Persahabatan Atau Cinta?

Persahabatan Atau Cinta?
Akad


__ADS_3

Sudah dua hari sejak Tia ulang tahun, Ciko sama sekali tidak ada kabar. Hati Tia sangat sakit kalau Ciko nggak ada kabar. Tidak ada kabar memang kebiasaan Ciko, tapi kali ini berbeda.


Ciko sengaja menghindar dari Tia karena dia ingin meredam hatinya yang panas karena di tinggal nikah oleh Tia.


"Tia kmu kenapa cemas begitu?" Tanya Meli.


"Ciko nggak ada kabar, aku khawatir sama dia be." Jawab Tia.


"Sekarang kamu nggak usah pikirin itu, hari ini kan hari pernikahan kamu. Mending sekarang kamu mandi dulu. Sebentar lagi yang merias kamu datang loh. "


"Yaudah aku mandi dulu ya." Ucap Tia lemas.


#


Di tempat lain Ciko sedang bersiap-siap menghadiri pernikahan Danu dan Tia, dia akan datang kerumah Tia bersama rombongan pengiring mempelai pria. Karena Danu termasuk pihak keluarga Danu.


"Kamu baik-baik saja kan ?" Tanya Fino, dia tau keadaan Ciko dan Tia.


"Nggak ada yang baik-baik saja jika ditinggal menikah Fin. Tapi aku ikhlas karena dulu yang menyuruh Tia menerima lamaran Danu itu aku. " Jawab Ciko dengan senyuman palsu.


"Kenapa kamu nyuruh Tia menerima lamaran Danu?" Tanya Fino lagi.


"Karena Tia meminta aku untuk melamarnya tapi aku belum siap." Jawab Ciko.


"Tapi sebenarnya kamu ini cinta atau nggak sih sama Tia. "


"Aku cinta, cinta banget sama Tia. Tapi aku nggak mau di cap jelek sama orang-orang. Pasti orang-orang mikir aku yang merebut Tia dari Danu. "


"Kok pemikiran kamu kaya gitu sih, yang namanya cinta itu ya harus di perjuangin. Kamu nggak usah denger kata-kata orang lain. Kamu cukup pada pendirian kamu saja. Kamu harus bisa tegas sama pilihanmu sendiri. "


"Iya aku tau, tapi ini udah terlambat." jawab Ciko.


"Terus kamu udah putus sama Tia?" Tanya Fino.


"Belum, aku sama Tia masih menjalin hubungan. Belum ada kata putus sama sekali. " Jawab Ciko.


"Terus kamu masih mau menjalin hubungan sama Tia setelah Tia menikah begitu?"


"Aku mau putusin Tia, tapi dia nggak mau. Tia minta waktu sampai dia menikah sama Danu. " Ucap Ciko.


"Yaudah, kamu jangan berlarut-larut mempertahankan hubungan kamu sama Tia ya. Takutnya nanti malah jadi masalah besar."


"Iya, makasih ya sarannya. " Jawab Ciko.


**


Tia saat ini sedang di rias, hari ini seharusnya menjadi hari bahagia untuk seseorang yang akan menikah, tapi tidak bagi Tia. Hari ini menjadi hari paling menyedihkan untuk Tia.


"Kita make up seadanya dulu aja ya untuk akad soalnya waktunya sudah mepet. Nanti kita ubah lagi make up nya kalau untuk resepsi."ucap seorang perias.


"Iya." Jawab Tia singkat.


"Itu mempelai pria sudah datang untuk akad." Ucap asisten perias.

__ADS_1


"Iya tunggu sebentar. "


Akad akan segera dimulai perasaan Tia sangat jengkel sekali, dia tidak bisa berbuat apa-apa, padahal dalam hati Tia berteriak ingin pergi dari tempat ini.


Saat ini Tia duduk di depan meja penghulu dan di samping Danu, Danu sangat gugup tidak ada senyum sama sekali di wajah kedua mempelai.


"Bagaimana, apakah kalian sudah siap?" Tanya penghulu.


Tia dan Danu hanya mengangguk.


"Baik akan saya mulai ya. Berkas sudah lengkap dan benar ya. Bapak mempelai wanita akan menikahkan anak bapak sendiri atau diwakilkan oleh saya?" Tanya bapak penghulu kepada bapak Tia.


"Saya wakilkan saja pak. " Ucap bapak Tia.


"Baik pak. Mempelai pria silahkan jabat tangan saya dan ikuti saya ya." Ucap pak penghulu mengulurkan tangan.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Danu Prasetya bin Supar dengan Tia Listiana binti Atna dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat , tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Tia Listiana binti Atna dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”


"Bagai mana saksi? Sah?" Tanya penghulu.


"Sah"


"Sah"


"Allhamdulillah..."


Penghulu mengucapkan doa dan semua orang mengaminkannya. Semua orang-orang yang ada di sini bahagia akhirnya Tia dan Danu telah sah menjadi suami istri. Tia sangat sedih, kalau Danu sebenarnya bahagia, tapi raut muka Danu tidak berekspresi sama sekali. Dia bingung harus bahagia atau sedih karena Tia dari tadi tidak ada senyum sama sekali.


Setelah acara ijab selesai dan penghulu memberikan nasihat akhirnya tiba saat sesi foto. Setelah sesi foto Tia kembali ke tempat yang dikhususkan untuk merias pengantin, dan Danu kembali kerumahnya karena menurut adat Danu akan kembali kerumah Tia bersama rombongannya.


Karena jarak rumah Danu dan Tia sangat dekat jadi Danu dan rombongannya hanya berjalan kaki dari rumah Danu, dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah Tia.


