
Handa bingung apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan Danu kembali. Handa sudah putus dari selingkuhannya, dan sekarang dia ingin Danu kembali.
'aku harus melakukan sesuatu agar Danu kembali bersamaku' batin Handa.
'mm apa aku kerja sama saja dengan Jio ya, sepertinya Jio juga masih cinta sama Tia.' batin Handa lagi.
Akhirnya Handa pergi kerumah Jio.
"Permisi assalamualaikum." Ucap Handa sembari mengetuk pintu.
"Waalaikum salam." Ucap seseorang dari dalam rumah sembari membukakan pintu.
"Cari siapa ya?" Tanya ibu-ibu , sepertinya ibunya Jio.
"Jio ya ada bu?" Tanya Handa.
"Oh ada, sebentar saya panggilkan dulu, silakan duduk dulu." Ucap ibu itu.
Jio keluar dari kamarnya.
"Kamu? Ada apa datang kesini?" Tanya Jio.
"Mm aku mau ngomong, tapi jangan di sini."
"Kenapa kalau disini? Memangnya mau ngomong apa?" Tanya Jio lagi.
"Soal Tia dan Danu." Ucap Handa.
"Aku udah ga ada urusan lagi sama mereka."
"Kenapa? Bukannya kamu masih cinta sama Tia?" Ucap Handa.
Jio diam, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
"Mm memangnya ada apa sama mereka?" Tanya Jio kemudian.
"Kamu pengen balikan sama Tia ngga?"
"Pengen, tapi Tia ga mau." Ucap Jio.
"Gimana kalau kamu perjuangin Tia lagi, aku juga bakal perjuangin Danu." Ucap Handa.
"Memangnya kamu punya rencana apa?"
"Mm kamu deketin Tia, ajak dia main apa kemana gitu. Terus anti aku bilang sama Danu kalau kalian itu saling cinta aku panas-panasin Danu. Gimana?"
"Aku ga yakin Tia mau aku ajak pergi."
"Ya kamu rayu dong, mohon-mohon kek apa gimana biar Tia mau pergi sama kamu." Ucap Handa.
"Yaudah nanti aku coba telepon dia." Ucap Jio.
"Jangan di telepon, tapi langsung samperin kerumahnya. Kalau telepon dia bisa aja langsung nolak, kalau langsung kerumahnya kan dia pasti ga enak mau nolak kamu."
" Mm iya juga ya, yaudah aku kerumahnya."
" Kayanya, Tia pulang dari tangerang besok." Kata Handa.
"Oh di tangerang sama Danu?" Tanya Jio.
"Engga, kan dia traning di tangerang, masa kamu ga tau. Katanya cinta kok ga tau sih."
"Cinta emang harus tau segalanya tentang dia?" Tanya Danu.
"Ya enggak sih, yaudah aku mau pulang dulu. Kabari aku ya kalau udah jadi ketempat Tia." Ujar Handa.
"Oke!"
Di tempat lain, Tia sedang beberes barang-barang karena esok dia akan pulang. Tia senang sekali, dia udah kangen sama kampung halamannya.
Drrtt...
__ADS_1
Drrtt...
Hp Tia berbunyi ada pesan dari Danu.
~Tia, jadi pulang besok?~ tanya Danu.
~jadi kak, besok dari sini jam 5 sore.~ balas Tia.
~kok sore. ~
~iya, kan paginya kerja dulu. Baru sorenya langsung pulang jawa.~
~oh gitu, yaudah kamu istirahat dulu aja.~
~iya kak.~
Danu sangat perhatian dengan Tia, tapi belum bisa membuat Tia luluh dengan perhatiannya. Tia masih belum bisa menerima Danu kembali.
#
Danu sedang berpikir, sampai kapan dia akan menunggu Tia. Akankah suatu saat Tia mau kembali dengan dia.
"Kenapa kamu Nu kok diem aja." Tanya Damri saat Danu dan Damri sedang menunggu penumpang.
"Enggak kok, hari ini sepi banget ya. Penumpang kita pada kemana yang biasanya ya."
"Lagi mikirin Tia ya. Iya ga tau, lagi pada libur kali." Ucap Damri.
"Aku kangen sama Tia." Kata Danu.
" Hari ini kan dia pulang, nyampenya besok pagi kan."
"Maksudnya bukan itu, aku kangen dia jadi pacar aku."
"Kamu yang semangat ya, jangan patah semangat." Ujar Damri.
"Kayaknya Tia emang udah ga mau sama aku. Udah segala cara aku lakuin, tapi dia tetap ngga mau sama aku."
"Iya, apa mungkin Tia udah suka sama orang lain ya."
