Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
Pacar Baru


__ADS_3

Hari berganti, bulan telah berlalu. Sejak Awan menikah aku mencoba membuka hati lagi, tapi sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikan Awan di hatiku. Kak Danu masih saja mencoba mengambil hatiku. Tapi entah perasaanku sudah mati rasanya ke kak Danu.


"Tia, kamu belum move on dari Awan? Dia itu sudah menikah Tia. Cobalah buka hatimu untuk aku Tia." Ujar kak Danu saat aku dan kak Danu duduk berdua disebuah kedai kopi.


Aku dan kak Danu memang sudah berteman seperti dulu lagi, tapi aku masih enggan membuka hati lagi untuknya.


"Maaf kak, kita lebih baik berteman seperti ini aja. Aku gamau nanti terulang lagi yang dulu dulu." Kataku dengan senyum.


"Tapi aku sayang sama kamu Tia, sungguh aku ga akan mengulangi kesalahan yang sama lagi Tia." Ujarnya memohon.


"Iya kak aku tau kalau kakak sayang saya aku, aku juga sayang sama kakak. Tapi aku udah anggap kak Danu seperti kakak aku sendiri."


"Yaudah Tia, tapi suatu saat aku akan buktikan kalau aku serius sama kamu."


"Yaudah, kita nyusul temen temen ke gardu pandang aja yuk, kayanya seru ramai ramai." Ajak ku mengalihkan pembicaraan


.


"Yaudah, aku bayar dulu ya. Kamu tunggu di motor aja."


"Iya, oiya sama beli gorengannya buat anak-anak nanti."


"Ok sip." Kak Danu mengacungkan jempol dan tersenyum.


#


Di gardu pandang sudah ada kak Damri, kak Satria, kak Wahyu, Mario, dan banyak lagi. Pas aku datang mereka pada teriakin aku.


"Ciiee ciiee CLBK ni ya.." kata mereka kompak.


"Apaan sih enggak ya, aku cuma temenan aja kali." Jawabku santai.


"Doain aja ya." Kata kak Danu senyum senyum.


"Dari mana ini kalian." Tanya kak Damri.


"Dari kedai kopi, nih aku beliin gorengan sama kopi, tapi kopinya join ya ga tau kalau banyak orang kok." Ucap kak Danu.


"Tini sama Meli kemana ya, suruh nyusul kesini aja kali ya, tadi chat aku belum aku balas." Kataku


"Iya tadi juga chat aku, tak suruh nyusul kesini tp belum balas lagi." Kata Mario.


Aku kalau nongkrong ceweknya cuma aku Tini sama Meli, yang lain cowok semua. Tapi mereka baik sama kita kaum cewek, mereka ngejaga kita bertiga banget. Tapi mereka suka main cewe sih kadang walaupun gitu tapi mereka suka ga terima kalau ada yang mainin kita bertiga.


Waktu kak Danu nyakitin aku sikap mereka aja berubah ke kak Danu. Mereka pada jaga jarak sama kak Danu. Aku suka terharu sama perlakuan mereka. Ini yang membuat aku nyaman nongkrong sama mereka. Walaupun suka ada yang julid. Pernah ada yang bilang kalau aku ga lama bakal hamil duluan karena suka nongkrong sama cowok cowok. Aku biarin, biarlah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu hehe.


~Tini, nyusul ke gardu pandang ya. Aku juga baru nyampe.~ send ke Tini.


~Ok ini aku sama Meli nyusul kesitu.~


~ok. Aku tunggu.~


Jarak gardu pandang ini dari kampung aku tidak jauh, paling 5menit kalau naik motor, tapi kalau jalan kaki mungkin hampir setengah jam kalau jalan nya cepet.

__ADS_1


"Aku cariin dari tadi kamu Tia." Kata Meli ke aku.


"Iya maaf tadi lupa mau chat kamu." Jawabku merasa bersalah.


"Hish gitu ya aku dilupain" jawabnya cemberut.


"Biarin aja nanti kita hukum aja Tia." Kata Tini.


Kami pun tertawa bersama. Aku sayang sama sahabat-sahabatku ini. Kadang nyebelin tapi juga ngangenin.


#


Aku dikenalin sama temennya kak totok namanya Iman, udah sering lihat sih kalau pas dia ikut nonton konser sama temen-temen tp ga terlalu kenal sih cuma tau aja.


Dia baik sama aku. Aku sama Iman coba lebih kenal satu sama lain. Pendekatan selama satu bulan aku merasa nyaman sama dia.


"Kamu mau ngga jadi pacar aku?" Kata Iman.


"Apa ngga terlalu cepat, kita baru kenal satu bulan." Jawabku.


