Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
pergi bersama Danu


__ADS_3

Ciko dan Tia saling cinta, mereka setiap hari ketemu, kalau hari biasa setiap pulang kerja selalu menyempatkan untuk bertemu walaupun hanya sebentar kalau hari minggu mereka habiskan seharian.


"Sayang, aku kayanya mau jujur aja sama kak Danu kalau kita pacaran. Aku ga mau dia terus-terusan gangguin aku." Ujar Tia saat mereka bertemu disebuah taman.


"Aku ga enak sama dia. Kamu tau sendiri kan dia itu udah aku anggep kakak sendiri. Aku ga mau dikira merebut kamu dari dia." Jawab Ciko.


"Tapi bukan seperti ini caranya, aku dan kak Danu kan putus sudah lama banget. Kita kasih tau aja kalau kita udah pacaran, dan beri pengertian sama dia kalau kita saling cinta."


"Aku belum siap sayang, nanti aku pikirkan caranya dulu ya."


"Terus sampai kapan, kemarin kak Danu ngajak aku pergi, aku udah nolak tapi dia terus maksa. Sampai sekarang masih maksa ngajak aku pergi. Aku belum jawab lagi. " Ucap Tia kesal sama Ciko.


"Kamu pergi sama dia gapapa, kasian dia."


"Kasian dia? Kamu ga kasian sama aku gitu? Nanti kalau aku mau pergi sama dia takutnya dia malah semakin berharap sama aku."


"Kamu pergi aja dulu sama dia, nanti soal ngomong biar aku pikirkan dulu ya." Ucap Ciko santai.


"Iya terus kapan mau ngomong nya, nyebelin banget sih kamu."


Tia suka sama Ciko karena dia baik, ga pernah aneh-aneh dia rajin beribadah, pekerja keras. Tapi ada yang buat Tia kurang suka sama Ciko, Ciko sifatnya kurang tegas, kaya sekarang ini dia milih pacaran sama Tia, tapi dia takut kalau Danu tau.


Padahal kalau ngomong terus terang kan mungkin Danu bisa mengerti. Dan mungkin Danu ngga akan ganggu Tia lagi.


#


Tia akhirnya mau di ajak pergi sama Danu, sebenarnya Danu bukan ngajak main sih. Danu minta ditemenin Tia untuk ngurus surat pengalaman kerja ya di perusahaannya dulu.


"Tia makasih ya udah mau anterin aku, aku seneng banget." Ucap Danu saat mereka sedang dijalan.


"Iya." Ucap Tia singkat, dia sangat terpaksa pergi sama Danu. Tia mau pergi karena disuruh sama Ciko.


Perjalanannya serasa lama sekali menurut Tia, apa mungkin karena Tia terpaksa padahal hanya sekitar satu setengah jam saja.


"Ini kok lama banget nyampenya, masih jauh kah?" Tanya Tia.


"Bentar lagi Tia, lima menitan lagi. Kamu capek ya? Maaf ya."


"Iya gapapa." Jawab Tia.


"Ini udah nyampe, kamu tunggu disini dulu ya, aku masuk ke Hrd dulu." Danu menyuruh Tia duduk di bangku didekat pos satpam.


"Iya."


Danu masuk dan Tia menunggu di dekat pos satpam, Tia sangat bosan sekali. Karena Danu lama.


~sayang kamu lagi apa?~ Tia chat Ciko.


~ini lagi sama anak-anak, kamu udah sampai?~ balas Ciko.


~udah, bosen sekali aku. Kamu sih pake nyuruh aku pergi segala. ~


~anggap aja kamu nganterin kakak kamu sayang, pulngnya jangan sore-sore ya. Nanti ketemu, aku kangen.~


Tia yang tadinya mau marah, tapi ga jadi. Ciko emang selalu bisa bikin Tia senang. Tia juga kalau marah sama Ciko ga pernah bisa lama.


~iya sayang, habis ini aku minta pulang aja.~ balas Tia.


~yaudah sayang, aku mau jalan dulu ya.~


~jalan kemana?~


Pesan Tia yang terahir nggak di balas sama Ciko. Ciko memang begitu suka tiba-tiba ngilang, dan sering susah dihubungin kalau udah sama teman-temannya.


