
Malam ini aku letih sekali, setelah seharian beraktifitas, pagi pergi bersama Jio terus pergi sama teman-teman.
~sayang langsung istirahat ya, pasti kamu capek kan.~ chat dari Jio.
~iya, makasih ya buat hari ini.~ balas ku.
~sama-sama sayang, apa sih yang enggak buat kamu.~
~iya, yaudah aku istirahat dulu ya.~
~iya , mimpi indah ya sayang. Besok aku jemput kamu jam enam ya.~
~ok sip.~
Aku ngga bisa tidur padahal rasanya sudah ngantuk sekali. Hati aku ngga tenang, aku memikirkan yang akan terjadi setelah ini. Sungguh aku takut menyakiti Jio jika aku jujur sama perasaan aku sebenarnya
#
Keesokan harinya aku dijemput Jio. Dia bilang mulai hari ini dia yang akan antar jemput aku pulang pergi kerja. Padahal jarak tempuh dari rumah aku ke tempat aku kerja sekitar 45 menit kalau macet ya satu jam.
"Sayang udah sarapan?" Tanya Jio.
"Belum, kalau pagi aku ngga biasa sarapan. Paling beli kue dimakan nanti kalau udah lapar." Jawabku.
"Kok gitu, biasakan sarapan. Takutnya nanti jadi mag sayang."
"Mikirnya jangan gitu. Kalau kita mikir negatif ya yang terjadi hal yang negatif dan sebaliknya. Biasakan kita selalu berpikir positif."
"Iya iya sayang, tapi kamu tetap harus sarapan ya. Ini jam berapa? Kalau masih ada waktu sarapan dulu ya sama aku."
"Eh ngga usah, aku langsung masuk aja, ada yang harus aku kerjain di dalam sebelum kerja." Kataku
"Oya? Ga bohong kan?" Tanya Jio curiga.
"Ya enggak lah, masa bohong."
"Yaudah iya, eh sayang aku mau ngomong." Ucap Jio dengan nada serius.
Deg.
Dia mau ngomong apa ya kok mukanya serius gitu. Jangan-jangan dia udah tau perasaan aku yang sebenarnya. Haduh gimana ini.
"Sayang, kok malah diem sih."
"Eh iya kenapa?" Tanyaku.
"Tuh kan ngga dengerin aku ngomong. Lagi mikirin apa sih."
"Ngga mikir apa-apa kok, kamu mau ngomong apa?" Tanyaku.
"Aku mau ngomong, kok kamu belum pernah panggil aku sayang sih selama kita jadian."
"Mm aku belum terbiasa aja, jadian juga baru kemarin kan."
"Iya sih, tapi aku pengen dipanggil sayang sama kamu."
"Iya nanti aku panggil sayang kalau ngga lupa hehe."
"Yah kalau ngga lupa."
"Hehe engga cuma bercanda."
Aku bukan belum terbiasa panggil dia sayang, tapi rasanya emang belum bisa aku panggil dia sayang. Kasian banget sih kamu Jio, maafin aku yang ngga tau diri ini ya.
Setelah sampai pabrik aku langsung masuk, dan Jio langsung pulang. Sebenarnya sih ngga ada yang mau aku kerjakan, itu tadi cuma alibi aja biar ngga sarapan sama dia.
Saat aku lagi duduk di trotoar di halaman pabrik tiba-tiba ada chat dari kak Danu.
__ADS_1
~semakin dekat ya kamu sama Jio, sampai berangkat kerja dianterin sama dia. Aku mau nganterin aja kamu ga mau.~
Kok dia bisa tau aku dianterin sama Jio. Aku mau balas apa ini pesan kak Danu. Aku bingung takut dia tersinggung sama kata-kata aku.
~kok tau aku berangkat sama Jio?~
~kan tadi nyalip bus aku, ya aku tau lah. Saking fokusnya sama Jio kamu ga sadar kalau nyalip aku ya.~
~eh engga kok, aku lupa kalau tadi nyalip kamu.~
~oh gitu.~
Aku ga bales chat dia lagi, kenapa sih dia masih aja kaya gitu sama aku. Aku itu bener-bener pengen menghapus dia dari hidup aku. Ya Allah bantu aku.
#
Hari sudah mulai sore, aku bersiap-siap untuk segera pulang. Jio sudah menunggu aku di depan gerbang pabrik.
"Hey Jio, udah lama nunggu ya?" Kataku menghampiri Jio.
"Eh engga kok, baru aja nyampe. Mau langsung pulang?"