"Kayanya enggak deh, udah besok coba lagi nyatain perasaan kamu lagi."
"Iya deh aku coba."
#
Keesokan harinya tia tiba dirumah, dia sangat senang akhirnya dia kembali. Tia udah ga sabar ketemu sama teman-temannya, dia kangen ngumpul kangen bercanda ria sama temannya.
Tia tiba di rumah jam enam pagi tadi, dia langsung tidur. Saat bangun Tia langsung mandi, dan duduk-duduk santai di teras.
Tiba-tiba Jio datang.
"Hey Tia apa kabar?" Tanya Jio.
"Baik, ada apa?" Tanya Tia.
"Kangen sama kamu Tia."
"Oh" jawab Tia singkat.
"Tia aku boleh duduk?" Tanya Jio.
"Duduk tinggal duduk, pake ijin dulu." Jawab Tia.
"Tia aku mau ngomong."
"Tinggal ngomong aja sih."
"Mm tapi ga disini ya Tia. Kita keluar sebentar mau?" Ajak Jio.
"Ga bisa, aku capek. Kenapa ga ngomong di sini aja?"
__ADS_1
"Sebentar aja Tia, yang deket-deket sini aja ya please." Mohon Jio.
"Memangnya mau ngomong apa sih."
"Ya ada Tia, mau ya Tia. Sebentar aja."
"Yaudah, aku bawa motor sendiri, aku ikutin kamu dari belakang. Kalau jauh aku putar balik ya."
"Iya Tia, makasih ya."
Akhirnya Tia mau, dia ngikutin Jio dari belakang. sebenarnya Tia ga benci sama Jio. Tia cuma ilfil aja sama sifatnya yang kaya anak kecil.
Jio ngajak Tia ke gardu pandang. Tadi Jio sempat chat sama Handa, dia bilang kalau Tia udah sama dia. Handa senang, dia buru-buru nyusul Jio dan berencana ngajak Danu.
"Mau ngomong apa, cepetan aku mau pulang." Kata Handa.
"Kamu mau jadi pacar aku lagi Tia?" Tanya Jio.
"Jio, kamu ngajak aku kesini cuma mau bilang itu? Maaf ya Jio aku ga bisa jadi pacar kamu."
"Kenapa kamu ga mau Tia? Aku tulus sayang sama kamu Tia."
"Kamu cari aja cewek yang lebih baik dari aku, aku kan munafik, jahat kenapa kamu masih mau ke aku?"
"Tia waktu itu aku ga ada maksud buat ngatain kamu seperti itu, maaf."
"Udah lah Jio, aku gapapa kok dikatain kaya gitu. Cuma dikatain ngga bikin aku mati kok."
"Tia aku janji ga akan ngulangin lagi."
"Ya bagus deh kalau ga mau ngulangin lagi."
Saat bersamaan Handa datang bersama Danu, Tia yang melihat hanya tersenyum getir. Tia pikir, Danu balikan sama Handa dan juga sebaliknya.
Jarak mereka cukup jauh, jadi Danu ga bisa dengar apa yang di obrolin Jio sama Tia.
'kemarin masih ngejar-ngejar aku, sekarang udah sama kak Handa lagi, dasar cowok ga bisa dipercaya omongannya' batin Tia.
'jadi ga mau balikan sama aku itu karena udah ada Jio to.' batin Danu.
"Yaudah aku mau pulang, kalau mau temenan ya ayo, tapi kalau balikan aku ga bisa."
"Aku anterin ya Tia."
"Gausah, aku bawa motor sendiri."
"Tapi Tia tadi kan kita bareng datangnya, pulangnya juga harus barengan dong." Yaudah cepet.
Terjadi salah paham antara Tia dan Danu.
"Kenapa melamun Nu?" Tanya Handa.
"Eh engga kok." Jawab Danu.
"Bener kan yang aku bilang tadi, kalau Tia sama Jio balikan."
Danu hanya diam, dia bingung. Dia nanti akan bertanya langsung ke Tia.
"Mm nanti aku tanya Tia aja."
"Gausah tanya, kan udah jelas mereka jalan berdua "
"Aku juga suka jalan berdua sama Tia, tapi ga balikan." Jawab Danu sinis.
Handa kesal mendengar jawaban Danu.
"Yaudah, aku mau pulang dulu."
"Kita makan dulu yuk." Ajak Handa.
"Gausah, makasih aku udah kenyang." Jawab Danu langsung pergi meninggalkan Handa.
__ADS_1
Handa sangat kesal dengan sikap Danu, tapi dia akan tetap berusaha membuat hati Danu kembali padanya.