
Bisa bisanya Jio bilang aku seneng, memangnya dia pikir aku wanita murahan apa.
Keesokan harinya aku kirim pesan untuk kak Danu.
~aku mau ketemu! Nanti jam 10.~
Tidak butuh waktu lama kak Danu langsung membalas pesanku.
~iya bisa, dimana.~ balas kak Danu.
~di gardu pandang.~
~oke, aku jemput kamu ya.~
~gausah langsung ketemu disana aja.~
Aku mau ketemu kak Danu karena mau minta dia jelasin ke Jio soal dia cium aku. Dan bilang kalau aku dan Jio pacaran. Aku juga mau ajak Jio sekalian.
~nanti bisa ketemu sayang?~
~ga bisa!~
~ada acara ya? Padahal aku kangen loh.~
~malas ketemu kamu!~
Sepertinya Jio masih marah. Aku biarin aja dulu. Nanti kalau udah reda biar aku bujuk dia lagi.
Aku mutusin untuk siap-siap dan langsung berangkat ke gardu pandang.
Setelah sampai di gardu pandang, ternyata disana udah ada kak Danu yang nunggu aku.
"Hey Tia. Tumben ngajak aku ketemu." Ucap kak Danu berbinar. Sepertinya dia ga tau kalau aku lagi marah.
"Langsung aja ya kak, maksud kaka apa tadi malam cium aku?" Tanyaku dingin ke dia.
"Aku ga ada maksud apa-apa Tia, aku sangat rindu sama kamu. Aku juga ga tau tiba-tiba punya keberanian buat cium kamu."
"Kamu tega kak sama aku, memangnya kamu pikir aku wanita murahan, yang bisa disentuh sembarangan?" Aku meluapkan kekesalanku.
"Aku ga bermaksud begitu Tia. Aku minta maaf sama kamu."
"Kamu tau di situ ada Jio, aku sama Jio udah pacaran. Dan sekarang dia marah sama aku. Kak Danu bisa jelasin ke dia tentang semalam?"
"Apa? Kamu jadian sama Jio? Sejak kapan? Aku sama sekali ga tau kalau kalian udah jadian. Aku pikir kalian hanya dekat."
"Iya aku udah jadian sama Jio, aku mau sekarang kak Danu jelasin ke dia."
"Oke aku mau jelasin me dia, tapi kamu jawab pertanyaan aku dulu. Jawab dengan jujur!"
"Pertanyaan apa?" Tanyaku.
"Apa kamu mencintai Jio?"
Aku hanya diam, aku harus jawab apa. Kalau aku jujur nanti dia mikirnya aku masih cinta sama dia. Padahal iya.
"Kok diam, ga bisa jawab ya. Sebenarnya kamu ga cinta kan sama dia. Sebenarnya kamu masih cinta sama aku kan?" Kak Danu menggoyangkan pundakku.
"Si-siapa bilang, aku udah ga cinta sama kak Danu kok." Jawabku menundukkan kepala.
"Tatap mata aku Tia, bilang kalau kamu udah ga cinta sama aku dan sekarang kamu cinta sama Jio."
Aku ga berani menatapnya, aku takut dia bisa melihat yang sebenarnya dari mataku.
"Sudah lah kak, kalau kak Danu ga mau jelasin ke Jio biar aku sendiri yang jelasin ke dia." Aku langsung pergi. Aku takut dia tau yang sebenarnya.
"Tia silakan kamu jadian sama siapapun tapi asal kamu tau, aku akan tetap menunggu kamu. Aku tempatmu kembali Tia." Kak Danu berteriak karena aku sudah berjalan menjauh.
__ADS_1
Aku harus kerumah Jio buat jelasin ini semua, walaupun aku belum cinta sama Jio tapi aku ga boleh nyakitin dia. Tapi aku ga berani kerumah Jio sendirian.
Akhirnya aku mutusin buat ngajak kak Mario kerumah Jio. Karena kak Mario orang yang paling dekat dengan Jio dibanding yang lain. Aku ke rumah kak Mario dan menceritakan semua yang terjadi.
"Jadi begitu kak ceritanya, kakak mau kan temenin aku kerumah Jio." Kataku ke kak Mario.
"Yaudah aku anterin, mau kesana sekarang?" Tanya kak Mario.
"Iya sekarang aja kak." Jawabku.
\#
Setelah sampai di rumah Jio cuma ada kak Diki dirumah.
"Jio kemana kak?" Tanyaku ke kak Diki.
