Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
DIMANA HATIMU!


__ADS_3

Hari ini aku mau jalan-jalan sama temen-temen aku ke tempat berenang air hangat. Aku dibonceng kak Damri, Kala dibonceng kak Satria, dan banyak lagi temen-temen yang ikut. Oiya kak Satria itu satu kampung sama aku dia aku kenalin Kala dan sekarang lagi proses pendekatan.


Saat aku lagi siap-siap berangkat, tiba-tiba kak Danu lewat.


"Eh kok ramai-ramai pada mau kemana nih?" Tanya kak Danu.


"Ini mau renang." Kak Damri tanpa melihat ke arah kak Danu.


"Ko ga ajak-ajak sih." Ucap kak Danu dengan nada kecewa.


"Kalo mau ikut ya ayo" ucap kak Satria.


"Yaudah aku siap-siap dulu, tungguin bentar ya aku ambil baju ganti dulu. Oiya aku ajak Handa ya." Sahut kak Danu.


"Terserah!" Ucap kak Damri ketus. Semua yang ada di sini menatap aku sedih.


"Ngapain sih diajak penghianat gitu." Ucap Kala sebal.


"Maaf tadinya kan cuma basa basi eh dia mau ikut beneran."


bBeberapa menit kemudian kak Danu datang, dia bersama kak Handa. Aku hanya diam. Tadinya aku ga jadi ikut, tapi gak enak sama Kala.


"Berangkat yuk, udah pada siap kan?" Ajak kak satria.


"Hayuk." Ucap kak Damri.


Diperjalanan aku hanya diam melihat kak Danu dan kak Handa berboncengan. Rasanya pengen nangis. Jadi ingat dulu pas aku diboncengin kak Danu, aku selalu peluk dia, dan dia selalu menyanyikan lagunya UNGU yang judulnya saat bahagia.


{ Saat bahagiaku


Duduk berdua denganmu


Hanyalah bersamamu


Mungkin aku terlanjur


Tak sanggup jauh dari dirimu


Kuingin engkau s'lalu


Tuk jadi milikku


Kuingin engkau mampu


Kuingin engkau selalu bisa


Temani diriku


Sampai akhir hayatmu


Meskipun itu hanya terucap


Dari mulutmu


Dari dirimu yang terlanjur mampu


Bahagiakan aku


Hingga ujung waktuku


Selalu


Seribu jalan pun kunanti


Bila berdua dengan dirimu


Melangkah bersamamu


Kuyakin tak ada satu pun

__ADS_1


Yang mampu merubah rasaku untukmu }


Aku pun akhirnya menangis juga, ternyata hatiku belum bisa diajak kompromi.


"Kak Damri kita duluan aja yuk, aku gamau dibelakang mereka." Ucapku dengan menunjuk kak Danu dan kak Handa.


"Iya, kamu yang sabar ya. Nanti pasti dapat gantinya yang lebih baik kok." Ucapnya iba denganku.


"Belum kepikiran aku." Ucapku tersenyum tipis.


vKamipun sampai di tempat tujuan. Teman-temanku langsung siap-siap mau berenang. Aku hanya diam, sudah ga ada gairah mau ngapa-ngapain.


"Kamu ga ikut turun?" Tanya kak Danu.


"Nggak!" Ketusku.


"Kamu kenapa sih?" Ucapnya gatau diri.


"Kenapa apa sih, udah urusin aja pacar kamu tersayang itu." Ucapku sambil berjalan meninggalkan kak Danu.


Aku memilih menunggu di gazebo dekat kolam. Aku melihat teman-temanku pada bahagia banget. Tapi kok aku ga liat kak Danu sama kak Handa ya.


"Heii, ngalamun aja kamu." Tiba-tiba kak Handa menghampiriku. Nadanya kaya orang ga punya salah aja.


"Siapa juga yang melamun." Ucapku datar.


"Aku minta maaf ya, aku akan tinggalin Danu demi persahabatan kita. Aku janji sama kamu setelah ini aku bakal jauhi dia." Ucapnya memelas.


"Haha demi persahabatan? Hellow dimana pikiranmu yang itu kemarin-kemarin?. Trus bilang sok mau ninggalin, Udah berapa kali bilang kaya gitu?" Jengkel banget aku dama dia.


"Kali ini beneran. Sepulang dari dini aku bakal blokir Danu, dan bakal ninggalin dia."


"Terserah, kamu ninggalin juga keadaannya ga akan sama kaya dulu kan. Lakukan apa yang membuatmu senang. Jangan pikirkan persahabatan kita. Karna ga akan ada lagi yang namanya persahabatan."


"Kamu kok gitu sih, aku rela ninggalin Danu demi kamu." Dengan nada sedih yang seperti dibuat-buat."


Aku tersenyum sinis " Danu itu udah bilang ke aku mau nikah sama kamu. Terus sekarang aku harus percaya kalo kamu mau ninggalin dia?"


"Ada lagi yang mau diomongin? Kalo ngga ada mending minggir. Aku males liat muka kamu." Ucapku tanpa melihat kearahnya.


Diapun pergi, Ya Allah sungguh berat ujian dariMu kali ini. Tambahin stok sabar ku Ya Allah. Aku menangkup wajah dengan kedua telapak tanganku menahan sedih.


"Dia bilang apa? Nyakitin kamu?" Aku terperanjat kaget tiba-tiba kak Damri di belakangku disusul Kala dibelakangnya.


