadi kan ibu ini bilang seandainya. Belum tentu juga langsung berangkat.
" Mau bu."
"Oke, besok kan hari sabtu hari libur karena disini hanya lima hari kerja jadi sabtu ya libur. Besok kamu siap-siap paginya terus sore jam tiga kumpul kesini lagi terus berangkat ke tangerang. Sekarang kamu gabung sama kelompok sebelah kanan ini mereka juga berangkat besok. Saya permisi dulu." Ucap trainer tersebut panjang lebar.
Tia hanya melongo, ga nyangka ternyata beneran besok berangkatnya. Mana Tia belum siap sama sekali.
__ADS_1