
"Sayang, aku pengen pergi ke pantai sama kamu." Ucap Tia saat bertemu dengan Ciko di sebuah taman.
"Iya ayo sayang, aku akan penuhi semua keinginanmu sebelum kamu sah jadi milik orang lain." Jawab Ciko.
"Bisa ga bahas itu ga? Bikin mood ku ilang aja. " Jawab Tia ketus.
"Iya iya sayang, maaf ya. Kapan kita ke pantai?"
"Minggu depan ya, aku ambil cuti dua hari." Jawab Tia.
" Ok sayang."
"Kita ajak Fino sama pacarnya ya. " Ucap Tia.
"Iya nanti aku bilang ke dia. "
"Kita ketemu sama anak-anak yuk. Kangen aku udah lama ga kumpul. " Ajak Tia.
"Iya ayo. Ini lagi pada di hutan pinus."
"Iya ayo."
Tia dan Ciko pergi ke hutan pinus tempat reman-temannya berkumpul. Tia selalu bahagia saat berkumpul dengan teman-temannya.
"Eh itu ada Fino yang, bilang sekarang aja." Ucap Tia.
"Iya, bentar aku ajak dia agak menjauh ya biar ga ada yang tau."
"Fin ikut aku sebentar, aku mau ngomong." Bisik Ciko di telinga Fino.
"Kemana? Ga disini aja?" Tanya Fino.
"Rahasia Fin, nanti ada yang tau. "
"Oh yaudah kita ke pojok sana aja." Ucap Fino.
Setelah agak menjauh Fino mengatakan keinginannya.
"Mau ngomong apa sih, serius amat. " Tanya Fino.
"Tia pengen ke pantai, kamu ikut ya sama Dayu." Ucap Ciko.
Dayu itu pacarnya Fino, mereka udah lama pacaran, saat ini Dayu sedang hamil, tapi mereka belum menikah. Tapi Fino kurang perhatian sama Dayu.
"Boleh juga ke pantai, tapi kalau Dayu ga tau mau apa enggak, dia kan lagi hamil muda. " Ujar Fino.
"Oh iya, yaudah kamu ngajak siapa gitu, Handi apa siapa. Tapi jangan ada yang tau ya." Ucap Ciko.
"Beres itu mah, tapi aku ga ada duit kalau mau pergi. "
"Tenang aja kalau soal itu mah. "
Setelah selesai ngobrol mereka berdua kembali kumpul sama teman-temannya.
"Sayang aku udah bilang Fino, dia mau katanya." Ucap Ciko ke Tia.
"Iya bagus deh kalau mau. Yang aku bentar lagi pulang ya. Bapak aku nyariin."
"Iya sayang, aku disini dulu ya."
"Iya."
#
Sesampainya dirumah Tia bilang ke bapaknya kalau dia akan pergi ke pantai.
"Bapak hari senin sore aku mau ke pantai sama teman-teman kerja." Tia berbohong karena takut ngga boleh sama bapaknya.
"Ajak si Danu sekalian biar kamu ada yang nge jagain nduk." Jawab bapak Tia.
"Mm anu, ini kan acara di tempat kerja. Nggak ada yang bawa orang luar pak. " Jawab Tia.
"Yaudah, tapi pamit sama Danu ya, biar bagaimanapun kan dia calon suami kamu. " Ujar bapak Tia.
"I-iya pak nanti Tia pamit." Jawab Tia malas.
Akhirnya dengan berat hati Tia kirim pesan ke Danu.
~kak hari senin besok aku mau ke pantai, acara di pabrik aku. ~ send.
Danu senang sekali Tia pamit ke dia, semenjak Danu melamar Tia, Tia ga pernah balas chat Danu. Baru kali ini Tia kirim pesan ke dia.
~oh, iya Tia. Kamu hati-hati ya. Ke pabrik nya aku antar aja ya.~ balas Danu girang.
~ga usah aku bawa motor aja.~
Padahal memang ke pantai dia mau naik motor, kalau diantar Danu nanti gimana ke pantainya.
~ya udah, tapi kamu hati-hati ya Tia, pulangnya kapan Tia?~ tanya Danu.
