Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
28


__ADS_3

Setelah sampai di bendungan. Aku berteriak sangat kencang. Agus setia menemaniku. Beruntung aku punya teman seperti Agus.


"Sudah lega nu?" Tanya Agus.


"Sedikit lega." Aku mengambil gitar di atas motor lalu memainkannya.


"Allhamdulillah, sekarang kamu nyanyi aja biar kamu lega."


Aku hanya mengangguk. Aku menyanyikan lagunya ipang 'tentang cinta' pas banget sama perasaanku saat ini.


Sekilas tentang dirimu


Yang lama ku nanti


Memikat hatiku


Jumpamu pertama kali


Janji yang pernah terucap


Tuk satukan hati kita


Namun tak pernah terjadi


Mungkinkah masih ada waktu


Yang tersisa untukku


Mungkinkah masih ada cinta di hatimu


Andaikan saja aku tahu


Kau tak hadirkan cintamu


Inginku melepasmu dengan pelukan


Sesal yang datang selalu


Takkan membuatmu kembali


Maafkan aku yang tak pernah tahu


Hingga semuanya pun kini tlah berlalu


Tanpa sadar aku pun menangis, Agus hanya diam dan mengelus pundak ku.


Tia masih adakah sedikit cinta untuk aku? Tia masihkah ada waktu untuk aku membuktikan semuanya? Tia jika sudah tidak ada cinta di hatimu, aku ingin memelukmu untuk terahir kali.


"Ini semua karena kebodohan aku gus, karena aku terlalu mengikuti nafsu. Sekarang kamu lihat gus apa yang aku dapat? Penyesalan yang aku dapat gus." Aku masih menangis.


"Penyesalan memang menyakitkan, tapi itu kenyataan dan kamu harus iklas."


"Aku harus perjuangkan Tia gus, harus!"


"Kamu jangan terlalu memaksa, biarkan berjalan seperti air mengalir, jika Tia memang jodohmu pati akan kembali. Jika tidak kamu jangan terlalu berharap."


"Aku yakin dia jodohku."


"Yasudah terserah kamu."


#


(Pov Handa)


Setelah pulang dari rumah Tia perasaanku sangat kacau. Aku ngga tau apa yang aku lakuin ini sudah benar. Jujur aku masih mengharapkan Danu. Karena aku menyesal selingkuh dari dia.


Saat aku ketemu dengan Danu di kafe, aku sangat bahagia, berharap dia masih ada rasa buat aku, dan memintaku kembali padanya, namun ternyata aku salah. Danu ingin kembali dengan Tia dan meminta bantuan aku. Rasanya sakit, ternyata ini yang dirasakan Tia saat dulu dia membantu Danu agar kembali dengan aku.

__ADS_1


"Kamu kenapa melamun?" Tanya Wati.


Wati adalah adik sepupu aku.


"Eh enggak papa kok." Jawabku kaget.


"Alah jangan bohong, ada masalah?"


Aku hanya diam dan menangis


"Kamu kenapa malah menangis, kalau ada apa-apa cerita sama aku." Ucap Wati.


"Aku nyesel Wat udah selingkuh dari Danu, sekarang aku sadar kalau aku sayang sama dia, tapi dia sekarang cinta sama Tia, dia."


"Kenapa kamu nyesel, ya gausah nyesel lah. Dulu kamu merebut Danu dari Tia, terus kamu malah sia-siakan dia. Ya ini resiko buat kamu." Ujar Wati.


"Iya Wat, aku sekarang kehilangan Danu, juga kehilangan sahabat aku Tia karena perbuatan aku sendiri." Jawabku.


"Yaudah, kamu udah minta maaf sama Tia?" Tanya Wati.


"Udah Wat, tapi kayanya dia udah benci sama aku."


"Tapi dia mau maafin kamu kan?" Tanya Wati.


"Dulu dia bilang maafin aku, tapi tadi malam dia marah-marah sama aku wat."


"Kenapa, emangnya tadi malam kamu ketemu Tia?" Tanya Wati.


"Danu minta tolong sama aku buat bujukin Tia supaya dia mau balikan sama Danu."


"Apa? Kok kamu mau sih, kamu kan juga cinta sama Danu."


