
(Pov Tia)
Aku tidak menyayangkan jika benar istri Ciko hamil duluan. Karena dulu selama berpacaran dengan aku dia tidak pernah berani macam-macam. Ciko termasuk orang yang paling baik dibanding teman-temannya menurutku.
Bukan karena dia mantanku, tapi memang dia tidak pernah neko-neko seperti teman-temanya yang suka main perempuan, suka judi. Ya, walaupun Ciko suka minum tapi menurutku dia tetap baik beda dari teman-teman yang lain.
Ciko tidak pernah meninggalkan sholat tidak pernah meninggalkan puasa. Bukan aku masih cinta atau masih sayang dengan Ciko, tapi aku hanya tidak menyangka.
"Sayang, dari tadi aku perhatikan kok kamu melamun terus. Ada apa sayang?" Tiba-tiba kak Danu datang.
"Eh enggak kok. Sejak kapan kak Danu disini?" Tanyaku.
"Mm sejak kapan ya. Baru aja kok." Ucap kak Danu.
"Kak aku pengen jalan-jalan. Kangen sama teman-teman." Ucapku.
Saat ini aku memang kangen kumpul dengan teman-teman. Mm sekalian cari informasi tentang Ciko sih.
"Mm ya udah kita pergi keluar yuk. Aku chat anak-anak dulu ya mereka ada dimana." Ucap kak Danu seraya membuka hp nya.
"Iya kak, aku siap-siap dulu ya." Ucap ku.
"Iya sayang." Jawab kak Danu.
Aku pun ganti baju dan menyiapkan keperluan anak aku untuk dibawa. Sebenarnya anak aku belum boleh diajak pergi-pergi karena masih belum genap empat puluh hari umurnya kata orang tua. Tapi aku kan orangnya bandel hehe.
"Sayang, udah siap aku." Ucap ku.
"Iya sayang, kita ke taman ya. Anak-anak lagi pada di taman katannya." Ucap kak Danu.
"Iya sayang. "
"Kita beli minum sama cemilan buat kamu dulu ya." Ucap kak Danu.
"Nggak usah kak."
"Nggak papa, nanti disana pada minum-minum kamu nggak punya minuman sendiri. Mm nanti aku boleh minum dikit kan?" Tanya kak Danu.
"Nggak usah minum, kita beli sendiri aja kak yang halal." Ucapku.
Semenjak nikah kak Danu memang jarang sekali kumpul dan minum-minuman keras. Karena aku melarangnya.
"Iya sayang. Ya sudah kita berangkat sekarang yuk." Ajak kak Danu.
"Iya."
Sesampainya di taman, kami langsung ikut bergabung dengan anak-anak. Ada Ferdi, Fino, Totok, dan banyak lagi. Aku sangat senang bertemu dengan mereka.
"Hey Tia, apa kabar kamu." Tanya Fino.
"Baik. Nih aku bawa cemilan buat kalian." Ucapku membukakan cemilan untuk teman-temanku.
"Tia kangen sama kalian, tadi dia ngajak ketemu kalian." Ucap kak Danu.
__ADS_1
"Makanya sering-sering keluar Tia. Kita juga kangen kamu kok." Ucap kak Damri.
"Hehehe iya, kalian masih aja kaya gini ya. Kapan kalian gendong anak kaya aku." Ucapku bercanda.
"Nanti anakmu biar gantia kita yang gendong Tia." Ucap Totok.
Tiba-tiba ada suara motor berhenti diparkiran. Ternyata Ciko datang bersama temannya.
"Hey ko. Mana istrimu kok nggak diajak." Tanya kak Danu menyapa Ciko.
"Enggak." Jawab Ciko singkat.
Aku hanya tersenyum, kak Danu sudah mengajak berdamai. Tapi sepertinya Ciko belum bisa berdamai.
"Kata Fino istri kamu hamil ya." Ucap Ferdi.
"Iya kayaknya fer, tapi belum tau kan baru beberapa hari menikah. Jadi belum kelihatan jelas pas di tesnya." Ucap Ciko seperti kurang yakin dengan ucapannya.
"Mm semoga aja lekas di beri momongan ya ko." Ucapku tersenyum.
"Iya, aamiin." Ucap Ciko.
"Kak Danu adek mau ikut ini." Ucapku karena capek menggendong terus.
"Iya sayang, ibu capek ya gendong si gembul ini." Ucap kak Danu.