Selesai dirias ulang dan berganti gaun resepsi Tia hanya termenung di jendela yang menghadap ke jalan menuju tempat resepsi. Tiba-tiba rombongan Danu datang, Danu langsung masuk ke ruang rias untuk berganti pakaian yang senada dengan Tia, dan Tia masih termenung di jendela.


Tia melihat semua rombongan Danu yang datang, dan disana ada Ciko. Tia berkaca-kaca, ini momen yang menyedihkan bagi Tia.


Setelah semua siap, acara resepsi akan segera dimulai.


"Tia kita keluar dulu menuju panggung ya." Ujar perias pengantin.


"Iya mbak." Jawab Tia.


"Eh pengantin baru kok mukanya sedih, senyum dong." Ucap perias pengantin dengan senyum lebar agar Tia ikut senyum.


Tia hanya senyum tipis


"Jangan gugup ya." Ucap mbak perias lagi.


"Iya mbak." Jawab tia.


Sampai di pintu masuk tempat resepsi mata Tia langsung tertuju ke arah Ciko, tapi Ciko hanya menunduk.

__ADS_1


"Mbak aku lemes banget." Ucap Tia kepada perias dengan tubuh sedikit oleng.


Yang dirasakan Tia saat ini sakit dia rasanya tidak berpijak di bumi dia seperti melayang dia lemah, rasanya ingin berteriak. Tia seperti ingin pingsan. Kepalanya serasa berputar. Pandangan matanya kabur. Tia seperti hancur se hancur hancurnya saat melihat Ciko datang ke pernikahannya. Ini momen paling menyakitkan bagi Tia.


"Kamu belum sarapan ya?" Tanya mbak perias.


Tia nggak mungkin berkata jujur.


"Mm i-iya mbak." Ucap Tia seraya mengangguk.


Setelah sampai kursi pelaminan mbak perias langsung meminta minum kepada orang yang ada di dekat situ.


"Ini di minum dulu. Jangan pingsan ya, kamu keliatan pucat meskipun di make up begini. " Ucap mbak perias.


Tia hanya mengangguk, akhirnya air mata Tia jatuh tak tertahan.


"Jangan nangis nanti make up kamu rusak." Ucap perias tersebut.


Tia nggak bisa memandang ke arah Ciko, dia nggak kuat kalau melihat Ciko lagi. Meskipun Ciko duduk di kursi paling depan di samping kanan Tia, tapi Tia enggan menengok Ciko.


'Ciko harusnya kamu duduk di sampingku, bukan di kursi tamu.' batin Tia.


Tidak lama kemudian mempelai pria datang dan Tia di pandu untuk berdiri dan maju beberapa langkah Tia dan Danu akan memulai prosesi-prosesi pernikahan.


Yang pertama balangan gantal, Dalam proses temu manten ini, gantal atau sirih yang diikat oleh benang putih akan saling dilempar oleh kedua pasangan. Pengantin pria melemparkan gantal ke dada pengantin wanita sebagai tanda bahwa ia telah mengambil hati sang kekasih, dan pengantin wanita akan menunjukkan gantal ke lutut sang pria sebagai tanda bakti kepada suami.



"Lemparkan satu-satu sirihnya jangan meleset ya." Ucap perias atau bisa dibilang dukun manten.


Tapi Tia langsung melemparkan semua sirih tersebut secara bersamaan.


Prosesi ke dua yaitu midak ndog, Ritual menginjak sebutir telur ayam mentah oleh mempelai pria dilaksanakan sebagai harapan bahwa ia akan mendapatkan keturunan karena keduanya telah bersatu. Kemudian, sang istri akan membasuh kaki suaminya sebagai tanda kasih sayangnya.



"Kamu basuh kaki suamimu lalu di lap dengan sepenuh hati ya."


Prosesi ke tiga sinduran, Kain sindur berwarna merah dan putih diharapkan akan memberikan keberanian bagi kedua pengantin agar menjalani pernikahan mereka dengan semangat dan penuh gairah. Pada ritual ini, keduanya akan dibalut oleh kain sindur sembari diantar menuju pelaminan oleh ayah sang mempelai wanita.



Prosesi ke empat bobot timbang, Setelah kedua pengantin duduk di kursi pelaminan, akan dilangsungkan ritual menimbang anak sendiri dan anak menantu oleh ayah pengantin wanita dengan cara memangku kedua mempelai. Kemudian, ibu pengantin akan naik ke atas panggung untuk menanyakan kepada sang ayah, siapa yang lebih berat di antara mereka. Kemudian, ayah akan menjawabnya jika keduanya sama beratnya. Dengan percakapan ini, diharapkan bahwa kedua anak mengetahui bahwa tidak ada perbedaan kasih sayang bagi mereka.



Prosesi ke empat kacar kucur, Ritual ini dilakukan oleh pengantin pria yang mengucurkan uang logam beserta kebutuhan pokok seperti beras dan biji-bijian kepada sang istri sebagai simbol bahwa Ia akan bertanggung jawab dalam memberikan nafkah kepada keluarga.


Prosesi ke lima dulangan, Adapun ritual saling menyuapi sebanyak tiga kali sebagai simbol bahwa kedua pasangan akan selalu menolong satu sama lain dan juga saling memadu kasih hingga tua.



Prosesi ke enam sungkeman, Seluruh prosesi upacara dalam adat Jawa akan diakhiri dengan acara sungkeman, yaitu berlutut di depan kedua orang tua masing-masing mempelai sebagai bentuk penghormatan karena telah membesarkan mereka hingga akhirnya dapat menjalani kehidupan baru bersama pasangan.

__ADS_1



Selama prosesi pernikahan tidak ada senyum sama sekali di wajah Danu, kalau Tia sesekali dia tersenyum tapi senyum palsu yang Tia suguhkan.


__ADS_2