"Iya langsung pulang aja, capek banget aku tadi kerjaannya banyak. Temen aku ada yang ngga berangkat soalnya."
"Yaudah kita langsung pulang aja, terus kamu istirahat ya."
"Iya."
"Tadi aku ketemu Danu loh." Kata Jio sambil melajukan motor.
"Oya? Apa hubungannya sama aku?" Tanyaku.
"Ya ada dong, dia tanya soal aku nganterin kamu."
"Terus?"
"Apa iya, emang kerja kamu dimana? Kok aku ga tau."
"Di hatimu."
"Ih ga lucu, sku serius nanya."
"Enggak kok aku cuma ngarang doang bilang gitu, biar dia ngga nanya-nanya lagi."
"Oh, terus dia percaya?"
"Ya ngga tau percaya atau enggak. Dia cuma bilang oh, terus bilang jangan macem-macem sama kamu gitu."
"Dia bilang gitu? Maksudnya apa coba."
"Iya, yaudah biarin aja lah."
"Iya."
#
Setelah sampai rumah Jio langsung pamit pulang. Lega aku, aku kira dia mau mampir dulu tapi ternyata enggak.
Aku langsung mandi, setelah mandi aku tiduran di ranjang. Biasa ga tau kenapa kalau hari senin pasti capek pake banget.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah aku.
Tok...
Tok...
Tok...
__ADS_1
"Assalamualaikum." Ucap seseorang yang datang.
"Waalaikumssalam." Ucap ibu aku sambil membukakan pintu.
"Tia ada bu?" Tanya orang itu.
"Eh nak Handa, Tia ada silakan masuk dulu, ibu panggilkan Tia dulu.
Ternyata yang datang kak Handa, mau ngapain dia kesini.
"Engga usah bu , di sini aja gapapa." Jawab kak Handa.
"Masuk aja, diluar dingin."
"Gapapa bu."
"Yasudah ibu panggilkan Tia dulu."
Ibu berjalan masuk kamarku.
"Tia ada Handa nungguin di depan." Kata ibu aku.
"Iya aku udah denger bu, bilang aja aku udah tidur bu, malas ketemu dia aku."
"Ih ga mau, ibu ga mau bohong. Dosa."
"Ih yaudah."
Dengan malas aku berjalan keluar kamar.
"ada apa kak?" Tanyaku ke kak Handa.
"Eh Tia, ada yang mau aku omongin."
"Ngomong aja." Jawabku.
"Langsung aja ya Tia, aku mau tanya kamu kenapa ga mau balikan sama Danu? Padahal sebenarnya kamu masih cinta kan sama dia."
"Kalau kakak mau bahas itu mendingan kakak pulang, aku ga mau bahas masa lalu lagi."
"Tia, kasian Danu dia pengen balikan sama kamu."
"Kasian? Kenapa kalau kasian kakak selingkuhi dia."
"Itu ga seperti yang kamu kira Tia."
"Terus seperti apa?"
"Aku ga bisa ceritain soal itu. Tadi Danu ketemu aku dia bilang dia sayang sama kamu dia pengen balikan sama kamu."
"Ketemu? Kok kakak mau bela-belain datang kesini cuma buat ngomong ini? Kakak juga masih cinta sama kak Danu ya? Kakak aja yang balikan sama dia."
"Kok kamu bilang gitu sih Tia."
"Terus aku harus bilang apa?"
"Asal kamu tau ya Tia, sebenarnya aku tinggalin Danu biar dia balik sama kamu lagi. Kalau soal aku punya pacar itu terjadi setelah aku tinggalin Danu, bukan aku selingkuh dari dia. Tapi kamu malah ga mau balik sama dia."
"Kakak itu ngerasa ga sih, apa yang kakak sama kak Danu perbuat ke aku itu nyakitin aku banget. Terus sekarang seenaknya kak Danu mau balik ke aku, dan kakak juga nyuruh aku balikan sama kak Danu. Pikiran kalian dimana. Kalian anggap aku ini mainan yang bisa dilempar sana sini."
"Tia kamu salah paham, bukan maksud aku kaya gitu."
"Udah lah kak, kalau ngga ada yang mau diomongin lagi aku mau masuk. Mau istirahat. Silakan kakak pulang." Rasanya jengkel sekali sama mereka berdua. Aku langsung masuk meninggalkan dia begitu saja.
"Yaudah Tia aku pamit." Ucap kak Handa
Aku tak menjawab aku langsung menutup pintu
__ADS_1