Aku hanya tersenyum


"Mau dia apa sih. Belum puas dia nyakitin kamu kali ya." Ucap Kala geram.


"Udahlah biarin sesukanya mau ngapain. Bukan urusan kita. Kalian kok udahan renang nya?" Tanyaku.


"Aku laper tuh lagi pesan mi rebus, kamu mau?" Jawab Kala.


"Enggak, aku minum aja."balasku.


"Mau minum apa biar aku pesenin sekalian." Ucap kak Damri.


"Apa aja yang dingin" ucapku datar.


"Suasana dingin-dingin gini jangan minum yang dingin. Aku pesenin susu anget aja ya."


"Orang panas gini kok." Balasku


"Apanya yang panas, ga ada matahari ini." Memang suasananya dingin sedikit berkabut.


"Hati aku yang panas." Candaku.


"Ya elah, yaudah tunggu ya."


Semuanya lagi pada makan, kecuali aku. Nafsu makanku ilang gara-gara kak Handa tadi. Setelah selesai makan kami beberes terus pulang. Sampai dirumah aku sama Kala langsung masuk kamar, Kala nginep tempatku. Dia memang biasa nginep, dia juga akrab sama semua keluargaku. Sampai embahku juga dia akrab banget.

__ADS_1


Paginya aku dan Kala berangkat kerja bareng. Kami berangkat subuh, supaya sampai kost bisa istirahat dulu sebelum berangkat kerja.


Tiba-tiba teleponku bunyi, ternyata udah ada 5panggilan tak terjawab dari kak Danu. Hih mau apa lagi sih dia. Aku pun mengangkat telepon kak Danu.


$Hallo.$


$udah sampai tempat kerja?$


$ada apa telepon aku? Kalo ga ada yang penting aku matiin ya$


$gitu banget sih. Aku mau minta tolong$


$minta tolong apa?$ tanyaku.


$tolong bujukin Handa jangan tinggalin aku, aku ga bisa ditinggalin dia.$


$dimana sih hati kamu kak?$ ucapku geram.


$maaf, aku bingun mau minta tolong siapa. Kamu tau kan, aku sayang banget sama Handa.$ ucapnya gatau diri.


$yaudah nanti aku coba$


Bodohnya aku mau aja dimintai tolong kak Danu, ini salah satu kelemahan aku. Selalu ga bisa nolak permintaan kak Danu. Mungkin benang orang bilang kalau cinta itu buat kita jadi bodoh.


Malamnya sepulang kerja aku ke kamar kak Handa buat nurutin permintaan kak Danu tadi.


Toktoktok


Aku mengetuk pintu kamar kak Handa tapi dia ga langsung bukain. Kaya lagi beberes dulu gitu. Akhirnya setelah 3menita dia baru buka pintu.


"Eh Tia sini masuk." Ucapnya berbinar.


" Iya , aku ga lama-lama kok cuma mau bilang. Tadi kak Danu telepon aku minta tolong bujukin kamu jangan tinggalin dia." Ucapku tanpa basa basi.


"Keputusan aku udah bulat Tia, lagian kamu mau-mau aja sih disuruh dia. Kamu mau sahabatan lagi sama aku atau enggak aku tetap bakal tinggalin dia kok." Ucapnya santai.


"Terserah yang penting aku udah ngomong sama kamu. Oiya sebenernya kamu itu kenapa kok bisa selingkuh sama dia. Padahal kan kalian ga saling kenal kan." Tanyaku penasaran karena itu yang selalu sku pikirkan.


" Iya awalnya dia chat aku lewat facebook. Terus dia minta nomorku dengan dalih dia mau curhat soal kamu dan dia bilang jangan sampai kamu tau. Aku kasih kan ya, ya ternyata memang bener dia sering curhat tentang kamu."


"Terus kenapa selingkuh?"


"Awalnya perasaan aku sama dia biasa aja, tapi lama kelamaan aku nyaman sama dia, dia juga bilang kalo dia nyaman sama aku. Pada saat dia pulang dari jakarta kita ketemuan. Dan semakin lama kami menjalin hubungan" ucapnya


"Terus kalian ga mikirin ada aku? Ada kak Wahyu juga?" Tatapku sinis.


" Aku sama Wahyu sebenernya udah putus tapi dia yang masih deketin aku terus. Kalo kamu, aku mikirin tapi gatau kenapa aku ga bisa nolak Danu saat itu."


"Oh yaudah aku mau balik ke kamar Kala dulu."


"Eh tunggu, aku mau tanya. Kamu sebenarnya masih sayang kan sama Danu?" Tanyanya.


"Menurutmu? Aku awal ketemu emang langsung cinta ya sama dia dan ga bisa kan rasa cinta itu hilang begitu saja."


Sampai dikamar aku langsung sms kak danu.


~udah aku bilangin ke kak Handa, tapi keputusan tetap ada ditangan kak Handa.~


~makasih ya, kamu emang adekku yang paling baik.~


Adek? Rasanya aku mau lempar muka kak Danu pake kursi. Menyebalkan sekali mereka berdua.


~sama-sama~


~kalau nanti dia tetap ninggalin aku, aku bakal resign kerja, terus mau nyari kerja dijawa aja mau ngejar dia.~


~terserah, bukan urusanku.~


~aku harap kamu anggap kita ga pernaah ada masalah, tolong sikapmu jangan berubah ke aku ya.~

__ADS_1


Dasar manusia gatau diri!


__ADS_2