Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
67


__ADS_3

(Pov author)


Tia dan Danu hari ini akan pergi piknik bersama teman-temannya. Tia sangat senang sekali, setelah sekian lama tidak pernah piknik atau sekedar main keluar akhirnya hari ini dia akan piknik. Tentunya harus berdebat dulu dengan orang tua Tia, mereka nggak boleh pergi karena anaknya masih sangat kecil untuk diajak pergi jauh.


Tapi karena Tia ngeyel ya akhirnya mereka memaksakan untuk pergi.


"Be kamu udah siap?" Tanya Tia kepada Meli.


"Udah be, tinggal berangkatnya aja." Jawab Meli.


"Oh, nanti kita kumpul dimana?" Tanya Tia.


"Di depan sekolahan smp be, nanti bis nya jemput disitu." Ucap Meli.


"Ya udah kita berangkat sekarang aja yuk biar dapat tempat duduk yang nyaman, kasian gendhis kalau dapat tempat nggak nyaman. " Ucap Tia.


"Iya ayuk, kak Danu mana?" Tanya Meli.


"Kak Danu lagi ambil tas di kamar."


Danu keluar membawa dua tas besar dan satu tas kecil.


"Heh itu kok bawaan kalian banyak banget sih kaya mau pindahan saja." Ucap Meli.


"Hehe kan bawa anak kecil jadi persiapannya banyak." Ucap Danu.


"Iya, bajunya bawa banyak, trus ad pempers tisu basah terus keperluan bayi lainnya. " Ucap Tia.


"Oh ya udah ayo kita berangkat, aku bantuin bawa tasnya satu sini kak." Ucap Meli.


"Makasih Mel." Ucap Danu.


Sampai di tempat kumpul sudah ada banyak orang. Ciko dan istrinya juga sudah di tempat tesebut. Tia tersenyum ramah kearah Juarti, tapi di balas tatapan sinis dari Juarti. Tapi Tia tak menghiraukannya.


"Hey Ciko, ini istri kamu?" Tanya Danu.


"Iya." Jawab Ciko singkat.


"Hay, aku Tia ini suamiku Danu dan ini anak aku namanya Gendhis." Ucap Tia menyapa Juarti dan menyalaminya.


Juarti tersenyum datar. " Aku Juarti."


"Mm itu busnya udah datang, kak Danu masuk dulu cari kursi. Kalau bisa cari di depan ya yang nyaman. Kalau udah dapat aku baru masuk sama adek." Ucap Tia.


"Iya sayang tunggu ya, aku carikan kursi dulu. Kasian kalau adek ikut desak-desakan cari kursi." Ucap Danu seraya berjalan masuk ke dalam bis.


Mereka semua piknik menggunakan bis kapasitas tiga puluh enam orang. Mereka menggunakan bis karena mereka mengajak pasangan mereka masing-masing.


Tia dan Danu mendapatkan kursi depan di belakang sopir, dan Ciko sengaja duduk di belakangnya.

__ADS_1


"Sayang kita duduk disini gimana? Kamu nyaman nggak?" Tanya Danu.


"Iya nyaman kok." Ucap Tia.


"Sini adek biar aku yang pangku, kamu tidur aja dulu nanti kalau adek minta minum baru kamu yang pangku." Ucap Danu.


"Iya sayang makasih ya. Kamu pengertian banget. " Ucap Tia tersenyum.


Ciko dari tadi hanya memperhatikan Tia dan Danu sendang kan Juarti kesal karena Ciko memperhatikan Tia terus, dan seperti tidak menganggap ada Juarti.


"Mas kamu kenapa sih liatin Tia terus. Udah punya anak dia itu masih diharepin aja." Ucap Juarti.


"Apaan sih, bukan urusan kamu." Ucap Ciko ketus.


"Yee dibilangin kok, kamu itu sekarang punya aku kenapa malah liatin dia terus sih." Ucap Juarti kesal karena Ciko memperhatikan Tia terus.


" suka-suka aku dong mau liatin siapa, bukan urusan kamu. " Ucap Ciko.


"Tega kamu mas sama aku." Ucap Juarti.


"Apa? Tega? kalau aku tega terus kamu apa dong. Udah tunangan sama aku e malah hamil sama orang lain." Ucap Ciko.