"Barusan dirumah, tapi kok sekarang ga ada. Aku carikan ya mungkin lagi kerumah temennya di sebrang jalan sana." Kata kak Diki.
"Iya kak makasih, maaf merepotkan."
"Ngga repot kok, lagian sama calon adik ipar sendiri." Ujar kak Diki seraya berjalan keluar rumah
"Cie calon adik ipar." Ledek kak Mario.
"Apaan sih kak. Belum kepikiran sampai situ aku." Jawabku.
Setelah beberapa saat aku menunggu, Jio datang dengan kakaknya.
Dia tidak melirik ku sama sekali, seperti orang asing.
"Baru kok, ini nganterin Tia ngapel kamu." Ujar kak Mario.
Jio hanya diam tanpa menimpali apapun.
"Ehm Jio kamu masih marah sama aku?" Tanyaku ke Jio.
"Enggak, marah kenapa?" Tanya Jio santai.
"Soal semalem. Aku sama sekali ga tau kalau ada kak Danu Jio." Ucapku melemah.
"Aku ga marah kok, ngapain juga marah. Ga penting!"
"Yaudah kalau ga marah, maaf udah ganggu kamu. Kak Mario kita pulang aja yuk. Udah ga ada yang mau aku omongin." Ucapku kesal.
Jio bilang ga penting, berarti hubungan ini memang ga penting kan. Aku masih punya waktu satu minggu, tadinya aku ga tega harus putusin di. Tapi sekarang aku udah yakin mau putusin dia.
"Em yaudah kita pulang. Jio aku pamit dulu ya." Ucap kak Mario.
"Iya, makasih udah mau main kesini." Ucap Jio datar.
Sumpah dia kaya anak kecil banget, ga bisa diajak diskusi sama sekali.
\#
__ADS_1
Sudah beberapa hari setelah kejadian malam itu. Jio masih tidak menghubungi aku, aku juga enggan mau hubungin dia.
"Gimana sama Jio be?" Tanya Meli.
"Ga tau, aku mau hubungi duluan juga gengsi." Jawabku.
"Terus perasaan kamu gimana sama dia?" Tanya Meli lagi.
"Masih biasa aja, sekarang aku malah jadi sebel sama dia. Dia sifatnya kekanak-kanakan." Kata aku.
"Mm kalau kamu mau putusin dia, kan ini kesempatan buat kamu be."
"Iya juga ya, nanti aku pikirkan lagi lah caranya gimana."
Akhirnya aku coba hubungi Jio.
~Jio kita bisa ketemu?~
~ada apa?~ balas Jio.
~ada yang mau aku omongin.~
~soal apa?~
~soal hubungan kita.~
~hubungan kita? Memangnya kenapa hubungan kita?~
~ya sekarang kamu ga pernah hubungi aku, ini namanya menggantungkan hubungan kita dong. Sikap kamu juga dingin banget sama aku.~
~terus mau kamu gimana.~ tanya Jio.
~ya itu makanya aku mau ketemu dulu, kita omongin baik-baik.
~ngomongin aja disini, aku sibuk. Ga bisa ketemu.~
~yaudah kalau ga bisa ketemu, aku omongin disini. Kalau sikap kamu masih seperti ini sama aku mendingan kita putus aja. Aku ga bisa punya pacar tapi kaya punya musuh.~
~yaudah kita putus. Biar kamu bebas ngapain aja sama mantan kamu itu.~
~memangnya aku ngapain? Kamu jangan asal bicara ya! Aku udah ga ada hubungan sama dia.~
~ya aku ga tau lah kamu ngapain sama dia. Aku ga hubungin kamu itu biar kamu sadar kesalahan kamu. Malah sama sekali kamu ga hubungin aku ga minta maaf. Sekarang hubungin aku malah minta putus.~
~apa kamu bilang? Aku ga minta maaf? Aku kerumah kamu itu aku mau minta maaf kamu malah sadis sama aku. Jangan kaya ank kecil dong kamu ini.~
~alah udahlah kalau mau putus ya putus aja.~
~yaudah maaf kalau selama sama aku, kamu ga bahagia. Aku selalu bikin kamu kecewa. semoga kamu segera menemukan pengganti aku yang lebih baik dari aku.~
~pasti aku akan dapatin yang lebih baik dari kamu.~
__ADS_1
Aku hanya geleng kepala membaca pesan Jio. Ga ada dewasanya sama sekali.