"Aku nyaman sama kamu, aku juga suka sama kamu."


"Aku gatau, aku suka sama kamu. Tapi belum tau suka ini artinya apa. Mungkin sekedar kagum, mungkin juga cinta."


"Kamu ga harus jawab sekarang kok, kamu butuh waktu berapa hari buat jawab." Tanya Iman.


"Nanti kalau udah ada jawabannya aku kasih tau kamu ya."


"Mm gini aja minggu depan aku mau tour, kamu ikut ya, nanti jawabnya pas kamu ikut aku tour aja."


"Usahain ikut ya please." Ujarnya menangkupkan kedua telapak tangan.


"Iya aku usahain."


Aku bingung harus jawab apa ke Iman, aku nyaman sama dia, tapi aku belum sayang sama dia.


Aku meminta saran ke kak totok.


"Kak, Iman nyatain perasaannya ke aku. Menurut kakak ini terlalu cepet ga sih?" Tanyaku kek kak Totok


"Di coba aja dulu, dia baik kok. Kayanya dia juga ga pernah pacaran. Eh ada sih satu mantannya. Tapi udah lama banget putus."


"Tapi kok aku kayanya masih ragu y sama perasaanku sendiri, takut malah nyakitin dia." Jawabku.


"Ya enggak lah, nanti lama-lama kamu terbiasa sama dia terus jadi sayang beneran loh. Makannya jalani aja dulu."


"Yaudah aku coba dulu aja ya."


#


Hari minggu tiba, hari dimana Iman ngajakin aku tour, aku pun ikut tour dengan Iman.


"Jadi jawaban kamu apa? Kamu mau kan jadi pacar aku?" Tanya Iman.

__ADS_1


"Iya aku mau, tapi jujur saat ini aku belum sayang sama kamu. Semoga kedepannya aku bisa sayang dan cinta sama kamu." Jawabku .


"Makasih ya Tia, aku akan berusaha buat kamu sayang sama aku." Ucapnya girang.


"Iya sama-sama."


Aku sama Iman tour naik motor, sepanjang perjalanan dia memegang tanganku terus. Aku dikenalin sama temen-temen motornya, mereka ramah sama aku. Ada yang udah suami istri , ada yang masih pacaran, ada juga yang sendiri.


Sampai di tempat tujuan, disini ada pameran, ada bazar, ada hiburan. Aku sedikit bosan disini, karena baru kali ini ikut acara seperti ini da aku belum kenal sama orang-orang yang ada disini.


"Kamu seneng ngga?"


"Mm gatau, baru kali ini aku ikut acara seperti ini. Kurang suka aku."


"Maaf ya, bentar lagi kita pulang aja ya."


"Eh gapapa kok, kamu nikmatin aja dulu acaranya aku gapapa gausah buru-buru pulang." Jawabku ga enak sama Iman.


" Aku juga udah pengen pulang kok, udah capek."


"Yaudah, tapi jangan karena aku ya kamu mau pulang cepet, aku jadi ga enak nanti."


"Iya sayang iya, kamu mau makan dulu ngga?" Tanya Iman.


"Engga, aku mau minum aja." Jawabku.


"Yaudah kamu disini dulu ya. Aku cariin minum dulu. Mu minum apa?" Tanyanya.


"Rasa jeruk yang dingin ya, panas banget disini."


"Ok sayang, tunggu ya."


Gatau kenapa, aku risih dia panggil aku sayang. Apa mungkin karna aku belum sayang sama dia ya. Aku jadi ga enak sama dia.


Hari sudah sore, aku udah dirumah diantar sama Iman. Aku punya pacar baru tapi kok aku ngerasa biasa aja ya, seneng enggak sedih juga enggak.


Malamnya aku kerumah kakak sepupu aku yang namanya Ferdi. Dirumah kak Ferdi ada kak Satria sama Fito.


"Eh yang abis kencan, mukanya bahagia banget kayaknya." Ledek kak Satria.


"Apa sih, siapa juga yang kencan." Aku mengelak


Aku belum mau ada yang tau soal hubunganku dengan Iman karena aku belum yakin sama perasaanku.


"Aku juga liat tadi." Kata Fito.


"Bukan kencan, cuma main bareng aja. Mainnya juga rame-rame kok." Jawabku menjelaskan.


"Kamu jadian ya sama Iman?" Tanya kak Ferdi.


"Belum kak." Jawabku.


"Belum berarti bakal iya nih." Ucap kak Satria.

__ADS_1


"Yaudah bikinin kopi dulu sana, nanti aku dukung sama Iman kalau mau bikin kopi." Kelakar Fito.


"Iya iya aku buatin kopi dulu."


__ADS_2