"Tia maaf ya lama ini udah selesai, kita nyari makan dulu yuk aku lapar sama haus." Ajak Danu saat baru keluar.


Tia pengen nolak diajak makan, tapi Tia haus karena disini sangat panas.


"Mm yaudah ayo."


"Mau makan apa?" Tanya Danu.


"Aku ngikut aja, terserah kak Danu."


"Kita jalan dulu aja ya, nanti kalau ada yang kamu pengen di jalan bilang ya, biar aku berhenti."

__ADS_1


"Iya kak."


Danu mengurus surat pengalaman kerja di daerah surakarta, cabang perusahaan yang ada di jakarta.


Akhirnya mereka berdua berhenti di depan keraton surakarta. Karena banyak penjual makanan dan minuman.


"Kamu mau makan apa Tia?" Tanya Danu.


"Aku pengen siomai sama es kelapa muda kak. " Jawab Tia.


"Yaudah kamu duduk disini dulu ya biar aku yang pesan." Jawab Danu.


"Iya kak." Tia duduk di tikar dibawah pohon rindang.


"Udah aku pesenin Tia, tunggu ya."


"Iya kak."


"Kamu udah pernah kesini belum Tia?" Tanya Danu.


"Belum kak, baru pertama ini."


"Mau masuk keraton itu ngga?" Tanya Danu.


"Enggak ah kak, mau ngapain."


"Ya lihat-lihat kan belum pernah."


"Nggak usah lah kak."


"Oh yaudah."




Keraton Surakarta Hadiningrat adalah Sebuah kerajaan Jawa yang memerintah beberapa abad yang lalu telah menjadi ikon Kota Solo. Kerajaan ini bernama Keraton Kasunanan, didirikan oleh Susuhan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang rusak akibat Geger Pecinan pada tahun 1743. Memiliki luas area sekitar 54 are dan banyak koleksi patung, senjata dan pusaka kerajaan. Salah satu bangunan bertingkat yang menarik di Keraton Kasunanan yaitu Menara Sanggabuwana, konon menjadi tempat bertemunya Ratu Laut Selatan dengan Raja. Menara ini didirikan oleh Sri Susuhan Pakubuwono III pada tahun 1782. Menara setinggi 30 meter ini berfungsi sebagai menara dan tempat memata-matai Belanda pada masa penjajahan.


"Tia kita jalan dulu yuk kemana gitu." Ajak Danu.


"Yaudah kita langsung pulang."


Akhirnya Tia lega karena Danu mau langsung pulang.


"Aku bayar dulu ya kamu tunggu di parkiran dulu. " Pinta Danu.


"Iya kak."


Setelah selesai membayar Danu langsung ke parkiran.


"Yuk Tia kita pulang. "


Danu melajukan motornya.


"Bukannya kalau pulang kearah sana ya kak, kok kita malah kesini." Tanya Tia.


"Iya kita pulang lewat sini aja ya." Jawab Danu.


"Emang bisa kak?" Tanya Tia lagi.


"Bisa" jawab Danu singkat.


Tia diam, dan melihat-lihat jalan, dan Tia melihat plang panah bertuliskan arah Jogjakarta.


"Loh kak itu kok plangnya arah jogja?" Tanya Tia bingung.


"Iya kita lewat jogja."


"Kan jauh kak, ngapain kita lewat jogja." Tia sedikit kesal.


Maksud Danu ngajak Tia lewat jalan yang lebih jauh itu, biar dia lebih lama bersama Tia.


"Gapapa, nikmatin aja perjalanannya Tia. Nanti kita mampir malioboro ya." Ucap Danu santai.


__ADS_1



Jalan Malioboro merupakan nama suatu kawasan jalan paling terkenal di kota Jogja, membentang dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta.


Selain karena lokasinya berada di jantung kota, Malioboro juga semakin populer berkat cerita sejarah dan mitos yang menyertainya Kawasan jalan ini sering dikaitkan dengan tiga tempat yang paling sakral di Jogja, yakni Gunung Merapi, Pantai Selatan, dan Keraton.