Tanpa mereka sadari Tia mendengarkan obrolan mereka berdua. Tia kaget atas apa yang diucapkan oleh Ciko, kalau istrinya hamil dengan orang lain.


'Kasian sekali nasib Ciko' batin Tia.


"Sayang di suruh tidur kok malah melamun sih. Kenapa sayang?" Tanya Danu.


"Ya udah, mau makan cemilan nggak yang? Biar aku ambilkan di tas."


"Mm minum aja sayang yang seger ya soalnya rada mual perut aku." Ucap Tia.


"Biar aku balurin minyak angin ya sayang perut kamu." Ucap Danu.


"Iya sayang, makasih ya."


Ciko cemburu, dia nggak tahan lama-lama duduk di dekat Tia dan Danu. Akhirnya dia pindah tempat duduk meninggalkan Juarti duduk sendiri.


Tia menoleh ke belakang dia hanya melihat Juarti duduk sendiri dan Ciko duduk di bangku paling belakang.


"Ini mbak ada cemilan, ambil aja bumil harus banyak makan biar sehat." Ucap Tia kepada Juarti.


"Nggak usah mbak, aku ada cemilan kok." Jawab Juarti.


"Nggak papa ambil aja. Atau mau minum?" Tanya Tia.


"Nggak usah mbak." Ucap Juarti.


***

__ADS_1


Setelah sampai tempat tujuan semuanya pada kumpul untuk makan bareng.


"Sayang aku pengen kelapa muda." Ucap Juarti kepada Ciko.


"Ya beli dong sana, nggak usah panggil aku sayang." Ucap Ciko sedikit berbisik.


Tia yang melihat itu kasian dengan Juarti, dia kasian karena juarti sedang hamil. Akhirnya Tia inisiatif beli kelapa muda untuk di kasihkan kepada Juarti.


"Mm mbak ini buat kamu." Ucap Tia menyodorkan kelapa muda.


"Eh nggak usah mbak. Nggak usah repot-repot. "


"Nggak repot kok. Ini di minum aja." Ucap Tia.


"Ciko kamu kok seperti itu sih sama istri kamu." Ucap Danu. Danu mendengar Ciko berbicara sinis kepada istrinya.


"Bukan urusan kamu, nggak usah memperkeruh suasana." Ucap Ciko.


"Heh ko, kak Danu kan cuma bilang begitu kenapa kamu malah jadi marah seperti itu." Ucap Tia.


"Tia aku tau kamu dari tadi hanya mau pamer kemesraan sama Danu kan? Aku nggak peduli Tia sama kamu sama Danu nggak usah urusi hidup aku."


"Siapa juga yang ngurusin hidup kamu. Nggak usah kepedean ya kamu."


"Udah sayang, kita ke sana aja yuk. Itu Damri disana." Ucap Danu


"Iya ayo. Ciko kamu harus sayangi istri kamu dia itu lagi hamil butuh kasih sayang yang lebih. " Ucap Tia seraya pergi meninggalkan Ciko dan Juarti.


Ciko hanya diam menatap kepergian Tia, wanita yang dia cintai dan sayangi.


"Mas maaf ya." Ucap Juarti.


"Nggak usah sok melas, biar dikasihani orang. Aku sama sekali nggak ada kasian-kasiannya sama kamu. "


"Tega sekali sih mas mulut kamu itu kalau bicara."


"Terserah, sana kalau mau jalan-jalan. Aku mau di sini aja. Nyesel aku ikut piknik. " Ucap Ciko.


Akhirnya Juarti pergi berkeliling sendiri. Ciko hanya duduk di parkiran bis.


Juarti merenungkan semua yang telah terjadi. Dia sangat menyesal atas perbuatannya atas kekhilafannya.


"Hei mana Ciko, kok kamu sendiri." Tanya Tia.


"Mas Ciko di parkiran mbak katanya capek mau istirahat dulu." Ucap Juarti.


"Oh, ya udah kamu gabung disini aja." Ucap Tia.


"Makasih mbak, tapi aku mau keliling-keliling dulu."

__ADS_1


"Oh ya sudah, hati-hati ya."


__ADS_2