Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
Bab 70 Bertemu mantan


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu..


Mentari mulai berangsur naik ke permukaan, cahaya masuk di celah lobang ventilasi. Sedari malam Ciko memikirkan akan bagaimana masa depannya. Dia mulai iklas dengan melepas Tia, dan mulai belajar menerima Juarti.


Sebentar lagi Juarti akan melahirkan anak yang di kandungnya. Ciko berjanji akan menerima anak yang di kandung Juarti meskipun bukan anak kandungnya. Ciko tidak pernah menggauli Juarti karena haram hukumnya menggauli istri yang hamil di luar nikah.


Juarti saat sedang menyiapkan sarapan untuknya dan untuk Ciko. Juarti masak sop ayam kesukaan Ciko. Saat Juarti sedang menata meja makan terlihat Ciko keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.


"Mas Ciko sarapan dulu ya, aku udah masak sup ayam kesukaan mas Ciko." Giarti menghampiri Ciko di depan kamarnya.


"Iya, aku makan tapi dikit aja. Udah telat soalnya." Ucap Ciko datar.


"Iya mas. Nanti aku bawain bekal juga ya buat makan siang." Juarti menarik tangan Ciko untuk duduk di kursi.


"Iya makasih ya." Ciko tersenyum.


"Mas, makasih ya udah maafin kesalahan aku dan mau menerima aku." Juarti memegang tangan Ciko.


"Iya, aku juga minta maaf karena udah nyakiti kamu dengan sikap dan kata-kata aku selama ini." Ucap Ciko merasa bersalah.


"Kamu nggak salah mas, yang salah itu aku karena udah hianati kamu. Kalau aku jadi kamu juga mungkin akan bersikap sama seperti mas begini." Juarti melanjutkan makannya.


"Aku udah selesai, aku berangkat dulu ya." Ciko berdiri danmengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Juarti.


"Hati-hati ya mas." Ucap Juarti sembari mencium punggung tangan Ciko.


Di rumah Tia..


Tok..


Tok..


Tok..


"Assalamualaikum." Ucap seseorang sembari mengetuk pintu rumah Tia.


"Wa'alaikum salam." Tia berjalan membukakan Pintu dan dia terkejut melihat siapa yang datang.


"Mm mbak, ada apa?" Tia bertanya dengan ekspresi datar.


Ternyata yang datang adalah Handa. Walapun Tia sudah baikan dengan handa, tapi Tia masih suka sakit hati kalau bertemu dengan Handa.


"Aku mau ngasih undangan, satu minggu lagi aku nikah. Kamu datang ya, harus datang, wajib datang." Ucap Handa seolah nggak pernah ada masalah diantara mereka.


"Iya insya Allah aku datang. Selamat ya udah mau nikah aja. Jadi aman kalau kamu udah nikah." Ucapan Tia mengalir begitu saja.


"Yee kamu ini, aku udah taubat ya. Udah fokus sama calon suami aku aja." Ucap Handa santai.

__ADS_1


"Ya syukurlah semoga saja tobatnya beneran, nggak akan kumat lagi. Ya udah aku buat minuman dulu ya."


Handa hanya mengangguk..


Di dapur Tia lagi membuat minuman untuk Handa. Danu yang baru saja main di belakang rumah masuk melalui pintu dapur.


"Ada siapa sayang?" Danu bertanya kepada Keisha yang membawa minuman.


"Ada mantan kamu tuh. Di sapa dulu sana, kali aja kangen." Ucap Tia ketus.


"Apa sih sayang jangan gitu lah, Kan udah masa lalu. Sekarang aku cuma fokus sama kamu sama anak kita."


Tia tak menyahut dia langsung meninggalkan Danu begitu saja. Danu mengikuti dari belakang.


Danu bersalaman dengan Handa.


"Apa kabar, sehat?" Tanya Danu ber basa basi.


Tia menatap tajam ke arah Danu. Danu bergidik ngeri melihat tatapan Tia.


"Baik, kamu sendiri?" Handa balas bertanya.


"Baik, ya sudah aku ke belakang dulu ya. Kalian ngobrol aja dulu." Ucap Danu sambil berjalan meninggalkan ruang tamu. Takut diterkam singa yang lagi banun upss.


