Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
77 Fitnah


__ADS_3

Tia saat ini sedang bermain dengan Gendhis, bayi mungil yang menggemaskan di halaman rumah ibunya. Tiba-tiba ada tetangngga yang lewat mau ke kebun miliknya.


Rumah ibunya Tia memang letaknya di pinggir dusun jadi samping rumahnya hanya kebun-kebun milik tetangganya, cuma ada beberapa rumah saja yang dekat dengan rumah ibunya Tia.


"Eh Tia, lagi momong ya? Sekarang disini terus ya nggak di rumah mertua kamu? Kenapa?" Dengan sangat kepo tetangga Tia melemparkan beberapa pertanyaan kepada Tia.


"Iya bu m, lagi momong. Enggak kok bu kadang di sini kadang dibrumah mertua. Masih kesana kemari, kan belum punya rumah sendiri bu. Hehe." Ucap Tia dengan santainya.


"Oh tapi kemarin denger ibu mertua kamu bilang kalau kamu marah trus nggak mau tidur sana lagi."


"Ibu salah dengar mungkin, aku nggak ada masalah apa-apa kok sama ibu." Tia tersenyum.


"Ya nggak salah denger, orang ngomongnya aja jelas banget kok."


"Nggak tau bu yang jelas saya nggak ada masalah apa-apa kok. Ya udah bu saya mau mandiin anak saya dulu ya. Silahkan mampir bu minum dulu." Ucap Tia menghindar dari tetangga julid.


"Nggak usah mau cari rumput dulu, ya udah aku duluan ya Tia." Pamit ibu-ibu julid itu.


Setelah ibu itu pergi kemudian Tia masuk ke dalam rumah.


"Ibu bilang apa ya kok tetangga bisa ngomong kaya gitu." Batin Tia.


Tanpa Tia sadari Ibu mertua Tia sering ngomongin Tia di belakangnya. Entah benar atau salah yang diomongin yang jelas itu tentang yang jelek jelek.


Nggak tau kenapa ibu mertuanya sebegitu nggak sukanya sama Tia, padahal dulu juga dia yang minta Danu melamar Tia.


Sore hari, Danu pulang dari bekerja dia elihat Tia sedang melamun.


"Assalamu'alaikum sayang." Ucap Danu, tak ada jawaban dari Tia.


"Sayang?" Danu menepuk pundak Tia.


"Eh iya kak, kakak kapan pulang?" Tanya Tia kaget dengan kedatangan Danu.


"Baru aja sayang. Kamu kenapa? Ngelamunin apa sayang?" Danu tersenyum.


"Rnggak kok kak, nggak papa. Oh iya aku bikin kopi dulu ya. Mm mau langsung mandi atau mau makan dulu kak?" Tanya Tia.


"Mandi dulu aja, tapi sebentar biar keringatnya hilang dulu." Ucap Danu.


"Ya sudah aku ke dapur dulu kak." Tia berjalan ke dapur.


Setelah selesai membuat kopi, Tia segera ke kamar karena anaknya yang tadi tidur sekarang terbangun dan sedang menangis.


"Aduh anak ibu bangun ya sayang, sisi-sini gendong ibu. Maaf ya ibu lagi buatin kopi buat Ayah." Tia menggendong Gendhis dan menenangkannya, tapi bukan tenang nagisnya malah semakin menjadi.


"Kenapa sayang Gendhis?" Tanya Danu yang baru masuk kamar.


"Nggak tau kak, tadi kebangun terus nangis. Tapi biasanya begini juga langsung bisa diam kok kak." Tia mulai khawatir.


"Coba di susui sayang." Usul Danu.

__ADS_1


"Udah, tapi nggak mau nyusu kak." Tia menyentuh kening anaknya. "Kak, Adek panas." Dengan wajah cemasnya Tia menatap Danu.


"Ada sedia obat nggak ?"


"Ada kak, itu tolong di lemari kak."


Danu berjalan mengambilkan obat untuk anaknya.


"Ini coba di minumin dulu, nanti kalau belum turun juga panasnya langsung perikasa aja ya." Ucap Danu.


"Iya kak." Tia terus memandangi anaknya.


Setelah minum obat satu jam yang lalu, Gendhis tidur tapi panasnya belum juga turun. Tia semakin khawatir dengan keadaan anaknya.


"Sayang ibu minta kita tidur di rumah." Ibunya Danu meminta Danu dan Tia tidur di rumahnya.


