Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
18


__ADS_3

"Maafin aku Tia, aku sudah berusaha lupain mantan aku dan berusaha mencintaimu. Tapi semakin kesini aku semakin merasa bersalah kepadamu karena aku selalu teringat mantanku, dan saat ini aku harus kejar dia."


"Silakan kejar dia, aku juga ga butuh laki laki seperti kamu, kamu sungguh kejam. Kamu tidak punya perasaan sama sekali."


"Aku doakan kamu dapat laki laki lebih baik dari aku, dan..."


"Alah gausah doa doa segala ga manjur doamu!" Aku pun menyela omongan dia dan bergegas mencari ojek


Kenapa cinta tak pernah berpihak kepadaku, kenapa semua ini harus terjadi. Ya Allah ampuni dosa dosa aku, semoga ini kali terahir aku disakiti orang.


#


Beberapa minggu setelah putus dari Iman ga sengaja aku berpapasan dengan Iman di jalan. Aku bersama teman-teman nongkrong. Ada kak Danu juga, teman-teman ku ga tau kalau aku jadian dengan Iman dan sudah putus, ada yang tau sih tapi cuma beberapa aja.


"Eh itu Iman be, liat dia kaya orang depresi." Kata Meli ke aku.


Be adalah nama panggilannya aku Meli sama Tini, kak Wahyu juga suka manggil aku be.


"Iya biarin aja, mungkin dia ditolak mantannya lagi jadi depresi." Kataku asal.


Perasaanku ke Iman sudah biasa aja, toh pas aku jadian sama dia belum sayang-sayang banget sama dia. Jadi ya gampang buat aku lupain perasaanku ke dia. Buat pelajaran aku sendiri sih, gamau sayang yang berlebihan sama orang. Takut kecewa.


"Darimana kamu man?" Tanya Mario saat Iman mendekat.


"Dari rumah totok." Jawabnya datar.


"Ga mampir kerumah Tia kamu?" Tanya Fito.


"Enggak kan Tia disini, ya Tia ya." Sambil memandang ke arahku dan tersenyum.


"Iya gausah mampir mampir segala." Jawabku datar.


"Tia beli cemilan yuk." Ajak kak Danu.


Sepertinya kak Danu sengaja buat manas manasin si Iman. Sorot mata Iman seperti memancarkan penyesalan.


"Mm sama Tini aja, lagi males aku." Jawabku.


"Tia aja, tadi kan bilang haus mau beli minum biar sekalian be." Ucap Tini.


"Yaudah ayo." Jawabku.


Iman menatap aku terus, tapi aku biasa aja karna memang perasaanku sudah ga ada. Kak Danu udah tau aku putus sama Iman, dia juga nyatain perasaannya berkali kali ke aku. Tapi aku belum mau dan belum siap pacaran.


"Tia aku bakal nunggu sampai kamu mau nerima aku lagi."


"Jangan kak nanti kecewa loh kalau ga sesuai harapan."


"Aku akan coba terus masuk ke hati kamu."


"Terserah yang penting aku udah ingetin kak Danu ya."


Dia tersenyum dan menganggukkan kepalannya.


"Mm kamu kan masih suka jalan sama cewe. Kenapa ga kamu seriusin aja salah satunya kak. Kasian loh kalau cuma dimainin."


"Aku ga beneran suka sama mereka, menurut aku kamu yang terbaik."


"Kalau ga suka ya jangan disakiti, aku yang terbaik? Oh terbaik untuk disakitin maksudnya ya?"

__ADS_1


"Bukan Tia, aku jelasin juga kamu ga akan ngerti." Ucapnya


"Yaudah kembali ke tempat tadi aja yok." Ajakku setelah beli cemilan dan minuman.


"Kamu kangen sama Iman ya?"


" Sok tau" jawabku sedikit ketus.


"Kalau ngga kangen kenapa ngajak kesana cepet-cepet."


"La trus disini mau ngapain lagi, tadi bilangnya cuma beli minuman kan?"


"Mm iya iya yaudah kita kesana sekarang. Bentar aku bayar dulu ya."


"Iya."


Sampai ditempat nongkrong masih lengkap belum ada yang pergi. Iman liatin aku terus, aku jadi risi.


"Tia minggu depan jadi ikut mantai kan?" Tanya totok.


"Mm jadi ga ya, liat aja besok ya." Jawabku


"Yah jangan dibatalin dong Tia." Kata Iman.