~selasa malam kayanya kak.~
~oh ok Tia. ~
Perasaan Danu sangat bahagia, akhirnya Tia menganggap dia ada.
#
Senin sore tiba, Tia bersiap-siap untuk berangkat. Tia akan pergi bersama Ciko, Fino, dan Handi. Mereka berempat berangkat menggunakan motor.
Saat Tia didepan rumahnya sedang memanasi motornya, tiba-tiba Danu datang.
"Tia udah mau berangkat ya? Yakin ga mau aku antar aja?" Tanya Danu.
"Ngga usah kak." Jawab Tia.
"Yaudah, ini ada uang sedikit buat tambah uang saku kamu. "
"Ga usah kak, aku udah ada kok." Jawab Tia.
"Nggak papa Tia, di terima ya. Kalau kamu butuh apa-apa bilang sama aku ya. " Ujar Danu.
"Iya kak terimakasih."
"Yaudah, sekarang kamu udah mau berangkat ya? Ini uangnya diterima dulu. Kamu hati-hati ya. Aku pulang dulu. "
Danu berniat ngasih uang ke Tia karena dia berpikir kalau sudah semestinya dia ngasih karena Tia calon istrinya, dan Danu ga tau aja kalau sebenarnya Tia pergi dengan Ciko. Bukan dengan teman-temannya kerja. Gimana perasaan Danu kalau dia tau ya.
__ADS_1
"Yaudah aku terima kak, makasih ya." Jawab Tia.
"Iya sama-sama, aku pulang ya. "
"Iya kak. "
Ada rasa bersalah di lubuk hati Tia, sebenarnya Tia ga tega untuk bohongi Danu. Tapi Tia juga ingin menghabiskan waktu dengan Ciko sebelum dia menikah dengan Danu.
Sesaat kemudian Tia berangkat, dia menuju rumahnya Ciko. Karena di sana sudah ada Handi dan Fino. Mereka akan berangkat dari rumah Ciko.
Mereka akan pergi ke pantai sanglen daerah wonosari gunung kidul. Tia yang memilih tempat ini, Tia memilih pantai sanglen karena pantainya masih bersih karena belum banyak orang yang tau, tapi aksesnya cuma bisa motor itupun terjal banget. Kalau untuk jalan Tia ga masalah, karean dia terbiasa dengan kondisi jalan yang ekstrim.
Pantai sanglen spot yang sangat cocok untuk berkemah. Berada di Yogyakarta tepatnya di Gunung Kidul.
Pantai sanglen merupakan destinasi wisata terbaru yang belum terjamah oleh pengunjung. Walaupun jarang dikunjungi namun sampai ini sangatlah indah dan mempesona.
Pantai yang sangat cocok untuk Spot berkemah dan menyepi.
Pantai keren yang menghadirkan pasir putih dan ombak menambah indahnya pesona alam yang disuguhkan. Tidak jauh dari dekat pantai terdapat adanya Bukit dingin ditumbuhi pepohonan yang sangat rindang dan hijau.
#
Setelah sampai di pantai Tia, Ciko, Handi, dan Fino mendirikan tenda. Mereka berngkat dari rumah Ciko jam setengah tuju malam, dan sampai di pantai jam setengah dua belas malam, perjalanan sekitar kurang lebih lima jam.
"Kita bikin tenda agak jauh dari bibir pantai ya, di bawah pohon aja. Biar besok siang ngga panas. " Ujar Fino.
"Iya, kalian bisa benerin tendanya ngga?" Tanya Tia.
"Bisa dong, masa ga bisa." Kata Handi.
"Yaudah kalian yang benerin ya aku mau duduk aja, capek banget pinggang aku kelamaan naik motor. " Kata Tia sambil senyum-senyum.
"Yaelah bilang aja males huu." Kata Fino.
"Hehe iya males juga sih sebenernya. " Jawab Tia.
"Kamu duduk aja sayang kalau capek." Ujar Ciko.
"Iya sayang." Jawab Tia.
Setelah tenda selesai di bangun, Tia paling dulu masuk, dia ga sabar mau rebahan. Ciko, Fino, dan Handi duduk di depan tenda. Mereka bertiga menyalakan kompor parafin dan merebus air untuk membuat kopi.
