
Semakin hari Tia semakin nyaman dengan Danu. Mulai ada rasa yang tumbuh di hati Tia. Tia merasa bahagia bisa bersanding dengan Danu walaupun awalnya Tia tidak mau menikah dengan Danu tapi saat ini dia sudah bisa menerima keadaannya
.
"Sayang, kita jalan-jalan keluar yuk." Ucap Danu.
"Jalan-jalan kemana kak?" Tanya Tia.
"Mm kemana gitu, kasian kamu nggak pernah aku ajak jalan kan. Cuma di rumah terus." Ucap Danu.
"Ya udah ayo kak, aku juga lagi pengen main." Jawab Tia.
Akhirnya Danu dan Tia pergi, mereka pergi kesebuah taman.
"Taman nya bagus ya kak, tapi sepi." Ucap Tia saat duduk di bangku taman.
"Iya, kayanya belum jadi deh sayang ini." Jawab Danu.
Danu menatap pengunjung lain yang membawa anak kecil.
"Kak Danu liatin apa sih." Tanya Tia.
"Emm enggak kok, cuma liatin anak kecil itu. Ngebayangin kalau yang perempuan itu kamu yang laki-laki itu aku, dan anak kecil itu anak kita hehe. Nanti kalau kita punya anak kita sering-sering ajak main dia ya."
Tia terdiam, dia teringat kata-katanya dulu yang dia bilang gamau hamil kalau belum cinta sama Danu.
"Tia kenapa malah bengong begitu." Tanya Danu.
"Eh eng-engak kak, iya aku juga membayangkan seperti itu kak. Maaf ya kalau sampai saat ini aku belum hamil kak."
"Tia, kita serahkan semuanya sama Allah ya. Jangan ngomong kaya gitu, nanti kita berusaha lagi ya. "
"Iya kak." Ucap Tia tersenyum.
Tia menyesal pernah berucap nggak mau hamil kalau belum cinta sama Danu. Sekarang dia ingin segera mempunyai momongan.
"Kak kalau nanti kita punya anak, kakak pengen anak laki-laki atau perempuan?" Tanya Tia tiba-tiba.
"Mm kakak sih pengennya laki-laki, tapi sedikasihnya aja. Mau laki-laki atau perempuan kakak akan tetap bersyukur sayang."
Tia pun tersenyum, dia sangat beruntung memiliki suami seperti Danu.
"Sayang temen aku ngajakin ke pantai, mau nggak?" Tanya Danu.
"Siapa kak?" Tanya Tia.
"Adi, sama bayu. Gimana? Kamu mau nggak sayang?" Tanya Danu.
"Boleh kak, kapan?" Tanya Tia.
"Seminggu lagi." Jawab Danu.
"Mendadak amat, aku ngikut kak Danu aja. Tapi aku boleh ajak Meli nggak? Biar aku punya temen ceweknya." Tanya Tia.
"Iya boleh sayang, ajak aja. Asal kamu seneng." Ucap Danu.
"Makasih ya kak. Nanti kalau pulang aku langsung kerumah Meli dulu ya kak, mau ngomong ini." Jawab Tia girang.
"Iya sayang."
__ADS_1
***
"Bu saya ingin melamar seseorang." Ucap Ciko kepada ibunya.
Ciko sedang berkunjung ke rumah ibunya.
"Yang bener, bukannya pacar kamu itu suami orang ko." Ujar Ibu Ciko.
"Apaan sih bu, saya punya pacar lain bu." Ucap Ciko.
"Ya sudah, kamu mau melamar kapan?" Tanya ibu Ciko.
"Dua minggu lagi kayaknya bu."
"Tapi kamu sudah bener-bener yakin kan?" Tanya ibu Ciko.
"Mm ya-yakin kok bu.”.
"Ya sudah semoga ini pilihan terbaik kamu ya. Ibu hanya bisa mendukung keputusan kamu dan mendoakan yang terbaik untuk kamu. "
"Iya bu makasih."
Ibu Ciko sangat senang karena sikap Ciko sudah tidak dingin lagi kepadanya. Karena selama ini sikap Ciko kepada ibunya sangat dingin, bahkan tidak pernah berbicara kepada ibunya.