"Aku ngga janji soalnya belum ngomong sama orang tua."


"Nanti aku pamitin ya." Ucap Meli.


"Kamu jadi ikut?" Tanyaku ke Meli.


"Aku sih ikut kamu, kalau kamu ikut, aku ikut, kalau enggak ya enggak." Ungkap Meli.


"Iya liat besok ya."


#


Akhirnya aku ikut ke pantai, kita berangkat sabtu malam. Sampai pantai pukul tiga dini hari. Kita istirahat di tenda. Karena niatnya camping


"Pulang yuk." Ajak Iman, dia sudah ga sadar diri mabuk kebanyakan minum.


"Apaan sih baru nyampe udah ngajak pulang." Ujar kak Damri.


Iman diam saja karena dia emang udah ga sadar, aku sebenarnya kasian sama dia, tapi aku juga ga mau disangka perhatian sama dia. Semenjak ditolak pacarnya dia lebih sering minum sampai ngga sadar.


Disini dia lebih sering menyendiri, mungkin lagi merenung. Dia sempat bilang ke aku kalau dia menyesal mutusin aku, lalu ngajak balikan aku. Tapi aku ngga mau.


"Tia kenapa ga mau balikan sama Iman?" Tanya totok.


"Sekarang kamu pikir aja, dia mutusin aku gara-gara masih cinta sama pacarnya, dan sekarang dia ditolak pacarnya dia mau balik ke aku. Emangnya aku tempat pelariannya." Jawabku kesel.


"Iya sih, tapi sepertinya dia menyesal."


"Biarin aja dia menyesal, itu kan pilihannya sendiri."


"Iya, gabung sama yang lain yuk." Ajak kak Totok


"Ayuk."


#

__ADS_1


Setelah sadar dari mabuknya Iman hanya diam. Sesekali aku lihat dia sering curi pandang sama aku. Ketika aku mau ke toilet sendiri dia mengikuti aku.


"Tia mau kemana?" Tanya Iman.


"Ke toilet."


"Tia aku boleh ngomong."


"Ngomong aja."


"Tia aku minta maaf ya, sungguh aku menyesal sudah nyakitin kamu."


"Iya aku udah maafin kok"


"Makasih ya Tia."


"Sama-sama"


Setelah ngomong ini dia sepertinya masih ada yang mau diomongin tapi dia hanya menunduk dan diam.


"Ada lagi yang mau diomongin? Kalau ga ada aku mau ke toilet dulu." Kataku.


"Ada Tia, tapi aku ga berani buat ngomong sama kamu."


"Kenapa kamu ga berani sama aku? Emangnya aku semenakutkan itu?"


"Bukan begitu Tia, mm aku... Aku mau ngajak kamu nikah Tia."


"Apa? Mau ngajak aku nikah?"


"Iya Tia, kamu mau kan nikah sama aku Tia?"


"Maaf ya Iman, waktu aku pacaran sama kamu itu udah sayang belum sampai membekas di hati aku. Dan setelah kamu mutusin aku, sayangku udah hilang begitu saja. Aku ga bisa nikah sama kamu. Maaf ya, aku harap kamu terima keadaan ini. Dan kamu jangan suka mabuk-mabuk lagi. Kamu harus jadi lebih baik lagi dari ini. Supaya mantan kamu juga menyesal udah nolak kamu." Jelasku panjang lebar


"Iya Tia, makasih ya. Yaudah aku kesana dulu."


"Iya."


Meli nyusul aku ke toilet.


" Tia ngapain aja sih lama banget." Tanya Meli.


"Cuma pipis kok, kenapa?"


"Tadi Iman nyamperin kamu to?"


"Iya kenapa emang?"


"Ngomong apa sama dia, dia kok nangis.'


"Hah nangis?" Aku kaget


"Iya nangis, semuanya pada bingung ditanya kenapa dia ga jawab."


"Dia ngajakin aku nikah, aku gamau. Masa iya sih langsung nangis."


"Ngajakin nikah? Percaya diri banget dia, setelah nyakitin kamu kemarin sekarang ngajakin nikah."


"Iya ya aku ga mau laj, emangnya aku se ngga laku itu apa, dijadiin pelampiasannya dia."

__ADS_1


"Yaudah kesana yuk, dia masih nangis ga ya disana."


"Iya ayo coba liat."


__ADS_2