Setelah Danu pergi Tia sama Handa masih mengobrol. Sebetulnya Tia nggak nyaman ngobrol lama-lama dengan Handa.


"Tia, kamu bahagia nggak akhirnya kamu jodoh sama mantan yang kamu sayang?" Handa tanya dengan sedikit berbisik.


"Ya menurutmu yang kamu liat gimana? Aku bahagia nggak? Apa jangan-jangan kammu masih berharap sama kak Danu atau kamu mau nikah cuma pelarian kamu aja?" Tia mulai jengah lama-lama ngobrol dengan Handa.


"Ya nggak tau biasanya kan yang terlihat sama yang nggak terlihat itu beda."


"Mbak, kayaknya anakku udah waktunya minum Asi deh. Mending kamu pulang" usir Tia yang sudah nggak tahan lagi sama Handa.


"Yaudah aku juga mau pulang kok. Jangan lupa datang ke pernikahan aku ya, ajsk Danu sama anak kamu." Ucap Handa seraya berdiri untuk pamit.


"Iya aku usahain datang." Ucap Tia.


"Aku pulang dulu ya. Panggilin Danu dong aku mau pamit." Dengan percaya diri Handa mengatakannya.


"Nanti aku pamitin. Atau kamu kangen sama kak Danu?" Tia menatap Handa sinis.


"Ya enggak lah. Yaudah aku pulang." Handa melirik ke dalsm ruangan kali aja melihat Danu.


Setelah Handa pergi, Tia langsung masuk menemui Danu.


"Kenapa sayang kok muka kamu di tekuk-tekuk begitu sih." Tanya Danu.

__ADS_1


"Nih dari Handa." Ucap Tia ketus seraya memberikan undangan pernikahan dari Handa.


"Oh dia mau nikah." Ucap Danu.


"Iya kenapa? Nggak rela ya kamu kalau dia nikah?" Tia marah nggak jelas.


"Ya rela dong sayang memangnya apa yang buat aku ga rela. Dia itu cuma masa lalu sayang. Kamu tenang dong jangan marah-marah terus."


"Kamu juga pake tanya kabar segala tadi sama si Handa." Tia melipat kedua tangannya di depan dada.


"Ya ampun sayang kan cuma sekedar nyapa aja."


"Harus ya begitu?"


"Tau kaya gini tadi aku nggak ikut keluar nemuin si Handa." Sesal Danu.


"Ah udah lah terserah kamu." Tia meninggalkan Danu


Danu tersenyum geli melihat Tia yang cemburu.


Handa yang baru keluar dari rumah Tia tersenyum bahagia. Handa masih menyimpan rasa kepada Danu. Benar kata Tia Handa menikah hanya untuk pelarian saja.


"Seandainya waktu bisa terulang aku nggak jadi lepasin kamu untuk Tia Danu." Batin Handa.


"Tia sayang, mau makan bakso nggak beli yuk." Danu membujuk Tia yang masih merajuk.


"Nggak usah ngrayu-ngrayu deh, bikin tambahsebel aja." Ucap Tia membelakangi Danu.


"Aku nggak ngrayu sayang. Aku beneran mau aja kamu beli bakso."


Tia hanya cemberut tak menimpali sama sekali.


Begitulah perempuan m, susah di tebak. Jika sudah marah susah redanya. Apa lagi marah karena cemburu.


"Ya udah aku pergi sama gadisku aja deh." Ucap Danu menggendong anaknya.


"Kamu ini bujuknya cuma kaya gitu. Mbok yang berjuang lagi biat aku nggak marahnya." Ucap Tia


Danu meledakkan tawanya.


"Kamu ini lucu sekali sih sayang. Bikin tambah sayang tau nggak." Danu mencubit pipi kanan kirinya Tia.


"Ih sakit tau." Ucap Tia ketus.


"hehe maaf, ya udah mau ikut nggak? Ini penawaranku yang terahir loh." Danu menggoda Tia.


"Mau dong." Ucap Tia malu-malu."

__ADS_1


"Gitu dong sayang."


__ADS_2