"Sayang kamu mau minum kopi apa susu?" Tanya Ciko.
"Mm aku susu putih aja." Jawab Tia sambil rebahan.
"Oke sayang. "
"Manja banget sih Tia." Ledek Handi.
"Biarin dong, sama pacar sendiri ini." Jawab Tia.
"Eh kita nyari bulu babi yuk." Ajak Fino.
"Enggak ah siapa bilang." Kata Fino sembari berjalan ke arah bibir pantai dengan Handi.
"Yee dibilangin juga." Kata Tia.
"Sayang kamu ga ikut kesana?" Tanya Tia ke Ciko.
"Nanti kamu sendiri disini kalau aku kesana. " Jawab Ciko.
"Gapapa nanti aku susul kesana sayang. " Kata Tia.
"Yaudah ini susu kamu, aku kesana dulu ya. "
"Iya sayang. "
"Sayang sini." Teriak Ciko saat sudah sampai di bibir pantai.
"Iya bentar." Teriak Tia lalu menyusul ke bibir pantai.
Tia hanya melihat Ciko, Fino, dan Handi mencari bulu babi.
"Terus kalau udah nyari itu mau buat apaan sih." Tanya Tia.
"Di makan kan enak Tia. " Jawab Fino.
"Emang udah pernah makan?" Tanya Tia lagi.
"Belum hehe, kata orang kok. " Jawab Fino.
"Udah yuk, ini udah banyak." Kata Handi.
"Oh iya ayok. "
Mereka kembali ke tenda.
"Gimana cara makannya itu?" Tanya Tia.
"Di buka dulu."
Mereka membuka bulu babi satu-satu dan isinya di kumpulin di satu wadah.
"Udah di buka semua kok ga dimakan itu." Kata Tia.
"Baunya amis banget. Mau makan ragu." Jawab Fino.
"Terus mau diapain kalau ga di makan. " Kata Ciko.
"Di buang aja, geli aku liatnya. " Kata Fino.
"Udah susah-susah nyari, sekarang mau dibuang ." Mereka berempat tertawa semua.
Akhirnya mereka tidur, Tia di dalam tenda Ciko, Fino, dan Handi di luar tenda karena mereka cuma bawa satu tenda.
Keesokan paginya mereka bermain ombak, mereka sangat bahagia sekali terutama Tia dan Ciko.
"Sayang aku seneng banget hari ini. " Kata Tia.
"Iya sayang, aku juga seneng banget." Jawab Ciko.
__ADS_1
Saking bahagianya mereka sampai ngga sadar kalau hari sudah siang.
"Eh udah siang kita bersih-bersih terus pindah tempat yuk sama nyari makan udah laper banget ini. " Kata Handi.
"Yaudah ayo. "
Mereka pindah tempat ke pantai Drini, pantai kukup, pantai krakal. Tapi mereka hanya menikmati suasananya saja tidak bermain ombak lagi.
Waktu sudah menunjukan pukul lima sore, mereka akhirnya memilih untuk segera pulang. Mereka sampai rumah ciko sekitar pukul setengah sebelas malam, Handi dan Fino memilih menginap di rumah Ciko. Tia akan pulang sendiri.
"Sayang kamu nginep aja di sini, ini udah malam terus juga hujan deras." Kata Ciko.
"Tapi aku ga enak sama mbah kamu kalau tidur disini. "
Ciko hanya tinggal dengan mbahnya, karena orang tua Ciko sudah pisah dan sudah menikah lagi.
"Gapapa sayang, besok kamu pulang sebelum subuh."
"Yaudah sayang aku nginep aja."
Panggilan dari Danu masuk Tia tidak angkat. Hingga belasan kali Tia tidak angkat. Akhirnya Danu kirim pesan.
~Tia, aku sampai pabrik jam berapa? Aku udah didepan pabrik kamu. Mau jemput kamu soalnya ini udah malam dan hujan deras.~ Tia belum membalas.
~Tia kata satpam disini ga ada acara pikinik.~
~Tia, kamu sampai mana?~
Akhirnya Tia balas.