Bersama Jalan Margo Utomo dan Jalan Margo Mulyo, Jalan Malioboro jadi poros imaginer dari keraton yogyakarta. Nama ‘Malioboro’ dari kawasan jalan ini diambil dari nama seorang jenderal Inggris, Duke of Marlborough (1650-17220). Pada tahun 1811-1816, Inggris menduduki Jawa. Masyarakat sangat mengagumi sosok sang jenderal hingga menjadikannya nama jalan.


Namun, ada juga yang berpendapat bahwa nama Malioboro diambil dari bahasa Sansekerta, berasal dari kata ‘Malyabhara’ yang bermakna untaian bunga. Penyebutan nama Malioboro mulai kian dikenal setelah terjadinya Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Jalan Malioboro menjadi jalan utama yang dilewati oleh para gubernur jenderal atau pejabat tinggi dari kolonial Eropa saat melakukan kunjungan resmi ke Yogyakarta.


Malioboro adalah jalanan legendaris di Jogjakarta


Hampir semua yang datang ke Jogja pasti menyempatkan diri mengunjungi area ini


Tersedia banyak pusat perbelanjaan, pusat kuliner dan pusat atraksi wisata


PKL (pedagang kali lima) ditata di Teras Malioboro 1 dan 2


Ada juga penyewaan sepeda gratis yang bisa kamu gunakan untuk keliling area tersebut.


Sepanjang jalan ditata rapi dengan fasilitas puboik kebanyakan anak2 muda berkumpul dan meng eskpresikan dirinya skate board, stroller,cycling dimana mana bersih dan asri sangat menarik


Traveling di malioboro tidak ada yang menandingi, setiap sudutnya sangat romantis dan banyak orang-orang ramah dan mau berbagi ilmu di kota ini.


Tia tidak menimpali karena dia terlanjur kesal sama Danu, dan ini udah sore. Tia juga ada janji sama Ciko mau ketemu.


Setelah sampai di malioboro, Tia Dan Danu berkeliling.


"Tia, kamu mau beli apa?" Tanya Danu.


"Ga mau beli apa-apa kak, aku laper lagi kak."


"Oh laper ya, mau makan apa?"


"Apa aja yang penting kenyang."


"Yaudah kita jalan nanti kalau nemu tempat makan kita berhenti ya. "


"Iya kak."


Sebenarnya Tia udah ga tenang, dia pengen cepat pulang. Dari tadi dia coba hubungi Ciko juga ga bisa. Takut Ciko marah. Ciko kalau marah suka diem ngga mau ngomong dan sangat lama.


#


Setelah selesai makan dan puas berkeliling akhirnya Danu mengajak Tia pulang.


Sampai dirumah Tia langsung mencoba menghubungi Ciko


~sayang kamu dimana?~


~aku di rumahnya Ferdi.~


~aku kesitu ya.~


~nggak usah, aku udah mau pulang.~


~katanya mau ketemu aku dulu.~


~aku kan bilangnya sore, kamu malah baru pulang malam begini. Kamu pasti nikmatin banget kan pergi sama kak Danu.~


~siapa bilang aku nikmatin, yang nyuruh aku pergi kan kamu, terus dari tadi kamu aku hubungin ga bisa. Terus sekarang kamu mau nyalahin aku gitu?~


~siapa yang nyalahin? Kalau ga menikmati kenapa baru pulang malam gini?~


~aku udah ngajak kak Danu pulang, tapi dia malah ngajak jalan terus. Apa aku bilang aja kalau kita pacaran. Jadi dia ga bakal ngajak aku keluar lagi? Biar kamu ga nyalahin aku terus.~


~eh jangan-jangan, yaudah aku ga nyalahin kamu. Tapi lain kali jangan lama-lama kalau keluar sama Danu ya.~


Danu selalu takut kalau Danu tau dia dan Tia pacaran. Alasannya sih katanya ga enak aja.


~lain kali? Kamu mau aku keluar sama kak Danu? Ga ada ya! Ga ada lain kali lain kali segala.~


~iya, yaudah sekarang aku pulang dulu. Ini udah malam kamu istirahat dulu aja, besok aja ketemunya ya.~


~terserah!~

__ADS_1


__ADS_2