***
"Be, minggu depan ikut ke pantai yuk." Ucap Tia ke Meli.
"Boleh, aku juga lagi pengen refreshing, sama siapa be?" Tanya Meli.
"Sama Adi, sama bayu juga."
"Ok be, eh gimana kamu sama Ciko?" Tanya Meli.
"Iya bener, semoga kamu selalu bahagia sama kak Danu. Kak Danu itu sangat baik sama kamu. Sama aku juga hehe."
"Iya, kemarin mungkin aku terlalu membenci kak Danu sampai-sampai aku tidak bisa menyadari kebaikan kak Danu. "
"Ya sudah, sekarang fokus ke masa depan kamu aja be."
"Iya be." Jawab Tia singkat.
"Kamu darimana tadi?" Tanya Meli.
"Dari taman, jalan-jalan aja, biar nggak suntuk di rumah terus. "
"Oh, kirain ketemu anak-anak. Udah lama nggak ketemu mereka, kangen juga ya."
"Iya, aku juga kangen mereka."
"Sayang aku mau ketemu Damri ikut nggak ?" Tanya Danu
tiba-tiba dia datang kerumah Meli.
"Be kebetulan, kita ikut yuk." Ucap Tia
"Ya udah ayok."
"Iya kak, aku ikut Meli juga ikut ya." Ucap Tia.
__ADS_1
"Iya ayo, mau bonceng bertiga?" Tanya Danu.
"Iya bertiga aja kak, aku juga lagi males naik motor.n Meli juga ga bisa naik motor sendiri kan."
Mereka bertiga berangkat dengan naik motor bertiga.
***
Akhirnya waktu yang dinantikan tiba, Tia dan Danu akan berangkat ke pantai sore hari, dan membawa tenda untuk camp. Sebelum ke pantai mereka sempatkan menonton konser scoorpion yang sedang perform di jogjarockarta.
Mereka hanya di luar deng nggak masuk nonton karena tiketnya yang mahal hehe.
Di mobil Tia merasakan mual, padahal sebelum nya Tia nggak pernah mual walau naik mobil jauh.
'kayaknya ada yang tidak beres.' batin Tia.
"Kak perut aku mual banget."
"Kamu sakit? Mau muntah?" Tanya Danu.
"Nggak tau kak, nggak mau muntah cuma mual aja."
"Yaudah kamu tidur aja ya, aku balurin minyak kayu putih dulu perut kamu. Kalau mau muntah, muntah aja sayang." Ucap Danu.
"Iya kak, makasih ya kak."
sampai di pantai, mereka langsung mendirikan tenda, mereka membawa dua tenda.
"kak aku langsung tidur dulu ya, aku ga enak badan." ucap Tia.
"iya sayang, apa jangan-jangan kamu hamil sayang."
"masa hamil, jangan berharap dulu kak takut nanti kecewa."
"iya sayang yasudah kamu istirahat dulu sana."
Di tempat lain Ciko sedang bertemu dengan Juarti di taman tempat mereka biasa bertemu.
"Kalau aku mau melamar kamu, kamu mau nggak?" Tanya Ciko.
"A-apa? Kamu mau melamar aku?" Jawab Juarti kaget.
"Iya, kamu mau nggak?" Tanya Ciko sekali lagi.
Pipi Juarti merah dia bahagia Ciko mau melamar dia. Padahal dia hanya jadi pelampiasan Ciko.
"Beneran kamu mau melamar aku?" Tanya Juarti.
"Iya bener."
"Tapi hubungan kita belum lama, kamu udah yakin mau nikah sama aku?" Tanya Juarti meyakinkan lagi.
"Iya nggak masalah kan, aku udah yakin kok. " Ucap Ciko.
"Ya udah aku mau." Jawab Juarti malu-malu.
"Beneran kamu mau?"
"Iya aku mau, aku sangat bahagia kamu mau melamar aku." Ucap Juarti dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Hari sabtu aku sama keluargaku kerumah kamu ya." Kata Ciko.
"Ok, nanti aku ngomong sama keluarga aku dulu ya." Jawab Juarti.