"Iya aku cinta sama Danu, tapi aku juga seneng kok Tia ga mau balikan sama Danu. Dengan aku bantuin Danu kan mungkin aja nanti Danu bisa dekat dengan aku lagi."


"Terus sekarang kamu mau deketin Danu lagi?"


"Gila memang kamu Han." Jawab Wati dengan geleng geleng kepala.


"Biarin aja, aku yakin akan berhasil kok."


"Yaudah terserah kamu, tapi kalau ga berhasil jangan kecewa ya."


"Iya, pasti berhasil kok."


"Yaudah aku pergi dulu."


"Mau kemana?"


"Mau beli bakso."


"Mau dong, aku beliin ya."


"Iya aku beliin."


Setelah Wati pergi, aku coba untuk hubungin Danu dengan chat dia.


~Danu, lagi apa?~


Setelah beberapa saat Danu baru membalasnya.


~lagi duduk aja Han, gimana?~


~emang kalau aku chat cuma boleh kalau ada apa-apa doang?~


~ya enggak. Tumben aja chat aku.~


~ga papa, kangen aja.~

__ADS_1


~oh, iya.~


Aku sebel sama Danu dia cuek banget sama aku sekarang. Gimana caranya deketin dia lagi ya. Apa aku sandiwara lagi buat bantuin dia deket sama Tia, padahal aku yang mau deket.


~eh gimana sama Tia?~


~belum tau, aku biarin dia tenang dulu aja nanti aku baru deketin dia lagi.~


~oh gitu, nanti aku coba bantuin kamu lagi gimana?~


~ga usah Han, aku nanti coba sendiri aja. Makasih ya tawarannya.~


~kenapa?~


~ga kenapa-kenapa kok, ga mau repotin kamu aja.~


~ah ga repot kok.~


~~sekali lagi makasih, tapi gausah Han. Maaf ya aku ada urusan, udah dulu ya.~


~mm iya.~


Dia ga mau aku bantuin lagi, aku harus cari cara biar dia mau aku bantuin. Dengan begitu aku akan semakin dekat sama dia.


(Pov Tia)


Aku benar-benar ga habis pikir sama kak Danu dan kak Handa. Mereka ga ada bosannya gangguin aku. Sebenarnya apa yang mereka rencanakan. Belum puaskah mereka nyakitin aku. Belum puaskah mereka lihat aku hancur.


Saat aku termenung Meli datang kerumahku.


"Kenapa muka kamu kusut begitu be?" Tanya Meli.


"Tadi kak Handa datang kesini." Jawabku.


"Hah? Ngapain?" Tanya Meli.


"Dia minta aku balikan sama kak Danu."


"Ga salah tuh, kayanya ada yang mau dia lakuin."


"Ya ga tau, biarin aja lah. Tadi aku udah marah-marah sama dia."


"Bagus, jangan mau temenan sama orang kaya dia lagi. Bermuka dua dia memang." Kata Meli


"Iya, tapi kaya ya dia masih cinta sama Danu loh. Kelihatan dari matanya, kayanya sebenarnya tadi dia ga iklas kesininya."


"Mungkin dia cuma mau narik perhatian ya kak Danu lagi be." Jawab Meli.


"Iya bisa jadi begitu."


"Lagian mereka cocok kok, tukang selingkuh sama tukang selingkuh, Iya kan."


"Iya, haha." Aku tertawa.


"Eh ngomong-ngomong gimana sama Jio be?"


"Ya g gimana-gimana, aku akan berusaha buat cinta sama dia, tapi aku ga tau kapan bisa cinta sama dia."


"Iya bagus deh, soalnya dia tadi keliatan bahagia banget, kasian kalau sampai dia kecewa sama kamu Tia."


"Iya ku juga tau kok."


"Semangat ya Tia sayangku."


" Iya, makasih ya. Tapi aku takut kecewain dia juga sih kalau aku nanti tetap ga bisa cinta sama dia."


"Kamu mikir yang baik-baik terus tentang dia, jangan yang buruk-buruk. Nanti lama-lama kamu pasti bisa cinta sama dia."

__ADS_1


__ADS_2