~ngapain sih jemput-jemput segala, aku ga mau di jemput! Iya memang bukan acara pabrik, tapi acara sama teman-teman kerja aku. Aku pulang besok pagi. Mending kamu pulang aja.~
~aku khawatir sama kamu Tia, aku juga disuruh bapak kamu buat jemput kamu. ~
~ga usah, kamu pulang aja. Aku ga mau pulang sama kamu. ~
Danu kecewa, dia sangat khawatir dengan Tia. Tapi Tia seperti tidak menghargai Danu.
~Ya sudah terserah kamu, aku pulang!~
Tia sebenarnya ga tega dengan Danu, tapi Tia ga ada pilihan lain, kalau Tia ke pabrik kan jauh banget dari rumah Ciko.
'sepertinya kak Danu marah, ah biarin dulu lah. Paling marahnya ga lama kok. ' batin Tia.
"Sayang kok kamu ga tidur." Tanya Ciko.
"Mm ga bisa tidur aku. " Jawab Tia.
"Kamu mikirin Danu ya. "
"Enggak apaan sih."
"Iya juga gapapa kok." Ciko langsung pergi ke kamar, dia cemburu setiap bahan Danu.
Cemburu? Kan Ciko sendiri yang nyuruh Tia terima Danu. Dasar si Ciko.
"Sayang kamu kenapa? Marah?" Tanya Tia.
"Enggak!" Ucap Ciko ketus.
"Kalau enggak kok ketus gitu."
"Kamu udah cinta sama Danu ya." Tanya Ciko.
"Aku cintanya sama kamu sayang, kenapa kamu bilang begitu?" Tanya Tia.
"Kamu dari tadi habis chat sama Danu terus diem, kamu kepikiran dia gitu?"
Sebenarnya Tia memang kepikiran Danu, dia ga tega sama dia udah jemput sampai pabrik. Bukan karena cinta.
"Aku cuma taku kita ketahan sayang."
"Kamu takut ga jadi nikah sama Danu ya kalau ketauan ?" Ucap Ciko.
"Dih bukan kaya gitu, kaya ga tau bapak aku kamu ini. " Jawab Tia.
"Bilang aja iya."
"Kalau aku ga jadi nikah sama kak Danu, kamu mau nikahin aku sekarang?" Tanya Tia.
"Aku kan udah bilang, aku belum siap nikah."
"Ah alasannya itu mulu."
"Terus gimana dong emang itu kok. "
"Bilang aja kamu ga cinta sama aku, beres kan!" Ucap Tia dingin.
"Aku cinta sama kamu sayang." Jawab Ciko.
"Kalau cinta itu buktikan, ayo kita nikah lamar aku. "
"Sayang kamu udah mau nikah, masa tiba-tiba aku lamar kamu."
"Yaudah kalau ga mau kita kawin lari aja. "
"Sayang itu cuma akan nambah masalah kalau kita kawin lari. "
"Ah udah lah terserah kamu, aku capek."
Keesokan paginya Tia pulang dari rumah Ciko sebelum subuh. Tia tidak pulang kerumah, tapi dia pulang kerumah neneknya. Baru paginya dia pulang kerumah.
"Tia kamu tidur dimana?" Tanya bapaknya Tia saat Tia sampai dirumah.
"Tidur tempatnya nenek." Jawab Tia
"Oh."
Tia lega karena ga ditanya macam-macam lagi.
~Tia aku tau kamu bohong, kamu ga pergi sama teman-teman kamu kan? Tapi tenang aja aku ga akan cerita ke bapak kamu.~ pesan dari Danu.
~cerita juga gapapa, terserah kamu, aku ga takut.~ balas Tia.
~aku ngga seperti itu. ~
'Maafkan aku kak Danu, bukannya aku tega apa gimana, tapi aku ga cinta sama kak Danu. Aku cintanya sama Ciko, tapi Ciko kayanya ga serius sama aku, Ciko hanya taku dia terlihat jelek di mata orang lain. Aku akan belajar mencintai kak Danu kalau sudah menikah, untuk saat ini biarkan seperti ini dulu.' batin Tia
__ADS_1