"Ibu kesini?" Tanya Tia.


"Enggak, tadi ada Totok. Katanya ibu titip pesan buat kita." Ucap Danu.


"Kenapa sih harus titip-titip pesan ke orang lain, kesannya tuh kita ga peduli sama ibu tau nggak." Tia kesal sama ibu mertuanya.


"Maaf ya sayang, ibu memang begitu orangnya." Danu merasa bersalah karena ibunya.


"Sekali-sekali ibu tu harus ngertiin kita gitu lo kak, iya aku tau ibu memang seperti itu orangnya. Tapi apa harus selalu di ngertiin gitu?"


Danu hanya diam, dia sendiri bingung harus menyikapi ibunya bagaimana.


Setelah beberapa saat siap-siap, Danu dan Tia menuju rumah ibu Danu.


Ternyata ibunya Danu lagi sakit, Tia jadi merasa bersalah karena sudah marah-marah tadi.


"Ibu apanya yang sakit?" Tanya Tia penuh kelembutan.


"Nggak papa cuma masuk angin aja."


"Mau aku pijit atau aku kerokin bu?" Tia menawarkan diri ke ibunya.


"Enggak usah, ga kuat kerokan aku."


"Ya udah kita periksa aja yuk bu ke dokter." Bujuk Tia.


"Nggak mau aku takut jarus suntik, udah kalian makan aja sana. Umibu sudah masak tadi."


"Iya bu, banti kita makan." Ucap Tia.


Keesokan harinya, Tia bangun pukul 6 pagi karena dia lagi nggak sholat subuh, jadi bangun rada siang. Saat Tia bangun ibu mertuanya sudah nggak ada di rumah.


"Kemana ibu, dia kan lagi sakit masa udah pergi aja." Batin Tia saat melihat kamar ibunya kosong.


Di tempat lain.

__ADS_1


Ibu mertua Keisha ternyata sedang dibrumah tetangganya yang lumayan jauh. Dia minta dibkerokin sama tetangganya itu.


"Ji, tolong dong kerokin aku. Masuk angin punya menantu nggak ada perhatiannya." Ucap Ibu Danu kepada tetangganya yang bernama Puji.


"Memangnya nggak di kerokin sama Tia mbah?" Tanya Puji.


"Enggak, jijik kali sama mertuanya."


"Masa iya sih Tia seperti itu, mungkin dia lagi capek ngurusin anaknya. Anaknya juga kan lagi demam." Ucap Puji.


"Alah memang bggak pernah suka kok dia sama aku. Kalau di rumah itu ya bisanya cuma makan. Nggak pernah bersih-berih, nggak pernah masak atau nyuci. Semua yang ngerjain aku." Ibu mertua Tia mengarang cerita.


"Baru tau loh kalau Tia orangnya seperti itu. Tega sekali ya sama ibu mertua sendiri."


"Kadang pakaiannya aja aku yang mencuci." Ibu Danu sangat antusias sekali kalau jelek-jelekin menantunya..


"Masa si mbah. Nggak habis pikir aku. Sekarang dia lagi ngapain mbak?" Tanya Puji.


"Jam segini ya masih tidur lah, bangunya itu siang dia."


"Oh, memangnya nggak sholat mbah?" Tanya Puji lagi.


"Nggak tau, tapi tadi aku kesini dia masih belum bangun kok."


"Oh, ini udah selesai mbak." Puji langsung beranjak dari duduknya.


"Makasih ya ji, aku langsung pulang aja ya."


"Nggak nanti aja mbak, sarapan di sini dulu."


"Enggak ji, makasih ya." Ibunya Danu langsung pulang.


Sampai di rumah dia langsung menuju kamar.


"Ibu dari mana?" Tanya Danu.


"Dari toilet umum." Jawab santai.


"Kalau lagi sakit pakai toilet rumah dulu kenapa sih bu." Ucap Danu.


"Ibu itu nggak bisa kalau di rumah, udah biasa di toilet umum."


"Ya udah terserah ibu aja."


"Ibu mau sarapan apa bu?" Tanya Tia.


"Ibu mau nasi jagung, sayur rebus sama peyek ikan."


"Iya Tia belikan dulu ya bu." Ucap Tia


"Hmm"

__ADS_1


Tia pergi ke pasar buat membelikan ibunya sarapan. Tia sangat tulus, tapi ibunya suka menjelekan Tia. Malang sekali nasib Tia


__ADS_2