"Sini biar aku gendong, biar cepet ketularan aku." Ucap kak Damri.
"Emang udah ada calonnya?" Tanyaku meledek.
Semua tertawa kecuali Ciko. Aku tau setiap sikap Ciko seperti ini pasti sedang ada yang dipikirkannya.
Semoga jika Ciko punya masalah segera selesai masalahnya dan semoga rumah tangganya langgeng.
"Kalau kak Damri mah aku udah hafal." Ucapku meledek kak Damri.
"Sekarang udah taubat Tia aku. Sekarang pengennya yang serius aja." Ucap kak Damri.
"Bagus deh kalau gitu kak, cepetan ya nyusul aku sama kak Danu." Ucapku.
"Siap Tia, doain ya."
"Aku doain dapat calon yang baik sholehah sayang keluarga kak." Ucapku mendoakan.
"Aamiin, makasih ya Tia. " Ucap kak Damri.
"Sama-sama kak. Oiya kita udah lama nggak piknik ya. Kapan gitu yuk kita piknik." Ucapku.
"Hayuk paling semangat aku kalau diajak piknik." Ucap Fino.
"Iya ayok." Ucap Totok.
"Gimana kak Danu?" Tanyaku.
__ADS_1
"Iya ayo aja sayang, tapi jangan yang jauh-jauh dulu kasian anak kita masih bayi sayang. " Ucap Kak Danu.
"Iya kak, nanti aku carikan tempatnya. " Ucapku.
"Ciko ikut aja kalau piknik, istrinya diajak." Ucap kak Danu.
"Nanti gampang lah, dia kan lagi hamil." Ucap Ciko datar.
"Iya diajak aja, orang hamil kan butuh refreshing ko." Ucap Totok.
"Iya nanti kabarin aja kalau mau berangkat." Ucap Ciko.
Setelah beberapa lama kami berkumpul, anakku sedikit rewel, akhirnya aku dan kak Danu memutuskan untuk pulang.
"Kak kita pulang aja yuk, kasian adek udah mulai rewel." Ucapku.
"Iya sayang, aku sama Tia pulang dulu ya. Main lah kerumah biar rame. Ciko main kerumah ajak istrinya." Ucap kak Danu
"iya." Ucap Ciko singkat.
"Iya nanti sore main kita kerumahmu masakin mi kuah yang pedes ya." Ucap Totok.
"Oke siap, aku tunggu ya." Ucap kak Danu.
"Iya, kalian hati-hati di jalan ya. Makasih tadi udah bawain cemilan ini." Ucap kak Damri.
Sesampainya dirumah aku langsung bawa anak aku istirahat dikamar. Aku masih kepikiran sama Ciko. Apa mungkin istri Ciko hamil diluar nikah ya. Kalau iya sama Ciko ga papa. Tapi kalau sama orang lain kasian. Tadi dilihat dari raut muka Ciko kayak lagi banyak pikiran.
"Sayang kenapa melamun gitu." Tanya kak Danu.
"Eh enggak kak. Aku lapar kak pengen nasi goreng buatan kak Danu. " Ucapku.
"Oke deh aku buatin sayang. Tunggu ya." Ucap kak Danu.
Aku bersyukur punya kak Danu, dia itu pengertian nggak banyak nuntut. Aku masih suka merasa bersalah sama kak Danu.
Beberapa saat kemudian kak Danu kembali membawa nasi goreng.
"Sayang ini nasi gorengnya udah jadi. " Ucap kak Danu.
"Makasih ya kak, kakak nggak ikut makan?" Tanyaku.
"Nanti aja sayang."
"Kak, aku mau tanya boleh?"
"Mau tanya apa sayang."
"Kak Danu udah di ketusin Ciko terus kok masih aja baik-baikin dia sih kak."
"Ya nggak papa dong sayang, biarin aja dia begitu. Aku udah anggap dia seperti adik sendiri dari dia kecil juga aku yang urusin dia kok. Tapi dia aslinya nggak begitu kok." Ucap kak Danu.
"Maafin aku ya kak, gara-gara aku hubungan kakak dan Ciko jadi seperti ini." Ucapku.
__ADS_1
"Sayang, semua ini udah di gariskan sama Allah. Sekarang kita pikirin keluarga kecil kita aja ya. Nggak usah pikirin orang lain. Masa lalu biar jadi masa lalu jangan diungkit-ungkit lagi."
"iya kak."